×
×

Search in Mata Mata Musik

So Sad So Sexy – Lykke Li

Source:

Sumber: https://pitchfork.com/reviews/albums/lykke-li-so-sad-so-sexy/

Posted on June 13, 2018

Dengan hook khas musik festival dan produksi yang terinspirasi dari trap, Lykke Li kembali menyajikan album tentang percintaan yang terurai dan seksualitas yang gelisah di saat-saat akhir dengan hasil yang menurun

Oleh Stacey Anderson (Pitchfork)

Setiap lagu di album terakhir Lykke Li, I Never Learn, adalah lagu yang berapi-api dengan proporsi yang berlimpah, yang menggambarkan suara hati sang penyanyi yang hancur total dengan produksi besar yang penuh kontemplasi. Di so sad so sexy, dia segera memadamkan api tersebut. “If you like the feeling of a hard rain falling,” nyanyinya di lagu pembuka dengan staccato yang halus dan menurun, “I have a seaful/I can give you an ocean.” Harapan muncul kembali di dunia yang diperbarui ini, tapi harapan itu tidaklah hangat; suara ringan Li berubah menjadi kepingan metalik di lagu tersebut, disulam menjadi harmoni yang dingin yang diiringi irama trap-pop otomatis yang diproduksi oleh Rostam. Ini adalah balutan yang gelap untuk sekilas janji, yang mencerminkan momen yang sulit pasca-patah hati, ketika kita menegaskan kekayaan kita, yang kita bawa bahkan dengan kepala tertunduk. Namun juga ada kekejaman di sini: Li menginginkan cinta yang terasa derasnya, tapi tidakkah berbahaya mencoba membanjiri ruang kosong tersebut pada orang lain?

Banyak dari bakat-bakat Li, termasuk kerinduan khasnya yang putus asa, diperlihatkan di so sad so sexy. Hook-nya masih besar dan siap ditampilkan di panggung festival dengan lebih banyak warna pop yang muram. Dalam rentang empat tahun sejak perilisan I Never Learn sampai album baru ini, penyanyi asal Swedia tersebut telah kehilangan ibunya dan menjadi  seorang ibu. Tapi sebagaimana diisyaratkan judul so sad so sexy, album ini sangat terfokus. Ini adalah album lain tentang percintaan yang terurai dan seksualitas yang gelisah di saat-saat terakhirnya. Alunan synth-nya yang murung memberikan lebih banyak kegunaan bagi label “pop yang sedih” yang telah membuntuti Li selama satu dekade (biarpun gagasan bahwa bintang pop perempuan yang memiliki perasaan besar mungkin dipandang reduktif dan seksis). so sad so sexy mungkin terdengar seperti tagline dari versi reboot film Zoolander yang berani, tapi album ini sepenuhnya sesuai dengan keseriusan diri yang selalu ditunjukkan Li; album ini adalah pendirian yang layak dan bahkan terkesan kuno yang seharusnya tidak mencampuri gairah dengan ironi ataupun penghinaan diri. Namun meskipun begitu, Li memangkas sosok yang apa adanya untuk sosok penyanyi pop.

Irama trap menceritakan kondisi terkini rasa sakit hati Li di sepanjang so sad. Jeff Bhasker, mantan produser Kanye dan Rihanna (dan juga teman hidup Li dan ayah dari anaknya), terlihat terlalu memaksa di lagu-lagu yang ia produksi bersama. Terutama di lagu “deep end” yang memotong banyak gema vokal Li yang banyak digunakan sehingga baris-baris seperti, “I’m in it, swimming in it/I wasn’t gonna love you, now I’m so fucking deep” seolah dibawakan dengan mengangkat bahu, dan bukan dengan tangisan. Alunan piano dan hi-hat menumpuk di lagu balada kesepian “two nights” sebelum berpindah ke bagian rapper Aminé dengan verse seperti karya Dr. Seuss yang membingungkan (“I’m never bummy or scummy/You’re paranoid like a bunny,” bantahnya tanpa daya). Trap, juga, tampaknya mendorong impuls yang tidak dapat dijelaskan dari dalam diri Li; di lagu “jaguars in the air,” dia tidak menjelaskan visual yang aneh ini selain pelarian yang terselubung: “Vacation forever, baby/I know we gon’ make it someday,” nyanyinya sebelum mengulangi judul lagu tanpa lelah walaupun hampir tidak ada dampaknya.

Semua bunyi ‘808 bass’ mengalasi suara Li,  namun sayangnya itu menjadi alas yang membosankan. Bunyi tersebut membumbui hampir setiap lagu, dan menjadi lebih keras ketika liriknya berpindah dari intuitif ke luas ke klise. Li tentunya menarik diri dari kenangan buruk untuk menyanyikan bahwa breakup sex itu “so sad, so sexy”—bukan suatu kebohongan, tapi juga bukan bacaan yang sangat mendalam. Dia pernah jauh lebih vulgar sebelumnya, seperti di album keduanya pada tahun 2011, Wounded Rhymes, yang menawarkan drama dalam penyampaian adegan intim yang mempesona. Di sini, dia memiliki beberapa momen renungan yang serupa, tetapi lebih banyak baris terasa glossy dan tidak berbentuk sehingga lebih mirip sebuah parodi. “Baby don’t you cry/Sex money feelings die/Ladies on my right/Sex money feelings die,” nyanyinya di lagu “sex money feelings die,” versi gothic yang kelam dari lagu Lorde “Homemade Dynamite.” Kamu tidak bisa membantah kebenaran dari menjadi “better alone than lonely here with you,” tapi hanya ada sedikit kebenaran dalam penulisan lagu di sini yang bisa mengangkatnya ke atas sentimen yang lelah.

Sisi lain dari patah hati yang universal, yang Li ketahui—sebagaimana rasa sakit ini terus membuntuti kariernya—adalah bahwa rasa sakit pribadi dapat dipandang sebagai sesuatu yang generik. Di so sad, rasa traumanya terlalu sering diredam oleh abstraksi dan ketidakjelasan. Li jelas adalah seorang artis dengan gairah yang menggebu—meski telah mengeluarkan empat album, dia masih mencari lautan cinta sebelum dia meraih jaket pelampung. Tapi dengan mengalami emosi yang sama lagi dan lagi, upayanya mulai kehilangan pengaruhnya.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Mark Ronson & YEBBA Kolaborasi di “Don’t Leave Me Lonely”

Mark Ronson & YEBBA Kolaborasi di “Don’t Leave Me Lonely”

Lagu ini akan muncul di LP kelima Ronson yang akan datang, Late Night Feelings. Mark Ronson dan penyanyi yang sedang naik daun, YEBBA menghadirkan lagu hit

on May 20, 2019
Mark Ronson Gandeng Lykke Li di “Late Night Feelings”

Mark Ronson Gandeng Lykke Li di “Late Night Feelings”

Bersamaan dengan perilisan single barunya ini, Mark Ronson juga mengumumkan album studio kelimanya dengan judul yang sama. Artis dan produser Mark Ronson m

on Apr 15, 2019
Keterangan Foto Utama: Saturday Night Karaoke (kredit foto: @kibogergaji via @saturdaynightkaraokeblah Instagram account)

Saturday Night Karaoke gelar Promo Tur ke Jepang

Dalam rangka promo album Professional Goofballs yang dirilis di 3 negara Unit pop-punk Saturday Night Karaoke akan menggelar sebuah promo tur ke Jepang,

on Apr 11, 2019
Keterangan Foto Utama: Tulus Monokrom (kredit foto: Yose Riandi)

Tulus Rilis Album Live dari Konser Monokromnya

Selain album live, Tulus juga akan segera merilis rekaman video keseluruhan konser Monokrom Masih terasa hangat dan meriahnya suasana Konser Monokrom TULUS

on Apr 9, 2019