×
×

Search in Mata Mata Musik

Afrojack Bina DJ dan Penyanyi Generasi Mendatang

Posted on: 12/8/18 at 10:33 am

Di sela-sela kolaborasi dan pencarian bakat globalnya, Afrojack terus melakukan upaya terbaiknya untuk berkontribusi ke masyarakat.

Oleh: Liz Kraker (EDM)

Dalam satu dekade terakhir, berbagai keberhasilan telah diraih Afrojack. Namun meskipun baru-baru ini bertengger di peringkat #8 daftar Top 100 DJ DJ Mag, dia sudah dua tahun absen dari tangga lagu single Billboard Hot 100-dan itu untuk alasan yang baik. DJ asal Belanda ini sedang lebih memusatkan perhatiannya untuk mencari bakat baru dan mendukung perkembangan mereka di industri musik ketimbang melanjutkan pencapaiannya sendiri.

Nick van de Wall, yang lebih dikenal publik dengan nama Afrojack, telah memproduksi lagu-lagu hit seperti “Run the World (Girls)” milik Beyonce, “Give Me Everything” milik Ne-Yo dan Pitbull, dan “Titanium” milik Sia dan David Guetta, bersama dengan hit radionya sendiri bersama Eva Simons, “Take Over Control.” Dengan segala kesuksesan dan pengalaman tersebut, dia membagikan pengetahuannya dengan DJ yang sedang naik daun di label rekaman miliknya, Wall Recordings.

Dalam wawancara terbaru kami dengan van de Wall, dia mengatakan tidak banyak orang yang tahu seberapa besar usahanya dalam mendukung para artisnya. Di kediamannya di Belanda, dia membangun sebuah kompleks kreatif untuk artis yang berada di bawah naungan labelnya. Setiap artis diberikan ruangan studio dan tempat tinggal pribadi dan, di samping itu semua, van de Wall mengatakan dia juga memberi mereka laptop dan plug-in apa pun yang mungkin mereka butuhkan.

Dia juga mendedikasikan banyak waktu di studio untuk memberikan panduan dan bimbingan kepada para artisnya yang sedang mengerjakan lagu baru apa pun. Saat ditanya bagaimana cara dia membantu di studio, van de Wall mengatakan bahwa, ketika bekerja dengan artis-artis seperti Chico Rose, DISTO dan Jewelz & Sparks, dia lebih fokus “menghabiskan banyak waktu membangun semuanya yang sedang terjadi” dan banyak bicara. “Ini adalah proses kreatif,” ucapnya. “Hal yang paling saya sukai adalah bekerja dengan kreatif di studio bersama semua artis.”

Selain memberikan bimbingan di studio, dia juga aktif mencari cara untuk memamerkan dan mempromosikan musik baru mereka. Dia memberikan DJ-DJnya kesempatan untuk tampil di festival seperti Tomorrowland, dan juga di tur dunianya sendiri.

Di setiap tahun baru, van de Wall fokus mengembangkan satu atau du aartis. Sebelumnya, dia pernah membantu membesarkan sesama DJ penghuni daftar Top 100 DJ Quintino dan R3hab di samping penyanyi/penulis lagu dari Belanda Fais, yang kolaborasinya bersama Afrojack, “Hey,” meraih triple platinum di Eropa dan membawa pasangan ini tampil di MTV European Music Awards 2016. Tahun ini, dia mengatakan fokus utamanya adalah membesarkan Ravitez dan anak asuhan terbarunya, Jewelz & Sparks.

Di bulan Mei lalu, duo DJ asal Jerman yang terdiri dari Julius Voigtländer dan Gregor Brechmann, Jewelz & Sparks, menandatangani kontrak dengan Wall Recordings dan memulai perjalanan musik mereka dengan van de Wall. Kolaborasi dengan Afrojack dan rilisan pertama mereka di label ini yang berjudul, “One More Day,” keluar di bulan yang sama dan kini telah di-streaming lebih dari enam juta kali di Spotify. Yang cukup menarik, lagu ini berawal sebagai demo vokal yang dibuat duo ini dan, dengan bantuan van de Wall di studio, lagu ini berubah menjadi lagu dance yang condong ke arah pop seperti sekarang ini.

“One More Day” hanyalah awal dari pertumbuhan duo ini di bawah bimbingan van de Wall. Di akhir bulan Agustus, Afrojack merilis EP keempatnya, Press Play, yang menampilkan kolaborasi kedua duo ini, “When You’re Gone.” Melenceng dari gaya ‘ramah radio’ mereka sebelumnya, lagu terbaru mereka, dengan dorongan van de Wall, memiliki sound yang lebih pas untuk big room.

Terkait perkembangan mereka sejak era “One More Day,” van de Wall mengatakan, “Tentu saja mereka sudah berkembang. Mereka selalu berkembang, tetapi hal yang paling penting yang saya coba lakukan adalah membuat para produser ini mencoba hal-hal baru yang ada di luar zona nyaman mereka.”

Di bulan Oktober lalu, versi lain “When You’re Gone” dirilis. Versi ini lebih menampilkan perkembangan pesat duo ini. Dengan keseimbangan yang pas antara pop dan dance, versi yang lebih ‘ramah radio’ pun bahkan lebih baik daripada versi aslinya.

Sambil mengembangkan artis Wall Recordings, van de Wall secara bersamaan mengerjakan proyek passion terbesarnya: dua pencarian bakat global. Dengan bantuan LDH Europe, sebuah perusahaan manajemen di mana dia sekarang menjadi CEO-nya, DJ dan pebisnis terkenal ini mencoba merekrut DJ dan penyanyi.

Terkait proyek ini van de Wall mengatakan, “Sekarang, setelah Wall Recordings bergabung dengan LDH, kami akhirnya memiliki dorongan untuk melakukan kontes vokal dan remix dalam skala global dan juga berpotensi menawarkan kontrak kolaborasi dan pengembangan artis kepada artis yang belum kami temui sebelumnya di luar jaringan kami.”

Untuk penyanyi, ada audisi adu vokal global untuk menemukan penyanyi pop besar berikutnya. Saat ini, mereka telah memilih finalis dari seluruh dunia dan penyanyi ini telah diterbangkan ke Jepang untuk tampil dan menjalani audisi dengan van de Wall dan tim ahli di LDH.

Untuk kalian yang ingin menjadi DJ, di sinilah kesempatanmu. Afrojack Presents Global Remix Battle I atau singkatnya, GRB1, masih menerima entri hingga 14 Januari 2019. Calon pemenang akan berkesempatan me-remix satu lagu Afrojack dan berkesempatan mendapat bimbingan langsung dari van de Wall. Dan sebagai hadiah terbesar, ada juga kemungkinan dikontrak oleh Wall Recordings.

Dengan Wall Recordings saja, van de Wall telah melakukan begitu banyak hal bagi komunitas musik dan menumbuhkan generasi artis berikutnya. Kini ditambah dengan LDH, kira-kira hal mulia lain apa, ya, yang bakal dilakukan DJ ini? Terkait segalanya yang telah dia lakukan sejauh ini dan terutama kini dengan pencarian bakat global tersebut, dia menuturkan, “Saya harap kita bisa mewujudkan beberapa impian!”

 

Keterangan Foto Utama: Afrojack dalam poster program pencarian bakat globalnya, Afrojack Global Remix Battle I. (Foto via EDM)

Mata Mata Musik's Newsletter