×
×

Search in Mata Mata Musik

10 Perpecahan Formasi Band Rock dan Metal Yang Paling Heboh

Posted on: 06/20/20 at 6:00 am

Pernah nggak sih kamu berpikir dan menyadari bahwa bermain band tuh sudah seperti pacaran atau bahkan yang lebih parah sangat mirip keadaannya seperti berada dalam ikatan pernikahan namun nggak dengan 1 orang melainkan antara 4 sampai 5 orang. Kalian semua saling mengandalkan untuk melewati masa-masa sulit dan setiap masalah lebih baik diselesaikan bareng-bareng ketimbang sendiri-sendiri. Pada saat yang sama, kadang-kadang kamu hanya muak dan kehilangan kesabaran kemudian bertengkar.

Selama bertahun-tahun, ada beberapa konflik di antara anggota band yang meninggalkan bekas luka yang permanen. Entah itu karena perbedaan personal, perbedaan kreatif, atau upaya berbahaya yang hanya sesekali, aksi-aksi seperti ini telah menjadikan diri mereka sebagai musuh terburuk diri mereka sendiri. Seringkali, masalah ini membuat keretakan di antara anggota band yang telah berjalan selama bertahun-tahun dan bahkan menyebabkan pembubaran band karena beberapa anggota tidak bisa bekerja sama lagi.

Baca juga: 18 Band Rock & Metal Yang Stabil: Nggak Pernah Ganti Formasi Selama Kariernya

Sementara tabloid-tabloid mungkin menyambut konflik semacam ini dengan sukacita sebagai materi berita “hot gossip” yang sangat menjual, namun kita semua sebagai penggemar hard rock dah heavy metal dibiarkan kecewa saat kita melihat figur idola rock and roll kita berkelahi tepat di depan kita. Band-band ini mungkin awalnya mulai dengan skenario “semua-untuk-satu”, tetapi balas dendam pribadi itu akhirnya memiliki beberapa efek abadi seiring berjalannya waktu. Beberapa musisi ini mungkin tidak lagi berbicara, tetapi setidaknya mereka bisa berbaikan sebentar. Berikut ini adalah perpecahan band rock dan metal yang boleh dibilang paling menghebohkan:

10. Ozzy Osbourne (Black Sabbath)

Ozzy Osbourne.
Ozzy Osbourne. (Foto: Mick Hutson/Redferns).

Pada awal tahun 1970-an, kamu akan kesulitan menemukan band lain yang secadas Black Sabbath. Pendekatan unik mereka dengan riff yang bertenaga dan gaya vokal Ozzy Osbourne yang berkarakter kuat menjadi keunggulan band ini untuk menginovasi genre baru dengan format hard rock yang lebih gelap dan cadas secara keseluruhan sehingga Black Sabbath lah yang dinobatkan sebagai peletak batu pertama genre bernama heavy metal dan sebagai penentu masa depannya. Namun rentetan masalah secara alamiah mewarnai perjalanan band pionir heavy metal yang terbentuk di Birmingham, Inggris ini, 1968 silam.

Meskipun sebagian besar anggota band ini diketahui sangat memanjakan diri mereka dengan narkoba, Ozzy Osbourne adalah pelaku yang paling terkenal, yang sering kali terlalu high alias nge-fly saat tampil di panggung mengikuti permainan musik anggota band lainnya. Akibatnya, konser live band ini makin memburuk, dengan Ozzy Osbourne menjadi lebih lesu dan menjauh dari persona gila yang telah disempurnakannya di awal-awal era band. Perjuangannya menjadi semakin buruk sehingga band ini akhirnya menata ulang pengaturan panggung mereka sehingga gitaris Tony Iommi akan menjadi pusat perhatian sementara Ozzy Osbourne dipindahkan ke bagian kiri saat bernyanyi.

Pada saat band ini telah berjalan hingga merilis album Never Say Die, Ozzy Osbourne sudah sempat keluar-masuk band lebih dari beberapa kali, tetapi keajaiban di balik formasi Black Sabbath yang orisinil secara resmi telah berakhir. Meskipun band ini mungkin tidak berfungsi seperti semula, karya-karya Black Sabbath bersama vokalis pengganti Ozzy, Ronnie James Dio bersamaan dengan karya-karya solo karier Ozzy Osbourne memberi para penggemar lebih banyak lagu-lagu klasik.

9. John Frusciante (Red Hot Chili Peppers)

John Frusciante.
John Frusciante. (Foto: Peter Pakvis/Getty Images).

Red Hot Chili Peppers tampaknya memiliki nasib terburuk ketika mempertahankan para anggota band di era awal mereka. Setelah band funk rock ini merasa bahwa sound mereka sudah benar-benar oke, sayangnya, semuanya menjadi berantakan ketika gitaris Hillel Slovak meninggal karena overdosis setelah album ketiga band. Hilangnya seseorang seperti Slovak seharusnya membuat Red Hot Chili Peppers terpuruk, tetapi band ini justru semakin sukses begitu John Frusciante bergabung.

Meskipun era Blood Sugar Sex Magik dipandang sebagai titik tertinggi bagi band ini secara komersial, John Frusciante menjadi semakin tidak nyaman dengan tingkat ketenaran yang dihasilkan band. Satu demi satu konser, John Frusciante mulai menjadi agak tegang dengan anggota band lainnya, termasuk penampilan Saturday Night Live di mana dia hampir menyabotase lagu ‘Under the Bridge’ bagian vokal Anthony Kiedis.

Sudah jelas bahwa John Frusciante merasa muak, tetapi tidak ada yang bisa memperkirakan seberapa cepat perpecahan akan terjadi. Tepat sebelum band ini akan konser di Jepang, John Frusciante keluar dari band secara mendadak. Setelah meyakinkan dia untuk menyelesaikan konser, John Frusciante membenamkan dirinya ke dalam lifestyle penuh narkoba sampai akhirnya bergabung kembali dengan Red Hot Chili Peppers di akhir tahun 1990-an dan menggarap album Californication yang meledak di pasaran. Mungkin semuanya sudah baikan sekarang, tetapi Red Hot Chili Peppers pasti memiliki beberapa nuansa yang kurang klop setelah semuanya berantakan. Tapi John kemudian keluar lagi dari band, tapi akhirnya kembali lagi sampai sekarang. Sudah, jangan ke mana-mana, John, tetap di Red Hot saja, hehe.

8. Joe Perry (Aerosmith)

Joe Perry.
Joe Perry. (Foto: Michael Kovac).

Aerosmith dulu sukses berturut-turut sejak album Toys in the Attic mereka menghantam blantika musik rock dunia. Dari kekuatan satu album itu, band ini mampu menciptakan lebih banyak lagu-lagu rock bernuansa blues dari kejeniusan Steven Tyler dan Joe Perry. Meskipun keduanya telah dikenal sebagai salah satu dari duo dinamis rock yang terbaik, itu tidak berarti segala sesuatunya berjalan lancar.

Sebagian besar permusuhan antara Steven Tyler dan Joe Perry muncul karena adanya komitmen Joe Perry dengan pacarnya. Seperti yang dikatakan Steven Tyler, setiap kali band siap untuk menulis lagu atau nge-jam bareng, Joe Perry akan sibuk dengan pacarnya daripada fokus main musik. Ketika band terus bertambah besar, konflik antara Joe Perry dan Steven Tyler menjadi lebih dari sekedar masalah, yang sering berubah menjadi ajang teriak-teriakan di belakang panggung.

Semuanya semakin parah saat konser di Cleveland, AS di mana band dan istri-istri mereka terlibat dalam pertengkaran habis-habisan setelah band turun dari panggung. Ini terbukti menjadi yang terakhir kalinya, dengan Joe Perry keluar dari band dan mengejar solo karier. Meskipun Joe Perry akhirnya kembali dan membuat lebih banyak lagu klasik dengan Aerosmith, band ini mendapat pelajaran yang berharga hari itu: jangan pernah mencampur kehidupan profesional dengan urusan pribadi. Catat!

7. Semuanya Vs. Alice (Alice Cooper)

Alice Cooper.
Alice Cooper. (Foto: Rob Fenn).

Di tengah-tengah era Flower Generation tahun 1960-an, Alice Cooper menjadi terkenal sebagai salah satu artis paling mengejutkan dalam musik rock and roll. Dari dandanannya yang mengerikan hingga citra yang terinspirasi oleh horor, seluruh konsernya adalah campuran rock dan teater musikal yang membuat marah orang tua di seluruh dunia. Sebanyak-banyaknya perhatian yang didapat dari konser, banyak yang tidak bisa membedakan apakah itu adalah band atau artis solo.

Pada awal karier pionir “shock-rock” ini, mereka memilih nama Alice Cooper berdasarkan eksperimen mereka dengan papan Ouija (permainan memanggil roh halus), tetapi banyak yang mulai menganggap bahwa Alice Cooper adalah nama pentolan bandnya. Sekarang sebagai moniker band, Alice Cooper menerima banyak pujian kritis dan komersial, meninggalkan sisa anggota band untuk diabaikan oleh publik. Meskipun band ini kehilangan pesonanya dalam album Muscle of Love, ketidaksuksesan yang menyedihkan dari album itu menyebabkan anggota band tersebut meninggalkan Alice secara bersamaan.

Baca juga: 20 Musisi Rock dan Metal Yang Memiliki Tato Musisi & Band Idolanya

Untuk pertama kalinya sejak masa remajanya, Alice dibiarkan tanpa band, yang membuatnya menempatkan sisa mata pencahariannya ke karier solonya, di mana dia makmur dengan mahakarya Welcome to My Nightmare. Meskipun masalah lama itu mungkin terlalu berat untuk ditangani band, Alice Cooper bertekad untuk membuat kita terpesona dengan konser panggungnya yang cadas dengan atau tanpa bantuan teman-temannya.

6. Chris Poland & Gar Samuelson (Megadeth)

Chris Poland & Gar Samuelson.
Chris Poland & Gar Samuelson. (Foto: Mark Weiss/Credit: Getty Images).

Setelah Dave Mustaine ditendang keluar dari pionir thrash metal legendaris Metallica di era awalnya, dia kembali ke San Francisco dengan kemarahan yang intens. Bertekad untuk tetap ingin diakui, Dave Mustaine membentuk Megadeth dengan bassis David Ellefson untuk membuat band yang cukup besar untuk menyaingi band sebelumnya, yup, untuk menjadi rival Metallica lebih tepatnya. Meskipun band ini memiliki dasar dan fondasi yang kuat dengan dramer Gar Samuelson dan gitaris Chris Poland, semuanya menjadi kacau begitu narkoba sudah terlibat.

Muncul dari scene musik jazz, Gar Samuelson dan Chris Poland telah kecanduan narkoba jenis heroin tak lama setelah band terbentuk. Meskipun band ini telah sukses dengan kekuatan dari album Peace SellsBut Who’s Buying?, kedua anggota baru ini langsung mengambil semua penghasilan mereka dan membawa mereka langsung ke bandar narkoba mereka. Semuanya berakhir di luar kendali ketika David Ellefson pergi ke ruang latihan suatu hari dan menemukan banyak instrumennya yang hilang.

Setelah mempertanyakan hal tersebut kepada anggota band lainnya, terungkap bahwa Chris Poland dan Gar Samuelson telah kehabisan uang dan telah menggadaikan perlengkapan band tersebut di seluruh California untuk memenuhi kecanduan mereka. Ini akhirnya menjadi titik puncaknya, yang menyebabkan Dave Mustaine dengan cepat mengganti mereka dengan Jeff Young dan Chuck Behler di album selanjutnya, So Far So Good So What. Megadeth tidak terlalu dikenal karena gaya hidup bersih mereka, tetapi ketika kamu harus pergi ke pegadaian untuk mengambil instrumen kamu sendiri, pasti ada sesuatu yang harus diperbaiki.

5. Joey & Johnny Ramone (Ramones)

 Joey & Johnny Ramone.
Joey & Johnny Ramone. (Foto: Pinterest).

The Ramones adalah salah satu ansambel punk rock paling kompak yang pernah menghantam scene musik New York di dekade ’70-an. Sementara kebanyakan band adalah sekelompok teman yang menyatukan riff mereka bareng-bareng, kegigihan Ramones dalam meniti karier musiknya memberikan kesan bahwa mereka seperti preman jalanan yang bermain rock and roll. Namun, terlepas dari penampilan panggung dan lagu-lagu mereka yang kompak, band ini ternyata bukanlah keluarga yang bahagia.

Meskipun band ini memiliki berbagai sudut pandang tentang hal-hal seperti politik dan agama, keadaannya menjadi agak terlalu dekat untuk kenyamanan antara Joey dan Johnny Ramone. Sementara band ini semakin tenar di tahun 1970-an, kehidupan pribadi Joey mulai berantakan begitu dia mengetahui bahwa pacarnya Linda berselingkuh… DENGAN JOHNNY. Selain patah hati, Joey merasa dikhianati bahwa teman satu bandnya akan “mencuri” pacarnya seperti itu.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa lagu ‘The KKK Took My Baby Away’ ditulis oleh Joey sebagai serangan terhadap Johnny karena tindakannya. Permusuhan jadi begitu kuat sehingga untuk waktu yang cukup lama, Joey dan Johnny tidak berbicara lebih dari dua patah kata terhadap satu sama lain kecuali pada saat bermain konser. Mereka mungkin adalah geng jalanan di atas panggung, tetapi anjing-anjing gila ini lebih berbahaya bagi diri mereka sendiri daripada pesaing mereka.

4. Axl Rose (Guns N’ Roses)

Axl Rose.
Axl Rose. (Foto: Geffen).

Guns N’ Roses adalah berkah dari para dewa rock and roll di akhir tahun 1980-an. Dengan menguasai seluruh scene metal di Los Angeles, orang-orang ini menggabungkan apa pun yang hebat dari band-band klasik seperti Aerosmith dan menyuntikkannya dengan tingkah-laku eksplosif yang dipengaruhi oleh punk rock. Meskipun band ini sukses karena album Appetite for Destruction, keadaan tidak tampak menyenangkan lagi setelah band ini mulai melakukan tur untuk album mega hit Use Your Illusion.

Ketika seluruh proses album berakhir dengan kekacauan yang panjang lebar, siklus touring yang tanpa akhir mengakibatkan band harus memenuhi kebutuhan sang vokalis Axl Rose. Dari satu konser ke yang berikutnya, band biasa muncul sangat terlambat atau bahkan Axl Rose tidak akan muncul sama sekali. Bahkan ketika Axl Rose muncul untuk konser, dia akan menaruh semua uang yang dihasilkan band ke pesta-pesta mewah yang dibuatnya di belakang panggung.

Pada beberapa momen, kerumunan penonton yang tidak puas menjadi sangat kesal karena band ini tidak mau konser sehingga mereka menghancurkan seluruh venue-nya. Setelah band kembali, perhatian berlebihan Axl Rose terhadap detail-nya menjadi terlalu ribet bagi anggota band lainnya, yang perlahan-lahan satu per satu keluar dari band sampai Axl Rose menjadi satu-satunya anggota yang tersisa. Meskipun kita akhirnya mendapatkan “mahakarya” Axl Rose dengan Chinese Democracy, mistik awal Guns N’ Roses telah padam sejak lama.

3. Phil Anselmo (Pantera)

Phil Anselmo.
Phil Anselmo. (Foto: Ollie Millington/Getty Images).

Di tahun 1990-an, kedigdayaan heavy metal dan thrash metal harus tumbang digantikan oleh alternative rock sejak album Nevermind-nya Nirvana membuat grunge suatu pandemi blantika musik dunia. Pantera adalah band thrash metal yang justru kariernya kian gemilang di era ini ketimbang band-band lainnya. Memang masih ada artis-artis besar lawas yang kuat seperti Metallica dan Judas Priest, namun Pantera membawa pendekatan yang halus untuk penulisan lagu mereka yang membuat setiap lagu terasa mudah diserap telinga walau tetap menampar. Meskipun band ini menjadi makin populer dan lebih cadas dengan setiap rilisan berikutnya, perpecahan antara anggota band mulai terbentuk.

Dimulai dengan album Vulgar Display of Power mereka, sang vokalis Phil Anselmo sedang berjuang dengan sakit punggung kronis, yang membuatnya menggunakan heroin sebagai obat painkiller alias penghilang rasa sakit. Dengan cepat dia jadi kecanduan, band mulai merasa tambah gelisah tentang apakah pentolan mereka ini bisa tampil atau tidak. Setelah album Reinventing the Steel, Phil Anselmo mengumumkan bahwa dia ambil masa istirahat untuk membersihkan diri dan mengurus masalah punggungnya. Semuanya tampak baik-baik saja, Abott bersaudara alias Dimebag Darrell dan Vinnie Paul mulai merasa sedikit waspada ketika Phil Anselmo mulai merilis berbagai album bersama band-band dia lainnya seperti Down dan Superjoint Ritual.

Setelah beberapa bulan berubah menjadi bertahun-tahun, Pantera secara resmi bubar, dengan Phil Anselmo dan Abbott saling bentrok yang selalu diberitakan oleh media massa. Memang, Vinnie Paul dan Dimebag Darrell keduanya sudah tidak lagi bersama kita di kehidupan ini, sangat disayangkan bahwa salah satu band metal paling gokil sepanjang masa ini tidak pernah menyelesaikan masalah mereka.

2. Jason Newsted (Metallica)

Jason Newsted.
Jason Newsted. (Foto: Pinterest).

Sejak hari pertama dia bergabung dengan band, Jason Newsted selalu dikenal sebagai orang baru di Metallica. Dengan band masih berduka atas meninggalnya sang bassis sebelumnya, Cliff Burton, Metallica mengambil semua kemarahan mereka dari Jason Newsted, dari perlakuan mereka selama tur sampai bahkan menurunkan suara bass Jason di rekaman album pertamanya dengan band ini, …And Justice For All.

Meskipun Jason Newsted menjalani tantangan ini dengan sangat baik, para penggemar terguncang ketika sebuah siaran pers mengumumkan bahwa Jason Newsted akan keluar dari band. Awalnya beralasan bahwa dia keluar karena tidak merawat fisiknya sendiri, itu hanya satu dari banyak masalah yang dialami Jason Newsted dengan tempatnya di band. Setelah tidak memiliki kebebasan penuh untuk menyumbangkan musik untuk Metallica, Jason Newsted mencoba mengeluarkan inspirasi musiknya melalui proyek musik sampingannya.

Ketika dia akhirnya menyelesaikan sebuah album dengan bandnya sendiri, Echobrain, James Hetfield mendekati Jason Newsted dan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa merilis album itu. Tidak ingin berurusan dengan sifat manipulatif band ini lagi, Jason Newsted buru-buru keluar dari band, yang menyebabkan band terlihat murung dalam film dokumenter Some Kind of Monster. Band ini mungkin telah pulih sejak masuknya bassis Robert Trujillo, tetapi perlakuan mereka yang tidak adil terhadap Jason Newsted terlalu berat baginya.

1. Semuanya (Deep Purple)

Dari semua band hard rock yang muncul di akhir tahun 1960-an, Deep Purple mungkin adalah sekelompok musisi yang paling berpengalaman dari era itu. Sementara semua orang masih terbenam dalam scene musik blues, orang-orang ini membawa genre yang beragam seperti jazz, klasik, dan bahkan musik Timur Tengah. Itu tidak berarti bahwa semua orang di dalam band ini selalu rukun.

Begitu band ini menemukan line-up inti mereka dengan Ian Gillan di bagian vokal, gitaris Ritchie Blackmore langsung punya masalah dengan sang vokalis baru itu. Ketika perselisihan mulai meningkat selama tur, Ian Gillan meninggalkan band bersama bassis Roger Glover juga. Meskipun band ini memang memiliki kehidupan baru dengan Glenn Hughes dan David Coverdale, peralihan mereka ke blues dan R&B membuat Ritchie Blackmore merasa lebih tidak puas dengan posisinya di band.

Setelah album Stormbringer dari tahun 1974, Ritchie Blackmore keluar untuk membentuk bandnya sendiri, Rainbow, dengan merekrut gitaris funk Tommy Bolin. Tur untuk album band yang selanjutnya, Come Taste the Band terbukti hasilnya menjadi bencana, dengan penggemar berteriak-teriak meminta Ritchie Blackmore kembali.

Keluhan dari fans menjadi begitu buruk sehingga satu-satunya anggota pendiri band, Jon Lord dan Ian Paice memutuskan untuk mempensiunkan band beberapa jam setelah konser terakhir mereka. Dalam beberapa menit, David Coverdale menyerbu masuk dan menyampaikan bahwa dia akan meninggalkan band, dan Jon Lord menjawab, “Tidak ada band yang ditinggalkan” alias bandnya bubar.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Nick Menza

Film Dokumenter Resmi Nick Menza, Alm. Mantan Dramer Megadeth Siap Dil...

Nick Menza. (Foto: Facebook/Megadeth). Screaming Butterfly Entertainment yang berbasis di West Virginia, Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan sebuah film

on Dec 1, 2020
Scour

SCOUR Band Black Metal Philip Anselmo Rilis MV 'Flames' Dari Trilogi E...

Scour. Dalam sejarah heavy metal, daratan Amerika Serikat (AS) bukanlah lahan subur bagi pertumbuhan band-band pengusung black metal, nggak seperti daratan

on Dec 1, 2020
Metallica

Metallica Kumpulkan Rp 18,3 Miliar Dari Konser & Lelang Online “Help...

Metallica. Konser & Acara Lelang Helping Hands 2020 Metallica yang disiarkan secara live streaming yang digelar untuk aktivitas sosial All Within My Han

on Nov 27, 2020
Suspect208

Band Rock Anak-Anaknya Slash, Scott Weiland & Robert Trujillo Debutkan...

Suspect208. (Foto: via London Hudson/Instagram). Suspect208 awal kemunculannya langsung terlihat ke permukaan. Ya iyalah, bagaimana nggak, mereka adalah ban

on Nov 15, 2020