×
×

Search in Mata Mata Musik

11 Musisi Rock & Metal Bergelar Profesor (PhD). No. 7 Paling Nggak Nyangka

Posted on: 05/21/20 at 10:30 am

Bermain band tentu sangat membutuhkan dedikasi, di antaranya seperti latihan yang tekun disertai tekad kuat dan usaha yang pantang menyerah. Itulah syarat fundamental bagi band yang ingin sukses.

Nah, sedangkan dari segi jenjang pendidikan, untuk memperoleh gelar PhD (Doctor of Philosopy, gelar akademik tertinggi dari Universitas yang merujuk dengan sebutan Profesor bagi pemegang gelar ini) tentu membutuhkan lebih banyak “effort” lagi. Tapi entah bagaimana, ternyata ada loh beberapa artis rock dan metal yang telah berhasil meraih dua pencapaian tinggi tersebut secara sekaligus. Punya gelar PhD dan punya band sukses juga. Hebat banget.

Baca juga: 20 Musisi Rock dan Metal Yang Memiliki Tato Musisi & Band Idolanya

Seperti yang akan kamu pelajari lewat daftar di bawah ini, para musisi punk rock dan black metal justru mengisi lebih dari setengah daftar “11 Rockstar Jenius Yang Memiliki gelar PhD”. Namun, hal itu seharusnya tidak bikin kamu heran, karena kedua gaya musik tersebut sangat mengakar dalam berbagai filosofi personal dan sistem kepercayaan seperti yang tertuang dalam lirik-lirik cerdas band-band pengusung kedua genre tersebut. Tapi tentu saja tetap heran, benar-benar nggak nyangka.

Hasrat para musisi ini untuk menantang dan mempertanyakan dunia atau lingkungan sekitar mereka dalam pencarian yang tak berkesudahan untuk suatu makna dan pengetahuan tertentu, mungkin menjelaskan melimpahnya punk dan black metal yang ditampilkan di sini.

Mungkin ada lebih dari 11 musisi musik cadas lainnya di dunia yang seperti mereka ini, tapi inilah deretan cendikiawan “heavy music” yang tertangkap radar musikal kami.

1. Brian May (Queen)

PhD: Astrophysics
Wisuda di: Imperial College London, Inggris
Pantas saja, komposisi lagu-lagu Queen yang brilian lahir dari otak yang brilian gitaris Brian May yang kini berusia 72 tahun ini di samping mendiang Freddie Mercury, Roger Taylor dan John Deacon.

2. Greg Graffin (Bad Religion)

PhD: Zoology
Wisuda di: Cornell University, New York, AS
Greg Graffin memperoleh gelar PhD bidang Zoologi di Cornell University dan seorang dosen bidang ilmu pengetahuan di University of California, Los Angeles dan di Cornell University. Greg adalah seorang vokalis band punk rock legendaris Bad Religion yang memiliki musik yang keren dengan lirik yang menyerang secara intelektual.

3. Runhild Gammelsæter (Thorr’s Hammer, Khylst)

PhD: Cell Physiology
Wisuda di: University of Oslo, Norwegia
Runhild Gammelsæter yang berasal dari Norwegia adalah vokalis band black/doom metal Thorr’s Hammer yang dibentuk di AS pada 1994 oleh gitaris Stephen O’Malley sebelum membentuk Sunn O))). Runhill juga vokalis band drone metal Khylst. Di luar musik, Runhill bekerja sebagai biologis profesional.

Baca juga: 18 Band Rock & Metal Yang Stabil: Nggak Pernah Ganti Formasi Selama Kariernya

4. Dexter Holland (The Offspring)

PhD: Molecular Biology
Wisuda di: University of Southern California, AS
Tahun 2017, Dexter Holland memperoleh gelar PhD bidang Morecular Biology. Itu berarti di samping meniti karier dan sibuk dengan aktivitas band punk rocknya, The Offspring yang luar biasa ini, Dexter sempat menyelesaikan studinya selama bertahun-tahun.

5. Dr. Mikannibal (Sigh)

PhD: Physics
Wisuda di: University of Tokyo, Jepang
Dr. Mikannibal adalah nama panggung Mika Kawashima, pemain saksofon dan vokal latar band black metal eksperimental kebangsaan Jepang, Sigh. Melihat gaya seronok dan cadasnya di panggung, tudingan miring dari orang awam seperti pelacur, amoral mungkin sering dituainya. Tapi siapa sangka kalau nih cewek seorang profesor alias doktor. Jadi nama panggung “Dr.” itu bukan main-main.

6. Milo Aukerman (Descendents)

PhD: Biochemistry
Wisuda di: University of California San Diego, AS
Sama seperti Dexter Holland, Milo Aukerman adalah seorang biologis molekular yang merangkap sebagai vokalis band punk rock legendaris Descendents yang direken sebagai pionir gaya “pop-punk” yang akrab di ranah mainstream.

7. Wagner ‘Antichrist’ Lamounier (Sarcofago)

PhD: Economics
Wisuda di: Universidade Federal De Vicosa, Brazil
Nah, ini yang paling sangar dan nggak nyangka. Wagner Moura Lamounier adalah seorang pakar ekonomi mantan musisi metal legendaris kebangsaan Brazil yang mulai dikenal sebagai vokalis orisinil Sepultura di awal terbentuk band thrash metal ini. Namun Wagner jauh lebih dikenal sebagai dedengkot band black/thrash metal gelombang pertama bernama Sarcofago sejak berdiri pada 1985 hingga bubar pada tahun 2000. Sarcofago, bray!

8. Bill Bruford (Yes, King Crimson)

PhD: Music
Earned At: University of Surrey, Guildford, Inggris
Musisi ini memperoleh gelar PhD bidang musik pada 2016 setelah menjalani studi selama empat setengah tahun di University of Surrey. Tidak heran kalau begitu, band-band progressive rock yang Bill Bruford isi sebagai dramer mengusung musik yang canggih, yakni Yes, King Crimson, dan beberapa proyek musik lainnya.

9. Don Anderson (Agalloch)

PhD: English
Wisuda di: University of Washington, AS
Don Anderson adalah seorang profesor literatur Inggris yang mengajar di SUNY Westchester Community College di Valhalla, New York, AS. Ketika jadwal jadi dosennya libur, Don sibuk menjadi gitaris band black metal yang dia bentuk dan jalani secara serius, Agalloch.

10. Gregg Turner (Angry Samoans)

PhD: Mathematics
Wisuda di: Claremont University, California, AS
Gregg Turner adalah seorang profesor matematika dan mantan gitaris band punk rock yang terkenal di era akhir 1970-an dan awal 1980-an, Angry Samoans. Selain mengajar matematika, Gregg masih menjalani karier musiknya sebagai solois mengusung sejenis garage rock.

11. Sterling Morrison (The Velvet Underground)

PhD: Medieval Literature
Wisuda di: University of Texas, Austin, Texas, AS
Mendiang Sterling Morrison adalah gitaris band rock legendaris The Velvet Underground yang dia bentuk bareng sang vokalis, Lou Reed pada 1965. Sterling memperoleh gelar PhD bidang Medieval Literature pada 1986.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Bread Essence.

Bread Essence Ajak Kembali Have Fun Dengan Irama Ska-Punk Lewat Video ...

Band dari kota Malang pengusung ska-punk rock, Bread Essence mengajak teman-teman di seluruh Indonesia untuk tetap positif dan kembali bersenang-senang, ag

on May 24, 2020
Kores Dimara

Kores Dimara, Pegiat Punk Jakarta dan Putra Pahlawan Nasional, Tutup U...

Kores Dimara. (Foto: Facebook Kores Maleo Dimara). Selain dikenal sebagai sosok pegiat scene musik punk rock di Jakarta, Yulianus Kores Dimara atau Kores na

on May 23, 2020
Hella Mega Tour.

Green Day, Weezer dan Fall Out Boy Tunda Hella Mega Tour Karena Asu......

Rivers Cuomo (Weezer), Billie Joe Armstrong (Green Day), Pete Wenz (Fall Out Boy). (Foto: Hugo Marie/EPA-EFE/Shutterstock; Joe Papeo/Variety/Shutterstock).

on May 21, 2020
Behemoth

Behemoth Rilis Versi Brutal Lagu The Cure 'A Forest' Dari EP Barunya

Nergal, Behemoth (Foto: Raymond Ahner), Robert Smith, The Cure (Foto: Debi Del Grande). Behemoth telah meluncurkan lagu cover klasik milik The Cure, 'A Fore

on May 19, 2020