×
×

Search in Mata Mata Musik

20 Lagu Terbaik Metallica Sepanjang Masa

Posted on: 05/11/20 at 12:00 pm

Dari album Kill ’Em All hingga Hardwired… To Self-Destruct, kami mengkurasi yang terbaik dari yang terbaik dari Metallica…

Metallica, 1986.
Metallica circa 1986 era album Master of Puppets. (Foto: Metallica.com).

Sebagai “the biggest heavy metal band on the planet”, Metallica adalah band yang memiliki banyak sekali lagu hit di sepanjang 39 tahun karier musik mereka dari tiap dekadenya; 1980an, 1990an dan 2000an. Walhasil, untuk memilih “Top 20” dari katalog album mereka bukan perkara mudah. Lantas bagaimana cara memilihnya, apakah berdasarkan selera pribadi saya? Hell No! Saya memutuskan untuk membuat tiga kriteria yang harus dimiliki oleh lagu Metallica yang layak masuk dalam daftar “klasik” ini. Apa saja? Pertama, musikalitas. Kedua, paling influential (yang paling berpengaruh). Ketiga, daya magis (infeksius, memorable, anthemic). Meskipun sudah dibuat kriteria demikian, tetap SUSAH MEMILIHNYA! Hahaha.

Yang jelas, Metallica bersama para musisi penghuninya (yang masih dan pernah), yakni vokalis/gitaris James Hetfield, dramer Lars Ulrich, gitaris Kirk Hammett, bassis Rob Trujillo dan dua mantan bassis; Jason Newsted dan mendiang Cliff Burton serta tentu saja tidak melupakan sang kontributor “dawai enam” di awal kariernya, Dave Mustaine (sebelum membentuk Megadeth) telah menghasilkan 10 album studio, album cover songs (Garage Inc.), banyak album live, rilisan eksperimental yang bervariasi dari yang sangat sukses (seperti kolaborasi dengan orkestra tahun 1999, S&M) hingga yang payah (kolaborasi Lou Reed tahun 2011, Lulu) dan semuanya menjadi “game-changer” bagi masa depan seluruh scene rock dan metal di dunia. Dan saya akan mengambil 20 lagu terbaik dari hampir semua rilisan tersebut.

Dan daftar ini dijamin akan memancing perdebatan di kalangan para penggemar Metallica, ‘Tallica Family di seluruh dunia, terutama komunitas atau fans club Metallica Indonesia. Pasti banyak di antaranya lagu favorit kamu, mungkin saja ‘Fuel’, ‘Wherever I May Roam’, yang tidak kalah epik seperti ‘The Call Of Ktulu’, ‘…And Justice For All’ atau yang tidak kalah nge-thrash seperti ‘Fight Fire With Fire’, ‘Disposable Heroes’, ‘Of Wolf And Man’, ‘All Nightmare Long’… yang semuanya tidak ada dalam daftar 20 lagu terbaik Metallica yang saya susun sesuai peringkatnya ini.

Baca juga: Metallica Jadi Tuan Rumah 5 Organisasi Amal Untuk Korban Covid-19

Makanya saya bilang dari awal banget artikel ini, daftar ini adalah yang terbaik dari yang terbaik! So now let’s check this shit, dude, metal up yer ass!

20. SPIT OUT THE BONE (Hardwired… To Self-Destruct, 2016)

Lagu terakhir di track list album dobel Metallica ini memang lagu yang paling kencang dan cepat alias murni thrash metal seperti di era 1980an. Meskipun Metallica sempat dihujat karena beberapa album terakhirnya lebih banyak menampilkan lagu-lagu “lembek” dan sudah dianggap tidak mampu menciptakan lagu thrash yang epik, Metallica dengan gagah menampik tuduhan itu dengan ‘Spit Out the Bone’. Tidak hanya galak di riff dan ketukan yang memicu headbanging konstan, namun banyak sekali hook yang mudah kita hafal dalam komposisinya. Saya pilih lagu ini, bukannya ‘Hardwired’ atau ‘Moth Into Flame’ karena lagu ini lebih ‘stand out’!

19. THE DAY THAT NEVER COMES (Death Magnetic, 2008)

Semetal-metal saya atau kamu, rasanya nggak mungkin kalau nggak nyantol di kuping dengan lagu semi balada dari album bergambar peti ini. Bagian awalnya memang slow dengan ritem petikan manis dan vokal James Hetfiled yang agak “country” seperti album Load dan Reload, tapi tempo musiknya makin lama makin naik, dinamis sebelum akhirnya cepat yang sarat “guitar-wars” seru, duel riff dan melodi yang intrikatif sekaligus infeksius dan epik. Dari balada berubah menjadi speed metal ensembel.

18. SAD BUT TRUE (Metallica, 1991)

Setelah lagu ‘The Thing That Should Not Be’ dari album Master of Puppets, Metallica kembali menciptakan lagu cadas yang bertempo pelan namun groovy banget! Kata siapa, supaya diterima pasar mainstream, musik metal harus dikurangi kadar kemetalannya, salah! Dahulu banyak sekali band metal yang “melembekkan” musiknya demi bisa diterima pasar di luar metal dan nyatanya tetap saja gagal. Nih, buktinya. ‘Sad But True’ menjadi contoh lagu yang catchy banget dan bisa disukai oleh semua penikmat musik tapi tetap metal! Karena intinya adalah kecerdasan kamu mendesain komposisi lagu.

17. WELCOME HOME (SANITARIUM) (Master Of Puppets, 1986)

Setelah ‘Fade to Black’, di album berikutnya, Metallica kembali menggeber lagu semi balada yang keren mampus! Selain liriknya yang menyayat hati, kolase nada yang dibangun dari tiap riff dan melodinya selalu sukses bikin bulu kuduk merinding. Pola lagu ini yang berawal dari tempo slow dan diakhiri oleh tempo cepat memang dipakai lagi di ‘The Day That Never Comes’ namun ‘Sanitarium’ lebih sarat headbanging thrash metal dan lebih memiliki daya gedor yang epik!

16. THE FOUR HORSEMEN (Kill ‘Em All, 1983)

Inilah salah satu lagu dari album debut Metallica tahun 1983 yang merupakan album pionir thrash metal pertama di dunia yang menyentak kancah musik mainstream. Dan lagu yang masih terasa pengaruh NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal)-nya ini memiliki riff yang sangat ikonik selain ‘Seek and Destroy’ namun lebih banger. Dave Mustaine menciptakan sebagian besar komposisi ‘The Four Horsemen’. Dave ditendang keluar dari Metallica hanya sebulan sebelum rekaman album Kill ‘Em All sebelum akhirnya digantikan oleh Kirk Hammett. Itulah sebabnya terdapat versi lain lagu ini berjudul ‘The Mechanix’ di album debut Megadeth tahun 1985, Killing is My Business… Business is Good. Syukurlah Dave dipecat, kalau nggak, ya nggak akan ada Megadeth, yang sempat menjadi rival abadi selama dua dekade terakhir.

15. ENTER SANDMAN (Metallica, 1991)

Inilah lagu metal paling mainstream di dunia, salah satu lagu terbesar Metallica. Semua orang suka lagu ini, lintas usia, kelas sosial, penikmat musik, bahkan regenerasi. Waktu Metallica membawakan ‘Enter Sandman’ saat konser kedua kalinya di Jakara pada 2013 lalu, lagu inilah yang paling keras bahana sing along-nya dari 60.000-an penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dari awal hingga akhir lagu menampilkan riff dan melodi yang infeksius secara konstan.

14. SEEK AND DESTROY (Kill ‘Em All, 1983)

Siapa yang tidak langsung nyantol di kuping saat mendengar riff yang sangat ikonik lagu ini? Jeng jeng tenet jeng tenet jengjet jengjet jeng tenet! Hahaha! Dukun pelet kepepet jangan sampai dipelet! ‘Seek and Destroy’ memang sangat anthemic sejak bagian awal hingga pertengahan lagu sebelum akhirnya naik tempo dan memamerkan aksi solo-solo gitar liar. Ada kenangan kocak waktu nonton konser Metallica di GBK, 2013 lalu. Saat lagu ini dimainkan, saya sedang asyik headbanging bersama teman-teman, tiba-tiba ada orang yang dikejar gerombolan pemuda yang teriak “copet!”. Langsung saja saya sengkat kaki pencopet itu, dan dia terjatuh kemudian “digebukin” ramai-ramai sebelum akhirnya dilerai petugas keamanan dan si pencopet digelandang keluar venue. Gila, ‘Seek and Destroy’ benar-benar menjadi soundtrack yang pas!

13. RIDE THE LIGHTNING (Ride The Lightning, 1984)

Diangkat dari Novel Horor klasik Stephen King, The Stand, lagu tentang Good versus Evil ini merupakan nomor thrash metal penyempurna dari trek pertama album sebelum lagu ini, ‘Fight Fire With Fire’. Berawal dengan tempo sedang yang berhamburan nada catchy dan di pertengahan lagu kita diajak kebutan-kebutan membentuk circle pit sebelum akhirnya balik ke awal untuk sing along bagian verse dan chorus-nya. Intro dan outro-nya memiliki riff ikonik yang sama.

12. ORION (Master Of Puppets, 1986)

Lagu instrumental berdurasi 8 menit 27 detik ini memang panjang namun sama sekali tidak melelahkan, melainkan begitu nikmat dari awal hingga akhir. Dan kita diajak ke berbagai nuansa dan mood musikal, dari banger, melodius, slow yang sangat kalem, bertempo pelan dan bluesy. Sangat variatif. Cliff Burton paling berkontribusi di lagu ini. Kecerdasan Cliff sebagai komposer terpapar jelas di lagu epik ini.

11. BLACKENED (…And Justice For All, 1988)

Meskipun di sepanjang album ini menampilkan sound bass yang tipis nyaris tak terdengar, album ini tetap masterpiece. Lagu pembuka ini mengulang keganasan lagu pembuka album sebelumnya, ‘Battery’. Dan sama-sama memiliki riff utama yang ikonik. Tapi di sini vokal James Hetfiled agak lebih marah sesuai tema liriknya yang memaparkan ketidakadilan hukum dan ketimpangan sosial politik. Seolah-olah dunia ini lebih dominan dilukiskan dengan tinta hitam. “Color our world blackened!”

10. MOTORBREATH (Kill ‘Em All, 1983)

Lagu ini merupakan sebuah “shoutout” untuk Motorhead, band favorit dan panutan para personil Metallica terutama Lars Urlich. Judul dengan kata “Motor” di depan terinspirasi dari ikon heavy metal legendaris pimpinan mendiang Lemmy Kilmister itu. Lagu ini yang terpendek di album debut Metallica namun mampu meninggalkan impresi pada tiap pendengar.

9. HARVESTER OF SORROW (…AND JUSTICE FOR ALL, 1988)

Metallica paling piawai menciptakan riff yang ikonik yang memperkuat sebuah lagu. ‘Harvester of Sorrow’ menampilkan tempo sedang dengan beat-beat headbanging yang kuat di sepanjang lagu. Sepertinya lagu ini pun menjadi inspirasi awal lagu ‘Sad But True’ di kemudian hari.

Baca juga: Metallica Bahas Kemungkinan Bikin Album Baru Selama Masa Karantina

8. THE UNFORGIVEN (Metallica, 1991)

Pertama kali mendengarkan lagu ini cukup kaget. Meskipun sebelumnya Metallica menampilkan lagu semi balada ‘Fade to Black’, ‘Welcome Home (Sanitarium)’ dan ‘One’, tapi ‘The Unforgiven’ benar-benar pertama kalinya Metallica tampil lebih balada dan kalem. Kaget tapi nggak bisa dipungkiri, hati, telinga dan badan saya terpatri enggan untuk beranjak hingga lagu ini selesai berkumandang. Enak banget, bray! Nggak heran, seluruh stasiun Radio memutar lagu ini dan masuk ke berbagai tangga lagu populer. Metallica telah berkhianat, sell out! Hahahaha.

7. FADE TO BLACK (Ride The Lightning, 1984)

Inilah lagu semi balada pertama Metallica dengan gitar akustik yang mengingatkan kita kembali ke legenda hard rock seperti Led Zeppelin. Lagu semi balada ini menyesak ke dalam kisah keputusasaan yang depresif dan kecenderungan bunuh diri yang menindas banyak orang. Benar-benar dunia yang berbeda seperti lagu-lagu balada band-band Glam Rock/Metal di era 1980-an. Lagu ini berawal balada dan berakhir penuh serangan riff dan melodi gahar yang megah dan menyayat hati.

6. NOTHING ELSE MATTERS (Metallica, 1991)

Metallica memang semakin jago menciptakan lagu. Meskipun ini lagu total balada yang pernah mereka punya, namun lagu ini memiliki daya magis yang paling kuat di antara semua lagu Metallica. Liriknya yang menguatkan hati yang rapuh, mengajak untuk berjalan terus tanpa peduli setan apa kata orang. Lagu ini sempurna dan tidak sedikit yang menobatkan sebagai lagu balada terbaik sepanjang masa. Semua orang suka lagu ini, dari anak kecil sampai orang tua.

5. BATTERY (Master Of Puppets, 1986)

Dari ‘Hit the Lights’, ‘Fight Fire With Fire’ hingga ‘Battery’ yang berperan sebagai lagu pembuka sebuah album, ‘Battery’ lah lagu pembuka yang paling dahsyat. Melebihi ‘Blackened’ dan ‘Enter Sandman’. Intro gitar akustik dan open string riff dibalut melodi yang megah, menjadi gerbang aksi serangan thrash metal frontal yang mendominasi lagu ini dengan riff dan vokal yang sangat catchy. Terutama bagian reff-nya: “Smashing through the boundaries, Lunacy has found me,Cannot stop the battery!” Atau versi ngaco-nya: Kalau mati lampu, tidak ada listrik, gunakanlah batere! Hahahaha.

4. FOR WHOM THE BELL TOLLS (Ride The Lightning, 1984)

Mengambil kisah dari Novel tentang Perang Saudara di Spanyol pada tahun 1940 karya Ernest Hemingway, nuansa epik kisah itu dinterpretasikan dan dibangun melalui riff bass yang memorable dari Cliff Burton. ‘For Whom The Bell Tolls’ berhasil menyampaikan pertanyaan tentang kesia-siaan kekerasan dan keniscayaan terhadap kematian. Tepatnya, lagu ini juga menampilkan beberapa lirik James yang terbaik. “Take a look to the sky just before you die / It’s the last time you will…” Hal-hal yang menggugah perasaan. Tidak bertempo cepat namun begitu megah dan perkasa.

3. ONE (…And Justice For All, 1988)

Lagu ‘One’ didasari oleh novel tahun 1939 karya Dalton Trumbo, Johnny Got His Gun. ‘One’ ditulis dari sudut pandang seorang prajurit WWI (World War I) yang terluka hingga empat kali diamputasi, memperhitungkan penderitaannya ketika terperangkap di dalam tubuhnya sendiri yang perlahan-lahan sekarat. Inilah lagu pertama yang pertama kali memiliki video musik yang ditayangkan MTV. Lagu inilah yang mengantarkan Metallica masuk nominasi Grammy Awards 1989. Meski tidak menang gara-gara Jethro Tull, Metallica tampil di panggung Grammy membawakan lagu ini. ‘One’ memang lagu semi balada yang sempurna. Sangat ikonik dan memorable dari awal hingga akhir yang penuh serangan thrash metal. Pada bagian vokal galak: “Darkness imprisoning me, All that I see, Absolute horror, I cannot live, I cannot die, Trapped in myself, Body my holding cell, Landmine has taken my sight, Taken my speech, Taken my hearing, Taken my arms, Taken my legs, Taken my soul, Left me with life in hell” dengan gemuruh dobel pedal bass dram dan thrashy riff yang sangat banger benar-benar menginterpretasikan suara dentuman bom dan rentetan senjata bertubi-tubi saat perang sebelum akhirnya muncul solo gitar dahsyat dengan ritem megah dan membuat semuanya bernuansa kacau yang sangat epik.

2. CREEPING DEATH (Ride The Lightning, 1984)

‘Creeping Death’ merupakan karya terbesar awal kiprah Metallica. Terinspirasi dari film The Ten Commandments dan visi The Book of Exodus tentang Malaikat Maut yang mengunjungi anak sulung Firaun. Lagu monolitik ini masih bergema dengan kekuatan yang sama 36 tahun kemudian, menampilkan segala sesuatu yang membuat Metallica hebat. Lagu-lagu Metallica selanjutnya mungkin diperluas dari “template epik” lagu ini. Selain menjadi moshpit anthem, daya magisnya gila banget sih, apalagi pada saat bagian “Die Die Die!”.

1. MASTER OF PUPPETS (Master Of Puppets, 1986)

Lagu ‘Master of Puppets’ adalah lagu heavy metal, lebih spesifiknya, lagu thrash metal paling sempurna di muka bumi ini. Lagu metal terbaik yang pernah diciptakan oleh manusia. Durasi panjang 8 menit 35 menit yang ultra mega epik. Berat, cadas, gagah, melodius, galak, total banger, anthemic, infeksius, apa lagi? Semua yang kamu butuhkan dari sebuah lagu metal ada di sini! Inilah mahakarya terbaik Metallica dari yang terbaik. Liriknya pun memiliki bobot kecerdasan yang sama dengan komposisi musiknya. Memorable as fuck sekaligus metal as fuck, period.

Jokowi dan Metallica

Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen saat memberikan box set vinyl Metallica kepada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. (Foto: Antara Foto/Rossa Panggabean/via Reuters).

Pilihan saya sama dengan Pak Jokowi. Lihat saja apa yang diberikan oleh Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen sebagai hadiah “oleh-oleh” kepada Presiden kita ini saat kunjungan kenegaraannya di Istana Bogor pada 28 November 2017. Yup, box set vinyl Metallica Master Of Puppets limited edition yang asli ditandatangani oleh seluruh personil Metallica. Ingin sekali rasanya saya bisa kongkow santai bareng beliau sambil membahas album favorit kita ini.

Pak Jokowi menebus box set tersebut senilai Rp 11 juta (US$ 808 dengan kurs saat itu) kepada lembaga KPK untuk menghindari gratifikasi setelah sebelumnya menerima bass gitar dari Robert Trujillo saat Metallica konser di Jakarta pada 2013 lalu yang kemudian disita oleh KPK.

Seperti yang kamu tahu, dramer Lars Urlich adalah salah satu putra terbaik kelahiran Denmark yang hijrah ke Amerika Serikat (AS) pada usia 16 tahun. Maka, Metallica adalah bagian dari aset Denmark walau pionir thrash metal ini lahir di Bay Area, San Fransisco, AS.

Album Master of Puppets yang bersertifikasi platinum rilisan tahun 1986 tersebut dianggap sebagai salah satu karya terbesar Metallica, dan pada 2016 menjadi album heavy metal pertama yang dipilih untuk disimpan oleh Perpustakaan Kongres AS. Album ini berada di peringkat No. 63 dari daftar 100 album terhebat sepanjang masa di majalah TIME.

Sekali lagi, METAL UP YERS ASS! \m/

Penulis, Kurator & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Jokowi PP 56-2021

    Jokowi Teken PP Baru: Putar Lagu Di Tempat Umum Wajib Bayar Royalti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan royalti hak cipta lagu dan musik. Dengan PP bernomor 56/2021 bisa memberikan

    on Apr 7, 2021
    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Sang Juara Thrash

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

    Akhirnya setelah Babak Final Megadeth Vs Metallica kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional. Untuk mengumumkan Sang Juara

    on Apr 4, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021