×
×

Search in Mata Mata Musik

Industri Musik Inggris Kantongi $1,1 Miliar Berkat Streaming

Source: Forbes

Dua Lipa, George Ezra, Paloma Faith, The 1975, Stormzy, Dave dan Calvin Harris mungkin menjadi hal besar berikutnya dalam musik, berdasarkan laporan terbaru.

Oleh: Mark Beech. (Forbes)

Di saat artis-artis asal Inggris merajai tangga lagu, industri rekaman terus menaksir pendapatan dan menunjukkan artis baru mana yang patut diperhatikan. Sebelumnya, artis-artis Inggris seperti The Beatles, The Rolling Stones dan Amy Winehouse mendulang sukses AS, hampir selalu memecah rekor setelah sukses di negara asal mereka terlebih dulu.

Jadi sekarang, artis-artis seperti Dua Lipa, George Ezra, Paloma Faith, The 1975, Stormzy, Dave dan Calvin Harris mungkin menjadi hal besar berikutnya dalam musik, berdasarkan laporan terbaru. Semua artis tersebut sukses di Inggris, menurut asosiasi label rekaman BPI, seiring musik Queen yang kembali populer berkat film Bohemian Rhapsody.

Bohemian Rhapsody Penyumbang Uang Industri Musik Inggris
Joseph Mazzello, Rami Malek, Gwilym Lee, dan Ben Hardy di Bohemian Rhapsody

Pengamat industri musik di seluruh dunia memandang Inggris sebagai pasar utama. Total pendapatan perusahaan rekaman Inggris kini mencapat $1,1 miliar per tahun (865,5 juta pound dalam mata uang Inggris), menurut BPI—atau meningkat sebesar 3,1% per tahun, atau 20% selama tiga tahun. Sementara pertumbuhan tiga tahun ini adalah kemenangan beruntun terpanjang sejak tahun ’90-an, angka penjualan totalnya hanyalah 70% dari 1,2 miliar pound di 2001.

Baca Juga: 26 Maret Resmi Dinyatakan Sebagai ‘Diana Ross Day’ di LA

“Prospek untuk masa depan tetap positif, tetapi industri masih perlu menempuh jalan yang panjang untuk kembali ke masa kejayaan,” kata Geoff Taylor, Chief Executive BPI, dalam sebuah pernyataan. Dia bersikeras, “Industri rekaman musik di Inggris menunjukan pertumbuhan yang konsisten.”

Analis musik menunggu untuk melihat bagaimana rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) mempengaruhi kepercayaan konsumen dan penjualan. Penghasilan dari format fisik menurun sebanyak 22,5% di tahun lalu, menurut BPI, mencerminkan “kondisi perdagangan sulit yang dialami oleh HMV dan retailer lainnya.” Selain itu, BPI menambahkan, perbandingan finansial secara year-on-year menjadi lebih menantang karena kesuksesan global di tahun 2017 yang dipicu oleh penjualan album Ed Sheeran dan Rag’n’Bone Man.

Penghasilan label didorong oleh program berlangganan layanan streaming, seperti Spotify, Apple Music, Amazon dan Deezer, yang naik sebesar 34,9% dalam setahun yang mengisi 60% dari total pendapatan, lebih dari dua kali lipat pendapatan dari CD (20%) dan vinyl (6%).

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Pertunjukan Kedua Ed Sheeran di Hong Kong Batal!

Pertunjukan Kedua Ed Sheeran di Hong Kong Batal!

Ed Sheeran dijadwakan tampil dua kali di Hong Kong, yaitu pada 17 April dan 18 April. Namun sayangnya, pertunjukan keduanya harus dibatalkan karena badai petir

on Apr 19, 2019
bts

Ada Kejutan Lain di Map of the Soul: Persona!

Selain Halsey, BTS ternyata punya kejutan lain menanti di Map of The Soul: Persona. Baca Juga: BTS Siapkan Album Baru, Map of the Soul: Persona Mungk

on Apr 12, 2019
Ed Sheeran ‘Mampir’ Ke Konser John Mayer di Jepang

Ed Sheeran 'Mampir' Ke Konser John Mayer di Jepang

Setelah Jakarta dan Hongkong, John Mayer tampil di hadapan ribuan penggemarnya di Jepang dan suguhkan kejutan menyenangkan bernama Ed Sheeran. Rabu malam (

on Apr 11, 2019
Streaming Musik Ternyata Lebih Tidak Ramah Lingkungan

Streaming Musik Ternyata Lebih Tidak Ramah Lingkungan

Ternyata, jejak karbon dari streaming musik di Spotify, Apple Music atau platform streaming lainnya jauh lebih buruk daripada piringan hitam dan CD Oleh: Ma

on Apr 11, 2019