×
×

Search in Mata Mata Musik

30 Album Klasik Yang Membuat 1991 Sebagai Tahun Terbaik Death Metal

Posted on: 10/1/21 at 3:00 pm

30 Album Klasik Death Metal

Death metal. Yup, mendengar namanya saja sudah memberi kesan yang mengerikan. Nama ini memang sangat cocok mewakili segala aspek yang terdapat di genre musik paling ekstrim di dunia ini. Pada awal kemunculannya, penganut death metal kerap dan identik mengusung tema yang berkaitan dengan kematian seperti pembunuhan dan pembantaian keji. Dan secara musikal pun genre ini mengekshibisi brutalitas dan teknikalitas yang ‘mematikan’. Komposisi lagunya terdiri dari vokal growl-scream, riff gitar dan bass ‘gergaji beton’ serta gempuran dram yang barbar. Plus atmosfer mencekam dan angker yang dihasilkan oleh harmoni nada minor-disonan yang dibalut downtuned sound berat dan menampar.

Baca juga: 32 Album Klasik & Esensial Yang Berulang Tahun Di Bulan September

Death Is Just The Beginning…

Sebagai subgenre dari heavy metal, death metal merupakan evolusi dari thrash metal dan gelombang pertama dari black metal pada awal 1980-an. Berangkat dari Venom, Slayer, Kreator, Celtic Frost, musik death metal tercipta secara definitif selama periode 1984-1987. Dari demo kasetnya Mantas Death By Metal (1984) hingga album-album seperti Possessed Seven Churches (1985), Sepultura Bestial Devastation (1985), Sarcofago INRI (1987), dan Death Scream Bloody Gore (1987).

Beberapa tahun sebelum ledakan nuklir tahun 1991 yang menyebarkan zat radioaktif death metal ke seluruh dunia, ternyata bom itu dirakit di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS). Kota di mana trio remaja beringas bernama Chuck Schuldiner, Rick Rozz dan Kam Lee tanpa sengaja telah mengukir sejarah yang kelak dikenang semua metalhead. Fondasi musik dan lirik death metal telah dikodifikasi oleh mereka di bawah bendera Mantas sebelum akhirnya mengganti nama menjadi Death. Meskipun Seven Churches lahir terlebih dahulu, album debut Death Scream Bloody Gore lebih dianggap sebagai ‘template’ musik dan lirik death metal. Baik menurut kritikus media maupun fans dan sesama band pengusungnya.

Tahun Keemasan Death Metal

Seperti genre lainnya, death metal memiliki tahun terbaik yang merupakan bagian dari era keemasan yang meliputi berbagai terobosan dalam kancah industrinya. Tahun di mana sebuah genre musik tertentu terus berkembang bak jamur yang tumbuh di musim hujan hingga sepenuhnya menjadi subkultur baru kaum muda. Jazz memilikinya di tahun 1959, thrash metal di tahun 1986, hip-hop di tahun 1993. Tahun 1991 dianggap sebagai ‘nuclear blast’ bagi scene death metal dengan ‘ground zero’ yang berpusat di wilayah Florida, AS. Sedangkan wilayah Eropa di Nottingham, Inggris dan Stockholm, Swedia.

Tentu saja untuk menuju puncak harus melalui jalan yang berliku. Setelah Scream Bloody Gore, bermunculan deretan album yang tidak kalah seminal. Sebut saja Morbid Angel Altars Of Madness (1989), Carcass Symphonies Of Sickness (1989), Obituary Slowly We Rot (1989) dan Cause Of Death (1990), Napalm Death Harmony Corruption (1990), Entombed Left Hand Path (1990), Deicide Deicide (1990) dan Cannibal Corpse Eaten Back To Life (1990).

Naik Ke Permukaan

Beberapa label rekaman indie dengan distribusi major Roadrunner Records, Relativity Records, Earache Records, Nuclear Blast Records, Century Media Records, Peaceville Records disebut-sebut sebagai yang paling penting dan berjasa dalam mendobrak pintu-pintu yang tertutup untuk genre musik yang super berisik ini. Roadrunner, Relativity mewakili AS dan Earache, Nuclear Blast, Century Media, Peaceville mewakili Eropa. Dua benua yang pasar musiknya paling berpengaruh secara global.

Sebenarnya popularitas death metal mencapai titik puncaknya hingga 1993, dengan beberapa band seperti Morbid Angel dan Cannibal Corpse yang menikmati kesuksesan komersial. Meskipun MTV Headbangers Ball dan program TV lainnya turut menampilkan band-band death metal, genre ini secara keseluruhan tidak pernah masuk ke kancah mainstream alias arus utama. Mereka tetap di arus pinggir walau geliatnya tertangkap radar media-media besar. Popularitas death metal yang meningkat tidak hanya di daratan AS seperti scene Florida. Sebagian juga dicetuskan oleh scene negara-negara Skandinavia, di mana scene black metal dan death metal nampak mekar berbarengan.

Diversifikasi Death Metal

Fenriz dari Darkthrone mengungkapkan bahwa para musisi black metal Norwegia “muak dengan seluruh scene death metal” pada saat itu. Mungkin itulah motivasi Darkthrone mengubah direksi musik death metalnya di album debut Soulside Journey menjadi black metal sejak album keduanya, Ablaze In The Northern Sky. Death metal kemudian terdiversifikasi sejak pertengahan 1990-an, menelurkan beragam subgenre yang kontinyu memiliki banyak pengikutnya di scene “bawah tanah” sampai sekarang. Fenriz dan kawan-kawan tidak menyangka bahwa ternyata situasi berbalik 180 derajat beberapa tahun kemudian. Death metal mulai digeser oleh kehadiran ledakan black metal dan gothic metal yang segera dirangkul oleh para label rekaman rock/metal beken. Sementara di ranah arus utama, nu-metal menguasai MTV dan berbagai tangga lagu/album seperti Billboard.

Oleh karena itu, kami telah susun 30 album klasik dan esensial death metal yang telah berusia 30 tahun. Album seminal kelahiran tahun 1991 yang memiliki pengaruh besar terhadap generasi berikutnya. Serta sebagai penanda zaman di mana segala sesuatunya begitu orisinal, distingtif dan organik. Dari komposisi musik, lirik hingga artistik.

Muda Dan Jenius

Di usia belasan dan awal 20-an, para musisi di band-band ini telah dikaruniai keterampilan menulis lagu yang sangat hebat. Bahkan belum bisa tertandingi oleh gen-millenial dan gen-Z. Produksi rekamannya pun masih menerapkan sistem analog. Namun digarap secara profesional dengan hasil sound yang nonjok sekaligus nyaman di kuping. Crystal clear seperti keluaran Morrisound Studio, Tampa, Florida oleh produser “bertangan dingin” Scott Burns. Atau menampar kasar seperti di Sunlight Studio, Stockholm, Swedia oleh produser Tomas Skogsberg. Serta artwork brilian untuk sampul album mereka yang ikonik. Mahakarya dari seniman seperti Dan Seagrave, Michael Whelan, Vincent Locke, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Obvurt, Band Death Metal Kanada Konser Edukasi Pada Anak-Anak SD

Jika 30 album ini saja sudah berusia 30 tahun, kiprah karier 30 band di bawah ini tentu lebih lama lagi. Terminologi Old School Death Metal (OSDM) disematkan pada mereka terbukti memberikan interpretasi dalam banyak hal. Jadi inilah yang disebut… DEATH IS JUST THE BEGINNING…

Autopsy – Mental Funeral

Dirilis pada 22 April 1991 oleh Peaceville Records. Album studio kedua Autopsy ini menyuguhkan produksi rekaman yang lebih baik daripada album debutnya, Severed Survival (1989). Sama seperti Possessed, Autopsy yang sama-sama lahir di scene Bay Area, San Fransisco, AS juga dianggap sebagai pionir death metal. Sang vokalis merangkap dramer Chris Reifert tidak lain adalah mantan dramer Death yang tampil di rekaman album Scream Bloody Gore. Konsep Autopsy lebih ‘gory’ dan konsisten hingga kini dengan gaya death metal yang orisinal. Kombinasi ciamik antara riff-riff ‘sludgy’ dan ‘doomy’ Black Sabbath berdosis tinggi dengan death metal yang simplistik. Dan dibalut sound organik yang kasar, becek, kotor sesuai karakter yang ingin mereka bangun. Mampu menerjemahkan nuansa berdarah-darah di comberan gorong-gorong secara pas melalui konsep tata suara tersebut.

Autopsy death metal

Asphyx – The Rack

Dirilis pada 13 April 1991 oleh Century Media Records. The Rack adalah album studio debut Asphyx yang dibentuk oleh Martin Van Drunen (bassis/vokalis). Drunen merupakan mantan frontman Pestilence yang tampil di rekaman album Consuming Impulse (1989) dan Malleus Maleficarum (1988) serta dua demo awalnya. Karakter vokal growl Drunen yang khas menjadi salah satu identifikasi unit death metal kebangsaan Belanda ini. Di samping gaya death metal yang menyisipkan elemen doom alias kerap memainkan tempo pelan. Meski demikian, mayoritas riff-riff gitarnya tetap provokatif untuk aktivitas headbanging. Band seperti Asphyx secara tidak langsung menjelaskan bahwa death metal bukan tentang kecepatan dan brutalitas semata. Selain vokal growl yang wajib, ada kengerian yang bisa tercipta oleh harmoni nada dan aransemennya secara keseluruhan.

Asphyx death metal

Atheist – Unquestionable Presence

Direkam di Morrisound Studio, Tampa, Florida, AS oleh Scott Burns, Unquestionable Presence adalah album kedua Atheist yang dirilis pada 30 Agustus 1991. Dari Austin, Texas sebelumnya eksis unit progressive metal Watchtower, dari Jerman ada Sieges Even. Namun dari Sarasota, Florida muncul band sejenis yang lebih ‘bad-ass’, Atheist. Mereka sukses melebur death metal dengan harmoni seperti jazz, ritme Latin dengan time signatures yang tidak lazim. Hebatnya, meskipun menggeber aransemen yang njelimet, mereka mampu mengimbanginya dengan beat-beat headbanging di sepanjang lagu. Serta bertaburan riff dan melodi yang memorable di tengah kompleksitas komposisi musiknya. Itulah kelebihan yang mereka miliki, dan puncaknya ada di album ini. Atheist merupakan bagian dari ‘The Big Four’ progressive/technical death metal era 1990-an bersama Death, Cynic dan Pestilence.

Atheist death metal

Benediction – The Grand Leveller

The Grand Leveller diriilis pada 10 Oktober 1991 oleh Nuclear Blast Records. Album studio kedua band kelahiran Birmingham, Inggris ini menandakan debut rekaman vokalis Dave Ingram sebagai pengganti Mark ‘Barney’ Greenway yang ingin fokus ke Napalm Death. Album ini jauh lebih baik daripada album pertama, Subconscious Terror (1990). Secara musikal maupun produksi rekaman. Benediction merepresentasikan ‘pure death metal’ yang berdekade kemudian menjadi salah satu ‘template’ OSDM. Mereka hanya menaikkan kecepatan tempo thrash metal ke level yang lebih gahar. Riff-nya masih terasa thrashy dan terbilang sederhana, karena mereka lebih menonjolkan memorabilitas ketimbang brutalitas. ‘Graveworm’ dan ‘Jumping At Shadows’ merupakan di antara contoh lagu-lagu penyulut headbanging yang meninggalkan memori di hati dan pikiran usai mendengarnya.

Benediction death metal

Bolt Thrower – War Master

Album studio ketiga band kelahiran Coventry, Inggris ini dirilis pada Februari 1991 oleh Earache Records. Direkam di Slaughterhouse Studio bersama produser Colin Richardson. Level kualitas album ini naik drastis dari dua album sebelumnya. Baik secara musikal maupun produksi rekaman. Dan album ini menandakan terakhir kali memainkan dram blast beat yang berangkat dari akar grindcore mereka. Mulai album berikutnya, The IVth Crusade dan seterusnya mereka fokus ke death metal yang berorientasi ke riff yang memorable.

Kekuatan utama musik Bolt Thrower ada pada riff yang mencekam sekaligus catchy. Dan didukung oleh aransemen ciamik yang membuat keseluruhan lagunya terdengar elegan. Tidak perlu terlalu bertempo cepat namun membunuh. Jo Bench dkk bak Slayer yang gaya riffing-nya sering diadopsi secara tidak sah oleh band-band metalcore. Contohnya riff utama lagu ‘What Dwells Within’ dijiplak oleh Caliban di lagu ‘Assassin To Love’ (dari album split w/ Heaven Shall Burn). Key track: ‘Cenotaph’: salah satu lagu death metal terbaik di muka bumi.

Bolt Thrower death metal

Cancer – Death Shall Rise

Cancer adalah salah satu band Inggris yang rekaman di Morrisound Studio, Tampa, Florida, AS bersama produser Scott Burns. Album yang dirilis pada 24 Mei 1991 oleh Vinyl Solution ini direkam di sana bersama gitaris baru warga AS, James Murphy. Morrisound mendadak beken sejak kesuksesan album-album seperti Sepultura Beneath The Remains (1989) atau Napalm Death Harmony Corruption (1990). Semua band dan bos label menjadi ingin rekaman di sana. Belain-belain merogoh kocek lebih dalam terbang ke negeri Paman Sam demi mengejar kualitas. Worth it sih.

James Murphy sebelumnya tampil sekali di rekaman Obituary Cause Of Death, demikian pula di Cancer. Death Shall Rise meneruskan gaya musik yang sama dengan album debutnya, To The Gory End (1990). Pure death metal yang konsisten memorable dari awal hingga akhir. Sarat riffing yang thrashy dengan sisipan melodi yang luar binasa. Key tracks: ‘Hung, Drawn And Quartered’, ‘Back From The Dead’.

Cancer death metal

Cannibal Corpse – Butchered At Birth

Anjay, baca judul albumnya saja sudah bikin shock. Disembelih saat lahir alias Butchered At Birth adalah album studio kedua Cannibal Corpse yang lebih ekstrim dan brutal. Motivasinya berangkat dari banyaknya penggemar band kelahiran Buffalo, New York, AS ini mengatakan bahwa album pertama mereka, Eaten Back To Life (1990), masih memiliki banyak elemen thrash metal di dalamnya. Vokal growl Chris Barnes pun menjadi lebih low.

Semua produser, studio dan label rekaman di album ini sama seperti di album Eaten… Bedanya hanya album ini dirilis hanya berjarak satu tahun setelah Eaten…, yaitu pada 1 juli 1991 oleh Metal Blade Records. Cannibal Crot…eh…Corpse adalah salah satu ‘golden artist’ label rekaman milik Brian Slagel ini. Sejak awal sudah diberikan ‘multi-album deal’ karena melihat potensi besar nih band. Brian memang visioner sejak awal, dan terbukti doi tidak salah mengambil keputusan. Key tracks: ‘Meathook Sodomy’, ‘Covered With Sores’.

Cannibal Corpse butchered at birth

Carcass – Necroticism: Descanting The Insalubrious

Necroticism: Descanting The Insalubrious adalah album studio ketiga band kelahiran Liverpool, Inggris Carcass. Dirilis pada 30 Oktober 1991 melalui Earache Records. Album ini merupakan debut penampilan gitaris Michael Amott asal Swedia dan menandakan pertama kalinya Carcass berformasi empat personel.

Necroticism… masih mengusung tema ‘pathological gore’. Namun menampilkan progresi musik yang signifikan dibanding dua album sebelumnya, Symphonies Of Sickness (1989) dan Reek Of Putrefaction (1988). Lagu-lagunya memiliki bagian yang lebih panjang dan struktur yang kompleks serta menjadi melodius. Inilah cikal bakal subgenre melodic death metal. Gaya dan nada riffing-nya Bill Steer memang distingtif, sering kali mengekshibisi dual riff dan solo yang ciamik. Dari detik pertama hingga detik terakhir mampu meninggalkan impresi. Dengar saja ‘Corporal Jigsore Quandary’ yang intro solo dramnya Ken Owen sudah ikonik sebelum akhirnya berbaur dengan riffing-nya.

Dan Carcass juga merupakan salah satu pionir gaya vokal multiple growl-scream di ranah ekstrem metal. Album yang banyak menuai pujian kritis ini membuat nama Carcass melambung tinggi. Jangan lupa key tracks lainnya: ‘Incarnated Solvent Abuse’, ‘Carneous Cacoffiny’.

Carcass death metal

Darkthrone – Soulside Journey

Soulside Journey adalah album debut Darkthrone yang dirilis pada 13 Januari 1991 oleh Peaceville Records. Satu-satunya album Darkhrone yang bergenre death metal sebelum mereka membanting stir musiknya menjadi black metal dan menjadi bagian integral scene ‘Norwegian Black Metal’. Fucked Fact (bukan Fun Fact): di kredit album ini sang dramer Gylve ‘Fenriz’ Nagell menggunakan nama samaran Hank Amarillo. Menurut pernyataan Fenriz di sesi wawancaranya dengan webzine Tartarean Desire, itu merupakan suatu bentuk sikap negatifnya terhadap trend death metal AS. Fenriz berpikir akan tepat untuk mengejeknya dengan memilih nama “Western”.

Terlepas dari itu semua, lagu-lagu era death metal Darkthrone di album ini tidak bisa dianggap remeh. Dengan balutan sound Boss HM-2, gitarnya banyak menggeber riff yang mencekam sekaligus ear-catching. Dan elemen black metalnya memang sudah terasa. Di beberapa bagian lagu terkadang disisipkan ornamen kibord untuk menambah atmosfer gelapnya. Saat itu Darkthrone menerima anggaran biaya rekaman yang minim dari Peaceville. Mereka tidak mampu membayar sewa studio yang mereka inginkan. Namun terima kasih kepada Uffe Cederlund dan kawan-kawan dari Entombed yang membantu mereka bisa rekaman di Sunlight Studio bersama produser Tomas Skogsberg. Uffe pun bertindak sebagai co-produser.

Bagaimana pun, tidak sedikit yang menyayangkan keputusan ‘shifting’ musik Darkthrone ke black metal lantaran kualitas album ini sangat bagus. Oleh karena itulah Soulside Journey layak dikenang sepanjang masa.

Darkthrone death metal

Death – Human

Human adalah album studio keempat milik Death, dirilis pada 22 Oktober 1991 oleh Relativity Records. Album ini menandakan awal dari perubahan gaya death metal yang signifikan bagi Death. Menjadi lebih kompleks secara teknis dan progresif daripada album-album sebelumnya. Liriknya pun lebih tentang introspeksi kehidupan. Berbeda dengan lirik Scream Bloody Gore dan Leprosy yang berbasis “gore” atau isu sosial di lirik Spiritual Healing. Gaya teknikal-progresif ini akan terus berkembang di semua album Death berikutnya. Ini adalah satu-satunya album yang menampilkan anggota Cynic, gitaris Paul Masvidal dan dramer Sean Reinert. Dua musisi tersebut baru berusia 20 tahun pada waktu itu, goks ye. Serta yang pertama menampilkan bassis Steve DiGiorgio yang sebelumnya dikenal bermain di Sadus.

Adakah album jelek di dalam diskografi band sang “The Godfather Of Death Metal”, Mr. Chuck Schuldiner? Tentu saja tidak. Meskipun terus berevolusi pada tiap album, semua album Death keren. Karya sang mastermind, mendiang Chuck ini berhasil membuat death metal begitu berwibawa di mata musisi di luar genrenya. Bahkan kalangan progressive rock dan jazz mengakui keunggulan musik Death. Begitu besar pengaruh musik Death, namun mereka “often imitated, but never replicated”. Key tracks: ‘Flattening Of Emotions’, ‘Suicide Machine’, ‘Together As One’, ‘Lack Of Comprehension’.

Death

Dismember – Like An Ever Flowing Stream

Like An Ever Flowing Stream adalah album debut pendekar Swedish death metal Dismember, dirilis pada Mei 1991 oleh Nuclear Blast Records. Judulnya mungkin merujuk pada Biblical Book of Amos 5:24, “Let justice roll down like waters, and righteousness like an ever-flowing stream” (Versi Internasional Baru). Album band pecahan dari Carnage ini merupakan salah satu tonggak sejarah scene death metal Swedia. Dismember dinobatkan sebagai bagian dari “The Big Four” Swedish Death Metal bersama Entombed, Grave, dan Unleashed. Meskipun At The Gates juga bagian integral scene ini cuma beda tongkrongan, mereka di Gothenburg. Rekamannya di Fredman Studio, bukan di Sunlight Studio, Stockholm.

Fucked Fact: para personel Dismember belum lama lulus SMU saat rekaman album ini, contohnya dramer Fred Estby dan vokalis Matti Karki berumur 19 tahun. Nicke Andersson juga seumuran. Nicke, dramer multi-talenta dari Entombed memainkan semua solo gitar di album ini kecuali lagu ‘Override of the Overture’, dimainkan oleh David Blomqvist.

Sejak trek pembuka ‘Override of the Overture’ hingga trek penutup ‘Defective Decay’, Dismember memukau secara non-stop. Dengan mematenkan sound gitar “buzzsaw” via Boss HM-2 yang dipelopori Nihilist/Entombed, mereka sukses melebur Discharge-hardcore beat, NWOBHM twin guitars, dan death metal murni. Kekuatan utama mereka ada pada bertebarannya hook berisi riff dan melodi yang memorable. Melodi ikonik seperti di lagu ‘Dismembered’ hanya salah satu contoh. Entah apa yang merasuki otak kelima remaja beringas Stockholm ini saat menggarap materi album ini. Gila tetapi jenius.

Dismember

Entombed – Clandestine

Clandestine adalah album studio kedua oleh ikon Swedish Death Metal Entombed. Album ini dirilis pada 12 November 1991 di Eropa oleh Earache Records dan pada 11 Februari 1992 di Amerika Utara oleh Relativity Records. Album terbaik Entombed setelah Left Hand Path (1990) sebagai “landmark” gaya Swedish Death Metal di kancah internasional. Dan ini adalah satu-satunya album Entombed di mana vokalis orisinal L.G. Petrov tidak tampil.

Fucked Fact: Di kredit sampul album ini tercantum nama vokalis Johnny Dordevic, namun semua vokal di album ini diperformakan oleh (lagi-lagi) dramer Nicke Andersson. Menurut pernyataan Nicke di buku Swedish Death Metal (oleh Daniel Ekeroth), Johnny, mantan bassis Carnage, dinilai tidak memenuhi standar vokal pada saat rekaman, sehingga Nicke mengambil alih tugasnya. Awalnya hal ini ingin dirahasiakan, sehingga publik tahunya Johnny yang mengisi vokal. Namun band berubah pikiran. Di album berikutnya, Wolverine Blues, L.G. Petrov kembali ke band.

Secara musikal, aransemen materi album ini menjadi lebih kompleks. Dan secara produksi, sound rekamannya menjadi kurang abrasif namun masif, tone gitar olahan efek Boss HM-2 “buzzsaw” terdengar agak berbeda. Knob di efek equalizier-nya dibuat ‘mid-range’ agar aksen riffing-nya terdengar lebih detail. Clandestine, juga dianggap sebagai mahakarya terbaik Entombed di samping Left Hand Path, yang sulit untuk dipilih, mana yang juara di antara keduanya.

Berkat lagu-lagu seperti ‘Living Dead’, ‘Sinners Bleed’, ‘Stranger Aeons’, nama Entombed melesat ke level yang lebih tinggi. Meraih pujian kritis media dan fans serta angka penjualan yang lebih baik.

Entombed

Gorefest – Mindloss

Mindloss adalah album studio perdana salah satu jawara death metal Belanda Gorefest. Album ini dirilis pada 3 Juni 1991 oleh label kecil Belanda, Foundation 2000 Records dan di-reissue oleh Nuclear Blast Records pada tahun 1993. Dan album ini di-reissue lagi pada tahun 2005 dalam format double-CD dengan disc dua berisi demo Tangled in Gore dan Horrors in a Retarded Mind. Serta album ini dirilis di AS pada tahun 1992 oleh Pavement Music.

Album ini menampilkan beberapa hits favorit fans di panggung Gorefest. Sebut saja ‘Mental Misery’, ‘Putrid Stench of Human Remains’, dan ‘Confession of a Serial Killer’. Bisa disaksikan di konser mereka di Dynamo Festival 1993, Eindhoven, Belanda yang legendaris dan didokumentasikan dalam album live Eindhoven Insanity. Album pure death metal inilah titik balik Gorefest ke level berikutnya. Masuk Nuclear Blast dan menelurkan beberapa album lagi sebelum bermuara di death n’ roll.

Gorefest

Gorguts – Considered Dead

Considered Dead adalah album studio debut dedengkot death metal Kanada Gorguts. Album ini dirilis pada 8 Oktober 1991 melalui Roadrunner Records. Album ini direkam di Morrisound Studio, Tampa, Florida, AS bersama produser Scott Burns. Menampilkan Chris Barnes dari Cannibal Corpse sebagai vokal latar tiga lagu, serta permainan solo gitaris kampiun James Murphy di lagu ‘Inoculated Life’.

Musik Gorguts di album ini menampilkan gaya death metal yang straight-forward, dengan struktur lagu dan instrumentasi yang konvensional. Sang mastermind band, vokalis/gitaris Luc Lemay memuji band-band death metal Swedia sebagai pengaruh besar penulisan lagu di album ini. Meskipun pada hasil akhirnya, Gorguts sukses memuntahkan gaya musik yang orisinal. Gorguts banyak menyisipkan sisi melodius di tengah brutalitas dan teknikalitas di dalam komposisi lagunya.

Semua lagu di album ini memorable, terutama ‘Stiff and Cold’, ‘Disincarnated’, ‘Haematological Allergy’ dan ‘Inoculated Life’. Non-stop headbanging yang mencekam, gagah, melodius sekaligus ‘soulful’. Sayang sekali, di masa depan Gorguts tidak mempertahankan gaya musik di album ini. Melainkan berevolusi ke direksi yang teknikal dan lebih teknikal hingga avantgarde.

Gorguts

Grave – Into The Grave

Into The Grave menjadi judul album perdana yang tepat bagi band yang bernama Grave. Salah satu peletak batu pertama pembangunan scene death metal Swedia sejak masih mengusung bendera Corpse. Album ini dirilis pada 1 Agustus 1991 oleh Century Media Records dan mengantarkan mereka tur Eropa dan Amerika. Direkam di Sunlight Studio bersama produser andalan, Tomas Skogsberg, Into The Grave menampilkan gaya death metal yang lebih straight-forward dibanding sesama band segenre Swedia lainnya. Simplistik namun memiliki riff mencekam-suram dan aransemen yang memorable. Benar-benar bernuansa kuburan, angker. Vokal growl bassis Jorgen Sandstrom pun terasa lebih berat dibanding album-album Grave berikutnya yang sudah diambil alih oleh gitaris Ola Lindgren. Key tracks: ‘Obscure Infinity’, ‘Hating Life’, ‘Into The Grave’, ‘Extremely Rotten Flesh’.

Grave

Immolation – Dawn Of Possession

Dawn Of Possession adalah album studio debut milik dedengkot death metal dari scene New York, AS Immolation. Dirilis pada 16 Juli 1991, ini merupakan satu-satu album Immolation yang dirilis oleh Roadrunner Records. Selanjutnya album ini beberapa kali di-reissue oleh berbagai label rekaman. Album ini direkam di Musiclab Studio, Berlin, Jerman bersama Harris Johns, produser beken di kancah punk dan metal Eropa.

Gaya musik Immolation di album ini terbilang paling mudah dicerna dibanding album-album lainnya. Sejak awal Immolation memiliki signature sound yang orisinal. Yaitu terletak pada pola nada disonan yang harmonis pada riff gitarnya dengan pola ritme dan dram yang kompleks. Dengan tema anti-religius, atmosfer yang disemburkan lagu-lagu Immolation benar-benar panas dan gersang. Aransemennya rapat dan padat, menyerang dogma melalui hantaman brutal yang intens. Meski demikian, mereka tetap mampu menampilkan beat-beat headbanging di sepanjang lagu. Key tracks: ‘Into Everlasting Fire’, ‘Internal Decadence’.

Immolation

Malevolent Creation – The Ten Commandments

Setelah terbentuk di Buffalo, New York, AS pada 1987, setahun kemudian Malevolent Creation hijrah ke Fort Lauderdale, Florida, AS. Dengan cepat mereka diakui di scene underground ekstrim metal Florida hingga mendapat kontrak rekaman dengan Roadrunner Records. Lahirlah The Ten Commandments, album perdana Malevolent yang dirilis pada 8 April 1991 dan kemudian menjadi ‘landmark’ yang membantu mengembangkan scene death metal Florida.

Sesuai namanya, album ini memang sebuah “kreasi yang jahat”. Setiap nada yang keluar dari hantaman ganas musiknya seperti tidak mengenal belas kasihan. Begitu juga dengan vokal mid-growl Brett Hoffmann yang emosional dan bengis. Malevolent seperti membuat versi yang lebih brutal dan cepat dari Slayer, Kreator, Obituary, dan Death. Dengan produksi rekaman hasil kinerja produser Scott Burns di Morrisound Studio, lagu-lagu seperti ‘Premature Burial’, ‘Multiple Stab Wounds’, ‘Thou Shall Kill’ sukses menciptakan ‘ear-gasm’ berkali-kali. Meskipun dominan menghantam dengan tempo super cepat dengan aransemen rapat dan padat, setiap lagunya memiliki groove yang apik. Seperti yang diteriakkan Brett di trek penutup ‘Malevolent Creation’: “No one can destroy this malevolent creatioooooooooon!”.

Malevolent Creation

Massacre – From Beyond

From Beyond adalah album studio debut milik Massacre, band death metal asli kelahiran Tampa, Florida, AS. Formasi Massacre di album ini dianggap klasik: Kam Lee (vokal), Rick Rozz (gitar), Terry Butler (bass), dan Bill Andrews (dram). Terbentuk pada tahun 1984, Kam Lee bergabung dengan Massacre pada 1985 setelah keluar dari Mantas. Setelah merilis tiga demo kaset, pada 1988, Rick Rozz (gitar), Terry Butler (bass) dan Bill Andrews (dram) “diculik” Chuck Schuldiner ke Death. Bersama Chuck, mereka rekaman album Death Leprosy, dirilis di tahun yang sama. Meskipun Kam Lee sempat bete ditinggal sendiri, syukurnya ketiga rekannya tersebut kembali ke Massacre. Setelah reuni, mereka merekam From Beyond di Morrisound Studio selama bulan Maret 1991. Dan dirilis hanya tiga bulan kemudian, yaitu 1 Juli 1991 oleh Earache Records. Yoi, gesit banget kerjanya.

From Beyond menampilkan pure death metal yang riffing-nya sangat thrashy dan catchy. Vokal growl-nya Kam Lee yang khas merupakan salah satu highlight Massacre. Bahkan Mark ‘Barney’ Greenway, vokalis Napalm Death mengaku terpengaruh berat oleh Kam sejak Massacre masih merilis demo. Fucked Fact: Ada dua versi cerita tentang nama ‘Barney’ sebagai nickname Mark Greenway. Pertama, kebiasaan mabuk yang kocak di era doi masih alkoholik. Mark dijuluki ‘Barney Rubble’ (tokoh kartun The Flinstones) oleh kawannya, Stick (dramer band crustcore Doom). Kedua, dari nama lengkap Kam Lee, yaitu Barney Kamalani Lee. Key tracks: ‘Dawn of Eternity’, ‘Biohazard’, ‘From Beyond’.

Massacre

Messiah – Choir Of Horrors

Choir Of Horrors adalah album studio ketiga milik band death metal Swiss Messiah, dirilis pada bulan Oktober 1991 oleh Noise Records. Formasi di album ini masih bertahan hingga kini. Mereka adalah R. B. Broggi (gitar), Patrick Hersche (bass), Steve Karrer (dram), Andy Kaina (vokal). Album ini adalah follow-up dari EP Psychomorphia yang mengentak ganas di scene ekstrem metal Eropa.

Mahakarya terbaik Messiah ini menampilkan 8 lagu dengan riffing yang sangat thrashy dan catchy. Menghantam galak dengan ritem gergaji beton dan gempuran dram bertubi-tubi. Secara non-stop memprovokasi headbanging dengan sentuhan melodius. Key tracks: ‘Choir of Horrors’, ‘Akasha Chronicle’, dan trek instrumental ‘Northern Command’.

Messiah

Master – On The Seventh Day God Created…Master

On The Seventh Day God Created…Master adalah album studio kedua milik veteran death metal kelahiran Chicago, Illinois, AS Master. Dirilis pada 31 Maret 1991 oleh Nuclear Blast Records. Band sepuh yang dipimpin oleh vokalis/bassis Paul Speckmann ini termasuk yang paling sering gonta-ganti personel. Hampir tiap album memiliki gitaris dan dramer yang berbeda. Sementara di album ini menampilkan dramer Aaron Nickeas dan gitaris Paul Masvidal yang cuma sekali ikutan rekaman. Lagu-lagu Master benar-benar straight-forward death metal dengan elemen thrash metal yang kuat. Key tracks: ‘What Kind of God’, ‘Latitudinarian’, ‘Heathen’.

Master

Morbid Angel – Blessed Are The Sick

Blessed Are the Sick adalah album studio kedua dari legenda death metal Tampa, Florida, AS Morbid Angel. Dirilis pada 22 Mei 1991 oleh Earache Records. Album ini tentu saja menampilkan banyak lagu bertempo ngebut dengan blast beat dramer Pete Sandoval. Tetapi juga memiliki bagian tempo yang ‘sludgy’ alias pelan yang menghanyutkan. Sedikit berbeda dengan album pertamanya, Altars Of Madness (1989). Serta lebih menonjolkan elemen musik klasiknya. Sang komposer utama, gitaris Trey Azagthoth mendedikasikan album ini untuk Mozart. Trek 9, 10 dan 12 adalah lagu yang direkam ulang dari demo 1986, Abominations Of Desolation.

Atmosfer death metal yang dipersembahkan Morbid Angel sesuai dengan lirik ‘blasphemy’ dan citra ‘evil’. Album ini termasuk dalam jajaran album death metal terbaik sepanjang masa. Salah satu ‘landmark’ di scene death metal Florida maupun secara general genre ini. Sama seperti Entombed di dua album awalnya, Morbid Angel juga memiliki dua album awal demikian. Mana yang lebih mengerikan, Altars Of Madness atau Blessed Are The Sick? Key tracks: ‘Fall From Grace’, ‘Day of Suffering’, ‘Abominations’, ‘Unholy Blasphemies’, dan trek instrumental petikan gitar ciamik ‘Desolate Ways’.

Morbid Angel

Morgoth – Cursed

Cursed adalah album studio debut milik kuintet death metal Jerman Morgoth. Dirilis pada 24 April 1991 oleh Century Media Records. Album ini merupakan tindak lanjut dari dua EP mereka, The Eternal Fall (1990) dan Resurrection Absurd (1989) yang menuai sambutan luar biasa dari scene underground. Vokal Mark Grewe sekilas terdengar seperti karakternya John Tardy (Obituary) dan Martin Van Drunen (Asphyx/eks-Pestilence). Gaya musik death metal Morgoth termasuk straight-forward namun memiliki riffing suram dan aransemen yang apik. Key track: ‘Body Count’.

Morgoth

Pestilence – Testimony Of The Ancients

Testimony Of The Ancients adalah album ketiga pentolan death metal Belanda, Pestilence, dirilis melalui Roadrunner Records pada 6 September 1991. Album ini menandakan pertama kalinya gitaris Patrick Mameli mengambil alih tugas merangkap vokal setelah hijrahnya bassis/vokalis Martin Van Drunen ke Asphyx. Alhasil, Patrick merekrut bassis Tony Choy dari Cynic, yang tinggal di Miami, Florida. Dengan demikian, Tony tinggal “ngesot” ke Tampa, lokasi Morissound Studio di mana album ini direkam.

Direksi musik album ini lebih teknikal daripada sebelumnya, namun diimbangi dengan porsi melodius yang membahana. Untuk pertama kalinya, Pestilence memproduksi video musik, untuk lagu ‘Land of Tears’ yang sering ditayangkan di MTV Headbangers Ball. Sejak album ini, Pestilence mendapat julukan sebagai Death (yang dikomandani Chuck Schuldiner)-nya Eropa, lantaran persamaan gaya dan kualitas musik antara kedua band tersebut. Album ini masih belum tertandingi oleh album Pestilence mana pun sejauh ini. Key tracks: ‘Twisted Truth’, ‘Lost Souls’, ‘Stigmatized’, dan ‘Land of Tears’.

Pestilence

Pungent Stench – Been Caught Buttering

Been Caught Buttering adalah album studio kedua dari trio death metal Austria Pungent Stench. Awalnya dirilis pada 10 Oktober 1991 di bawah bendera Nuclear Blast Records. Artwork sampul album ini, seperti yang lo lihat, dua kepala yang terpenggal dan sebagian membusuk sedang berciuman (sebenarnya, itu adalah satu kepala yang telah digergaji menjadi dua oleh Joel-Peter Witkin). Sampul album itu harus diubah untuk rilisan versi Australia. Gambar sampul album ini juga dapat dilihat sebagai parodi dari gambar terkenal Leonid Brezhnev dan Erich Honecker sedang berciuman pada perayaan ulang tahun ke-30 mantan Republik Demokratik Jerman pada tahun 1979.

Sejak awal Pungent Stench dikenal gemar mengusung perpaduan tema ‘gore’, sekualitas menyimpang, dan ‘dark comedy’. Secara musikal, mereka melebur riff-riff hard rock yang bluesy dengan death metal. Hasilnya cukup apik memberikan nuansa ‘have fun go mad’ yang memabukkan. Sangat selaras dengan lirik-lirik ekstrimnya yang sarat humor absurd. Key tracks: ‘Shrunken & Mummified Bitch’, ‘Happy Re-birthday’, dan ‘Daddy Cruel’.

Pungent Stench

Ripping Corpse – Dreaming With The Dead

Dreaming With The Dead adalah album studio debut milik band death metal kelahiran Red Bank, New Jersey, AS Ripping Corpse. Di antara jajaran band ini ada gitaris Erik Rutan, yang kemudian bergabung dengan Morbid Angel dan rekaman album Domination. Sebelum Erik berlabuh dan memimpin bandnya sendiri, Hate Eternal. Sosok Erik juga dikenal sebagai produser rekaman untuk banyak band ekstrem metal. Selain bandnya sendiri ada Cannibal Corpse, Vital Remains, Six Feet Under dan Goatwhore. Band ini tidak bertahan lama sebelum akhirnya bubar jalan. Sebagian personelnya membentuk band Dim Mak. Nama band ini diambil dari judul lagu kedua album Kreator Pleasure To Kill.

Musik Ripping Corpse benar-benar intens dari awal hingga akhir. Vokal mid-growl yang emosional, diiringi oleh riffing intrikatif dan tempo dram super cepat. Semuanya melebur dalam aransemen yang rapat dan padat serta cenderung chaotic. Tidak ada bagian yang begitu memorable, namun parade brutalitas musiknya bikin nagih untuk headbanging. Key tracks: ‘Dreaming With The Dead’.

Ripping Corpse

Sentenced – Shadows Of The Past

Shadows Of The Past adalah album studio debut band death metal Finlandia Sentenced. Album ini dirilis pada November 1991 dengan artwork orisinal yang digarap oleh Luxi Lahtinen. Dan di-reissue oleh Century Media pada tahun 1995 (termasuk demo Journey To Pohjola) dengan logo dan artwork baru oleh sang bassis, Taneli Jarva. Kemudian di-reissue lagi pada tahun 2001 dengan North From Here. Dan reissue sekali lagi pada tahun 2008 sebagai set dua CD bersama dengan dua demo pertama mereka.

Musik Sentenced di album ini masih menggeber pure death metal sebelum akhirnya banting stir 180 derajat menjadi gothic metal. Pada liner notes di buklet CD North From Here tahun 2008, Jarva menyatakan bahwa pada era Shadows Of The Past, band ini hanyalah “cloning death metal” di antara yang lainnya. Jadi band ini memilih untuk mengejar direksi yang lebih teknikal dan terdengar personal di album kedua mereka. Key tracks: ‘Rot to Dead’, ‘When the Moment of Death Arrives’.

Sentenced

Suffocation – Effigy Of The Forgotten

Effigy Of The Forgotten sudah jelas merupakan album paling brutal dan cepat dalam daftar panjang artikel ini. Adalah album full length debut legenda death metal berbasis Long Island, New York, AS Suffocation, dirilis pada 8 Oktober 1991. Artwork sampul albumnya digarap oleh Dan Seagrave. Beberapa lagu di album ini telah muncul di rilisan sebelumnya. Yakni ‘Reincremation’ dan ‘Involuntary Slaughter’ yang direkam ulang dari demo Reincremated. Sementara ‘Infecting the Crypts’, ‘Mass Obliteration’, dan ‘Jesus Wept’ awalnya muncul di EP Human Waste.

Album yang direkam di Morrisound Studio ini adalah ‘landmark’ terminologi ‘brutal death metal’. Dan secara tidak langsung telah mengeset standar baru brutalitas dan teknikalitas death metal ke level berikutnya. Riffing intrikatif dan aransemen yang kompleks serta bertaburannya dram blast beat Mike Smith membuat Suffocation berbeda dari band lainnya. Gaya blast beat dan permainan dramer death metal berkulit hitam pertama ini juga memiliki signature sound. Demikian halnya dengan duo gitaris Terrance Hobbs dan Doug Cerrito yang memiliki notasi spesial pada riff ajaibnya. Dan hebatnya, setiap lagunya, walau sangat brutal, tetapi selalu groovy. Plus, Frank Mullen memperkenalkan vokal low pitched guttural ke genre ini yang menjadi tolok ukur baru ekstremitas.

Breakdown riff yang ditemukan di trek pembuka ‘Liege of Inveracity’ telah dikreditkan sebagai riff slam pertama di death metal. Dan kemudian menginspirasi mikro genre death metal yang dikenal sebagai slam death metal. Fucked Fact: semua personel Suffocation masih berusia 21 tahun saat rekaman album ini. Pada saat mereka mendirikan band ini pada tahun 1988 berarti mereka masih SMU. Key tracks: Key tracks? Buat apa? Semua lagu mengerikan!

Suffocation

Therion – Of Darkness…

Of Darkness… adalah album studio debut Therion yang dirilis pada Februari 1991 oleh Deaf Records, sub-label Peaceville Records. Berisi lagu-lagu yang ditulis pada tahun-tahun awal band Swedia ini, selama 1987-1989. Album ini masih menggeber death metal dengan elemen thrash metal sebelum musik mereka berevolusi menjadi symphonic metal. Direkam di Sunlight Studio, musikalitas materi album ini cukup mencengangkan. Dengar saja lagu-lagu seperti ‘Asphyxiate with Fear’, ‘Morbid Reality’, dan ‘Megalomania’. Album ini dirilis ulang pada 27 November 2000 oleh Nuclear Blast Records sebagai bagian dari box-set The Early Chapters of Revelation. Ini berisi lagu-lagu remaster, serta empat lagu bonus.

Therion

Tiamat – The Astral Sleep

The Astral Sleep adalah album studio kedua milik Tiamat yang dirilis pada 1 September 1991. Ini menandakan debut mereka di label rekaman yang cukup lama menaunginya, Century Media Records. Album ini di-reissue pada tahun 2006 dengan dua lagu dari single album A Winter Shadow, yang dirilis pada tahun 1990. Secara musikal, album ini memadukan gaya death metal dari album debut Tiamat dengan elemen gothic metal. Secara lirikal, album ini menampilkan campuran satanisme dengan tema introspektif dan esoteris. Key track: ‘Lady Temptress’.

Tiamat

Unleashed – Where No Life Dwells

Unleashed adalah band death metal yang dibentuk di Stockholm, Swedia pada tahun 1989 oleh Johnny Hedlund (vokal/bass). Tema lirik yang umum ditemukan dalam musik band ini termasuk budaya Viking, rekoleksi dunia pra-Kristen, dan cerita rakyat Nordik. Unleashed (bersama dengan Dismember, Entombed dan Grave) dianggap sebagai salah satu dari “The Big Four” death metal Swedia. Where No Life Dwells adalah album studio debut yang dirilis pada April 1991 oleh Century Media Records. Meskipun band asli Stockholm, mereka tidak rekaman album ini di Sunlight Studio-nya Tomas Skogsberg. Melainkan di Woodhouse Studio, Dortmund, Jerman bersama produser Waldemar Sorychta.

Album ini benar-benar ‘kickstart’ yang kick-ass karena menyuguhkan pure death metal yang straight-forward dan non-kompromis. Hajar terus dari awal hingga akhir namun terus memprovokasi headbanging secara non-stop. Serta bernuansa kelam, gagah dan banyak sekali riff dan bagian lagu yang memorable. Key track: ‘Before the Creation of Time’.

Unleashed

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Thulcandra

    Thulcandra Rayakan Esensi Black/Death Metal Via Album "A Dying Wish"

    Foto: dok. Napalm Records. Thulcandra kembali membawa berita gembira. Setelah pengumuman album baru mereka, A Dying Wish, bersama dengan single pertamanya '

    on Oct 6, 2021
    Portrayal of Guilt

    Portrayal Of Guilt Lepas MV Lagu Horor Dari Album Mendatang

    Portrayal of Guilt (Foto: Addrian Jafaritabar). Portrayal of Guilt telah merilis lagu baru berjudul '…Where the Suffering Never Ends' dari album full-leng

    on Oct 5, 2021
    Album Klasik

    32 Album Klasik & Esensial Yang Berulang Tahun Di Bulan September

    Album Klasik & Esensial. Yup, usia album-album ini memang sudah cukup dewasa, bahkan tua alias lawas! Usianya dihitung sejak tanggal dirilisnya sebuah

    on Sep 28, 2021
    Deadsquad YT

    Deadsquad 'Paranoid Skizoid': Gambaran Album Baru Deadsquad??!!

    'Paranoid Skizoid', single pertama dari DEADSQUAD yang dirilis perdana pada 11 Juli 2021. Lagu yang menjadi rekaman terakhir vokalis Daniel Mardhany bersam

    on Sep 20, 2021