×
×

Search in Mata Mata Musik

Ace Frehley (Eks-KISS): “Gue Pendukung Donald Trump”. So What Gitu Loh?

Posted on: 09/12/20 at 7:00 am

Ace Frehley (Eks-KISS): Gue Pendukung Donald Trump, So What Gitu Loh?
Ace Frehley. (Foto: Debra L Rothenberg/Getty Images).

Salah satu pendiri sekaligus gitaris asli KISS, Ace Frehley dari dulu dikenal jarang membahas hal-hal berbau politik secara publik, namun sekarang gitaris veteran itu akhirnya buka suara dalam sesi wawancara dengan Cassius Morris Show (via Blabbermouth) ketika doi mengcover lagunya Cream ‘Politician’ yang ada di album kompilasi cover song baru si Om Ace Frehley, Origins, Vol. 2.

“Gue rasa politik dan rock and roll nggak bisa dicampur, itu opini gue sih,” kata Ace Frehley. “Dan gue mencoba untuk menjauh dari (topik) itu semampu yang gue bisa. Tapi ya, sesekali gue akan membahasnya. Gue akan mengatakan gue adalah pendukung (Donald) Trump. Semua politisi pasti punya aib yang ditutupi. Tapi gue rasa Trump adalah pemimpin terkuat yang kami (Amerika Serikat) miliki sekarang”.

Doi bergabung dengan sejumlah musisi beken yang telah menyuarakan dukungan mereka kepada presiden AS itu, seperti John Dolmayan (System of a Down), Kanye West, Ted Nugent, Kid Rock, dan mantan rekan bandnya sendiri, Gene Simmons.

Namun mantan rekan band Ace Frehley lainnya, Paul Stanley memiliki pandangan yang sangat berbeda dan sangat kritis terhadap Donald Trump selama beberapa tahun terakhir.

Bulan lalu, Paul Stanley mengomentari pernyataan Donald Trump yang mengatakan bahwa pemilu AS tahun 2020 kemungkinan akan dicurangi jika doi kalah suara. “Terlepas dari siapa yang lo dukung, akan sangat menyakitkan dan menjijikkan bagi kandidat mana pun untuk mengatakan ‘Jika saya kalah, pemilu berarti dicurangi’,” tulis Paul Stanley. “Ini merupakan penghinaan bagi mereka yang telah berjuang untuk mengadakan pemilu yang bebas serta aman, dan secara berbahaya mengisyaratkan bahwa setiap warga negara yang nggak memiliki pandangan (politik) yang sama dianggap musuh”.

Sedangkan Gene Simmons, mengambil sikap yang lebih netral dalam menanggapi Donald Trump. “Mau orang suka atau nggak, doi adalah presiden yang terpilih dan gue rasa kalian harus menghormati kepresidenan (AS),” tuturnya kepada Rolling Stone tahun 2017 lalu. “Satu-satunya hal yang bisa gue bilang adalah, pada siklus pemilu berikutnya, jika orang menyukainya, doi akan dipilih kembali, dan jika orang nggak menginginkannya, doi nggak akan dipilih kembali. Itu sangat sederhana. Kecuali doi melanggar hukum dan dicopot jabatannya, kurang lebih ya begitu”.

Ace Frehley sudah nggak menjadi bagian dari KISS sejak doi meninggalkan band hard rock legendaris itu untuk kedua kalinya pada tahun 2002. Status hubungan doi dengan Paul Stanley dan Gene Simmons terbilang kurang baik dalam beberapa tahun setelah kepergiannya, meskipun sekarang hubungan mereka sudah nggak seburuk itu. Ace Frehley sempat menjadi artis pembuka untuk Gene Simmons pada tur musim panas 2018 di Australia dan mereka bermain bersama di penghujung malam. Dua tahun sebelumnya, Paul Stanley menjadi bintang tamu di album kompilasi cover song Ace Frehley, Origins Vol. 1. Dan kemudian, pada November 2018, Ace Frehley memainkan satu set singkat dengan KISS di acara Kiss Kruise.

Tapi nggak semuanya 100 persen baik-baik saja karena beberapa bulan kemudian setelah konser itu, saat berbicara dengan Guitar World, Gene Simmons mengungkapkan bahwa Ace Frehley nggak akan pernah kembali jadi anggota KISS, salah satu faktor utamanya akibat sejarah doi dalam hal penyalahgunaan narkoba. Ace Frehley membalas Gene Simmons dengan postingan Facebook yang blak-blakan dan bernada kasar. “Komentar hari ini membuat gue sadar bahwa lo hanyalah seorang bajingan dan pecandu seks yang telah digugat oleh banyak wanita,” tulis Ace Frehley dengan penuh emosi, “dan lo hanya mencoba untuk menyembunyikan semuanya!”.

Terlepas dari semua drama yang terjadi, manajer KISS Doc McGhee telah mengatakan berulang kali bahwa setiap mantan anggota KISS dipersilakan kembali ke atas panggung untuk memainkan konser terakhir dari tur perpisahan band itu. Perbedaan pandangan politik mereka sekarang hanyalah salah satu dari banyak alasan mengapa KISS belum bisa reuni lengkap dengan line-up band orisinilnya.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Asisten Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Turnamen Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik Babak Final

    Babak Final: Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Selamat mendarat di Babak Final Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik! Setelah tiga hari

    on Feb 28, 2021
    Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik

    Babak 4: Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik –...

    Wahai Kaum ORI (Orang Rock Indonesia)! Selamat mendarat di Babak Keempat Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik! Setelah lima har

    on Feb 25, 2021
    Edane Vs Pythagoras

    Turnamen Babak 3 – Side A: Edane Vs Pythagoras. Yuk Vote Sekarang!

    Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter lo atau bikin akun sebentar di Disqus.

    on Feb 20, 2021
    Slank Vs Power Metal

    Turnamen Babak 3 – Side B: Slank Vs Power Metal. Yuk Vote Sekarang!

    Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter lo atau bikin akun sebentar di Disqus.

    on Feb 20, 2021