×
×

Search in Mata Mata Musik

Absennya BTS di Nominasi Grammy 2020 Tuai Berbagai Tanda Tanya

Posted on: 11/21/19 at 4:27 pm

Setiap tahun, Grammy merilis daftar nominasi mereka. Dan setiap tahun, fans mengutarakan kemarahan mereka atas ‘ketidakadilan’ yang dirasa. Tapi daftar nominasi Grammy tahun ini mengungkap salah satu kekeliruan paling mengerikan yang pernah dibuat Recording Academy dalam beberapa waktu terakhir: absen totalnya BTS.

Baca juga: BTS Akan Sajikan ‘Sisi Terbaik’ di Musik Baru Mendatang

BTS menikmati kesuksesan beruntun yang belum pernah terjadi sebelumnya di 2019. Bulan April, mereka merilis Map of the Soul: Persona, yang debut di No. 1 Billboard 200, menjadikan mereka grup pertama sejak The Beatles di 1996 yang mencetak tiga album No. 1 dalam kurun kurang dari setahun. (Dua album No. 1 lainnya yaitu Love Yourself: Tear dan Love Yourself: Answer dari 2018.)

Septet ini baru saja mengakhiri Love Yourself: Speak Yourself Tour mereka, yang diadakan di sejumlah stadion di seluruh dunia, meraup hampir $117 juta dan menjual hampir satu juta tiket. Mereka juga berhasil mendaratkan lagu bersama Halsey “Boy with Luv” di Billboard Hot 100 dengan posisi tertinggi di No. 8, meraih sertifikat Platinum dari RIAA untuk lagu itu, yang meningkatkan daya tarik crossover mereka lebih jauh.

Ini hanyalah beberapa contoh pencapaian BTS di 2019. Grup ini terlihat sangat pasti mengantongi setidaknya satu nominasi Grammy—kalau bukan Album atau Record of the Year, mungkin Best Pop Duo/Group Performance atau Best Pop Vocal Album, dan paling tidak Best World Music Album. Namun dengan sepenuhnya menyingkirkan BTS dari nominasi Grammy 2020, Recording Academy sekali lagi memperlihatkan apati budaya yang sudah mendarah daging dan terbukti sangat tidak peka dengan tren musik populer.

Hubungan getir Grammy dengan ras bukanlah rahasia lagi. Dalam 61 tahun sejarahnya, hanya 10 artis kulit hitam yang memenangkan penghargaan Album of the Year, sementara banyak artis non-kulit putih yang diturunkan ke kategori R&B atau rap. Nomine dan pemenang Grammy sepanjang sejarah mengungkap bias voting dalam tubuh Academy, karena artis non-kulit putih berulang kali “dibedakan” dan karya-karya medioker dari artis-artis biasa dimenangkan ketimbang karya yang sukses secara kritis dan komersial dari artis-artis kontemporer. Dalam hal ini, BTS telah dicurangi dalam dua hal itu.

Baca juga: Museum Grammy Akan Pajang Kostum BTS dari Grammy Awards 2019

Memang, kualitas adalah hal yang subjektif, dan orang yang tidak setuju bisa saja beranggapan rilisan baru BTS tidak cukup baik untuk mendapat nominasi Grammy. Tapi toh, Grammy hampir tidak ada hubungannya dengan kualitas musik yang objektif. Mereka adalah Lembaga kuno yang ditentukan oleh politik dan populisme industri—itulah sebabnya album Kendrick Lamar Good Kid, M.A.A.D. City bisa kalah di kategori Best Rap Album dari album Macklemore and Ryan Lewis The Heist, dan DAMN. bisa kalah di Album of the Year dari album Bruno Mars 24K Magic.

Ironisnya adalah, berdasarkan metrik ini, BTS adalah kandidat Grammy yang paling layak. Mereka sering mengungguli artis kontemporer kulit putih dan/atau Barat dalam hal penjualan album, streams, views video dan daya tarik konser. Artis-artis Barat berbondong-bondong ingin berkolaborasi dengan mereka, dan ajang penghargaan mengundang mereka untuk berpartisipasi agar terlihat keren—termasuk Grammy sendiri tahun lalu. Grammy sering menghargai populisme daripada integritas artistic, dan BTS adalah definisi dari band masyarakat luas (sambil juga membuat musik pop yang mantap dan diterima dengan baik).

Untungnya, fans BTS sudah terbiasa dengan kekecewaan semacam ini. Kemarin, mereka merespons dengan cara seperti biasa: dengan terus streaming karya BTS dan terang-terangan menyatakan rasa cinta dan dukungan bagi sang grup idola. Sore kemarin, ARMY meluncurkan keseluruhan diskografi BTS dalam Bahasa Korea kembali ke chart iTunes Top Albums di AS, menurut Soompi. Tidak hanya itu, mereka juga sukses menjadikan tagar #ThisIsBTS sebagai yang tertinggi ketiga di dunia.

Baca juga: Pencapaian BTS Ini Kukuhkan Status Mereka Sebagai Raja K-pop!

BTS akan terus mengadakan tur dan merilis musik, dan ARMY akan terus mendukung mereka tanpa henti, terlepas dari pengakuan Grammy. Recording Academy mungkin suatu hari akan mengakui kehebatan grup K-pop ini. Tapi saat BTS terus memecahkan rekor dan Grammy terus kehilangan relevansi, sepertinya justru Grammy yang butuh BTS.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BTS-BLACKPINK-IYW

Inilah Peringkat Penyanyi K-Pop Paling Populer Edisi Bulan September 2...

30 peringkat keseluruhan penyanyi K-pop paling populer edisi bulan September 2020. (Foto: BTS, BLACKPINK, Im Young Woong via Soompi). The Korean Business Re

on Sep 28, 2020
BTS umumkan tanggal album baru

Umumkan Judul & Tanggal Rilis Resmi Album Baru, BTS Ungkap Konsep Kont...

Ok ARMY, ini pastinya kabar yang paling lo tunggu saat ini. Yoi, BTS telah menetapkan tanggal untuk comeback mereka berikutnya! Judul album baru dan tangga

on Sep 28, 2020
30 Peringkat Grup K-Pop Paling Populer Bulan September 2020

30 Peringkat Keseluruhan Grup K-pop Paling Populer Edisi Bulan Septemb...

30 peringkat keseluruhan grup K-pop paling populer edisi bulan September 2020. The Korean Business Research Institute telah mengungkapkan peringkat reputasi

on Sep 27, 2020
BLACKPINK & BTS

Way (Eks-Crayon Pop) Ungkap Rahasia Kesuksesan BTS dan BLACKPINK

BLACKPINK / BTS. Mantan anggota girlband K-pop Crayon, Way belum lama ini membagikan pendapatnya tentang keahlian khusus yang dibutuhkan seorang idol K-pop

on Sep 27, 2020