×
×

Search in Mata Mata Musik

30 Tahun Lalu Nirvana Muntahkan “Nevermind” Sebagai ‘Game-Changer’

Posted on: 09/27/21 at 1:00 pm

30 Tahun Lalu Nirvana Memuntahkan "Nevermind" Sebagai 'Game-Changer'
Nirvana sampul album Nevermind pada tahun 1991 (Foto: Paul Bergen/Redferns).

Nirvana Nevermind termasuk dalam deretan album yang telah memainkan peran utama dalam mengubah direksi musik rock. Tidak hanya revolusi secara musikal, melainkan juga memulai suatu revolusi secara kultural. Selama-lamanya.

Baca juga: Nirvana “Nevermind” 30th Anniversary Deluxe Edition Siap Diluncurkan

Setelah album Nevermind dimuntahkan oleh DGC (David Geffen Company/Universal Music Group) pada 24 September 1991, perubahan trend dan budaya anak muda terjadi secara signifikan. Situasi itu seolah-olah membuat Bon Jovi, Motley Crue, Ratt, dan band “hair metal” lainnya terusir dari arena bermain yang telah mereka kuasai di sepanjang dekade 1980-an. Bahkan sedihnya, hard rock, heavy metal dan sub-subgenrenya dinyatakan mati, karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Semua media massa seperti radio dan MTV tiba-tiba merangkul band-band alternative rock dengan label “grunge” yang berasal dari wilayah Seattle. Di luar musik, para kawula muda juga mulai mengadopsi “fashion grunge”. Kemeja flanel, celana jeans robek, sepatu sneakers, kupluk, dan lain-lain. Sambil merangkul pemikiran yang lebih progresif dan introspektif dari gerombolan band ‘New Wave of American Rock’ ini.

Dan perubahan itu terjadi terutama karena penulisan lagu vokalis-gitaris Kurt Cobain, yang memikat dunia dengan single pertama Nevermind, ‘Smells Like Teen Spirit’. Dari sana, lagu-lagu lain seperti ‘Come As You Are’ dan ‘Lithium’ ikut menjadi hits dan terhubung dengan jutaan penggemar. Mereka lantas melahap seluruh lagu di album.

Dave Grohl Menggantikan Chad Channing

Menariknya, beberapa lagu di Nevermind, khususnya ‘In Bloom’, ‘Lithium’, ‘Polly’ dan ‘Breed’, dikerjakan dengan dramer Chad Channing, yang bermain di album debut Nirvana tahun 1989, Bleach. Ketika pengganti Channing, Dave Grohl bergabung dengan band pada tahun 1990, Nirvana (Kurt Cobain dan bassis Krist Novoselic) memilih agar Grohl merekam ulang sebagian besar bagian dram tersebut.

“Secara keseluruhan, semua bagiannya sama,” kenang Channing. “Faktanya, ketika gue mendengar itu, gue seperti, ‘Wow!’. Gue tersanjung bahwa mereka menyimpan permainan-permainan gue, hal-hal yang telah gue lakukan. Itu merupakan jenis pujian terbesar yang pernah gue terima. Misalnya, ‘In Bloom’, gue memiliki satu kick drum untuk bait utamanya, dan kemudian Dave menambahkan satu ekstra. Tetapi sebagian besar dari hal-hal itu hampir sama”.

Baca juga: Dave Grohl Blak-Blakan Soal Isian Dram Nirvana “Nevermind” Ngejiplak

Sesi Rekaman Nirvana Nevermind

Setelah sesi rekaman April 1990 di Smart Studios di Madison, Wisconsin, Nevermind sebagian besar direkam di Sound City di Van Nuys, California, pada bulan Mei dan Juni 1991. Beberapa band dari wilayah Seattle dapat mendengarkan materi Nevermind sebelum album ini resmi dirilis. Dan mereka memiliki pendapat langsung.

Baca juga: Nirvana Digugat Perihal Eksploitasi Seksual Anak Di Album “Nevermind”

Favorit Kim Thayil (Soundgarden)

“Gue sudah menyukai Bleach,” kata gitaris Soundgarden Kim Thayil. “Banyak dari lagu-lagu itu adalah lagu favorit gue, dari band rock mana pun. Gue sangat menantikan untuk mendengarkan Nevermind dengan penuh harap. ‘Smells Like Teen Spirit’ langsung muncul. Gue ingat mereka mengirimi kami demo, dan (bassis Soundgarden) Ben (Shepherd) sangat menyukainya. Dia mulai tertawa, menunjuk ke boom box, dan mengatakan, ‘Itu lagu hit mereka!’. Kedengarannya cukup bagus, itu jelas merupakan rekaman yang sangat ‘basah’. Banyak reverb dan delay, sedangkan Bleach terdengar menampar dan kering. Gue tahu orang suka menganggap Nevermind sebagai punk rock dan kasar. Siapa pun yang ragu harus memakai headphone mereka dan mendengarkannya. Ini adalah rekaman yang sangat basah, licin, dan dipoles”.

Steve Turner (Mudhoney) Kurang Sreg

Steve Turner dari Mudhoney juga menyuarakan keprihatinan serupa tentang cara produser Butch Vig menangkap sound Nirvana di studio. “Gue pikir mereka telah memproduksinya secara berlebihan. Dan gue mendengar demo yang mereka lakukan dengan Chad pada dram, beberapa lagu yang sama, dan menurut gue itu hebat. Gue sedikit kecewa dengan sound-nya Nevermind. Kedengarannya hampir seperti rekaman hard rock tahun 1980-an yang megah, ada kemilau di dalamnya.”

Baca juga: Pakar Hukum Sebut Gugatan Eksploitasi Seksual “Nevermind”: Sembrono

Jerry Cantrell (Alice in Chains)

Tetapi album ini segera terhubung dengan yang lain, termasuk Jerry Cantrell dari Alice in Chains. “Menurut gue (album) itu luar biasa. Itu adalah langkah serius dari album sebelumnya. Itu seperti tiga atau empat langkah ke atas”.

Duff McKagan (Guns N’ Roses) Puji Nirvana

Selain itu, Duff McKagan dari Guns N’ Roses (Duff aslinya juga dari Seattle) langsung mengakui kehebatan album tersebut. “Nevermind tuh kick-ass. Gue memiliki satu kopian kasetnya sebelum album itu keluar. Dan pacar gue dan gue terus mencuri tuh kaset dari mobil kami masing-masing, kami menyukainya. Itu adalah album punk rock yang sangat keras, diproduksi dengan baik. Dengan sesuatu yang ekstra, dramer yang hebat. Nirvana jujur apa adanya, mereka memiliki lagu-lagu rock tiga menit yang sempurna”.

Eddie Vedder (Pearl Jam) Kaget

Musisi terkenal lainnya yang juga dipengaruhi oleh Nevermind adalah Eddie Vedder, sang vokalis Pearl Jam. Band ini baru saja merilis album debut mereka yang juga klasik, Ten, kira-kira satu bulan sebelum Nevermind rilis. “Ada sesuatu tentang lagu-lagu itu, bukan hanya ada koneksi langsung, tetapi lo enggak bosan dengan lagu-lagu tersebut. Itu adalah permainan, penulisan lagu, dan fokus energi yang luar biasa, membuatnya tampak alami. Dan dari mana mereka berasal, dan apa yang ingin dia (Kurt Cobain -Ed.) katakan, meskipun lo enggak (tahu) apa yang dia katakan”.

Vedder melanjutkan, “Kami pergi ke Gurun Mojave untuk melihat Fugazi (band hardcore punk Washington DC -Ed), pertunjukan gratis di tengah gurun. Sampai di sana dan ada sebuah van, dua lampu panggung dipasang, mereka bermain di pasir di antara bukit-bukit pasir ini. Untuk menuju ke sana kami berkendara, dan gue rasa kami mendengarkan (Nevermind) sepanjang perjalanan ke sana dan arah pulangnya. Yang ada di pikiran kami hanyalah Fugazi, tetapi kemudian kami lantas mendengarkan musik ini. Rasanya seperti disiram dan membakar diri lo sendiri dalam semacam perayaan”.

Craig Montgomery (Soundman) Jadi Saksi Tur Nirvana

Menurut sound engineer Nirvana, Craig Montgomery, saat band berangkat untuk menjalankan jadwal tur AS, menjadi jelas band itu akan menjadi seberapa besar. “Ketika Nevermind keluar, jelas band ini bangga dan itu adalah album yang hebat. Tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan. Tur pertama yang di-book bukan di klub besar, ​​itu hanya tur lain melalui klub punk rock yang sama dengan yang mereka mainkan sebelumnya. Itu merupakan adegan yang cukup menegangkan kadang-kadang. Contoh jelasnya, saat pertunjukan di Dallas (ketika Kurt dan seorang penjaga terlibat dalam pertengkaran di atas panggung, seperti yang terlihat pada konser Live! Tonight! Sold Out!!)”.

“Itulah ringkasan tur itu. Sound system yang tidak terkendali dan jelek. Sangat menegangkan ketika band ini melihat orang-orang di luar yang tidak bisa masuk karena tiket sudah terjual habis. Lo merasa seperti membuang-buang waktu. Tidak lama setelah itu, kami pergi ke Eropa, di mana venue-nya lebih besar. Dan saat ini, MTV sudah menguasai segalanya, dan semakin besar di AS. Jadi, ketika semuanya benar-benar lepas landas dan Nirvana menjadi nama yang populer, kami berada di Eropa”.

Baca juga: Sebelum ‘Nevermind’ Rilis, Dave Grohl Akui Sempat Takut Dipecat Dari Nirvana

Nevermind Sebagai ‘Game-Changer’

Itu semua menandakan bahwa hampir semua orang terkejut oleh kesuksesan Nevermind yang langsung dan masif. Segera setelah dirilis, kita tidak bisa lepas dari melihat dan mendengar Nirvana ditayangkan MTV. Yup, tentu saja terima kasih kepada ‘Smells Like Teen Spirit’, yang pada akhirnya memuncak di No. 6 di Billboard Hot 100. Atau melihat tiga pemuda Seattle ini menghiasi sampul majalah yang tidak terhitung lagi jumlahnya, termasuk Rolling Stone edisi 16 April 1992.

Sekali lagi, seolah-olah, situasi ini berubah drastis dalam semalam. Gaya musik rock yang sangat populer hanya beberapa tahun sebelumnya seperti yang diusung Poison, Mötley Crüe, Cinderella, dll dianggap ketinggalan zaman. Penggemar dan label rekaman tiba-tiba menginginkan band yang lebih sejalan dengan Nirvana. Contohnya, kesuksesan komersial yang segera dinikmati Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains setelahnya. Serta turut terangkatnya band-band alternative rock seperti Red Hot Chili Peppers, Jane’s Addiction, Nine Inch Nails, dan alternative metal seperti Faith No More, antara lain.

Nirvana Mengalahkan Michael Jackson

Tetapi mungkin tanda terbesar bahwa perubahan besar telah terjadi terjadi pada minggu 11 Januari 1992, ketika Nevermind menduduki posisi teratas di tangga album Billboard 200. Berhasil menyalip salah satu artis pop paling sukses sepanjang masa. Siapa lagi kalau bukan, album Dangerous milik King of Pop, Michael Jackson.

“’92 adalah tahun Nirvana menjatuhkan Michael Jackson dari tangga album” kenang produser Bleach, Jack Endino. “Pearl Jam mulai menjual satu juta kopi album, Soundgarden semakin baik. Tiket pertunjukannya terjual habis, lo punya Lollapalooza. Semuanya diintensifkan, naik ke level lain. Bukan hanya pers Inggris yang membicarakannya lagi, bukan hanya radio kampus lagi, bukan scene indie yang membicarakan Seattle. Itu tiba-tiba menjadi sampul majalah Time. Pada saat itu, rasanya seperti, ‘Ya Tuhan, apa yang telah kita lakukan?’ Hahaha. Hati-hati dengan apa yang lo inginkan, lo mungkin mendapatkannya”.

Jonathan Poneman (Sub Pop Records)

Akibatnya, fokus media di Seattle menjadi lebih intensif setelah Nevermind mencapai No. 1. “Ada beberapa hal yang menarik, tetapi itu mematikan,” kenang salah satu pendiri Sub Pop Records, Jonathan Poneman. “Intensitas dari semua hal yang terjadi, setelah beberapa saat, itu seperti, ‘Oh, ada sebuah film yang difilmkan tentang scene Seattle yang akan dibintangi Matt Dillon dan Kyra Sedgwick? Ini akan secara gamblang didasarkan pada kehidupan orang-orang seusia kita yang tinggal di Seattle saat ini? Tentu saja mengapa tidak! Chris Cornell dan orang-orang Pearl Jam akan membintanginya? Tentu saja mengapa tidak! Nirvana hinggap ke No. 1? Tentu, mengapa tidak!’. Semuanya begitu aneh sehingga yang aneh menjadi biasa. Namun hidup terus berjalan. Dan itulah pelajarannya, apa pun yang terjadi di dunia hiburan kapan saja, lo tetap pulang, mendengarkan musik, membuat makan malam, dan berkumpul dengan keluarga. Hidup terus berjalan…”.

Hidup memang terus berjalan. Namun tiga dekade kemudian, Nevermind terus meninggalkan kesan yang abadi pada generasi baru penggemar musik. On and on, and on, until the end of time.

Sumber: Buku “Grunge Is Dead: The Oral History of Seattle Rock Music” karya Greg Prato, 2009.
Penulis, Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Dave Grohl

    Dave Grohl Merespons Gugatan Model Bayi Sampul Nirvana "Nevermind"

    Nirvana Nevermind (Foto: dok. DGC Records) / Dave Grohl (Foto: Amy Harris). Dave Grohl telah bereaksi terhadap gugatan yang diajukan terhadap Nirvana oleh S

    on Oct 5, 2021
    Johnny Ramone

    Gitar Peninggalan Johnny Ramone Terjual Hampir Rp 14 M Dalam Lelang

    Mosrite Venture II, gitar utama yang dipakai Johnny Ramone. Gitar listrik bermerek Mosrite Ventures II keluaran tahun 1965 milik Johnny Ramone dikabarkan te

    on Sep 30, 2021
    Album Klasik

    32 Album Klasik & Esensial Yang Berulang Tahun Di Bulan September

    Album Klasik & Esensial. Yup, usia album-album ini memang sudah cukup dewasa, bahkan tua alias lawas! Usianya dihitung sejak tanggal dirilisnya sebuah

    on Sep 28, 2021
    Nirvana

    Nirvana "Nevermind" 30th Anniversary Deluxe Edition Siap Diluncurkan

    Sampul Album Nevermind 30th Deluxe Edition. Pada 24 September, beberapa hari lalu bertepatan dengan peringatan 30 tahun momentum dirilisnya album Nevermind

    on Sep 27, 2021