×
×

Search in Mata Mata Musik

Review Album Comeback EXO, Don’t Mess Up My Tempo

Source: Pop Crush

Oleh Emlyn Travis (Pop Crush)

Dirilis pada 2 November lalu, Don’t Mess Up My Tempo menjadi album studio kelima EXO dan berisi single comeback, “Tempo,” yang dirilis dalam Bahasa Korea dan Mandarin. Dalam waktu satu bulan saja, album ini berhasil meraup lebih dari 1,1 juta pre-order, menjadikannya sebagai album kelima EXO yang terjual lebih dari satu juta kopi dan memberikan EXO titel “penjual lima juta kali.” Album ini juga menandai kembalinya Lay ke grup ini—dia hadir di video musik “Tempo” dalam versi Bahasa Korea dan Mandarin, namun vokalnya hanya ada di versi Bahasa Mandarin lagu ini.

Sudah hampir setahun sejak grup ini merilis karya terakhirnya dalam Bahasa Korea, Universe, tapi itu bukan berarti EXO tidak sibuk selama ini. Tahun ini, mereka memulai debut mereka di Jepang dengan Countdown, serta menyelesaikan tur dunia keempat mereka, ‘EXO Planet #4 – The EℓyXiOn’. Dalam setahun ini, para personil memamerkan talenta mereka lainnya: Baekhyun, Chen dan Xiumin merilis dua album sebagai sub-unit EXO, EXO-CBX; Chanyeol mengguncang dunia fesyen dan menulis lagu; Lay merilis album solo ketiganya, NAMANANA; dan Kai, D.O., Sehun, dan Suho berakting di beberapa acara drama, film, produksi panggung. Kini, semuanya akhirnya kembali bersama dan membuktikan ke dunia kalau mereka masih berada di puncak kejayaan mereka dengan Don’t Mess Up My Tempo, sebuah album yang menjelajahi berbagai genre musik namun tetap mempertahankan rasa keagungan dan kehalusan yang menjadi citra EXO.

Dimulai dengan riff synth yang naik turun dan vokal Chen yang merdu, “Tempo” adalah campuran hip-hop dan dance yang membuat para pendengarnya ingin terus berjoget di setiap iramanya. Secara lirik, lagu ini mengisahkan cinta yang langka antara dua orang yang terhuyung ke jurang percintaan, namun belum secara resmi menyatakan perasaan mereka ke satu sama lain. Lagu ini menampilkan produksi yang liar yang dengan mulus memadukan chorus dobel ke dalam verse lambat dengan nada yang drop, yang membuat para pendengarnya bertanya-tanya ke mana EXO akan membawa mereka selanjutnya. Tetapi, kejutan terbesarnya terletak di bridge akapelanya, yang menempatkan vokal segar Suho di bagian depan yang didukung oleh harmonisasi dari personil lainnya. Asyik dari awal sampai akhir, “Tempo” adalah single comeback yang sama segar dan uniknya seperti EXO sendiri.

Dengan gaya khas EXO yang sejatinya, video musik “Tempo” adalah video yang indah namun penuh rahasia, dengan Baekhyun sebagai kunci untuk memahami maknanya. Video ini dimulai dengan satu orang personil mengendarai sepeda motor dan menyemburkan debu ke udara sebelum adegan beralih ke koreografi yang menarik. Para personil kemudian terjebak di labirin lain yang mirip dengan labirin di video “Overdose” maupun “Lucky One.” Dengan merakit sebuah teka-teki, mereka bisa bebas dan mulai kabur, tetapi Baekhyun memutuskan untuk kembali. Tidak ada yang tahu apakah dia pengendara motor bertopeng di awal video yang kembali untuk menyelamatkan EXO, ataukah hanya terlalu penasaran dengan apa yang ada di dalam labirin itu, namun yang pasti video “Tempo” bakal memunculkan banyak teori dari para penggemar dengan alur cerita yang menarik dan menyimpan banyak kemungkinan itu.

Diproduksi dan disusun  oleh LDN Noise, intro retro dari lagu “Gravity” mengingatkan kita dengan karya sebelumnya “Power,” sebelum melompat ke bunyi electro-pop yang menyeimbangkan refrain funky dengan lirik yang sedih. Lagu ini adalah satu dari dua lagu di Don’t Mess Up My Tempo yang liriknya turut ditulis oleh Chanyeol, dan menggambarkan para personil yang tidak mampu menerima perpisahan yang menyakitkan, dan menyatakan bahwa ke mana pun kekasih mereka pergi, hati mereka akan terus mengikutinya seperti gravitasi. “You said I was your future, am I now just your past?” ratap para personil. “You said you loved only me / That your heart would forever stay by my side / So I gave you everything and then now you are leaving me?” Nada suara Baekhyun, Chen, dan D.O. yang lembut di chorus lagu ini dengan sempurna mewakili perasaan patah hati, menjadikan “Gravity” sebagai lagu wajib buat orang yang baru putus cinta.

Siulan halus membuka “24/7,” sebuah lagu yang, berkat vokal lembut dan synth gemerlapnya, terasa ditakdirkan untuk diputar di larut malam. Terlepas dari falsetto manis para personil, lirik lagu ini menggambarkan perasaan memilukan karena mencintai seseorang sepenuh hati meskipun mereka memperlakukanmu dengan kejam. Sehun dan Chanyeol mencuri perhatian dengan kemampuan rap mereka, yang menambahkan dimensi unik ke lagu dreamy ini. “You know everyone tells you you’re too cold, thinking you’re too good for everyone else,” nyanyi Chanyeol. “You know it’s not nice, so you want to fix it,” tambah Sehun. “You’re not cold, you’re just bad to me.”

Lagu-lagu R&B seperti “Bad Dream” adalah lahan yang sempurna untuk EXO, yang tidak hanya berkesempatan memamerkan keragaman vokal mereka, tetapi juga memukau siapa pun dengan harmoni yang bikin merinding. Lagu ini dibuka dengan riff gitar dan dentuman drum halus yang mengatur suasana sebelum berubah menjadi power ballad yang berirama dan penuh bunyi synth. Maksud di balik lagu “Bad Dream” mudah dipahami setelah membaca judulnya dalam Bahasa Korea: “후폭풍” yang secara harfiah berarti ledakan kedua dalam ledakan nuklir, tetapi biasanya digunakan sebagai cara untuk menjelaskan kebingungan yang disebabkan oleh pesan dari sang mantan beberapa bulan pasca mengakhiri hubungan, setelah mereka menyadari telah membuat kesalahan dan sangat ingin kembali bersama. Dalam hal EXO, kesadaran ini menyambangi mereka dalam bentuk mimpi buruk, namun alih-alih menghancurkan ponsel mereka, mereka menderita karena memahami kalau orang yang dicintainya telah pindah ke lain hati. “I said goodbye thinking that was the only choice / Putting an end to it, someone please just stop me back then,” nyanyi D.O. dengan tegas. “Even if I say that wasn’t how I really felt, your heart is probably all closed off now.”

Setiap lagu di Don’t Mess Up My Tempo bereksperimen dengan genre baru, menanamkan perasaan baru dalam diri pendengarnya. “Ooh La La La” membawa obor yang diwariskan oleh boyband lainnya Super Junior dan NCT 127 dengan sentuhan Latin yang halus. Dengan lirik dan komposisi dari Chanyeol, “With You” menjadi lagu cinta yang bersemangat yang didedikasikan untuk EXO-L, meminta mereka berjanji untuk tetap mendukung grup ini bahkan ketika api ketenaran padam. Lagu pop urban “Oasis” menggarisbawahi tekad EXO untuk terus maju bersama, tak peduli rintangan yang menghambat: “Past the red desert we find an oasis,” para personil bernyanyi bersama. “And we go even further, on this road with a long way to go / Runnin’, I’m runnin’, chasing the sun.”

Don’t Mess Up My Tempo penuh dengan lagu-lagu pop canggih yang luar biasa yang menunjukkan tekad kuat EXO untuk sukses yang tak bisa dipadamkan. Baik itu lagu pop berbahasa Latin ataupun lagu electro-pop, mereka menyerap inti dari musik itu dan dengan lihai mengadaptasinya menjadi musik mereka sendiri. Mereka terus tumbuh tidak hanya sebagai satu grup, tetapi juga dari sisi musik; setiap lagu di album ini mengandung kejutan yang mendorong batas-batas musik pop konvensional. Dengan pengalaman selama tujuh tahun, mereka terus membuka jalan untuk masa depan K-pop dengan kecerdikan yang alami, harmoni yang berkilau, rap yang tangguh, dan koreografi yang tidak biasa. Asal jangan mengacaukan tempo mereka, ya.

Posted on November 6, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Bipolar – Monkey To Millionaire

Warna lama yang manis dalam ‘tujuh dosa’ milik Monkey To Millionaire. Oleh: FEK. Beberapa tahun terakhir mereka memang agak jarang tampil secara live

on Feb 17, 2019
Keterangan: Sampul album Hourglass milik Niskala.

Hourglass - Niskala

Penggambaran putus asa dan harapan yang dibuat dengan indah secara abstrak oleh Niskala. Oleh: FEK.  Lagi-lagi Yogyakarta mengeluarkan musisi berbak

on Feb 11, 2019
Album Terbaru EXO Raih Sertifikat Platinum-1

Album Terbaru EXO Raih Sertifikat Platinum!

Love Shot, album EXO yang dikemas ulang, dirilis pada 13 Desember lalu. Oleh: E. Cha (Soompi) Album terbaru EXO resmi mendapat gelar Platinum! Tahun l

on Feb 9, 2019
Sejumlah Artis KPOP Dominasi Tangga Lagu Dunia!

Sejumlah Artis KPOP Dominasi Tangga Lagu Dunia!

BTS menguasai dengan total empat album di posisi 10 besar Oleh J. K (Soompi) BTS terus menempati tiga posisi teratas di daftar World Albums Billboard, s

on Jan 30, 2019