×
×

Search in Mata Mata Musik

3 Alasan Kenapa Investasi Spotify Bagus Buat Kamu

Posted on: 10/14/19 at 6:28 pm

Sejak terdaftar sebagai perusahaan publik di NYSE pada April 2018 dengan harga $165,90 per saham, saham Spotify telah mengalami pasang surut, dan sekarang duduk dengan lebih dari 10 persen di bawah harga pembukaannya. Baguskah investasi di spotify?

Masih ada banyak alasan untuk ragu dengan kinerja Spotify. Salah satunya, Spotify adalah perusahaan teknologi yang tidak benar-benar memegang kendali penuh atas biayanya.

Royalti musik adalah hal yang sangat kompleks dan—yang lebih mengkhawatirkan—tidak menentu. Hal ini berarti Spotify harus mengelontorkan lebih banyak uang untuk artis seiring lebih banyaknya orang yang mendengarkan. Masalah yang jelas bagi perusahaan dalam mode pertumbuhan.

Baca Juga: 10 Teori Konspirasi Musik yang Gila Banget!

Margin kotornya juga jauh lebih ketat dibandingkan milik perusahaan teknologi lainnya. Dalam kuartal terakhirnya, Spotify mencatatkan margin kotor sebesar 26 persen. Meskipun ini lebih baik dari perkiraan perusahaan untuk kuartal ini (23,5-25,5 persen), ini masih jauh jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar seperti Facebook dan Alphabet.

Dan berbicara tentang perusahaan teknologi besar, jangan lupakan ancaman Apple yang terus berkembang. Layanan musiknya mungkin agak sedikit terlambat memasuki industri, tetapi Apple Music telah melampaui Spotify dalam hal pengguna berbayar di AS—28 juta pelanggan berbayar versus 26 juta dari Spotify. Tentunya, Spotify masih unggul dalam hal jumlah pengguna secara keseluruhan di AS, belum lagi basis pelanggan berbayarnya secara global dengan lebih dari 100 juta pengguna. 

Namun terlepas dari semua kekhawatiran ini, Spotify baru-baru ini mengambil langkah yang menunjukkan perusahaan asal Swedia ini menjadi peluang investasi yang lebih baik.

Berikut adalah tiga alasan mengapa kita menjadi mulai lebih tertarik investasi Spotify sebagai investasi jangka panjang:

Baca Juga: 10 Lagu Terbaik Produksi Ric Ocasek

1. Menghadirkan nilai baru ke industri musik

Meskipun ada kekhawatiran awal tentang dampak layanan streaming seperti Spotify di industri musik, fomat konsumsi ini bisa dibilang akan bertahan lama. Tahun lalu, pendapatan rekaman musik global melonjak 9,7 persen menjadi $19,1 miliar, dengan 47 persen dari total itu berasal dari situs streaming

Sekarang, kita bisa mulai melihat bagaimana Spotify benar-benar membawa nilai besar untuk industri ini.

Sebagai layanan, Spotify terkenal dengan playlist-nya yang dikuratori, yang sangat populer di kalangan pendengar dan sering disebut sebagai salah satu aspek penentu layanan ini. Studi terbaru menunjukkan, sepertiga total waktu yang dihabiskan pengguna mendengarkan musik di platform ini ada di playlist yang dikuratori Spotify. Playlist paling populer Spotify, “Today’s Top Hits,” memiliki hampir 24 juta pengikut dan dilaporkan meningkatkan jumlah streams artis yang disertakan sebanyak hampir 20 juta.

Peningkatan jumlah streams berarti pendapatan yang lebih besar untuk para artis, dan studi yang dilakukan Joint Research Centre Eropa tahun lalu mengestimasi penempatan lagu di playlist “New Music Friday” Spotify dapat menghasilkan pendapatan senilai $117.000 untuk seorang artis. Inilah sebabnya beberapa label rekaman sekarang memiliki orang khusus untuk mengarahkan band dan artis baru ke editor playlist Spotify, yang menekankan betapa seriusnya Spotify dalam operasi yang lebih luas di industri musik. 

Ketika kita mulai melihat industri yang lebih luas berubah dan beradaptasi dengan fitur-fitur dari satu perusahaan saja, ini hampir seperti parit perlindungan ekonomi. 

2. Memaksimalkan platformnya di luar streaming

Lebih dari sekadar streaming musik, Spotify memaksimalkan platformnya yang terus berkembang dengan cara-cara inovatif untuk menarik dan melibatkan pelanggan. 

Contohnya, di bawah inisiatif “Fans First,” yang diluncurkan tahun lalu, perusahaan “berkolaborasi secara langsung dengan artis untuk menciptakan peluang unik bagi para penggemar.” Ini termasuk hal-hal seperti kode tiket presale untuk pertunjukan artis tertentu yang diikuti pengguna di Spotify, merchandise eksklusif, atau acara khusus undangan yang tidak terbuka untuk umum. Ini mendorong pengguna menggunakan Spotify untuk alasan selain musik dan menciptakan keterlibatan yang lebih baik dengan pelanggan. 

Dalam laporan pendapatan terbarunya, manajemen Spotify juga menyinggung “layanan marketplace” baru yang sedang dibuat dan diuji oleh perusahaan bersama beberapa mitra label. Meskipun detailnya masih samar, perusahaan mengatakan mereka memperkirakan produk-produknya diluncurkan tahun depan.  

Bagi Spotify, memperluas layanan seperti ini berarti baik pelanggan maupun kolaborator akan tertarik menggunakan platform karena alasan selain utilitas dasar (seperti memainkan musik). Lebih penting lagi, jika fitur-fitur baru ini berhasil, orang akan lebih cenderung menjadi pengguna setia.

3. Taruhan besar pada ranah podcast

Walaupun Spotify dan Netflix sering dibandingkan, salah satu perbedaan terbesar antara kedua perusahaan adalah, Netflix membuat dan mengelola konten aslinya sendiri. Ini adalah sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa dilakukan Spotify dengan musik, tetapi ada alasan mengapa CEO Daniel Ek mengatakan “audio—bukan hanya musik—akan menjadi masa depan Spotify.”

Selama beberapa bulan terakhir, Spotify telah mengambil langkah besar ke dunia podcast dengan tujuan menjadi penerbit terkemuka di dunia. Perusahaan telah membeli penerbit besar seperti Gimlet Media dalam beberapa bulan terakhir, serta mengumumkan kemitraan multi-tahunan dengan perusahaan produksi Barack Obama dan Michelle Obama, Higher Ground, untuk memproduksi konten eksklusif untuk platform Spotify.

Menurut perusahaan, Barack dan Michelle Obama akan “mengembangkan, memproduksi, dan meminjamkan suara mereka untuk podcast tertentu, menghubungkan mereka ke pendengar di seluruh dunia pada topik yang beragam.”

Dorongan ke dunia podcast ini bahkan lebih menarik karena tidak ada otoritas pusat yang mengendalikan rantai nilai di podcast, khususnya dalam hal pengiklanan podcast. Ini bisa menjadi peluang besar bagi Spotify untuk menjadi “sumber pengiklanan podcast,” memperoleh pendapatan berlangganan dari pelanggan yang mencari podcast eksklusif, dan pendapatan iklan dari pengguna tak berbayar.

Pertumbuhan ini sudah jelas terlihat, dengan Spotify baru-baru ini melaporkan audiens podcast tumbuh lebih dari 50 persen secara berurut di kuartal kedua, hampir dua kali lipat sejak awal tahun.

Jadi gimana, tertarik untuk investasi Spotify?

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

ByteDance

ByteDance Siap Tantang Spotify & Apple Music di Pasar Streaming Musik

ByteDance—perusahaan asal Tiongkok yang membawahi aplikasi video populer TikTok—akan bersaing dengan perusahaan sekelas Spotify dan Apple di pasar streamin

on Nov 19, 2019
Spotify

Spotify dan Vans Kolaborasi Luncurkan Playlist “Off the Wall”

Selama bertahun-tahun, berbagai brand telah mensponsori playlist Spotify. Tapi sekarang, layanan streaming ini menjalin kemitraan yang lebih dalam dengan Vans

on Nov 13, 2019
Spotify

Spotify Hadirkan Aplikasi Khusus untuk Anak-Anak, Spotify Kids

Dengan playlist yang dikuratori khusus dan tampilan yang ceria, Spotify Kids memulai peluncurannya di Irlandia. Baca juga: Update Baru YouTube Music Bikin T

on Oct 31, 2019
YouTube Music

Update Baru YouTube Music Bikin Tambah Mirip Spotify

YouTube Music baru saja diberikan dua pembaruan kecil yang cukup bermanfaat: dukungan penuh untuk Siri, dan dukungan untuk dipasang sebagai aplikasi web deskt

on Oct 30, 2019