×
×

Search in Mata Mata Musik

35 Tahun Metallica “Master Of Puppets”, Album Terbaik Sepanjang Masa

Posted on: 03/4/21 at 12:00 pm

35 Tahun Metallica "Master Of Puppets", Album Metal Terbaik Sepanjang Masa
Metallica circa 1986. (Foto: Ross Halfin via Metallica.com).

Bagi sebagian besar kritikus dan penggemar, Master of Puppets adalah album terbaik Metallica. Suatu hal yang sulit terbantahkan walau sering kali menjadi perdebatan. Di sepanjang sejarah Metallica, sejauh ini The Black Album (album self-titled/Metallica -Ed.) memang album terlaris raksasa heavy metal ini. Bahkan album rilisan tahun 1991 tersebut masuk dalam daftar 10 besar album rock terlaris sepanjang masa.

Baca juga: 20 Lagu Terbaik Metallica Sepanjang Masa

Konten album Master Of Puppets yang dirilis 35 tahun silam, 3 Maret 1986 ini boleh dikatakan “sempurna” dari beberapa sudut pandang. Gue berani memberi nilai 10 dari 10 untuk mahakarya dahsyat ini. Dari artwork yang ikonik, kualitas rekaman yang jernih dan nampol hingga musikalitas tingkat dewa 8 lagu yang termuat. Album inilah gerbang Metallica menuju level karier yang lebih tinggi.

Namun, memang sudah kehendak Tuhan, jika kesuksesan mendatang Metallica harus dibayar sangat mahal dengan peristiwa tragis. Nyawa bassis Cliff Burton harus direnggut dalam kecelakaan bus yang membawa rombongan Metallica selama tur promosi album Master Of Puppets di daratan semenanjung Skandinavia.

Alih-alih merilis video klip singel sebelum perilisan album, Metallica memilih tur promosi album ke seantero Amerika Serikat (AS) selama lima bulan sebagai band pendamping tur Ozzy Osbourne. Namun tur lanjutannya ke Eropa berhenti di tengah jalan setelah kematian Cliff pada September 1986, dan memaksa Metallica kembali ke rumah mereka.

Jika James Hetfield (vokal/gitar), Kirk Hammett (gitar), Lars Ulrich (dram) saat itu disuruh memilih, antara Cliff atau menjadi triliuner seperti sekarang (Metallica masuk dalam 10 besar artis terkaya di dunia tahun 2020 menurut Forbes). Mereka pasti akan memilih Cliff dan mungkin tetap di jalur thrash metal murni seperti kawan-kawan seangkatannya di scene Bay Area San Fransisco seperti Exodus dan Testament. Mungkin.

Metallica Ikon Budaya Tandingan

Dengan home base mereka di San Francisco, Metallica berawal merilis sepasang album yang menyebabkan gebrakan besar di scene metal underground, yakni album debut Kill ‘Em All (1983) dan album susulan Ride the Lightning (1984). Kedua album rilisan Megaforce Records tersebut mengekshibisi versi lebih cepat dari gaya NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal) seperti Motorhead, Judas Priest, Iron Maiden yang dilebur bersama gaya punk/hardcore awal 1980-an seperti Misfits, Dead Kennedys, Black Flag. Walhasil, mereka berhasil mempopulerkan subgenre heavy metal baru bernama thrash metal. Metallica adalah salah satu band pionir yang cukup berani untuk menggabungkan kedua gaya tersebut menjadi satu.

Dengan meledaknya gaya glam metal yang menguasai tangga lagu radio, MTV dan majalah rock/metal pada pertengahan 1980-an (Mötley Crüe, Ratt, Twisted Sister, dll), Metallica berperan sebagai ikon budaya tandingan yang sangat dibutuhkan untuk melawan semua glamorisasi dan kemewahan band-band tersebut. Yang paling kentara adalah gaya fashion mereka yang berlawanan. Tanpa hairspray, make-up, kostum khusus dan aksesoris berlebihan, hanya rambut gondrong, celana jeans, t-shirt band, dan headbanging di sepanjang penampilan live-nya. Sederhana namun lebih tangguh dan menyegarkan.

Materi album Master Of Puppets direkam di Sweet Silence Studio di Copenhagen, Denmark, dari September hingga Desember 1985. Metallica kembali mempercayakan produser Flemming Rasmussen setelah memproduseri Ride the Lightning secara memuaskan.

Master of Puppets menampilkan komposisi musik yang dinamis dengan aransemen yang padat. Metallica melakukan pendekatan dan performa yang lebih halus ketimbang dua album sebelumnya. Namun lagu-lagunya kini memiliki multi-layer dan lebih teknikal. Album ini dan pendahulunya, Ride the Lightning memiliki pola repertoar lagu yang serupa: kedua album tersebut dibuka oleh lagu bertempo cepat dengan intro gitar akustik, durasi lagu yang panjang, dan memiliki satu lagu semi-balada, ‘Welcome Home (Sanitarium)’ (seperti halnya ‘Fade to Black’ di album Ride the Lightning).

Meskipun kedua album tersebut memiliki struktur yang sama, musikalitas di Master of Puppets lebih kuat dan epik, dengan ritem yang lebih rapat dan solo gitar yang lebih halus. Master of Puppets memperkenalkan level baru yang berat dan kompleks dalam thrash metal, menampilkan lagu-lagu yang atmosferik dan dieksekusi dengan tepat dan tanpa cacat. Vokal James Hetfield pun menjadi matang. Gaya suara serak melodiusnya menjadi lebih dalam, terkendali, namun tetap agresif.

Lagu-lagu Master of Puppets mengeksplorasi tema-tema seperti kontrol dan penyalahgunaan kekuasaan. Liriknya menggambarkan konsekuensi keterasingan, penindasan, dan perasaan tidak berdaya. Artwork album ini didesain oleh Metallica bersama Peter Mensch dan digambar oleh Don Brautigam. Sebuah bidang kuburan salib putih yang ditambatkan ke benang kawat sebagai alat manipulasi sepasang tangan di langit merah darah. Mengilustrasikan tangan penguasa yang mengendalikan seseorang menuju kematian.

Album Metal Terbaik Sepanjang Masa

Master of Puppets hinggap di nomor 29 di tangga album Billboard 200 dan menerima pujian luas dari para kritikus, yang memuji musik dan lirik politiknya. Mahakarya legendaris ini dianggap sebagai salah satu album heavy metal terbesar dan paling berpengaruh sepanjang masa, dan dikreditkan karena telah mengkonsolidasikan scene thrash metal AS.

Master of Puppets meraih sertifikasi enam kali platinum oleh RIAA pada tahun 2003 untuk penjualan enam juta kopi album fisik di AS saja. Kemudian disertifikasi enam kali platinum oleh Music Canada (Kanada), enam kali platinum oleh British Phonographic Industry (Inggris), satu kali platinum oleh BVMI (Jerman), dan sertifikasi di negara-negara lainnya.

Pada tahun 2015, Master of Puppets menjadi album metal pertama yang dipilih oleh Library of Congress AS untuk pelestarian di National Recording Registry karena “signifikan secara budaya, sejarah, atau estetika”.

Baca juga: Metallica Raih Lebih Dari 1 Miliar Stream 99 Juta Jam Spotify Selama Tahun 2020

Hingga hari ini dan sekian aeon kemudian mungkin teriakan “Obey your Master! Master!” akan terus bergema di seluruh galaksi. Happy 35th anniversary, Master of Puppets!

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Sang Juara Thrash

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

    Akhirnya setelah Babak Final Megadeth Vs Metallica kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional. Untuk mengumumkan Sang Juara

    on Apr 4, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021
    Megadeth Vs Metallica

    Turnamen Babak Final – Side A: Megadeth Vs Metallica. Yuk Vote!

    Megadeth Vs Metallica, sounds killer, huh? Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau

    on Apr 1, 2021