×
×

Search in Mata Mata Musik

7 Set EDM Menakjubkan di Weekend Pertama Coachella 2019

Posted on: 04/22/19 at 4:45 pm

Coachella dikenal selalu menyuguhkan menu luar biasa di festivalnya. Beragam genre dengan pertunjukan kelas dunia. Di akhir pekan pertama Coachella kemarin, beberapa penampilan dari panggung EDM berhasil membuat para penonton takjub!

Setiap tahunnya, festival musik utama di California—Coachella Valley Music and Arts Festival—selalu tampil lebih seru dari edisi sebelumnya dengan menghadirkan sejumlah artis dari seluruh dunia musik dance bersamaan dengan genre lainnya.

Di 2019, artis-artis ini tersebar—mungkin lebih dari sebelumnya—di seluruh tahapan acara, memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk merasakan lineup yang beragam dalam lingkungan yang sama beragamnya.

Baca Juga: Four Tet Luncurkan Single Baru “Teenage Birdsong”

Meskipun pastinya ada sejumlah penampilan fantastis dari akhir pekan pertama  Coachella yang tidak terwakili dalam daftar ini, kami sudah merangkum tujuh set yang secara khusus mengesankan bagi kami.

Gesaffelstein

Gesaffelstein Coachella 2019
Gesaffelstein. (Foto: Julian Bajsel via Coachella 2019)

Kapan pun seorang artis dari Prancis manggung dengan topeng berwana metal, penampilan tersebut akan segera masuk dalam sejarah Coachella. Dan di tengah lineup yang dipenuhi artis-artis luar biasa dari edisi-edisi sebelumnya, Gesaffelstein menonjol sebagai salah satu artis yang paling tangguh.

Setelah merilis album yang sarat musik pop, Hyperion, bulan Maret kemarin, para penggemarnya tidak yakin apa yang harus diharapkan pada comeback Michel Lévy di Indio ini—apakah dia akan berfokus pada gaya barunya yang lebih mainstream, atau kembali ke gaya lamanya yang gelap? Begitu dia naik panggung, dalam setelan metal Vantablack yang berkilau, beberapa pertanyaan tersisa.

Selama satu jam pertama di malam hari terakhir akhir pekan pertama Coachella, Gesaffelstein menggabungkan rilisan barunya dengan lagu-lagu favorit klasik dan live edit yang luar biasa, yang disandingkan dengan produksi visual yang spektakuler.

Tidak dapat dipungkiri, era baru Gesaffelstein akan segera tiba, dan Coachella menyediakan latar belakang yang sempurna untuk debutnya.

Jon Hopkins

Jon Hopkins Festival of Disruption 2018
Jon Hopkins. (Foto: Toby Tenebaum via Festival of Disruption 2018)

Ada beberapa nama di ranah elektronik yang lebih mewujudkan gambaran “menakjubkan” daripada Jon Hopkins. Perpaduan nuansa melodis dengan pengaruh techno yang tidak menentu dari artis asal Inggris ini membuatnya unggul di kelasnya, itupun kalau ada artis lain yang selevel dengannya.

Setnya di Coachella, yang menutup tenda Gobi di akhir pekan pertama, sangat cocok dengan kualitas katalognya. Hopkins langsung terjun ke live edit yang memikat dari Singularity, albumnya yang masuk nominasi Grammy di 2018, yang disertai dengan pilihan aransemen video transenden yang memuncak dalam salah satu penampilan yang paling menggugah secara emosional di festival ini.

Aphex Twin

Aphex Twin. (Foto: Tony Soave)
Aphex Twin. (Foto: Tony Soave)

Selama bertahun-tahun, Richard James menjadi salah satu tambahan yang paling diharapkan hadir di lineup Coachella. Siapa pun yang paham dengan musik dance tahu kalau proyek Aphex Twin-nya adalah salah satu bagian paling berpengaruh dalam sejarah musik elektronik.

Karena penampilan terakhir James di Coachella, yaitu di 2008, mendahului “meledaknya EDM,” penampilannya di 2019 menandai kali pertama banyak penggemar barunya melihat aksi panggungnya. Dan seperti biasa, dia tidak mengecewakan.

Berdiri di hadapan kerumunan tenda Mojave yang secara mengejutkan lega, Aphex Twin tampil lebih dari 90 menit membawakan musik-musik garage, techno, EBM, IDM, dan downtempo yang menarik.

Laser yang menusuk dan histeria visual yang sering meresahkan mengiringi penampilan tanpa ritmenya dengan rusuh yang secara jelas membuktikan bahwa sentuhan Richard James setara dengan hype-nya.

Nina Kraviz

Nina Kraviz Coachella 2019
Nina Kraviz. (Foto: Julian Bajsel via Coachella 2019)

Dalam komunitas techno, set Nina Kraviz di Coachella mungkin adalah yang paling terpolarisasi di akhir pekan itu. Artis berdarah Rusia yang juga mengepalai label Trip ini dikenal dengan set DJ-nya yang sangat energetik, sehingga kebingungan atas keputusannya untuk bertolak dari gaya khasnya di penampilan live perdananya bisa dipahami.

Memang, untuk sebagian besar setnya, Kraviz lebih banyak berkecimpung dalam seni penampilan yang tidak biasa, berinteraksi secara aneh dengan bagian-bagian set yang lebih cocok untuk playhouse daripada klub malam. Meski begitu, saat produser ajaib ini beranjak ke porsi techno di segmen kedua setnya, kesabaran pengunjung yang tetap menonton akhirnya terbayarkan.

Pilihan musik dance yang menggelegar dari Kraviz setidaknya sangat menakjubkan. Dan, ketika dipasangkan dengan komponen visual unik yang mencerminkan gerakannya di atas panggung, klimaks setnya menggemakan pertunjukan audio-visual luar biasa dari Richie Hawtin, CLOSE, yang memulai debutnya di hari Jumat yang sama sebagai penutup di Mojave dua tahun sebelumnya.

Charlotte de Witte

Charlotte de Witte Coachella 2019
Charlotte de Witte. (Foto: Miranda McDonald via Coachella 2019)

Dalam dua tahun terakhir, Charlotte de Witte telah tumbuh dari seorang pahlawan underground techno menjadi salah satu artis techno yang paling banyak dicari untuk festival ini, dan untuk alasan yang jelas.

Dalam set utamanya pada hari Minggu itu (14/4), DJ asal Belgia ini menghadirkan salah satu set tergelap di tenda Yuma di sepanjang akhir pekan—ini bukan pencapaian yang sepele, mengingat persaingannya dengan legenda-legenda ‘gelap’ lainnya yang ada di lineup, seperti Nicole Moudaber dan Cirez D.

Sejak dia naik ke atas panggung, de Witte menjerumuskan pendengarnya ke dunia agresif yang unik, memastikan bahwa semua yang hadir akan dihidupkan kembali untuk set final festival sesudahnya.

Four Tet

Four Tet. (Foto: Debi del Grande)
Four Tet. (Foto: Debi del Grande)

Dalam dunia musik elektronik live, produksi visual yang rumit di set seorang artis bisa menjadi elemen yang sama pentingnya (atau bahkan lebih penting) dengan musiknya sendiri. Oleh karenanya, keputusan artis untuk menghindari video atau komponen pencahayaan apa pun cukup menjadi sebuah pernyataan.

Seiring matahari terbenam di hari kedua Coachella, Four Tet mengabaikan efek visual yang dimilikinya, dan memilih untuk tampil di sepanjang setnya di depan layar hitam tenda Mojave. Dengan tidak adanya rangsangan lain yang bersaing untuk menarik perhatian pengunjung, pilihan musik experimental house dan tech bernuansa garage dari Four Tet menjadi pusat perhatian, meninggalkan dampak luar biasa bagi semua yang hadir.

Bassnectar

Bassnectar. (Foto via Bassnectar)
Bassnectar. (Foto via Bassnectar)

Kemungkinan, ini bukan pertama kalinya kalian menyaksikan set Bassnectar, yang tampil sebagai penutup Sabtu malam di panggung Outdoor Coachella tahun ini. Selama dua dekade terakhir, Lorin Ashton telah mengumpulkan salah satu fanbase yang paling setia di kancah musik dance. Dan, berkat merek musik bass abstraknya yang beroktan tinggi dan produksi visual yang sangat chaotic, penikmat bass akan sesering mungkin menghadiri penampilannya.

Akan tetapi, set Bassnectar di minggu pertama itu terbukti menjadi pengalaman unik dengan caranya sendiri.

2019 menandai penampilan pertama Ashton di Coachella sejak dia tampil di tenda Sahara enam tahun lalu, dan kesempatan langka untuk menyaksikan artis ikonik ini dari lokasi yang luas dan terbuka tentu saja wajib dinikmati.

Di akhir pekan pertama, setlist Bassnectar menggemakan penampilan dari salah satu era yang paling dicintainya, yaitu awal tahun 2010-an. Mungkin karena setnya yang relatif singkat, Ashton tidak banyak mengeksplorasi pengaruh musiknya yang lebih lembut dan lebih melodis. Justru, dia memilih untuk menampilkan karya-karya klasik yang hebat dari katalognya sendiri bersama potongan-potongan dari artis-artis seperti Gesaffelstein dan pertunjukan cahaya yang menakjubkan secara visual dan terkadang berbau politik.

Keterangan Foto Utama: Suasana akhir pekan pertama Coachella 2019. (Foto: Charles Reagan via Coachella 2019)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Beberapa DJ Ini Memilih 7 Lokasi Unik Untuk Set-nya!

Beberapa DJ Ini Memilih 7 Lokasi Unik Untuk Setnya!

Dari Steve Aoki hingga Paul Oakenfold, DJ-DJ ini membuktikan tidak ada tempat yang tidak bisa dijamah oleh musik EDM. Astronaut asal Italia, Luca Parmitano,

on Aug 19, 2019
Beatport Akan Pangkas Katalog Musiknya Yang Tak Terjual

Beatport Akan Pangkas Katalog Musiknya Yang Tak Terjual

Lagu-lagu tidak terjual yang dirilis sebelum Januari 2019 akan dihapus dari Beatport. Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke pemasok musik, toko musik digi

on Aug 19, 2019
The Chainsmokers Menjadi DJ dengan Bayaran Tertinggi 2019-1

Setahun Terakhir, The Chainsmokers Kantongi Bayaran Tertinggi, Geser C...

The Chainsmokers menurunkan posisi Calvin Harris dengan pendapatan sebesar $46 juta. Di bawah bola disko koil Tesla yang menggetarkan, Marshmello naik ke at

on Aug 14, 2019
Alison Wonderland Lepas Versi Akustik “Peace”

Alison Wonderland Lepas Versi Akustik “Peace”

Wonderland ditemani band beranggotakan empat personil untuk membawakan “Peace” di video ini. Alison Wonderland bisa dibilang relatif anteng tahun ini d

on Aug 4, 2019