×
×

Search in Mata Mata Musik

Sónar Hong Kong, Festival EDM Terbesar di Hong Kong?

Source: SCMP

Edisi ketiga festival yang diadakan di Hong Kong ini menampilkan 35 musisi yang berkisar dari ‘radio-friendly’ hingga eksperimental yang mengguncang pikiran.

Festival yang digelar pada 13 April kemarin di Hong Kong Science Park ini menampilkan berbagai jenis genre elektronik, dari techno dan hip-hop hingga electronica dan future pop, dan menghadirkan artis-artis seperti John Talabot, Bonobo, Thundercat, AlunaGeorge, Anja Schneider dan Art Department.

Acara teknologi kreatif pelengkapnya, Sónar+D, menampilkan pagelaran sekumpulan pertunjukan, karya seni, talk show dan workshop yang bisa menjadi apa saja mulai dari yang langsung dapat diakses hingga konseptual yang membingungkan.

Baca Juga: Seperti Apa Album Kolaborasi Labrinth, Sia dan Diplo?

Tidak seperti beberapa festival musik elektronik lainnya yang telah go international, Sónar Hong Kong mampu menciptakan nuansa orisinal—yang, dalam kasus Sónar, adalah perayaan besar musik elektronik dan budayanya yang diadakan di Barcelona setiap bulan Juli.

Festival Sónar di Spanyol didirikan pada tahun 1994.
Festival Sónar di Spanyol didirikan pada tahun 1994. (Foto: Kitmin Lee)

Didirikan di tahun 1994 oleh jurnalis Ricard Robles bersama musisi dan artis Enric Palau dan Sergio Caballero, festival ini dimulai sebagai acara yang sederhana, yang hanya menarik sekitar 6.000 orang, tetapi kini bisa menarik lebih dari 120.000 pengunjung melalui pintu-pintu gerbangnya, dan memiliki acara satelit di lebih dari 50 kota lain.

Penyelenggaraannya di Hong Kong dimulai pada 2017, dan mendatangkan Dave Clarke, DJ Shadow dan Gilles Peterson sebagai penampil utama, sementara acara tahun lalu diramaikan oleh Squarepusher, Laurent Garnier dan The Black Madonna.

“[Di] Sónar, kami ingin menjadi pelopor dan memperkenalkan musisi-musisi ternama yang sebaliknya jarang tampil di Hong Kong, dan juga nama-nama yang banyak orang kenal dan yang menarik orang-orang,” kata Justin Sweeting, direktur musik penyelenggara festival Magnetic Asia, yang juga berada di balik Clockenflap.

“Ini adalah tempat di mana sesuatu yang mudah diakses dan sesuatu yang eksperimental dapat bertemu. Kami menghabiskan banyak waktu memikirkan apa arti keseimbangan itu dalam praktiknya,” imbuh Sweeting. “Sónar menarik orang-orang … yang tertarik dengan penemuan. Ini membantu orang-orang mengapresiasi seberapa banyak musik hebat yang ada di luar sana.”

Tahun ini slot pesta penutupan di arena indoor utama SónarClub diisi oleh DJ asal Spanyol, John Talabot, yang memainkan musik deep house yang dibubuhi suara tropis yang adem. Musiknya merupakan kontribusi menarik dari kehangatan dan spektral, yang menyelimuti tetapi penuh ruang.

Sónar bukan hanya tentang musik.
Sónar bukan hanya tentang musik.

“Dia sudah bertahun-tahun dihubungkan dengan Sónar, dan dia secara akurat menjelaskan apa sebenarnya acara ini,” kata Sweeting. “Dia belum banyak tampil di Hong Kong sebelumnya, dan ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu.”

Bintang lain yang mengambil tempat yang dengan cemerlangnya dipenuhi oleh Floating Points tahun lalu adalah Bonobo (yang juga dikenal sebagai Simon Green dari Inggris), yang, selama dua dekade, terus menciptakan downtempo soundscape yang beragam dengan menggabungkan electronica dengan jazz, musik klasik dan pengaruh global, dari musik Afrika dan India hingga Latin.

 Sónar menyeimbangkan musik dan pengalaman visual.
Sónar menyeimbangkan musik dan pengalaman visual.

Tahun ini, artis yang benar-benar mewujudkan etos Sónar adalah produser, penyanyi dan gitaris ace bass asal AS, Thundercat, penampil terakhir di arena outdoor SónarVillage.

Dengan gaya jazz-fusion-funk-soul yang beragam, dia telah berkolaborasi dengan semua orang mulai dari Flying Lotus, Erykah Badu, Childish Gambino dan Red Hot Chili Peppers hingga Ty Dolla Sign, N.E.R.D dan Travis Scott. Dia terutama memainkan peran penting dalam produksi album Kendrick Lamar di 2015, To Pimp a Butterfly.

“Dia berada di garis yang sangat rumit antara menjadi sangat teknis dan muso, dan menjadi sulit ditonton tanpa menjadi tertarik,” kata Sweeting. “Melihat dia langsung memiliki nilai lebih dari harga tiketnya.”


Pagelaran Sónar di Hong Kong dimulai pada tahun 2017, yang dihadiri oleh Dave Clarke, DJ Shadow dan Gilles Peterson sebagai penampil utama, sementara acara tahun lalu diramaikan oleh Squarepusher, Laurent Garnier dan The Black Madonna. (Foto: Chris Lusher)

AlunaGeorge mungkin adalah artis paling ‘pop’ di acara tahun ini. Duo vokalis dari Inggris, Aluna Francis dan produser George Reid menciptakan musik pop futuristik yang rindang dan hangat dengan sedikit pengaruh dari R&B, synth-pop dubstep dan garage Inggris.

“Mereka cenderung menarik audiens yang lebih muda,” jelas Sweeting. “Kami ingin melibatkan generasi yang lebih muda, dan mengubah mereka menjadi penggemar musik elektronik yang lebih luas.”

Dua nama artis legendaris underground dipercaya untuk memulai pesta di malam hari di SónarClub. Yang pertama adalah Anja Schneider, yang kurang lebih adalah ibu baptis dari techno di Berlin. Dia menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai bos label Mobilee yang banyak dicintai, di mana dia menemukan bakat-bakat seperti Solomun dan Nicole Moudaber, sebelum mundur di tahun 2017 untuk fokus ke musiknya sendiri.

Kemudian ada Art Department, yang dulunya duo tetapi sekarang hanya diisi Jonny White, pendiri label No. 19 Music, yang gayanya tetap melodis namun dengan produksi zaman dulu yang murni.

Artis internasional lainnya termasuk kolaborasi antara produser hip-hop AS, Ryan Hemsworth dan duo rap dari Jepang, Yurufuwa Gang; produser dan rapper minimal house dari Korea Selatan, Park Hye-jin; produser techno asal Britania Raya, Benjamin Damage; produser offbeat techno dari Jepang, Object Blue; dan artis alt dancehall dari Britania Raya, Gaika.

Sementara itu, untuk artis lokal dari Hong Kong, ada Marco Yu, JayMe dan Visaal, yang semuanya mengoperasikan antara musik house dan techno, serta pengubah genre seperti Youri dan Miss Yellow.

Ada program VR di Sónar+D.
Ada program VR di Sónar+D.

Sónar+D tahun ini menampilkan serangkaian pertunjukan dan pengalaman berkonsep tinggi yang memukau. Ada program virtual reality (VR), misalnya, yang menampilkan dua reimagining digital dari lingkungan nyata: Taiwan sebagai “Ghost Island” dan Hong Kong sebagai “Post-Industrial Landscape”.

“Kedua bagian VR menggunakan perangkat keras dan lunak pemindaian 3D untuk membangun lingkungan yang merupakan bidikan digital dari lanskap nyata,” ucap direktur artistik Magnetic Asia, Jay Forster. “Ini adalah hal yang hanya bisa kamu alami dengan VR.”

Di antara karya-karya seni yang dipamerkan, Narratives, karya Manolis Perrakis dan Mathis Antony (artis yang berbasis di Hong Kong), adalah koleksi kursi ‘malas’ yang bisa diduduki pengunjung sambil diputarkan pesan-pesan perbaikan diri yang dikumpulkan dari internet, yang dibuat berdasarkan pada usia, jenis kelamin, dan emosi yang ditampilkan di wajah mereka.

Sonic Garden karya artis dari Inggris, Mileece, adalah sistem yang menciptakan musik dari energi bioelektrik, yang mengubah tanaman dan manusia menjadi musik.

“Semua organisme hidup memancarkan listrik,” kata Forster. “Apa yang dilakukan Mileece adalah menghubungkan elektroda ke tumbuhan, yang peka terhadap perubahan output listrik, dengan antarmuka yang memperkuat sinyal.”

Pertunjukan audiovisual—yang tahun ini termasuk Hong Qile dari Beijing, “Nerve & pink; money” dari Hong Kong, serta Clon dan Nwrmntc dari Britania Raya—adalah komponen penting dari festival ini, tambahnya.

“Pengalaman audiovisual adalah bagian dari budaya musik elektronik; ini menyeimbangkan kembali audio dengan visual, karena audio tidak selalu mendahului visual.”

Keterangan Foto Utama: Edisi ketiga festival Sónar di Hong Kong, yang digelar Sabtu kemarin di Science Park, menghadirkan 35 musisi. (Foto via SCMP)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

7 Set EDM Menakjubkan di Akhir Pekan Pertama Coachella 2019-1

7 Set EDM Menakjubkan di Weekend Pertama Coachella 2019

Coachella dikenal selalu menyuguhkan menu luar biasa di festivalnya. Beragam genre dengan pertunjukan kelas dunia. Di akhir pekan pertama Coachella kemarin, be

on Apr 22, 2019
Woodstock 50 Lineup Announcement, New York, USA - 19 Mar 2019

Penjualan Tiket Woodstock 50 Ditunda

Pihak penyelenggara menangkis rumor pembatalan festival. Penjualan tiket untuk Woodstock 50—sebuah acara peringatan ulang tahun ke-50 festival musik Woods

on Apr 22, 2019
Miley Cyrus Gantikan Cardi B di Primavera Sound 2019

Miley Cyrus Gantikan Cardi B di Primavera Sound 2019

Penyelenggara festival juga mengatakan, calon pengunjung yang sudah membeli tiket harian untuk pertunjukan hari Jumat bisa melakukan refund. Miley Cyrus aka

on Apr 9, 2019
Pesta Partai Barbar; Kembali Ke Fitrah

Pesta Partai Barbar 2019: Kembali Ke Fitrah

Sepanjang 274 tahun umurnya, kota Solo lebih sering dikenal sebagai kota batik dan kota kuliner. Atau dalam kosa kata yang lebih durhaka: kota tua yang lambat

on Mar 27, 2019