×
×

Search in Mata Mata Musik

15 Band Cadas Yang Diboikot Oleh Walt Disney Karena Alasan Yang Ironis

Posted on: 03/13/21 at 12:13 pm

Bagaikan molekul kimiawi yang berbeda, raksasa korporat Disney dan musik cadas bisa dibilang nggak diciptakan untuk saling bertemu dan bersatu, karena selama ini musik cadas kerap atau hampir selalu mengandung konten, tema dan gaya hidup yang “18+” (usia 18 tahun ke atas), yang menurut beberapa orang tua nggak baik untuk dikonsumsi buah hati mereka yang melihat kanal atau konten-konten rilisan Disney sebagai salah satu sumber hiburan paling populer. Ya iyalah, ada batasan tertentu konsumsi tontonan hiburan bagi anak di bawah umur sekian.

Namun, kedua dunia yang berlawanan ini terkadang saling berhadapan karena tur musisi-musisi rock dan metal sering mampir di dua venue House of Blues di Amerika Serikat (AS), yakni Lake Buena Vista, Florida dan Anaheim, California. Kedua venue tersebut dulunya berdiri di lahan properti milik Disney.

Baca juga: Beyoncé Akan Rilis Album Visual Baru Berjudul ‘Black Is King’ Melalui Disney+

Selama bertahun-tahun, sejumlah band cadas dilarang tampil di venue yang terkenal dengan julukan “The Happiest Place on Earth” itu karena Disney menganggap citra, konten lirik, dan bahkan “fans yang nggak diinginkan” dari band tertentu menjadi alasan untuk melarang mereka dengan harapan menjaga citra bersih perusahaan itu yang mengkilap dan family-friendly. Meskipun citra mereka sebenarnya nggak “sekinclong” itu sih. Ada beberapa momen di mana Disney mengalami blunder akibat film lawas Song of the South yang sangat rasis yang pastinya nggak akan pernah dirilis ulang dan beberapa referensi seksual dalam berbagai rilisan film mereka yang paling terkenal seperti The Lion King dan The Little Mermaid.

Beberapa band, seperti Machine Head, diberi penjelasan tentang alasan kenapa mereka nggak diizinkan untuk tampil dan menggelar konser sedangkan yang lainnya dibiarkan bingung dan merenungkan kenapa band mereka dianggap nggak cocok untuk Disney. Kalau band seperti Cannibal Corpse ya sudah jelaslah, hehehe.

Untuk band-band metal yang punya harapan menggelar konser di House of Blues di Florida atau California, lebih baik berpikir lagi. Ya elah, kayak nggak ada venue lain saja yang nggak kalah bagus, hehe. Dilansir dari Loudwire, di bawah ini lo bisa lihat band yang diboikot Disney.

Cannibal Corpse

Dari nama bandnya, dari judul-judul lagunya saja sudah sangat jelas! Apalagi artwork cover albumnya, aduh… sudah langganan kena sensor. Jangankan orang awam, metalhead saja terkadang masih kaget dan tersenyum membaca judul dan lirik lagunya. Contoh: ‘Stripped Raped and Strangled’, ‘Fucked With a Knife’, ‘Frantic Disembowelment’, ‘Dead Human Collection’, ‘Hammer Smashed Face’, ‘I Cum Blood’. Ya, itulah beberapa judul lagu Cannibal Corpse yang paling ngewree. Kematian memang bagian dari lingkaran kehidupan dan seharusnya dianggap cukup normal, tapi Disney nampaknya nggak mau ambil risiko dan ogah membiarkan mereka gelar konser di propertinya. Ironisnya… vokalis Cannibal Corpse, George ‘Corpsegrinder’ Fisher ternyata sangat sering berkunjung ke Disney World bersama keluarga tercintanya. Bahkan George sering mengunggah foto bersama boneka tokoh kartun Disney ke akun media sosialnya, hehe.

Exodus

Pada saat tur all-star Metal Alliance pada tahun 2013 yang menampilkan Anthrax, Exodus, High on Fire, dan Municipal Waste berniat untuk mampir ke venue House of Blues, hanya ada satu band yang dilarang ikut konser, yaitu Exodus. Legenda thrash metal asal Bay Area itu mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa Disney memutuskan band itu “terlalu metal”, mereka akhirnya tampil di venue lain malam itu di Tampa, Florida.

The Dillinger Escape Plan

The Dillinger Escape Plan (TDEP) adalah salah satu band metal paling pertama yang dilarang menginjakkan kaki di properti Disney. Vokalis band itu Greg Puciato memiliki kebiasaan berdarah di atas panggung, yang mungkin terlalu sadis bagi audiens demografis Disney, tapi perusahaan ini harusnya agak sadar diri, mereka membuat audiens muda mereka menonton seorang pemburu menembak ibunya Bambi dan menampilkan karakter singa Scar berencana membunuh saudaranya sendiri di film The Lion King. “Persetan dengan Disneyland House of Blues,” ucap band pengusung math-metalcore ini dengan jari tengah setinggi-tingginya dalam suatu pernyataan.

Machine Head

Salah satu pelopor New Wave of American Heavy Metal, Machine Head telah terhitung tiga kali menjadi korban pelarangan Disney, alasan awalnya adalah karena “citra kekerasan”, “lirik yang menghasut”, dan “fans band ini yang nggak diinginkan”. Bahkan band-band yang sama-sama cadas seperti Dethklok, All That Remains dan The Black Dahlia Murder (band yang namanya berdasarkan kasus pembunuhan paling terkenal di AS) diizinkan masuk oleh Disney kecuali Machine Head. Hmm… sentimen apa sih sebenarnya.

Gallows

“Mickey Mouse cemburu karena Minnie Mouse memasang poster Gallows di dinding kamarnya,” ejek band hardcore punk asal Inggris itu setelah mengetahui bahwa mereka dianggap “terlalu ofensif” dan dimasukkan ke dalam daftar band yang dilarang masuk House of Blues. “Insiden semacam ini sudah sering terjadi. Gue sarankan Mickey berikan perhatian yang lebih kepada Minnie, ya lo tahu lah, ajak doi jalan-jalan dan buat doi merasa istimewa. Kartun tikus ‘kan juga membutuhkan cinta,” tambah Gallows dalam pernyataan mereka yang sangat sarkas dan lucu. Untuk Mickey Mouse, mending lo ikut ke moshpit bareng fans mereka saja, hehehe.

Every Time I Die

Kata “Die” mungkin lucu ya jika ditampilkan di properti Disney. Saat ada keluarga yang sedang asyik jalan-jalan, seorang anak mungkin bakal bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa mati berulang kali, bingung memikirkan nama band Every Time I Die. “Bagaimana cinta dan kebahagiaan bisa abadi jika hidup saja nggak?” Ini topik yang suram, bray. Pada tahun 2017, Disney melarang band post-hardcore ini tampil di properti mereka tanpa menjelaskan alasannya kenapa.

Cattle Decapitation

Meskipun Cattle Decapitation adalah sekelompok pecinta hewan yang nggak mendukung konsumsi daging dan penyembelihan hewan secara sistemik, mereka masih dianggap “terlalu brutal” untuk tampil di House of Blues, menurut band death metal asal San Diego, AS itu.

The Faceless

Untuk alasan yang nggak dijelaskan, band technical death metal The Faceless nggak diizinkan untuk bermain konser di properti Disney pada tahun 2009, tapi anehnya, dedengkot djent-metal Swedia, Meshuggah malah diizinkan konser oleh Disney. Konten lirik dari kedua band berkaitan dengan kesadaran, masyarakat, dan tema serupa lainnya. Kok yang satu boleh tapi yang satunya lagi nggak? Atau mungkin hanya karena perbedaan namanya saja?

Warbringer

Dilarang tanpa alasan, Warbringer serang balik Disney dengan mempertanyakan nilai-nilai “family-friendly” mereka. Sang vokalis John Kevill menyebut “hyena Nazi penginjak angsa dari lagu Scar di The Lion King” dan “burung gagak rasis di film Dumbo” harusnya membantah anggapan bahwa tema dan konten lirik yang diusung band thrash metal ini tentang perperangan, kehancuran, dan kekerasan lebih bersifat radikal dibanding hiburan yang disiarkan oleh perusahaan Walt Disney World.

Thy Art Is Murder

Band deathcore asal Australia ini dilarang bermain konser oleh Disney selama tur tahun 2015 mereka dengan Parkway Drive. Mereka menyerang balik dan mengubah larangan tersebut menjadi semacam bentuk kehormatan, dengan membuat t-shirt parodi Bad Brains yang menggambarkan kastil di Magic Kingdom Disney disambar petir dengan tulisan “Banned in Disney” di sudut kanan bawah. Good job!

Skeletonwitch

Pada tahun 2013, Skeletonwitch bergabung dalam daftar band-band metal yang nggak lagi diizinkan melewati tembok “halloween ‘n’ happy” di House of Blues. Amon Amarth dan Enslaved diizinkan tampil tanpa masalah, tetapi walaupun sama-sama band cadas, Skeletonwitch malah dicap “nggak cocok untuk berasosiasi dengan Disney”. Cara Disney menyeleksi tamu-tamu mereka semakin terasa nggak jelas dan ribet.

letlive.

Saat sedang tur dengan Taking Back Sunday pada tahun 2015, letlive. dicabut dari line-up konser oleh Disney. “Rumor mengatakan bahwa Goofy, Pluto, dan sebagian besar (karakter di) Toontown telah memprotes keputusan tersebut, tetapi pemimpin ‘Tikus’ mereka menggunakan hak veto dan pada akhirnya membatalkan proposisi tersebut,” sindir band post-hardcore itu dalam postingan yang sayangnya bersifat serius saat memberi tahu fans mereka bahwa mereka nggak akan bermain di House of Blues dan nggak ada penjelasan yang ditawarkan pihak Disney.

Exmortus

Saat tur bersama gitaris Megadeth Marty Friedman, batalyon death/thrash metal Exmortus nggak diberi kesempatan konser dengan fans mereka di House of Blues, Anaheim, California pada tahun 2015. Seperti banyak band lainnya, band ini bertanya-tanya mengapa mereka dianggap nggak layak untuk bertamu ke rumah Disney.

Ice Nine Kills

Pada April 2019, seorang penggemar di Twitter bertanya kepada Ice Nine Kills mengapa konser mereka di House of Blues di Orlando dibatalkan. “House of Blues di Orlando melarang kami tampil karena citra kami berbau kekerasan. Ini memalukan karena gue tahu gue pernah melihat Donald Duck di sebuah konser sebelumnya, dia adalah penggemar INK (Ice Nine Kills),” jawab band metalcore itu dengan bumbu-bumbu humor yang menghibur demi mengurangi rasa kekecewaan fans mereka. Mereka kemudian memberikan sentuhan manis seputar insiden itu dengan merilis merchandise yang terinspirasi oleh Disney. Dilarang tampil tapi malah “mempromosikan” Disney, baik ‘kan mereka?

Hyro the Hero

Saat Hyro the Hero menjalani tur dengan Nonpoint selama musim panas 2019, mereka menerima informasi bahwa band rap-metal ini telah dilarang bermain konser di House of Blues di Orlando. “Jadi gue baru tahu Disney nggak mengizinkan kami tampil di House of Blues di Orlando dalam tur kami dengan Nonpoint. Kalian ada yang tahu nggak kenapa mereka melarang kami?” tanya band itu di Twitter.

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021
    Knocked Loose

    Knocked Loose Rilis EP "A Tear in the Fabric of Life" Dan Film Animasi...

    Foto: Perri Leigh. Knocked Loose telah merilis EP baru yang mengejutkan, judulnya A Tear in the Fabric of Life, bersama dengan film pendek animasi yang meny

    on Oct 14, 2021