×
×

Search in Mata Mata Musik

10 Momentum Riff Terbaik Eddie Van Halen Di Sepanjang Karier Sang Guitar God

Posted on: 10/8/20 at 11:00 am

10 Momentum Riff Terbaik Eddie Van Halen Di Sepanjang Karier Sang Guitar God
Flying n’ shredding bersama Eddie Van Halen. (Foto: Ebet Roberts, Redferns).

Tanggal 6 Oktober 2020 menjadi hari yang suram bagi seluruh umat rock di planet ini. Bagaimana nggak, dunia musik harus kehilangan salah satu “guitar god” terhebatnya. Di hari itu, Eddie Van Halen, rocker legendaris ini meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker tenggorokan dan penyakit lainnya selama 10 tahun lebih.

Baca juga: In Memoriam: Eddie Van Halen, Dewa Gitar Revolusioner Musik Rock

Gitaris yang nggak hanya paling berpengaruh melalui gaya dan teknik permainan inovatifnya, namun juga menjadi “role model” sebagai komposer utama lagu-lagu hits Van Halen, band hard rock garda terdepan di blantika musik internasional sejak akhir 1970-an hingga awal 1990-an. Sampai sejauh ini, permainan virtuoso-nya tetap belum tertandingi, dalam hal penciptaan irama dan melodi yang mengalir begitu sempurna dan sukses menghubungkan dua dunia yang berbeda, classic rock-heavy metal dan pop.

Eddie merupakan seorang penulis lagu yang ambisius sama halnya sebagai seorang gitaris. Dan hal yang patut digaris bawahi adalah, Eddie bukan hanya hebat bermain solo, namun doi juga hebat bermain ritem dengan riff-riff ikonik yang menjadi embrio kelahiran serangkaian lagu hits besarnya seperti ‘Runnin’ with the Devil’, ‘Jump’, dan ‘Panama’ .

Dan Eddie nggak pernah kompromis jika berkaitan dengan visinya untuk Van Halen. Ketika vokalis David Lee Roth hengkang dari band untuk bersolo karier, Van Halen meminta Sammy Hagar untuk menggantikannya sebagai frontman baru. Meskipun band ini telah bergeser ke arah sound yang lebih “radio-friendly”, formasi baru yang dijuluki “Van Hagar” ini masih mampu meraih kesuksesan dengan lagu-lagu hits seperti ‘Why Can’t This Be Love’ dan ‘Right Now’, yang menjadi bukti keteguhan visi musikal Eddie.

Bagaimanapun, sebagian besar fans maupun kritikus, nggak ada yang terlalu peduli siapa yang menjadi vokalis Van Halen, karena pada intinya musik band ini adalah karya yang dihasilkan melalui permainan gitar Eddie. Doi bisa bermain shredding dengan kecepatan suara, mengalirkan ratusan not dari jari-jemari di atas fretboard gitarnya dengan kecepatan manusia super. Dan doi juga bisa menghasilkan bunyi-bunyian seksi yang menggoda pendengar dari “kapak perang” Frankenstrat andalannya.

Dan dari semua perdebatan tentang “Greatest Of All Time” di kancah pergitaran, sebenarnya itu hal yang sia-sia, karena Eddie Van Halen sangat layak berada di posisi teratas untuk hal tersebut. Meski raganya kini telah tiada, warisannya akan tetap hidup melalui karya musiknya yang sarat permainan gitar luar biasa yang doi persembahkan di album-album studio Van Halen.

Untuk menghormati sang legenda, berikut ini adalah 10 riff gitar terhebat Eddie Van Halen berdasarkan observasi kami. Semua fans berhak menentukan pilihan lagunya sendiri, nggak ada yang benar atau salah, karena pada dasarnya hampir semua karya sang maestro tetap mampu membuat pendengar berdecak kagum tak berkesudahan.

10. “Hot for Teacher”

Benar-benar riff berakar blues dengan daya setrum yang tinggi. Progresi kord-nya yang variatif, nakal nggak bisa diam, dan perubahan tempo yang menghubungkan bagian-bagian berbeda dalam komposisi lagu ini bukanlah hal yang mudah dimainkan, tetapi mereka memainkannya dengan mudah. Gaya vokal cabul David Lee Roth jelas sangat berpengaruh di sini, sesuai nuansanya, dan lagu ini merupakan salah satu karya gitar berbasis blues terbaik Eddie.

9. “Why Can’t This Be Love”

Para fans “puritan” era David Lee Roth mungkin nggak sudi melihat lagu era “Van Hagar” ini masuk dalam daftar riff terbaik ini. Tapi rasanya nggak adil untuk mengabaikan warisan era terakhir Van Halen, yang menikmati banyak kesuksesan komersialnya. ‘Why Can’t This Be Love’ adalah salah satu lagu hit pertama yang dibuat band dengan vokalis Sammy Hagar. Meski kembali menggunakan synthesizer, bakat Eddie dalam menciptakan riff yang catchy tetap terpapar jelas. Riff dasar itu pertama kali muncul dari gitar, walau selanjutnya dimainkan oleh kibord dan synthesizer, yang pasti riff ini begitu infeksius bagi telinga siapa pun.

8. “Little Guitars”

Salah satu gaya khas musik Van Halen, riff yang dimainkan dengan teknik tapping di awal lagu ‘Little Guitars’ ini sangat memikat. Lagu ini memiliki nuansa musim semi yang hangat yang nggak banyak muncul di katalog musik mereka. Lagu dari album Diver Down (1982), yang notabene separuh isinya adalah materi lagu cover, untungnya separuhnya lagi memiliki materi orisinil yang oke banget. Melalui ‘Little Guitars’, Eddie menunjukkan kemahirannya menciptakan inovasi dalam riff-nya.

7. “Source of Infection”

Kembali lagi ke era “Van Hagar”. Lagu dari album OU812 (1988) ini dari awal saja sudah menonjolkan permainan tapping gitar dan dilanjutkan dengan raungan riff yang memukau. Lagu ini mengenang era klasik Van Halen dan terdengar liar seperti lagu era David Lee Roth, dan untungnya, Sammy Hagar cukup piawai menjalankan perannya. Band ini memang telah bergeser dari gaya ugal-ugalan seperti ini, tapi “Source of Infection” membuktikan bahwa mereka masih bisa tampil demikian.

6. “Panama”

Album Van Halen 1984 adalah mahakarya band bagaikan sebuah festival lagu hits mereka, sebut saja ‘Jump’, ‘Hot for Teacher’, dan ‘Panama’. Judul terakhir adalah salah satu musik pop-rock klasik hebat milik band ini. Lirik David Lee Roth memang konyol, tetapi Eddie menghadirkan rentetan kord yang begitu ritmik dan isian melodi yang selalu memukau. Dan ada bagian asyik saat doi mampu memainkan riff yang bernada dan bertempo naik turun sebagai jembatan untuk kembali menuju reffrain yang anthemic… Panama! Jeng jet jeng jet jeng jreeeng!

5. “Ain’t Talkin’ ‘Bout Love”

Wah ini riff yang benar-benar ikonik dari sejak intro lagu. Tempo, riffing, dan nuansa lagu ini, yang dipilih sebagai single dari album debut self-titled, terdengar cukup gahar untuk tahun 1978. Dinyanyikan oleh David Lee Roth atau Sammy Hargar, ‘Ain’t Talkin’ ‘Bout Love’ sama-sama keren dan nggak menurunkan musikalitasnya berkat kekuatan riff-nya.

4. “Unchained”

Produksi sound album Fair Warning pada 1981 yang lebih abrasif dan lebih cadas sangat cocok dengan Van Halen dalam lagu seperti ‘Unchained’ ini karena riff utamanya banyak memainkan down stroke – palm mute. Agak mengarah ke heavy metal namun dengan sensibilitas pop-rock yang kuat.

3. “Jump”

Ya ya, gue tahu kalau riff lagu ini lebih tepat disebut riff-synth, karena sound itulah yang mendominasi di sepanjang lagu ini. Meski demikian, inilah salah satu lagu hit terbesar dalam sejarah Van Halen. Penggunaannya terbukti sangat efektif untuk menghasilkan riff yang sangat catchy dan bernuansa ceria untuk melompat-lompat. Inilah lagu yang nggak boleh luput dari setlist konser Van Halen sebagai anthem penonton untuk melompat. Lagu yang paling favorit di radio dan MTV berkat riff ikoniknya.

2. “Eruption”

Sesuai judulnya, inilah “erupsi” alias letusan paling dahsyat dari permainan gitar solo seorang maestro Eddie Van Halen. Lagu instrumental berdurasi 2 menit ini wajib dimainkan dengan keterampilan dan konsentrasi yang tinggi plus penghayatan jiwa yang mendalam. Akan ada begitu banyak riff, lick, dan lead shredding yang bisa dibedah dalam lagu ini. Dimainkan secara bertubi-tubi dengan ekshibisi solo gitar akrobatik yang menjadi penanda zaman gelombang baru gitar rock yang virtuoso ketika pertama kali dirilis melalui album debut self-titled Van Halen pada 1978.

Baca juga: Mark Stone, Bassis Pertama dan Salah Satu Pendiri Van Halen, Tutup Usia

1. “Runnin’ with the Devil”

Inilah kunci pintu gerbang karier panjang Van Halen. Lagu utama dari debut self-titled rilisan 1978 Van Halen yang epik. Riff-riff Eddie terdengar gagah dan menjadi template lagu-lagu mereka berikutnya. Sekilas, ‘Runnin’ with the Devil’ terdengar seperti lagu heavy metal yang cocok menjadi musik pengantar para bikers yang berkendara dari terbit hingga terbenamnya matahari. Ketukannya sama seperti ‘Metal God’-nya Judas Priest sehingga pas banget memainkan riff-nya sambil headbanging kompak antara Eddie dan bassis Michael Anthony. Salah satu nomor wajib Van Halen yang anthemic dengan riff simpel nan ikonik yang murni hard rock, tanpa synthetizer atau lain-lain. Pure ass-kickin’ rock!

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

AC/DC

AC/DC Kembali Berikan Sengatan Rock N’ Roll Konstan Dengan 'Shot In ...

AC/DC, courtesy of Columbia Records. Ikon rock legendaris kebangsaan Australia, AC/DC baru saja menyiarkan berita yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para

on Oct 27, 2020
Jaggernaut

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP "Masa Pertengahan"

Jaggernaut. Setelah sebelas tahun, mini album Juggernaut dibangkitkan kembali oleh Rekam Jaya sebagai bagian dari program reissue dan dokumentasi arsip musi

on Oct 26, 2020
Van Halen

George Lynch & Sebastian Bach Puji Spanduk Biden-Harris Bergaya Logo V...

George Lynch dan Sebastian Bach. Dua rocker gaek yang sangat disegani, George Lynch dan Sebastian Bach sama-sama memuji spanduk kampanye paslon capres Ameri

on Oct 24, 2020
Gitar Frankenstrat Eddie Van Halen

Gitar Frankenstrat Eddie Van Halen Akan Dilelang Di Icons & Idols: Roc...

Gitar Frankenstrat Eddie Van Halen. Dua gitar listrik yang menjadi senjata andalan sang 'guitar god' Eddie Van Halen akan dilelang. Gitar frankenstrat Eddie

on Oct 20, 2020