×
×

Search in Mata Mata Musik

75 Video Rolling Stones Langka yang Dikunci Selama 50 Tahun

Posted on: 01/5/20 at 3:47 pm

The Rolling Stones tampil di atas panggung di Madison Square Garden dalam sebuah konser yang direkam dan kemudian dirilis sebagai album live ‘Get Yer Ya-Ya’s Out’ dan juga sebagai bagian dari film ‘Gimme Shelter’ pada 28 November 1969 di New York City, New York (Foto: Michael Ochs Archives/Getty Images)

Sebuah koleksi video yang berjumlah sekitar 75 konser langka legenda hidup rock n’ roll The Rolling Stones belakangan ini telah muncul di akun baru YouTube pada malam tahun baru lalu yang menghilang sehari kemudiannya, sesuai pantauan Variety. Unggahan tersebut bisa saja merupakan ulah pembajak sekaligus penggemar Stones yang berdedikasi, tetapi para pengacara hak cipta memiliki teori lain: ABKCO Music & Records, yang mengelola hak katalog Rolling Stones pada dekade 1960-an, mengunggah video tersebut dengan sengaja sebagai cara untuk memperpanjang kepemilikan mereka atas hak cipta rekaman tersebut di Uni Eropa (UE).

Baca juga: The Rolling Stones Berencana Rilis Bridges to Buenos Aires

Semua video rekaman tersebut telah berumur 50 tahun pada tahun 2019, yang berarti mereka dijadwalkan untuk menjadi domain publik di Uni Eropa kecuali mereka diterbitkan kembali dalam bentuk apapun sebelum akhir tahun. Tetapi tidak jelas apakah unggahan YouTube yang sekilas cukup untuk memenuhi syarat penerbitan UE, menurut Zvi S. Rosen, dosen di Fakultas Hukum Universitas George Washington. “Ini benar-benar semacam memaksakan segala kemungkinan yang bisa dilaksanakan secara hukum,” ucap Rosen pada The Verge.

Video-video itu diunggah ke akun YouTube bernama 69RSTRAX, dan sebagaimana dinyatakan oleh Variety, kebanyakan isinya adalah konser live dan versi alternatif lagu-lagu dari album Let It Bleed dan Sticky Fingers, semuanya direkam pada tahun 1969. Sebuah Google Cache pada halaman 69RSTRAX memperlihatkan video-video itu diunggah dengan judul seperti “The Rolling Stones – “(I Can’t Get No) Satisfaction” – Oakland Coliseum Arena (Early Show) 11/9/69″. Variety mengatkan video-video itu mengandung “bahasa hak cipta resmi” dan sebagian besar audionya berkualitas rendah atau telah rusak. Beberapa dipoles dengan “suara seperti nada panggil yang sekeras musiknya”, mungkin untuk mengurangi adanya pembajak audio. Variety mengatakan video itu dihapus pada 1 Januari, tetapi tidak sepenuhnya – video itu hanya di-setting private.

The Rolling Stones, 1969 (Foto: Pinterest.com)

Di UE, hak cipta rekaman suara dilindungi selama 50 tahun setelah dibuat, tetapi perlindungan itu dapat diperpanjang hingga 70 tahun di bawah klausul “gunakan atau hilangkan”. Pada dasarnya, ketentuan tersebut mengatakan bahwa hak cipta sebuah rekaman adalah 70 tahun, selama rekaman itu “dikomunikasikan secara sah kepada publik” saat kapan pun dalam jangka waktu 50 tahun pertama. Jika pemilik hak cipta tidak melakukan apa pun dengan rekamannya dalam jangka waktu 50 tahun itu, maka rekaman itu akan masuk ke domain publik.

Baca juga: The Rolling Stones Punya Batu di Mars!

Klausul ini dirancang untuk melindungi para performer (Rolling Stones) dan mencegah rekaman yang menurut label tidak terlalu layak secara komersial dari brankas perusahaan. Para performer dapat mengeluarkan pemberitahuan penghentian jika label belum melakukan apa pun dengan materi mereka dalam jangka waktu 50 tahun, dan kemudian sang pemilik hak cipta memiliki waktu satu tahun untuk mengeksploitasi materi agar dapat mempertahankan dan memperluas hak ciptanya.

Tapi apa yang memenuhi definisi mengeksploitasi materi di bawah undang-undang hak cipta UE? Bahasa arahannya terlalu longgar, tanpa ada pedoman mengenai apa artinya “tersedia”, atau berapa banyak kopian rekaman yang dianggap “jumlah yang cukup”, kata firma hukum Hughes, Hubbard & Reed. Label telah menemukan cara rumit untuk memanfaatkan ambiguitas ini untuk memperluas kepemilikan hak cipta. Misalnya, Sony Music mencetak 100 CD dengan rekaman langka Bob Dylan dan menawarkan akses unduhan terbatas kepada pembeli online di Perancis dan Jerman. Pada 2013, Apple Records dan Universal Music Group secara singkat menjual banyak rekaman demo dan pertunjukan oleh The Beatles pada iTunes di Asia, Australia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Utara untuk mencegah jatuhnya hak cipta ke domain publik.

ABKCO dilaporkan pernah melakukan ini sebelumnya. Pada bulan Desember 2016, 30 rekaman yang belum dirilis oleh Rolling Stones dari tahun 1966 diunggah ke akun YouTube yang aneh, mengikuti pola yang sama. Sebagian besar isinya adalah rekaman-rekaman live dan alternatif, channel ini tidak memiliki unggahan sebelumnya, dan video-video ini lalu dialihkan ke mode private tak lama setelah dipublikasikan.

Meskipun tidak ada bukti konkret yang menghubungkan ABKCO langsung ke akun-akun YouTube ini, tetapi, waktu pembuatannya, materi yang diunggahnya, dan fakta bahwa video dibuat private alih-alih dihapus – yang menunjukkan tidak ada pemberitahuan pelanggaran hak cipta yang dikeluarkan – semuanya mengarah pada pengekstensian hak cipta UE sebagai teori yang masuk akal.

Tetapi jika ABKCO memang sengaja membuat file-file audio ini, mengunggahnya ke akun YouTube aneh ini, dan hanya membuatnya terlihat selama sehari, Rosen mengatakan itu dipertanyakan apakah ini memenuhi syarat yang dimaksud pada arahan mengenai perilisan rekaman ke publik.

Sementara YouTube adalah sarang untuk argumen tentang pelanggaran hak cipta di Amerika Serikat, menarik untuk berpikir bahwa itu berpotensi digunakan sebagai platform untuk menetapkan hak cipta di belahan dunia lain, berkat undang-undang seperti arahan hak cipta Uni Eropa. Dan apakah mengunggah di YouTube secara singkat dapat dianggap sebagai rilisan resmi dalam pengadilan? Itu adalah masalah lain.

Baca juga: The Rolling Stones Umumkan Film Rock and Roll Circus

Tentu saja, ada juga kemungkinan bahwa ini bukan suatu permainan jangka panjang yang dilakukan label dan mungkin memang ada beberapa orang secara acak yang memiliki koleksi rekaman langka dari Rolling Stones, membuat akun ‘burner’ di YouTube, memutuskan untuk mengunggah semuanya pada malam tahun baru, dan kemudian mengubahnya semua menjadi private sehari kemudian. Tapi itu adalah upaya yang banyak tanpa kompensasi yang jelas, dan untuk ABKCO, ada insentif yang jelas. Seperti yang dikatakan Rosen, “Kenapa orang lain mau melakukan ini?”. Teori yang masuk akal.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Mick Jagger

Mick Jagger Awalnya Ingin Ronnie Wood Gantikan Brian Jones

Dalam wawancara terbaru dengan surat kabar Jerman Spiegel, Ronnie Wood mengungkapkan pentolan The Rolling Stones Mick Jagger awalnya membidik Ronnie—yang

on Dec 10, 2019
Janis Joplin

Kemenangan dan Tragedi Seorang Janis Joplin

Sebagai seorang wanita kelahiran tahun enam puluhan, Janis Joplin menerobos batas-batas yang dia pernah lakukan sebelumnya. Dia memulai karir di San Francis

on Dec 1, 2019
The Rolling Stones

The Rolling Stones Berencana Rilis Bridges to Buenos Aires

Bob Dylan ikut memeriahkan konser mereka di Argentina pada 1998 di lagu “Like a Rolling Stone” Baca juga: The Rolling Stones Umumkan Film Rock and Roll

on Oct 4, 2019
The Rolling Stones

The Rolling Stones Punya Batu di Mars!

Aktor Robert Downey Jr mengumumkan kabar tersebut di Rose Bowl Stadium, Pasadena sebelum band ini tampil di sana pada Kamis malam (22/8). Baca Juga: The Roll

on Aug 28, 2019