×
×

Search in Mata Mata Musik

Love Me/Love Me Not – HONNE

Setelah publik bertubi-tubi disuguhkan hidangan pembuka oleh duo asal London ini, akhirnya hidangan utama pun dikeluarkan dalam balutan full album bertajuk Love Me/Love Me Not.

Oleh: Mudours. 

Entah strategi apa yang sedang dipakai HONNE dalam memasarkan album barunya kali ini, yang pasti tidak dalam pakem yang biasa dilakukan musisi lainnya – Satu persatu lagu disajikan dalam rupa video lirik di kanal YouTube mereka. Mengusik rasa penasaran pendengar yang kian hari kian berkurang karena durasi fase awareness yang terlalu lama. Tapi paling tidak salah satu single mereka yang berjudul ‘‘Me & You’’ berhasil menciptakan hype saat beberapa warganet mengadopsinya menjadi video tari yang memukau jutaan pemirsa dan akhirnya menginspirasi HONNE dalam pembuatan musik video perdana untuk album ini.

Sudah cukup dengan anomali pemasaran yang mereka lakukan, yang penting Love Me/Love Me Not telah dilahirkan dengan memuat 12 lagu dan berdurasi kurang lebih 47 menit. Dibuka dengan ‘‘I Might’’ yang kental dengan nuansa trap chill ala Spazzkid, seolah menandakan bahwa mereka menyediakan materi yang lebih segar dibanding suksesornya, Warm On a Cold Night. Paling tidak itu terbukti dengan kuantitas musisi yang mereka gaet untuk bekerja sama, dari hanya membawa seorang Izzy Bizu di album pertama hingga menjadi 5 kolaborator (termasuk Tom Misch!).

Baca Juga: Unknown Mortal Orchestra – Sex & Food

Dari segi konsep, album ini tampaknya hanya meneruskan narasi Warm On a Cold Night. Jika di album pertama, Andy terdengar seperti seorang sedang mabuk cinta yang duduk di balkon kamarnya sambil menerawang menahan rindu terhadap sang terkasih, maka Love Me/Love Me Not seperti pukulan realita di pagi hari yang menyadarkan bahwa cinta tidak melulu benar-benar terjadi. Mungkin ia hanya produk dari isi kepala yang kadang manipulatif.

Tapi syukurnya HONNE bukanlah band emo atau shoegaze yang seringnya kurang bersemangat dalam menghadapi peliknya romansa. Andy tetap bernyanyi dengan penuh optimisme, sayangnya beberapa kolaborator kadang mengganggu tekad Andy untuk move on dengan warna suara mereka. Akhirnya antusiasme yang ia bangun pun merosot tajam dan album ini terdengar seperti glitch antara realita dan mimpi terindah.

Verdict: 5/10.
Pandai-pandailah dalam bergaul, cari yang bisa memberimu semangat positif. Cinta bisa dicari lagi, tapi hidupmu cuma sekali, Andy! Dan mimpi seringnya lebih indah dari realita.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

#MMMReviewAlbum: O.M - Mooner

O.M - Mooner

Rekti selalu diidentikan dengan The SIGIT, serta Absar yang juga menjadi bagian The SIGIT, mungkin membuat orang berpikir bahwa Mooner dan The SIGIT adalah sam

on Jan 20, 2019
Review Album Ruang – Tashoora

Ruang - Tashoora

Tashoora, beri rasa segar untuk industri musik Indonesia seperti orkestra yang dibuat padat oleh enam orang. Oleh: FEK. Sekitar kuartal ketiga tahun 2018

on Jan 12, 2019
Hardwell Rilis “Being Alive”!

Hardwell Rilis “Being Alive”!

Hardwell membuat pengumuman pada bulan September tahun lalu, dan sejak itu dia merilis serangkaian lagu-lagu original. Di “Being Alive,” dia berkolaborasi

on Jan 6, 2019
#MMMReview: Merakit - Yura Yunita

Merakit – Yura Yunita

Setelah empat tahun tidak merilis album, eksplorasi aransemen musik dan penulisan lirik oleh seorang Yura Yunita akhirnya terlihat di Merakit. Oleh: FEK.&nb

on Jan 4, 2019