×
×

Search in Mata Mata Musik

7 Musisi Asia yang Mendunia Berkat Media Sosial!

Posted on: 09/17/19 at 4:12 pm

Media sosial telah membantu generasi baru musisi Asia menjadi nama besar dengan tetap mempertahankan gaya dan suara khas mereka.

Baca Juga: Peluang Baru Musisi Lokal Lewat BEKRAF dan 88Rising

Media mainstream dapat menjadi arena politik yang keras bagi musisi-musisi Asia baru, yang harus bersaing dengan stereotip rasial serta berjuang mendapat waktu tayang di layar kaca maupun radio.

Secara historis, hanya segelintir artis keturunan Asia yang berhasil menduduki tangga lagu global. Namun, dengan bantuan media sosial, generasi baru musisi telah menjadi nama penting di industri hiburan.

Dalam dunia online yang lebih intim dan kasual ini, penyanyi maupun rapper yang mewakili diri sendiri dapat mempertahankan gaya dan suara khas mereka sambil mengembangkan fanbase global dan menghindari jalur tradisional menuju kesuksesan komersial.

Pertukaran bahasa, budaya, serta gaya musik dan visual yang seru dan terkadang kontroversial mendominasi karya mereka, dengan artis-artis menggunakan visibilitas digital mereka untuk memajukan wacana tentang musik dan representasi Asia, dari Seoul ke Brooklyn.

Berikut tujuh artis keturunan Asia yang memanfaatkan media sosial untuk tenar.

Awkwafina

Di 2012, rapper berdarah China-Korea yang berbasis di New York, Nora Lum, merilis lagu di YouTube di mana dia nge-rap tentang kualitas musik, multibahasa dan utilitarian alat kelaminnya.

My Vag—yang ditulis sebagai balasan ironis berbumbu feminis terhadap lagu-lagu bernada machismo seperti “My Dick” milik Mickey Avalon—dirilis di bawah alter ego Lum sebagai Awkwafina dan langsung menjadi viral, meluncurkan kariernya baik sebagai musisi maupun aktris.

Dia merilis album solo Yellow Ranger di 2014, yang disusul dengan In Fina We Trust tahun lalu. Perannya di film Ocean’s 8 dan Crazy Rich Asians membawanya menjadi bintang utama The Farewell (2019).

Namun, ketenarannya dirasa sedikit problematik lantaran “blaccent”-nya (gaya berbicara seperti orang Afrika-Amerika), yang ditanggapinya dengan: “Saya terbuka untuk obrolan itu, karena sebagai identitas Asia-Amerika kami masih mencoba mencari tahu apa itu.”

BTS

BTS
BTS rutin menjual habis tiket konser mereka di seluruh dunia.

Dalam musik mereka, ketujuh pria Korea Selatan berwajah imut yang memperkuat BTS ini memiliki tujuan yang unik yaitu untuk menghilangkan stereotip negatif seputar kaum remaja, dan menceritakan evolusi mereka sendiri dari remaja hingga memasuki usia dewasa.

Baca Juga: Map of the Soul: Persona Jadi Album Terlaris 2019 di AS!

BTS—permainan kata dari frasa bahasa Korea “bangtan sonyeondan,” yang diterjemahkan menjadi “anak pramuka antipeluru”—mulai populer di 2012 lewat lagu-lagu cover dan video yang beredar di platform media sosial Korea dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menggunakan popularitas mereka untuk menyentuh masalah sosial. Di 2018, misalnya, Jimin menimbulkan kontroversi ketika dia mengenakan kaos yang merujuk pada kemerdekaan semenanjung Korea dari penjajahan Jepang selama Perang Asia-Pasifik.

Seiring dengan keberhasilan konser di seluruh dunia dan penampilan di berbagai acara TV seperti Saturday Night Live, BTS tetap aktif di media sosial, vlogging dan terhubung dengan penggemar mereka.

Joji

Joji
Joji mulai membuat video komedi dan sejak saat itu telah beralih ke musik.

George Miller—memelord blasteran Australia-Jepang yang menciptakan video Filthy Frank, Pink Guy dan Harlem Shake—awalnya mulai memposting konten sketsa komedi di saluran YouTube-nya, TVFilthyFrank, di 2009. Tapi dia baru menjadi sensasi di internet saat karakternya yang paling populer—manusia anti-internet, bermulut kotor dan tidak peka secara rasial yang bernama Filthy Frank—diciptakan.

Di 2014, dia mulai membuat musik untuk karakter lainnya, Pink Guy, dengan gaya komedi yang sama ironisnya (salah satu lagu Pink Guy, “STFU,” memiliki 55 juta views di YouTube). Tapi di 2017, dia resmi berpisah dari karier komedinya karena masalah kesehatan.

Sejak itu, dia beralih ke musik tradisional dan menggunakan alias Joji, bereksperimen dalam musik trip hop yang mellow dan lo-fi. Kolaboratornya antara lain Rich Brian dan Higher Brothers, dan dia tergabung dalam label 88rising.

Lil Tay

Lil Tay
Lil Tay – apakah eksistensinya hanyalah kebohongan media semata?

Skandal terus membuntuti bintang rap Asia yang vulgar dan bertubuh mungil ini. Lil Tay mulai dikenal publik pada usia sembilan tahun di Instagram dan YouTube, memamerkan gepokan dolar dan nge-rap sekaligus mengejek tentang merokok ganja dan mobilnya yang bernilai $200.000 (walaupun dia tidak punya SIM).

Si “tukang pamer termuda abad ini” terkenal karena dua hal: memulai perkelahian dengan sensasi internet lainnya seperti Bhad Bhabie (alias Danielle Bregolli) dan memamerkan gaya hidupnya yang mewah di Hollywood Hills (meskipun dia sebenarnya tinggal di Kanada).

Namun delapan bulan setelah ketenarannya meroket, Lil Tay yang berdarah China tiba-tiba menghapus akun media sosialnya setelah beredarnya video dirinya merokok. Yang lebih mengejutkan, si bintang cilik ini ternyata selama ini dikendalikan oleh kakak laki-lakinya yang berumur 16 tahun dan ibu kandungnya sendiri.

Namun, warganet masih skeptis terhadap kebenaran kejadian ini. Banyak yang merasa ini semata-mata adalah aksi publisitas lainnya.

Psy

7 Musisi Asia yang Mendunia Berkat Media Sosial!-5
Video “Gangnam Style” Psy sudah ditonton sebanyak tiga miliar kali di YouTube.

Sudah terkenal di negara asalnya Korea Selatan, Psy menerobos pasar internasional dengan keterampilan menarinya yang absurd namun kompleks secara teknis di tahun 2012.

Pada perilisannya tahun itu, “Gangnam Style” dengan cepat meraup 500.000 views di YouTube, yang sejak saat itu telah meningkat menjadi tiga miliar views—meraih titel video yang paling banyak ditonton keenam di YouTube. Lagu ini—yang mengolok-olok gaya hidup borjuis kaum yang tinggal di salah satu distrik terkaya di Seoul dan menampilkan Psy menari seperti kuda yang penuh semangat—telah melahirkan video peniru, parodi, meme dan bahkan hoaks terkait ramalan hari kiamat Nostradamus.

Refrain “Oppa Gangnam Style!” yang meriah masuk dalam Yale Book of Quotations sebagai salah satu ungkapan paling populer di 2012, dan Psy dibanjiri pujian karena telah memperkenalkan dunia pada talenta yang beragam di Korea.

Rich Brian

Rich Brian
Rich Brian sejauh ini sudah merilis dua album melalui saluran YouTube 88rising.

Man, I don’t give a f*** about a mothaf*****’ po / I’ma pull up with that stick and hit yo’ motherf*****’ do.”

Baca Juga: Spotify On Stage 2019 Makin Seru Dengan Kehadiran Rich Brian!

Lirik ini memperkenalkan suara bass mendalam milik Brian Imanuel Soewarno, yang dalam video musik “Dat Stick” mengenakan baju polo merah muda dengan tas pinggang—lambang anak cupu di internet. Pada saat itu, di 2016, rapper kelahiran Jakarta ini sudah familiar dengan memposting konten di YouTube, Vine dan Twitter, dan belajar bahasa Inggris secara autodidak dengan mendengarkan artis-artis seperti Childish Gambio dan Tyler, the Creator.

Kedua albumnya dirilis melalui saluran YouTube 88rising, yang mana yang kedua turut menampilkan RZA dan Joji dan berfokus pada kisah imigran dengan nuansa orkestra. Ini adalah perubahan yang nyata dari gaya yang lebih rap sebelumnya, yang dipandang problematik: Brian sebelumnya menggunakan nama panggung Rich Chigga, yang merupakan cercaan bernada rasis, sesuatu yang diakui Brian memalukan dan mendorongnya mengganti namanya secara profesional menjadi Rich Brian di awal 2018.

Yuna

7 Musisi Asia yang Mendunia Berkat Media Sosial!-7
Yuna mulai merilis lagu di MySpace. (Foto: Instagram/Yuna)

Nada sopran halus milik penyanyi-penulis lagu Yunalis binti Mat Zara’ai, atau yang lebih dikenal sebagai Yuna, telah membuatnya memiliki jutaan penggemar – khususnya di MySpace, di mana dia merilis EP eponimnya di 2008.

Salah satu lagunya, “Deeper Conversation,” menarik perhatian Fader Label yang berbasis di New York, yang menggaetnya di 2011, diikuti oleh kontrak dengan Verve Records pada 2013. Sejak itu, dia telah merilis enam album dan dua EP, berkolaborasi dengan Usher, Tyler, the Creator, dan G-Eazy, dan telah tampil di Bonnaroo, Lollapallooza, dan di acara televisi larut malam seperti Conan, Jimmy Kimmel Live! dan Late Night with Seth Meyers.

Karyanya di bidang seni telah menganugerahinya Malaysian National Youth Icon Award, dan lagunya di 2012 “Crush”—yang sebagian besar berjasa karena meluncurkannya ke panggung internasional—mendapat sertifikat dari Recording Industry Association of America setelah dinyatakan masuk kategori penjualan Gold atau senilai 500.000 salinan.

Keterangan Foto Utama: Awkwafina langsung menjadi sensasi viral di 2012 saat dia merilis lagu di YouTube di mana dia nge-rap tentang alat kelaminnya. (Foto: AP)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Official Video I Love You 3000 II

Official Video I Love You 3000 II Telah Rilis di Youtube

Single debut Stephanie Poetri setelah masuk 88rising, akhirnya rilis di YouTube pada 15 Oktober 2019 ini. Lagu perdananya bersama label yang membesarkan nama R

on Oct 15, 2019
Joji

Joji Habiskan Lebih dari 2 Ribu Dolar Belanja Sneakers

Bintang 88rising Joji mampir di Flight Club Los Angeles untuk berbincang dengan Joe La Puma tentang sneakers dan menggelontorkan total $2.500 untuk menambah ko

on Oct 15, 2019
Maroon 5

Maroon 5 Konfirmasi Album Baru Jelang Tampil di Hard Rock Live

Saat Maroon 5 membuka Hard Rock Live baru di Hollywood pada 25 Oktober nanti, Adam Levine dkk akan punya setidaknya satu lagu baru yang belum pernah dibawak

on Oct 15, 2019
BTS

Semua Prestasi Terbesar BTS Terangkum dalam #BTSPavedTheWay

Hari Minggu kemarin (13/10) ARMY turun ke Twitter untuk merayakan kesuksesan BTS lewat serangkaian cuitan bertagar #BTSPavedTheWay yang menyoroti semua pencap

on Oct 15, 2019