×
×

Search in Mata Mata Musik

12 Artis Rock & Metal Yang Berprofesi Sangat Berbeda Sebelum Jadi Musisi

Posted on: 08/26/20 at 8:00 am

12 Artis Rock & Metal Yang Berprofesi Sangat Berbeda Sebelum Jadi Musisi

Secara de facto, jarang banget ada rockstar di dunia yang dari awal cita-citanya sudah tahu dan merasa bahwa suatu hari doi akan menjadi rockstar yang beken dan sukses. Ada sih, tetapi mungkin doi anak seorang CEO label rekaman besar atau anak seorang musisi legendaris yang memiliki kekuatan finansial dan jaringan koneksi yang luas di industri musik. Kebanyakan musisi atau band yang berhasil menggapai impiannya berangkat dari bawah dan berjuang berdarah-darah terlebih dahulu termasuk berprofesi sebagai non-musisi demi bisa bertahan hidup sambil menekuni karier musiknya.

Baca juga: Musisi Rock Tanggapi Pilihan Joe Biden Unjuk Kamala Harris Jadi Calon Wapres AS

Beberapa dari lo mungkin sudah tahu Kurt Cobain dulu pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung perkantoran sebelum doi sukses dengan Nirvana. Atau Sebastian Bach dulunya pernah bekerja sebagai penata taman alias arsitek lanskap. Tapi lo tahu nggak Tom Araya dulunya seorang terapis pernapasan sebelum doi menjadi vokalis/bassis Slayer, atau bahkan Serj Tankian dulu memiliki perusahaan software sebelum System of a Down terbentuk?

Cukup menarik untuk melihat kembali kehidupan awal beberapa musisi top ini dan bagaimana mereka sempat menempuh jalur karier yang sama sekali berbeda. Jika ada mesin waktu seperti punya Doraemon, dan kita bisa flashback untuk mengubah sejarah dengan memengaruhi Jonathan Davis untuk fokus saja dengan profesi dulunya, mungkin kita nggak akan pernah mendengar lagu-lagu Korn seperti ‘Freak on a Leash’ dan ‘Blind’, atau bahkan nggak akan ada band Korn.

Jadi, inilah daftar 12 artis rock dan metal yang memiliki karier lain sebelum mereka jadi ngetop markotop sebagai musisi.

1. Jonathan Davis

(Foto: Shirlaine Forrest, Getty Images).

Jonathan Davis nggak akan pernah jadi vokalis Korn kalau saja doi tetap bekerja di Kern County Coroner’s Office alias kantor investigasi kematian manusia. Adalah benar Jonathan Davis dulu bekerja sebagai staf pengawet jenazah dan asisten koroner setelah lulus dari sekolah studi kamar mayat. “Bokap dan nyokap gue dulu mengira kalau gue adalah seorang anak yang bermasalah atau semacamnya lah yang ingin memotong mayat. Tapi sejak awal, sejak bokap gue memiliki toko musik dan berkecimpung di bisnis musik, doi selalu menyeramahi gue, (dengan mengatakan) ‘Saya nggak membiarkan kamu terjun ke dalam bisnis musik’,” ungkap frontman Korn ini kepada Jaan Uhelszki dari Addicted to Noise. Sejujurnya, doi bisa saja mempelajari jurusan lain dan menjadi mekanik atau semacamnya, tapi untuk kerja sebagai staf kamar mayat? Mungkin menurut doi keren, intinya mah doi suka, suka-suka doi lah, yang penting gajinya, cuy!

2. Tom Araya

(Foto: Wallpaper Abyss).

Sebelum Tom Araya menjabat sebagai vokalis/bassis legenda thrash metal Slayer, doi adalah seorang terapis pernapasan di sebuah rumah sakit. “Gue dulu kerja di departemen paru-paru… dan kadang-kadang gue kerja di UGD (Unit Gawat Darurat),” kata Tom Araya kepada Knac.com.

3. Gene Simmons

(Foto: Frederick M. Brown, Getty Images / Mark Mulville/Buffalo News).

Gene Simmons nggak akan pernah membiarkan lo semua lupa dengan siapa doi atau bagaimana doi menjadi salah satu anggota pendiri KISS. Tapi sebelum menjadi si “Iblis” berlidah panjang, doi adalah seorang guru SD (sekolah dasar), dan juga pernah bekerja sebagai asisten editor di dua majalah fesyen beken, yakni Glamour dan Vogue.

4. Serj Tankian

(Foto: Sonic Temple Festival 2019).

Vokalis System of a Down, Serj Tankian lulus dari California State University, Northridge, Amerika Serikat (AS) dengan gelar di bidang pemasaran dan kemudian menjadi CEO dari sebuah perusahaan program software untuk akuntansi.

5. Taylor Momsen

(Foto: Gareth Cattermole/Getty Images).

Cinta pertama Taylor Momsen dari awal memang selalu rock and roll, tetapi karier pertamanya adalah sebagai seorang aktris. Doi mulai membintangi iklan pada usia dua tahun, memerankan Cindy Lou Who di film How the Grinch Stole Christmas, Jenny Humphrey di seri TV Gossip Girl dan banyak lagi. Ah, khusus lady rocker yang satu ini, siapa yang nggak tahu sih, eh tapi masih ada sih yang belum tahu, makanya kenalan.

6. David Draiman

(Foto: Ethan Miller).

Pentolan Disturbed ini sebenarnya telah menjalani berbagai macam karier yang berbeda sebelum menempuh jalur musik cadas. Doi lulus dari Loyola University dengan gelar sarjana hukum dengan tujuan untuk lanjut ke sekolah hukum, tetapi doi berubah pikiran. “Satu-satunya hukum yang menarik minat gue adalah hukum pembelaan pidana dan gue nggak akan bisa benar-benar melihat diri gue sendiri di kaca dan bilang bahwa gue akan berbohong demi mencari nafkah dan melindungi penjahat. Seorang rekan gue pernah memberi tahu gue tentang lowongan sebagai asisten administrasi di fasilitas perawatan kesehatan, dan karena salah satu gelar gue adalah di bidang bisnis, gue melamar dan mengalahkan 30 pelamar lainnya,” katanya kepada Jerusalem Post. “Gue mempelajari bisnis ini dan dalam waktu satu tahun gue memiliki lisensi administrator gue sendiri dan setahun setelah itu gue mengoperasikan fasilitas gue sendiri. Gue bekerja sebagai administrator perawatan kesehatan selama lima tahun sebelum meninggalkan pekerjaan gue untuk (bermusik) dengan Disturbed setelah kami menandatangani kontrak (dengan label rekaman)”.

Baca juga: Inilah 10 Bintang Film Terkenal Yang Awalnya Sukses Sebagai Musisi

7. Marilyn Manson

(Foto: via NME).

Saat Marilyn Manson kuliah di Fort Lauderdale, Florida, AS, doi mengejar gelar di bidang jurnalisme. Doi pernah bekerja sebagai jurnalis untuk majalah musik 25th Parallel.

8. David Lee Roth

(Foto: Kevin Winter, Getty Images).

David Lee Roth selama ini selalu dikenal sebagai vokalis Van Halen yang flamboyan dan petakilan serta gemar berkostum serba bahan kulit. Tapi jauh sebelum itu doi ternyata nggak begitu, fren. “Pekerjaan pertama gue setelah lulus SMA adalah di bidang pembedahaan di rumah sakit,” ungkap David Lee Roth kepada Toazted. “Gue menghabiskan dua setengah tahun bekerja sebagai teknisi dan staf bedah. Gue menjadi asisten dalam setiap jenis operasi. Mentor gue adalah seorang perawat militer”.

9. Gerard Way

(Foto: Frank Hoensch/Redferns/Getty Images).

Selain jadi vokalis My Chemical Romance, Gerard Way juga sangat berkecimpung dalam dunia komik. Itu sebenarnya merupakan tujuan karier pertamanya, doi kuliah di School of Visual Arts di New York, AS dengan tujuan untuk menggambar buku komik, dan doi lulus dengan gelar Bachelor of Fine Arts alias sarjana seni murni. Salah satu komik ciptaan Gerard Way bahkan telah diadaptasikan menjadi serial Netflix terkenal berjudul The Umbrella Academy.

10. Keith Buckley

(Foto: Joey Foley, Getty Images).

Apa kesamaan yang dimiliki Keith Buckley dengan Gene Simmons? Mereka berdua pernah bekerja sebagai guru. Vokalis Every Time I Die ini dulunya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di SMA sebelum doi menjadi vokalis band metalcore tersebut.

11. Peter Steele

(Foto: via NEPA Scene).

Sebelum Peter Ratajczyk berubah menjadi Peter Steele, Peter pernah bekerja untuk Departemen Taman di Brooklyn, New York. Tugas-tugas yang doi lakukan di pekerjaan lamanya itu lumayan “sampah”, kurang lebih sih, doi bilang ke Circus Magazine bahwa doi menyukai pekerjaannya sebelum jadi pentolan Type-O Negative. “Setiap hari terasa berbeda. Gue menyetir truk sampah dan dump truck (truk pembuang sampah) serta mobil penggiling. Kurang lebih ya untuk semua hal yang harus lo urus di taman, gue lah orang yang mengurusnya,” kata vokalis/bassis almarhum ini.

12. Jared Leto

(Foto: Karwai Tang, Getty Images).

Jared Leto mungkin lebih dikenal sebagai aktor sebelum jadi musisi, karena rencana karier awalnya berkaitan dengan industri film. Doi menulis dan membintangi film pendek pertamanya saat kuliah di School of Visual Arts di New York, AS dan kemudian pindah ke Los Angeles agar bisa berkembang sebagai sutradara yang lebih baik. Doi secara serabutan mulai memainkan peran kecil-kecilan dan akhirnya sukses mendapat peran di serial drama My So-Called Life. Sambil menjalani kariernya sebagai aktor, doi menggeber musik rock bersama Thirty Seconds to Mars.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Che Cupumanik dan Robi Navicula

Che Cupumanik & Robi Navicula Rilis 'Jiwa Yang Berani' Untuk Rock Memb...

Robi (Navicula) dan Che (Cupumanik). Pada saat menjelang proses perilisan buku Rock Memberontak, sekitar tahun 2015. Vokalis Cupumanik, Che mengusulkan ide

on Oct 27, 2020
Jaggernaut

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP "Masa Pertengahan"

Jaggernaut. Setelah sebelas tahun, mini album Juggernaut dibangkitkan kembali oleh Rekam Jaya sebagai bagian dari program reissue dan dokumentasi arsip musi

on Oct 26, 2020
Space Comma Space

Space Comma Space Rilis Double Single Melankolis 'Pale in Time/Loveles...

Space Comma Space. Setelah enam tahun lalu terbentuk dan hanya pentas di acara-acara sekolah, kolektif musik asal Jakarta, Space Comma Space merilis materi

on Oct 18, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020