×
×

Search in Mata Mata Musik

Unknown Mortal Orchestra – Sex & Food

Psikedelik bukan hanya soal berkelana menyelami alam bawah sadar atau ledakan warna dan pola yang hanya bisa dilihat oleh isi kepala. Kadang ia hanya sesederhana perasaan atau kolase pikiran saat kamu sedang melamun sambil menatap langit melalui jendela bus.

Oleh: Mudours. 

Perasaan-perasaan itulah yang sepertinya coba diekspresikan oleh Ruban Nielson di album keempat Unknown Mortal Orchestra yang bertajuk Sex & Food ini.

Konsistensi yang diusung musisi asal Selandia Baru ini memang patut mendapat tepukan pundak. Dalam kurun waktu kurang lebih 8 tahun berkiprah dan 3 full album yang dirilis, benang merahnya selalu gamblang terdengar; potongan irama khas dan suara gitar mentah lagi renyah didukung riff nan terampil yang kadang serempak dengan vokal falseto yang begitu soulful—kamu bahkan bisa mendengar Prince hidup kembali di lagu ‘‘The Internet of Love (That Way)’’

Baca Juga: Love Me/Love Me Not – HONNE

Namun di balik karakternya yang kuat, Ruban tetap mencoba menjelajahi tiap sudut dimensi psikedelik miliknya. Seperti usaha untuk mengemulasi John Mayer di track ‘‘Hunnybee’’, atau gaya bernyanyi ala biduan R&B wanita era 2000-an pada lagu ‘‘Not In Love We’re Just High’’. Semua itu seolah ia lakukan dengan komikal. Sex & Food jelas bukan sebuah album bad trip atau ledakan euforia saat kamu halu. Ini adalah album terapeutik yang bisa memijatmu hingga berkata, “Ah, yes. That’s the spot.” Seperti yang tersaji di lagu ‘‘Everyone Acts Crazy Nowadays’’ di mana potongan mojo dari semua musik yang kamu suka seolah dirangkai rapi dengan notasi bertingkat seperti roti lapis.

Album ini dirilis pada April 2018 melalui label Jagjaguwar (Bon Iver, Dinosaur Jr, Moses Sumney) dan direkam di berbagai kota di penjuru dunia, mulai dari Hanoi hingga Reykjavík—menjelaskan mengapa Sex & Foods begitu kaya akan inspirasi. Pada Juli 2018, BBC Radio pun memasukkan album ini ke dalam daftar album terbaik 2018.

Verdict: 7.5/10.
Siapa pun kamu‒entah itu penganut psikedelik 60-an atau umat nabi Wayne Coyne‒ini adalah album untuk kalian semua. Praktisnya, bahkan kamu tidak perlu substansi bantuan untuk bisa merasakan sensasinya karena materinya yang sangat eklektik. 

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Bipolar – Monkey To Millionaire

Warna lama yang manis dalam ‘tujuh dosa’ milik Monkey To Millionaire. Oleh: FEK. Beberapa tahun terakhir mereka memang agak jarang tampil secara live

on Feb 17, 2019
Keterangan: Sampul album Hourglass milik Niskala.

Hourglass - Niskala

Penggambaran putus asa dan harapan yang dibuat dengan indah secara abstrak oleh Niskala. Oleh: FEK.  Lagi-lagi Yogyakarta mengeluarkan musisi berbak

on Feb 11, 2019
#MMMReviewAlbum: O.M - Mooner

O.M - Mooner

Rekti selalu diidentikan dengan The SIGIT, serta Absar yang juga menjadi bagian The SIGIT, mungkin membuat orang berpikir bahwa Mooner dan The SIGIT adalah sam

on Jan 20, 2019

Twenty - Taking Back Sunday

Album kompilasi berisi 19 lagu lama dan 2 lagu baru terlahir dalam rangka merayakan ulang tahun ke-20 band asal New York ini. Oleh: Tom Dumarey (Punk Rock T

on Jan 15, 2019