×
×

Search in Mata Mata Musik

10 Lagu Terbaik Produksi Ric Ocasek

Posted on: 09/19/19 at 7:00 pm

Dari Weezer hingga No Doubt, kontribusi Ric Ocasek dalam musik jauh melampaui “Just What I Needed.”

Baca Juga: Vokalis The Cars, Ric Ocasek Bergabung dengan SESAC

Ketika album pertama The Cars keluar di 1978, albumnya terdengar hampir dari dunianya sendiri sampai semua orang mengeklaimnya sebagai milik mereka. Kalian mungkin mendengar lagu mereka di Top 40, di AOR, di stasiun radio kampus. Siapa pun akan bangga memajang pin The Cars di jaket mereka, jadi itulah yang dilakukan semua orang. Mereka mainstream dan juga new wave.

Di saat orang-orang memainkan lagu disko, The Cars memainkan synthesizer di radio rock. Lagu sisi B “Moving In Stereo,” yang secara lirik tidak ada hubungannya dengan seks, sangat seksi sampai mengisi scoring adegan tentang nafsu remaja di Fast Times At Ridgemont High, film yang keluar sekitar empat tahun kemudian.

Ric Ocasek menulis semua lagu di album pertama itu, dan semua lagu itu masih terdengar seperti dari masa depan. Dan itu menjadi bukti karisma Ocasek yang unik yang menjadikannya wajah band ini, saat Benjamin Orr—yang menyanyikan bagian utama di beberapa single dan membawa cangkir seperti Betty Boop—ada di sana. Dia bukan tipe penarik hati, juga bukan ikon post-punk. Dia adalah ikon instan yang aneh namun ramah yang memiliki momen radio pop terbesarnya dengan album Heartbreak City di usia 40-an.

Dia juga seorang produser yang luar biasa untuk musik orang lain, umumnya band-band kacau yang layak menjajal ranah mainstream.

Romeo Void – “Never Say Never”

“Never Say Never” adalah salah satu lagu standar new wave ’80-an—seperti “I Melt With You,” “A Million Miles Away,” dan “What I Like About You”—yang kita salah ingat sebagai lagu hit. Lagu ini tidak menembus Hot 100 di 1981, tapi pemutaran terus-menerus di radio menempatkannya di jajaran yang semestinya.

Bad Brains – “Banned In DC”

Ocasek memproduseri album kedua Bad Brains di 1983, Rock For Light, yang memengaruhi Kurt Cobain, yang memengaruhi semua yang terjadi setelah era Kurt Cobain.

Guided By Voices – “Teenage FBI”

Kamu benar-benar bisa mendengar Ocasek di lagu ini, yang berasal dari apa yang bisa disebut sebagai album yang membesarkan nama Guided By Voices. Do The Collapse jelas merupakan album yang membuat band ini banyak diputar di radio, yang bukan prestasi kecil mengingat mereka adalah sekelompok bapak-bapak usia 50-an dari Midwest yang merilis sembilan album dalam setahun. Ric Ocasek menciptakan dunia di mana kita mendengar Guided By Voices di Kroger, dan itu menjadi bukti betapa hebatnya dia.

D Generation – “No Way Out”

D Generation tidak pernah sebesar reputasi Jesse Malin di ranah glam rock East Village, tapi rekaman ulang dari salah satu single awal mereka membawa reputasi mereka hampir ke tingkat yang sama.

Weezer – “The World Has Turned And Left Me Here”

Kalian pasti tahu semua single dari album pertama Weezer ini, tapi bagi saya, yang satu ini benar-benar meninggalkan bekas. Rock arena yang ‘cupu’ namun bertahan lama.

Baca Juga: Weezer Rilis Album Baru, The Teal Album

Nada Surf – “Popular”

Band ini tidak lagi terdengar seperti ini, dan mereka perlu beberapa tahun untuk membuat orang-orang lupa dengan lagu hit ini dari kejayaan radio alternatif pasca-Nirvana. Tapi untuk sesaat di 1996, lagu ini tidak bisa dihindari.

Suicide – “Surrender”

Ocasek mendapat pengaruh dari album debut eponim Suicide di 1977, dan saat mereka mulai merilis musik baru lagi di akhir tahun ’80-an, dia memproduseri dua album mereka. Yang satu ini menjadi lagu yang agak hit di Prancis, di mana audiensnya memiliki toleransi yang lebih tinggi untuk lagu-lagu yang terdengar seperti dari film karya David Lynch.

Motion City Soundtrack – “This Is For Real”

Ocasek mengusik sisi pop dari band emo-pop ini yang seharusnya bisa menjadi besar. Perhatikan penyiar podcast Bizarre Albums Tony Thaxton di bagian drum, dan komikus/pembuat film Mike Nelson dan Fred Warner sebagai komentator bowling.

Bad Religion – “A Walk”

Greg Graffin dan Bad Religion bermain-main dengan yang mainstream untuk sesaat di tahun ’90-an. Lagu yang masih pas untuk didengarkan untuk menemani perjalanan.

Baca Juga: Review Album Paramore: After Laughter (2017)

No Doubt – “Don’t Let Me Down”

Terkadang ada kejadian di mana band pop yang sedang di puncak popularitas mereka mengatakan “ayo kita terdengar seperti The Cars di satu lagu,” dan kemudian mereka pun menggaet Ocasek. Dan, tidak ada salahnya, kan?

Keterangan Foto Utama: Ric Ocasek, lebih dari hanya pentolan The Cars. (Foto: Ebet Roberts)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Beta Daemon

Unit Post-Punk Beta Daemon Lepas Double-Single 'PSBB' dan 'Resonansi S...

Beta Daemon. Beta Daemon mungkin nama yang asing di telinga lo. Ya iyalah, namanya juga band baru. Band ini dihuni oleh dua orang, yang satu tinggal di Jaka

on Sep 22, 2020
Sid McCray Bad Brains

Sid McCray, Vokalis Pertama Legenda Punk Bad Brains, Meninggal Dunia

Sid McCray. (Foto: Kevin RC Wilson). Kabar duka datang dari scene punk rock dan hardcore. Sid McCray, vokalis orisinil alias pertama band punk rock legendar

on Sep 14, 2020
Gorillaz

Rilis Single Baru Fitur Robert Smith (The Cure), Gorillaz Umumkan Albu...

Sepanjang tahun 2020, Gorillaz seperti bermain-main ke sana ke sini dengan seri audio-visual mereka yang bertajuk Song Machine, merilis lima single menawan

on Sep 10, 2020
Turnamen Lagu Punk Rock Indonesia

Turnamen 24 Lagu Punk Rock Indonesia Terbaik 2020 Untuk Sang Juara

Oi oi! Kami kembali hadirkan permainan seru untuk menentukan satu lagu pemenang alias Sang Juara, kali ini dari 24 Lagu Punk Rock Indonesia Terba

on Sep 8, 2020