×
×

Search in Mata Mata Musik

16 Band yang Memulai Karier Lewat MySpace

Source: Loud Wire

MySpace, pernah jadi kotak harta karun untuk band-band keren. Terima kasih, Tom! 

Oleh: Katy Irizarry (Loudwire)

Beberapa waktu sebelum kemunculan Facebook dan Spotify, namun setelah kematian Napster dan jaringan berbagi peer-to-peer, konsumsi musik digital dan media sosial didominasi oleh situs kecil bernama MySpace. Ada “buletin” ketimbang status, “Tom” adalah Mark Zuckerberg yang asli, ada fitur “Top 8” yang memungkinkan pengguna untuk memprioritaskan daftar teman mereka, dan kebanyakan selfie diambil dan diunggah dari Sidekick seseorang.

Yang lebih penting, ada banyak musik bawah tanah yang bisa ditemukan hanya dengan satu klik saja. Bahkan, para pengguna bisa menambahkan pemutar musik ke halaman mereka, yang bakal otomatis bisa dimainkan saat seseorang mengunjungi profil mereka. Fitur ini memberikan band sarana pemasaran yang gratis dan viral karena mereka yang ada di “scene” tersebut akan tersebar dan membagikan band favorit mereka seperti berbagi ganja di sebuah pesta.

Untuk sebagian besar, band-band yang menemukan keberhasilan besar melalui platform media sosial berada di genre deathcore, metalcore, screamo dan emo. Terlepas dari perbedaan dalam musik, mereka dengan cepat jatuh ke bawah label “myspace-core” atau “scene-core,” yang digunakan untuk menggambarkan kebanyakan band yang mendulang kesuksesan di antara “anak-anak sceneMySpace. Band-band ini menarik bagi pengunjung Warped Tour dan Mayhem Fest. Merchandise mereka habis terjual di Hot Topic, dan kemungkinan, kamu juga pernah menyukai beberapa itemnya, bahkan kalau kamu tidak mau mengakuinya.

Sampai hari ini, sebagian besar hard hitter MySpace adalah musisi yang sangat dihormati. Meskipun mereka mungkin telah menyingkirkan combover emo dan eyeliner berlebihan, mereka masih mengeluarkan musik yang berkualitas dan masih memiliki fanbase yang fanatik. Daftar ini didedikasikan kepada band-band yang memulai karier mereka lewat MySpace. Lihat daftarnya dan nikmati napak tilasnya!

Attack Attack!

Di tahun 2007, beberapa teman satu sekolah datang ke studio untuk merekam beberapa lagu. Tanpa label yang mendukung mereka, mereka melakukan apa yang dilakukan semua pendatang baru lainnya di masa itu dan merilis lagu-lagu mereka di MySpace. Mereka langsung terkenal dan menarik perhatian manajer Eric Rushing dari The Artery Foundation. Rushing mengontrak band ini untuk menjadi bagian Rise Records di tahun berikutnya di mana lagu demo mereka dipoles lagi untuk dirilis sebagai EP pertama band ini, If Guns Are Outlawed, Can We Use Swords? Tak lama setelah peluncuran tersebut, mereka merilis album penuh pertama mereka, Someday Came Suddenly, yang berisi lagu yang berjudul, “What Happens If I Can’t Check My Myspace When We Get There?”

The Black Dahlia Murder

Beberapa waktu di awal tahun 2000-an, CEO Metal Blade Records, Brian Slagel, sedang menelusuri MySpace di mana dia menemukan The Black Dahlia Murder. Setelah menyadari bahwa band ini terus muncul karena kesamaan genrenya dengan banyak band-band di bawah naungan Metal Blade, dia memutuskan untuk mendengarkan karya mereka. Dia sangat terkesan sampai-sampai untuk pertama kalinya dan mungkin hanya satu kalinya dalam sejarah Metal Blade Records, Slagel mengirimkan pesan kepada band ini melalui MySpace. Rupanya, mereka baru saja akan menandatangani kontrak dengan label yang lebih kecil, namun begitu mereka mengetahui minat Slagel, mereka mempertimbangkan kembali keputusan mereka dan justru meneken kontrak dengan MB.

Black Veil Brides

Saat Black Veil Brides merilis album debut mereka di 2010, mereka menjual lebih dari 10.000 kopi di minggu pertama, yang bukan merupakan hal yang biasa untuk band alternative dari masa itu. Kesuksesan ini kemungkinan besar terjadi karena kehadiran hardcore mereka di MySpace, di mana vokalis Andy Biersack menjadi anak poster dengan rambut dan riasan wajah “scene” yang sempurna. Mereka diputar sekitar 10.000 kali setiap harinya dan bahkan menempati posisi ke-9 di kategori “Metal” di Top Music Charts MySpace. Sampai saat ini, fanbase mereka tetap sama kuatnya. Sampai tanggal penulisan artikel ini, BVB memuncak di Spotify dengan 61,6 JUTA hit di lagu, “In The End.” Wow.

Bring Me the Horizon

Saat saya menulis daftar ini, saya menyadari kalau 2010 secara mengejutkan menjadi tahun yang sangat integral khususnya terkait tren musik MySpace. Tanpa terkecuali Bring Me the Horizon, yang hadir sebagai Band Paling Populer di Myspace pada tahun itu. Bahkan, mereka mampu mempertahankan titel sebagai salah satu dari ‘Top 100 List of Most Played Bands’ MySpace. Seperti BFMV, mereka juga menggunakan platform media sosial sebagai sarana merilis musik dan juga berpartisipasi dalam serial acara rahasia MySpace.

Bullet for My Valentine

Kemungkinan, kalau speaker-mu menyala saat kamu mengklik halaman “scene kid” MySpace di 2005, kamu disambut dengan suara gitar yang membuka lagu “Tears Don’t Fall.” Hingga saat ini, lagu dari album debut mereka, The Poison, ini masih menjadi lagu terpopuler mereka, yang telah 112 juta kali di-streaming di Spotify. Tidak diragukan lagi kalau MySpace lah yang membesarkan single tersebut. Band ini dengan cepat memanfaatkan pemasaran gratis dan mudah yang ditawarkan platform media sosial kuno ini. Mereka tidak hanya menggunakan MySpace untuk streaming cuplikan album lanjutan The Poison, Scream Aim Fire, namun kemudian juga menampilkan “MySpace Secret Show” di London pada tahun 2010.

Carnifex

Dalam wawancara dengan Louder Sound, ketua Carnifex Scott Lewis berceloteh tentang zaman MySpace dan bagaimana platform tersebut tidak hanya membantu band-band seperti Carnifex, Suicide Silence dan Whitechapel, tetapi juga bagaimana band-band tersebut telah berkembang atau berubah secara signifikan sejak masa-masa itu. Lewis menjelaskan, “Kami semua berusia 20 tahun saat kami menulis album-album pertama itu, anak berusia 20 tahun di MySpace, jadi kalau memikirkan album itu tidak akan berkembang dan kalau kami tidak akan menjadi musisi yang lebih baik, itu tidak masuk akal. Kami menyukai hal yang sama saat kami masih 20 tahun tapi kami semua sudah tumbuh dengan cara kami sendiri.”

The Devil Wears Prada

Pada saat The Devil Wears Prada menandatangani kontrak dengan Rise Records, mereka telah mengumpulkan cukup banyak following berkat kehadiran mereka di MySpace dan layanan streaming musik Pure Volume. Saat ditanya oleh All Schools di Denmark tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan band ini untuk mengumpulkan 150.000+ pengikut, vokalis Mike Hranica menjelaskan, “Sangat cepat, sebenarnya. Yang menjadi alasan utama kami dikontrak adalah karena jumlah following kami di MySpace dan Pure Volume. Sungguh menakjubkan melihat ada banyak orang yang menyukainya.” Mereka memanfaatkan popularitas ini dengan merilis single pertama dari album kedua mereka melalui halaman MySpace mereka.

From First To Last

MySpace menguntungkan bagi From First to Last dengan beberapa cara yang berbeda. Mereka tidak hanya menggunakan jaringan ini untuk menemukan gitaris/penyanyi Sonny Moore, tapi mereka juga mengunggah demo dan EP mereka ke layanan ini, yang membantu menarik perhatian banyak scenester MySpace. Akhirnya. Moore meninggalkan band ini untuk menekuni proyek EDM-nya. Kamu kini mengenalnya sebagai Skrillex.

Ghost

Kalau MySpace-mu punya band-band seperti Blue Oyster Cult atau Pentagram dalam daftar favoritmu, kamu mungkin pernah menerima pesan misterius di bulan Maret 2010. Pesan tersebut memberitahumu bahwa band bernama Ghost baru saja mengunggah musik baru. Bahkan, band ini telah mengunggah demo untuk album mereka yang kini melegenda, Opus Eponymous. Dalam 48 jam setelah mengunggah album tersebut, halaman band ini dengan cepat dibanjiri pujian dari ribuan pengguna MySpace, yang bisa dibilang sangat mengesankan mengingat MySpace mulai sepi saat itu. Saat Opus resmi dirilis, Ghost sudah punya fanbase fanatik berkat MySpace.

Hollywood Undead

Di tahun 2005, Aron Erlichman (Deuce), Jorel Decker (J-Dog), dan Jeff Phillips (Shady Jeff) menulis lagu bersama dan memutuskan untuk merilisnya via MySpace. Lagu itu disambut baik sehingga band ini menambahkan personil baru ke dalam band mereka, mulai menulis musik baru, dan menyebut diri mereka sebagai Hollywood Undead. Kehadiran mereka di MySpace begitu menonjol sehingga menyebabkan rumor bahwa band ini berada di bawah MySpace Records, namun meninggalkan label ini karena masalah penyensoran. Dalam salah satu wawancara Wikipedia: Fact or Fiction? kami, Johnny 3 Tears membantah klaim tersebut. Band ini sebenarnya tidak pernah dikontrak MySpace Records, namun pernah menghadapi masalah penyensoran dengan Interscope.

Ice Nine Kills

Rocker asal Boston, Massachusetts Ice Nine menjadi hit besar di MySpace, konsisten muncul di Top 10 MySpace dan bahkan meraih perhatian outlet pers besar seperti Alternative Press bahkan sebelum mereka punya label rekaman. Mereka menjalani tur besar bersama rekan-rekan metalcore mereka antara lain As I Lay Dying, A Day to Remember, dan Bring Me the Horizon. Di 2009, band ini meninggalkan bunyi ska/punk mereka untuk bunyi yang lebih heavy, menambahkan “Kills” ke nama mereka, dan meneken kontrak dengan Ferret Music dan Red Blue Records.

Job For a Cowboy

Seperti band-band lain yang ada di daftar ini, Job for a Cowboy hanyalah beberapa pria yang memulai band dan membagikan musik mereka ke MySpace di tahun 2004. Mereka dengan cepat memikat fanbase yang besar dan di saat mereka akhirnya merilis album pertama mereka di 2007, mereka menjual 13.000 kopi di minggu pertama dan bertengger di No. 54 di Billboard Top 200. Meskipun berganti genre di tahun-tahun berikutnya, JFAC masih dianggap sebagai salah satu band kunci dalam gerakan deathcore.

Panic! At the Disco

Seperti The Devil Wears Prada, Panic! at the Disco memanfaatkan MySpace dan Pure Volume untuk memperkenalkan demo awal mereka. Band ini memiliki tekat yang kuat dan mengirimkan musik mereka ke Pete Wentz dari Fall Out Boy, yang sangat memercayai mereka sehingga dia mengambil kesempatan dan memasukkan mereka ke label terbitan Fueled by Ramen, Decaydance Records. Setelah mendapatkan kontrak tersebut, band ini memperkuat kehadiran mereka di MySpace dan dengan cepat meledak, menjual lebih dari satu juta kopi di minggu pertama.

Protest the Hero

Protest the Hero selalu berada selangkah di depan dalam hal menggunakan web untuk pemasaran dan distribusi musik. Mereka sangat memanfaatkan MySpace untuk menyebarkan dan mempromosikan dua album pertama mereka, Kezia dan Fortress, yang sangat membantu dalam menempatkan mereka di industri musik. Seiring streaming musik terus berkembang, band ini pun turut beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di bulan Januari 2013, Protest the Hero meluncurkan kampanye Indiegogo untuk crowdfund album keempat mereka, Volition. Kampanye mereka sukses besar dan album mereka dirilis 10 bulan kemudian. Saat mereka siap merilis Pacific Myth di 2015, mereka memutuskan untuk sepenuhnya meninggalkan distribusi fisik dan justru merilisnya secara digital via Bandcamp, yang mana para penggemar bisa membelinya melalui program berlangganan.

Suicide Silence

Suicide Silence adalah band lainnya yang memulai karier sebagai sensasi MySpace. Dari dibentuk pada tahun 2002 sampai 2004, band ini memanfaatkan platform tersebut untuk merilis demo mereka, yang membantu meningkatkan jumlah following yang besar. Mereka akhirnya merilis EP studio di 2005 dan dalam waktu setahun, mereka dikontrak oleh Century Media Records. Saat mereka merilis album pertama, The Cleansing, album tersebut berhasil menembus posisi No. 94 di Billboard Top 200, dan terjual lebih dari 7.000 kopi fisik di minggu pertamanya.

Whitechapel

Di bulan Maret 2006, beberapa bocah dari Knoxville, Tennessee mengunggah enam lagu demo ke MySpace. Mereka mungkin hanya pernah memimpikan kesuksesan besar yang mengikuti. Hanya berselang delapan bulan kemudian, Whitechapel tidak hanya mengesankan ribuan pengguna MySpace, tetapi juga menarik perhatian Siege dari Amida Records. Mereka akhirnya menandatangani kontrak di Eropa dengan distribusi di AS melalui Candlelight Records dan album debut mereka, The Somatic Defilement, dirilis di musim panas berikutnya. Pada bulan Oktober 2007, kurang dari setahun setelah mereka bergabung dengan Amida, mereka pindah ke Metal Blade Records, di mana mereka bernaung hingga sekarang.

Keterangan foto utama: The Black Dahlia Murder. (Foto: Google Images)

Posted on November 6, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter