×
×

Search in Mata Mata Musik

Walk The Talk – Ben Pamungkas

Pam menghias musiknya dengan sangat baik dan jelas membuatnya tidak bisa diremehkan.

Oleh: Mudours.

Talenta muda lokal yang sedang hangat dibicarakan di berbagai pergaulan lintas media sosial. Pamungkas atau akrab disapa Pam (sok akrab, hhe) muncul ke panggung musik Indonesia hampir tanpa membawa pasukan. 

Walk The Talk ia konstruksi secara mandiri, bahkan hingga di sektor teknis. Fakta yang mengejutkan menilik hasil akhirnya yang mendekati kata sempurna. Album yang kaya akan bebunyian cantik dan dipoles bak hasil karya audio engineer profesional.

Pam menghias musiknya dengan sangat baik dan jelas membuatnya tidak bisa diremehkan, menyejajarkannya dengan karya elitis audio modern macam Taifun atau Senses milik Scaller.

Itu secara teknis audio, kini mari kita bahas konsepnya. Mengusung nyawa folk dengan sentuhan elektro pop, Pam sebagian besar melantunkan karya-karyanya dengan gaya baroque ala Rufus Wainwright sambil sesekali disisipi kecuekan khas Luke Pitchard dan syahdunya Ben Gibbard. Cukup dimaklumi dalam album perdana ketika seorang penyanyi berganti-ganti aksen di antara ketiganya. Untuk sebuah album pop perdana yang ingin menggaet pendengar sebanyak-banyaknya, Walk The Talk agaknya masih kurang fokus dan straightforward. Layaknya pemain bola yang terlalu banyak menggocek saat hendak mencetak gol.

Baca Juga: Nominasi Rock Hall of Fame 2019!

Total 16 tracks (termasuk 2 intro dan 1 monolog) yang diciptakan Pam hampir semuanya tanpa cela (huhuhu) namun absennya pengikat dan penyusunan daftar lagu yang apik membuat mood yang dihasilkan tidak stabil. Mungkin Pam terlalu bersemangat saat proses pembuatan album ini hingga akhirnya ia lupa dengan slogan “pack only the essentials” dan koper berlabel Walk The Talk ini pun kesulitan masuk ke bagasi telinga pemirsa.

Verdict: 8/10.
Dalam berdagang biasanya ada pragmatisme yang menahan diri untuk jadi orang yang royal. Taktik yang berguna nantinya untuk kesinambungan usaha dan mempertahankan permintaan pasar. Intinya, pelan-pelan, Pam! (Sok akrab lagi, hhe).

Mata Mata Musik's Newsletter