×
×

Search in Mata Mata Musik

10 Konser Terbaik Pearl Jam Dalam Sejarah Karier Spektakulernya

Posted on: 03/22/20 at 8:00 am

Pearl Jam era album debut mahakaryanya, Ten, 1991
Pearl Jam era album debut mahakaryanya, Ten, 1991 (Foto: Paul Bergen / Getty Images).

Selama tiga dekade terakhir, Pearl Jam telah membangun reputasi sebagai salah satu aksi band live paling luar biasa sepanjang masa. Dari momen pertama band alternative rock legendaris ini tampil di depan penonton pembeli tiket di Off Ramp Seattle, Amerika Serikat (AS) pada 22 Oktober 1990, hingga hari ini, Pearl Jam telah menetapkan standar kualitas yang hanya sedikit musisi bisa lampaui. Seiring waktu, konser live Pearl Jam telah berubah dari yang intens, berenergi tinggi, hingga yang penuh kejutan di mana segala sesuatu bisa, dan biasanya memang terjadi. Tiket untuk melihat Pearl Jam adalah sebuah jaminan bahwa Anda akan menyaksikan sesuatu yang benar-benar luar biasa alias gokil kalau kata kaum milenial.

Baca Juga: Dramer Pearl Jam, Melvins, dan Blondie Bersatu Untuk Merakit Lagu Eksperimental

Sejak awal muncul, memang kelihatan jelas bahwa Pearl Jam memiliki daya tarik dan energi alami yang terasa di atas panggung. Setiap anggota Pearl Jam masing-masing mengadopsi persona yang fleksibel untuk diri mereka sendiri yang masih mereka gunakan sampai sekarang. Di bagian vokal Pearl Jam memilik Eddie Vedder, sang penyanyi liar penyuka minuman wine yang menyusun daftar lagu dan beroperasi sebagai pemimpin seremoni. Di sebelahnya ada Mike McCready, sang guitar hero sejati dengan aksi solo-nya yang ‘membakar’. Lalu ada landasan gitaris yang kokoh dari Stone Gossard, Jeff Ament, dan beberapa dramer yang silih berganti dalam formasi band untuk menjaga semua tempo musiknya berjalan rapih.

Pearl Jam live 1991.
Aksi live konser Pearl Jam, 1991 silam (Foto: Chris Cuffaro).

Baca Juga: Pearl Jam Tunda Tur ‘Gigaton’ Di AS Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sebagai salah satu pendukung awal dari format rilis bajakan yang resmi, internet dibanjiri dengan rekaman konser live dari karier spektakuler Pearl Jam. Setelah ribuan kali konser bersama-sama, agak sulit bagi para pendengar umum, atau bahkan penggemar berat Pearl Jam, untuk mencari tahu dari mana harus memulai ketika ingin mengarungi semua materi penampilan terbaik mereka. Jadi kami telah menyusun daftar 10 konser live terbaik Pearl Jam sejauh ini.

Apakah konser Pearl Jam favorit Anda masuk daftar ini? Beri opini kalian pada kolom komentar di ujung artikel!

10. Orpheum Theater – 12 April, 1994

Pearl Jam akui kebanggaan mereka sebagai band favorit masyarakat. Mereka memang sekumpulan rockstars, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka menganggap diri mereka seolah-olah lebih baik dari orang lain. Dalam konteks itu, untuk pertunjukan kedua hingga terakhir dalam tur Vs. mereka pada tahun 1994 di Teater Orpheum Boston, Pearl Jam membiarkan kru touring mereka sepenuhnya untuk menentukan daftar lagu konser mereka. Dan tentunya para kru memilihnya dengan bijak, dan konser malam itu penuh dengan lagu klasik seperti ‘Alone’ dan ‘Dirty Frank’, lagu-lagu yang belum pernah dirilis dari Vitalogy seperti ‘Immortality’ dan ‘Not for You’, dan versi cover keren dari lagu ‘Fuckin’ Up’ milik Neil Young dan ‘Sonic Reducer’ milik Dead Boys, yang mereka tampilkan bersama Mark Arm dari Mudhoney.

09. Key Arena – 6 November, 2000

Untuk pertunjukan terakhir dari tur dunia sukses mereka di tahun 2000, Pearl Jam memutuskan untuk benar-benar pulang ‘kampung’ dan mengakhiri tur dengan dua pertunjukan di dalam Key Arena Seattle. Ini adalah satu-satunya konser dari tur tersebut di mana Pearl Jam memainkan lagu ‘Alive’ dan merupakan momen langka yang menjadikannya sebagai penampilan yang benar-benar istimewa. Dimasukkannya lagu ‘Little Wing’ ciptaan ikon musik rock Seattle terkenal lainnya, Jimi Hendrix, dalam daftar lagu itu adalah sentuhan yang sangat bagus dan tajam. Apresiasi besar kepada McCready atas aksi solo-nya yang indah.

08. Madison Square Garden – 11 September, 1998

Pearl Jam bermain konser dua malam berturut-turut di New York selama tur Yield di tahun 1998, tetapi, konser keduanya yang pada 11 September lah yang paling terkenal. Seluruh proses tur berjalan cukup luar biasa, tetapi untuk beberapa alasan para penggemar di barisan depan kerumunan berhasil membujuk Pearl Jam untuk menyanyikan lagu ‘Breath’ dari soundtrack film Singles, yang belum pernah mereka tampilkan dalam empat tahun. Mereka semua mengangkat tanda bertuliskan “Breath” ke arah panggung sampai akhirnya, Eddie Vedder mengakui kehadiran mereka. “Ini adalah malam ketiga berturut-turut, kan?” dia bertanya kepada orang-orang di depan. “Apa? Apakah ini agama yang terorganisir atau semacamnya? Kalian tahu, kami datang ke sini sebagai band kolektif, dan kami terus memberi dan memberi dan memberi, dan kalian hanya ingin lebih? Apakah kalian pikir kalian pantas menerimanya? Yah, saya pikir kalian pantas. Brengsek, kita akan memainkannya!”. Tak perlu dijelaskan lagi, para penggemar kehilangan akal kolektif mereka dan bersorak liar.

07. Tweeter Center – 11 Juli, 2003

Pertunjukan ini paling diingat sebagian besar karena keputusan Pearl Jam untuk melakukan set akustik khusus bahkan sebelum artis pembuka konsernya, Sleater-Kinney, naik panggung. Para penggemar di Massachusetts menerima suguhan yang besar ketika Pearl Jam memberi mereka penampilan pra-konser yang terdiri dari lagu-lagu yang jarang ditampilkan seperti ‘All Those Yesterdays’, ‘All Or None’, dan ‘ Footsteps’ yang diiringi bersama dengan versi cover dari lagu ‘I Believe in Miracles’ oleh The Ramones, ‘Know Your Rights’ oleh The Clash, dan ‘Fortunate Son’ oleh Creedence Clearwater Revival.

06. Alpine Valley Music Theater – 4 September, 2011

Pada 2011, Pearl Jam memutuskan untuk berhenti sejenak, melihat-lihat, dan mempertimbangkan di mana mereka sedang berada dan bagaimana mereka bisa sampai di sana. Pearl Jam bekerja sama dengan sang penulis/sutradara Cameron Crowe untuk memproduksi film dokumenter PJ20 dan mendirikan festival berdurasi dua hari di Wisconsin untuk memperingati dua dekade mereka bersama sebagai sebuah band. Ungkapan “rentang karier” sering dilontarkan ketika membahas konser yang dilakukan oleh band-band yang telah ada selama lebih dari beberapa dekade, tetapi benar-benar tidak ada cara yang lebih baik untuk menggambarkan koleksi lagu yang ditampilkan Pearl Jam malam itu. Momen krusialnya datang pada saat encore kedua ketika Chris Cornell muncul untuk melakukan reuni band Temple of the Dog dengan membawakan empat lagu termasuk ‘Hunger Strike’ masih sangat fantastis.

05. Wrigley Field – 19 Juli, 2013

Terkadang alam semesta bekerja sesuai keinginan Anda, dan terkadang tidak. Sebagai sebuah band, yang dapat Anda lakukan adalah memanfaatkan yang terbaik dari situasi terburuk dan berharap bahwa semua penonton bertahan dengan Anda. Untungnya, bagi Pearl Jam, mereka memiliki salah satu penggemar paling berdedikasi dalam dunia musik, yang membantu mengubah konser yang basah kuyup di Wrigley Field ini dari sebuah mimpi buruk yang hampir dibatalkan menjadi pengalaman luar biasa untuk semua orang yang berkumpul. Konser baru berjalan hanya selama tujuh lagu dan Pearl Jam terpaksa menutup semuanya karena badai petir akan datang. Selama dua jam dan 45 menit berikutnya, para penggemar bertahan dengan hujan yang luar biasa, dan ketika band akhirnya muncul kembali pada pukul 11:45 malam, mereka memberi hadiah kepada para penonton setia dengan pertunjukkan selama ‘berabad-abad’: 33 penampilan lagu secara total yang dipuncaki dengan versi cover dari lagu ‘Rockin ‘in the Free World’ milik Neil Young. Konser akhirnya berakhir sekitar pukul 2:00 pagi dan semua orang basah kuyup, tetapi dengan penuh senyum.

04. The Off Ramp – 22 Oktober, 1990

The Off Ramp bahkan tidak benar-benar ada lagi sebagai venue musik di Seattle, tetapi namanya akan selamanya terukir dalam sejarah rock sebagai tempat yang membantu meluncurkan salah satu band terbesar dan paling sukses sepanjang masa. Pada malam itu, Pearl Jam bahkan belum dikenal sebagai Pearl Jam. Mereka masih dikenal sebagai Mookie Blaylock, nama yang mereka ambil dari pemain bola basket dari New Jersey Nets. Jumlah penontonnya baik-baik saja, tetapi band ini memukau semua yang hadir dengan materi dari album debutnya yang belum direkam, Ten. Dari sudut pandang penampilan, itu mungkin bukan pertunjukan terbaik yang pernah mereka mainkan, tetapi, momen murni dan ‘mentah’ inilah yang memulai semuanya. Momen ikonik yang memulai karier gemerlang mereka ke depannya.

03. The Gorge – 1 September, 2005

Gorge Amphitheatre, yang terletak jauh di antah berantah di lembah sungai Columbia yang luas di Negara Bagian Washington, adalah salah satu tempat terindah untuk menyaksikan konser live di Bumi. Ini adalah jenis tempat yang memancarkan energi terbaik dari artis-artis yang tampil di sana, atau setidaknya itulah yang terjadi bagi Pearl Jam. Band ini bermain di sana untuk pertama kalinya pada tahun 2005 dan mengadakan konser yang seindah pemandangan di belakang mereka. Pearl Jam memulai konser dengan versi cover dari lagu ‘I Believe in Miracles’ oleh The Ramones dan menutupnya 36 lagu kemudian dengan versi cover lain: ‘Baba O’ Reilly’ oleh The Who. Momen seperti ini bisa dibilang sebagai konser yang sangat khusus ketika sebuah band memutuskan untuk kembali dengan tiga encore yang berbeda.

02. Moore Theater – 7 Januari, 1992

Konser di kampung halaman sendiri adalah jenis konser yang berbeda. Secara umum, kerumunannya merasa lebih diinvestasikan dan ikhlas untuk mendukung habis-habisan band kesayangan mereka di atas panggung. Setiap band biasanya memiliki sejumlah teman dekat dan keluarga yang hadir dan merasakan motivasi nyata untuk melakukan konser dengan baik. Setiap kali mereka tampil di Seattle, Pearl Jam selalu tampil maksimal untuk memberikan segalanya kepada deretan penggemar yang sangat antusias. Konser di Moore Theatre ini adalah contoh utamanya, yang hadir kurang lebih lima bulan setelah perilisan album debut mereka, Ten. Pearl Jam tunjukkan segala kemampuan mereka dengan memainkan setiap lagu dari album itu dengan intensitas yang jauh melampaui materi asli yang direkam. Dan dari konser inilah terciptanya rekaman langsung yang membangun sebagian besar materi dalam video musik ‘Even Flow’.

01. Soldier Field – 11 Juli, 1995

Satu-satunya konser terbesar dan terbaik yang pernah dilakukan Pearl Jam diadakan di stadion milik Chicago Bears pada tanggal 11 Juli 1995. “Saya ingin berterima kasih kepada Grateful Dead karena telah mengizinkan kami menggunakan panggung mereka,” kata Eddie Vedder kepada kerumunan di awal konser, merujuk pada konser perpisahan band itu akhir pekan sebelumnya. “Kami pikir itu wajar jika kami tampil hanya selama mereka juga telah tampil”. Dan itulah yang Pearl Jam lakukan. Selama hampir tiga jam, mereka menggali dalam katalog musik mereka sendiri, serta berbagai versi cover yang sangat menarik, beragam, dan tidak terduga dalam upaya untuk menampilkan konser terbaik sepanjang masa. Hampir setiap lagu yang pernah direkam oleh Pearl Jam sampai saat itu telah ditampilkan, beserta juga versi cover yang transenden dari lagu ‘Everyday People’ milik Sly Stone dan lagu ‘Let My Love Open The Door’ oleh Pete Townshend.

Penonton benar-benar menikmati konser itu, dengan 13.000 orang berdesak-desakan di depan panggung dan ribuan lainnya melakukan headbang di bagian tempat duduk khusus di atas. Eddie Vedder secara khusus tampaknya sangat meladeni energi penonton, dan pada akhir lagu ‘Blood’, dia menghancurkan Telecaster-nya hingga berkeping-keping dalam luapan emosi yang murni. Berbagai kilatan petir menyinari langit di belakang panggung saat mereka bermain terus menerus dan secara kebetulan berperan sebagai latar belakang yang dramatis selama penampilan lagu ‘Immortality’. Setelah pertempuran mereka baru-baru itu dengan penyakit, dan pertempuran yang lebih besar dengan Ticketmaster sepanjang bagian awal tahun 1995, konser yang satu ini di Soldier Field adalah tempat dimana semua akhirnya terasa pas dengan Pearl Jam dan mengubah mereka dari status superstar grunge menjadi legenda Rock & Roll abadi.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Sumber: Consequence of Sound (Penulis: Corbin Reiff)
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Kings of Leon

Kings of Leon Rilis Video Klip Baru Yang Minimalis Untuk Lagu ‘Going...

Kings of Leon (ki-ka): Jared, Caleb, Matthew, Nathan Followill. (Foto: Dan Winters). Band alternative rock Kings of Leon telah meluncurkan video minimalis u

on Apr 2, 2020
Foo Fighters

Foo Fighters Menjadwal Ulang ‘25th Anniversary Van Tour’ Demi Kese...

Foo Fighters, 2020 (Foto: Andreas Neumann). Salah satu band rock terbesar di dunia Foo Fighters telah mengumumkan tanggal baru yang telah dijadwal ulang unt

on Apr 2, 2020
Pearl Jam

Pearl Jam Rilis ‘Gigaton’, Silakan Dengarkan Album Playlist-nya Di...

Cover album baru Pearl Jam Gigaton. Band alternative rock legendaris Pearl Jam telah merilis album terbaru mereka, Gigaton, melalui label Monkeywrench/Repub

on Mar 28, 2020
Pearl Jam

Pearl Jam Beri Cuplikan Baru Dari Album ‘Gigaton’ Melalui Fitur Te...

Pearl Jam formasi 2020 (Foto: Instagram.com/@pearljam). Band alternative rock legendaris Pearl Jam meminta penggemar mereka untuk melakukan panggilan telepo

on Mar 24, 2020