×
×

Search in Mata Mata Musik

10 Musisi Rock Yang Meninggalkan Musik Demi Mengejar Karier Lain

Posted on: 01/17/21 at 10:00 am

Ki-ka: Dave Rowntree (Blur), Greg Graffin (Bad Religion), Dan Spitz (eks-Anthrax)/insert foto, Terry Chimes (eks-The Clash).

Mengejar atau meniti karier musik terutama di blantika musik rock memang penuh dengan dinamika yang liar, bahkan gila, kalau kita lihat dari kisah perjalanan musisi dan bandnya, dalam buku otobiografi atau pun film dokumenter. Beberapa artis/musisi berhasil menanganinya dengan baik, sehingga mereka bisa langgeng bermain musik hingga kini. Dan sebagian musisi lain yang menikmati pengalaman itu, ada juga yang ingin mengejar hal-hal lain di luar tur dan rekaman.

Baca juga: 10 Musisi Yang Pernah Menjadi Praktisi Ilmu Sihir, Dari Pop, Rock Hingga Metal

Enggak ada yang salah dengan hal ini, karena gairah tertentu bisa muncul dan mengalir bebas begitu saja dalam tiap diri manusia. Ada musisi yang merasa kurang sukses, ada yang merasa jenuh, ada yang merasa lelah karena bertambah tua, atau apa pun dikarenakan keadaan berubah dan ada hal-hal baru yang lebih membuat mereka bersemangat menjalani aktivitas hidupnya.

Mengutip dari Alternative Press, berikut ini adalah daftar 10 musisi yang mengesampingkan profesi mereka di industri musik untuk mencoba sesuatu yang baru atau bahkan beralih arah 360 derajat untuk menempuh jalur karier baru di luar musik.

Patrick Foley

Dramer As It Is, Patrick Foley telah menjalani karier yang cukup bagus bersama band rock asal Inggris ini tetapi baru-baru ini doi mengumumkan pengundur diriannya dari band untuk lebih memilih karier barunya menjadi petugas pemadam kebakaran. “Jika gue akan berpisah dari sesuatu yang spesial seperti bermain dram di sebuah band, itu harus menjadi sesuatu yang sama spesialnya bagi gue yang menempatkan diri gue berisiko demi (membantu) orang lain,” katanya dalam suatu pernyataan. Rekan satu bandnya mendukung keputusannya dan men-tweet: “Kami sangat bangga kepadanya”. Yah, nanti kalau As It Is manggung pakai pyro technics terus terjadi kebakaran, Patrick pasti maju duluan, hehe.

Greg Graffin

Greg Graffin, pentolan legenda punk rock Bad Religion, meskipun enggak secara resmi pensiun dari dunia musik, doi benar-benar terjun ke dunia akademis dan menulis/literasi. Hebat memang Om Greg ini. Band tetap jalan, karier lain jalan. Om Greg memiliki gelar Ph.D. dalam zoologi dari Cornell University dan menulis disertasinya tentang evolusi dan hubungannya dengan agama. Sebagai seorang ahli biologi evolusioner, Om Greg telah menulis beberapa buku, memberikan kuliah dan bahkan menerima Rushdie Awards untuk Cultural Humanism pada tahun 2008 dari Harvard Humanist Chaplaincy.

Jason Schwartzman

Yup, ini memang bintang film Hollywood Jason Schwartzman. Mungkin banyak yang enggak sadar bahwa Jason adalah salah satu pendiri dan dramer Phantom Planet pada tahun 1994 dan menetap di band rock asal Los Angeles ini sampai tahun 2003. Jason lantas hengkang dari band untuk mengejar karier aktingnya, dan lo sekarang bisa melihatnya di film-filmnya Wes Anderson, termasuk Fantastic Mr. Fox, Rushmore dan banyak lagi. Doi juga main di film komedi klasik, Scott Pilgrim Vs. The World.

David Lee Roth

Lo mungkin enggak pernah nyangka dengan fakta yang satu ini. Rocker flamboyan David Lee Roth pernah berprofesi sebagai EMT (Emergency Medical Technician) alias tenaga medis ambulans/paramedis setelah berpisah dengan Van Halen selama kurun singkat pada tahun 2004. Dalam sesi wawancaranya dengan The Guardian, David Lee Roth bilang, “Gue mungkin memiliki lebih dari 200 panggilan telpon 911 di catatan gue dalam enam tahun terakhir saja. Gue menjalani kehidupan yang sangat berbeda jauh dari musik”. Meskipun akhirnya David Lee Roth bersatu kembali dengan Van Halen pada 2007, doi adalah EMT yang berlisensi di negara bagian New York.

Terry Chimes

Terry Chimes, adalah mantan rocker yang pernah mengisi kursi dramer band-band rock legendaris, dari The Clash, Black Sabbath, hingga Hanoi Rocks dan banyak lagi. Doi menemukan panggilan jiwa barunya pada tahun 1994 ketika doi memutuskan untuk menjadi seorang Chiropractor (sejenis Dokter Spesialis Ortopedi) dengan kantornya sendiri, Chimes Chiropractic yang berbasis di Essex, Inggris. Pada 2013, dia kembali ke dunia musik ketika dia bergabung dengan supergrup Inggris / Swedia the Crunch.

Dave Rowntree

Siapa yang enggak kenal Blur. Bicara British Rock enggak mungkin melewatkan nama Blur. Meski sukses, mantan dramer Blur, Dave Rowntree lebih memiliki passion di dunia politik, dan doi bertugas di Dewan Wilayah Norfolk, tempat doi menjadi perwakilan Partai Buruh. Enggak diragukan lagi, salah satu band Brit-Rock ikonik asal Inggris ini dikenal selalu memperjuangkan nilai-nilai progresif.

Dan Spitz

Wah ini. Mantan gitaris Anthrax yang paling ikonik dan dikenal para metalhead sedunia, Dan Spitz. Doi bukan hanya seorang gitaris virtuoso, doi sekarang adalah seorang pakar pembuat arloji mewah. Setelah sempat mengabdikan seluruh hidupnya ke dewa heavy metal dan selalu tur di jalan, doi akhirnya lebih memilih fokus berumah tangga dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan Spitz juga merupakan pembuat jam tangan generasi ketiga, dan jam tangannya sangat berharga, dibandrol mulai dari US$ 50.000 (sektiar Rp 700 juta) hingga lebih dari US$ 2 juta (sekitar Rp 28 miliar). Goks!

Jeff “Skunk” Baxter

Jeff “Skunk” Baxter adalah gitaris tur terkenal yang pernah tur dengan artis rock klasik seperti Steely Dan dan Spirit. Doi sekarang menjabat sebagai konsultan sistem pertahanan setelah doi semakin tertarik pada perangkat keras dan perangkat lunak untuk kebutuhan militer. Jeff Baxter mempelajari mekanisme dan algoritme sistem tersebut, dan akhirnya mendapatkan persetujuan dari beberapa anggota parlemen. Doi bekerja sebagai konsultan di Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Alan Donohoe

Pada tahun 2015, NME mewawancarai beberapa indie rocker dari tahun 2005 untuk melihat apa yang mereka lakukan satu dekade kemudian. Salah satunya pentolan indie rocker The Rakes, Alan Donohoe, yang memutuskan menjadi teknisi setelah berhenti menjadi musisi. Menurut wawancara tersebut, doi sekarang menjadi pengembang perangkat lunak di Brighton, Inggris dan mengatakan, “Saya senang menulis musik yang berhubungan dengan orang-orang, tetapi karya ini memberikan tantangan intelektual yang tidak dimiliki musik”.

Baca juga: 12 Artis Rock & Metal Yang Berprofesi Sangat Berbeda Sebelum Jadi Musisi

Dee Snider

Dee Snider terkenal karena penampilannya yang eksentrik dan energik bersama band glam rock-nya, Twisted Sister. Seiring bertambahnya usia Dee Snider, doi beralih profesi sejenak walau enggak sepenuhnya meninggalkan musik. Doi menjadi DJ radio, podcaster, dan narator yang sukses untuk acara-acara seperti Breaking The Band. Doi bahkan melakukan pekerjaan sebagai pengisi suara di film kartun SpongeBob SquarePants dan sebagai penjahat video game Gol Acheron yang berjudul Jak And Daxter: The Precursor Legacy. Meski demikian, Dee Snider tetap sibuk di luar sana dengan tur Twisted Sister. Sebelum pandemi.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Metallica

    35 Tahun Metallica "Master Of Puppets", Album Terbaik Sepanjang Masa

    Metallica circa 1986. (Foto: Ross Halfin via Metallica.com). Bagi sebagian besar kritikus dan penggemar, Master of Puppets adalah album terbaik Metallica. S

    on Mar 4, 2021
    Sang Juara Turnamen Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Akhirnya kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik setelah selama sebula

    on Mar 2, 2021
    Jamrud vs Power Metal

    Turnamen Babak Final – Side A: Jamrud Vs Side B: Power Metal. Yuk Vo...

    Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter lo atau bikin akun sebentar di Disqus.

    on Feb 28, 2021
    Turnamen Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik Babak Final

    Babak Final: Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Selamat mendarat di Babak Final Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik! Setelah tiga hari

    on Feb 28, 2021