×
×

Search in Mata Mata Musik

Album Kaligula “Doctrination of Atisamdha” Melebur Death Metal & Karawitan Bali

Posted on: 12/16/20 at 1:00 pm

Kaligula "The Doctrination of Atisamdha" Melebur Death Metal dan Karawitan Bali
Kaligula. (Foto: dok. Kaligula).

Terbentuk pada 2007, Kaligula awalnya mengusung musik alternative rock ala “Seattle Sound” alias grunge yang formasinya terdiri dari lima personil. Kemudian formasi band ini mengalami perombakan dan memutuskan untuk membanting stir genrenya secara 360 derajat menjadi death metal pada awal 2010. Kaligula belum lama ini merilis album barunya, Doctrination of Atisamdha melalui label rekaman spesial death metal berbasis Jakarta, Brutal Mind pada 10 November 2020.

Baca juga: Rilis Album Baru, Arsebreed Memilih Label Indonesia Ketimbang Label Top Amerika

Namun, satu dekade yang lalu, sejak mantap menggeber death metal, Kaligula nggak mau berlama-lama dengan tancap gas sehingga berhasil merilis album full length perdananya di penghujung tahun 2010 dengan tajuk Literatur Kematian yang menjadi kickstart Kaligula mengentak scene musik cadas bawah tanah.

Di awal tahun 2012 Kaligula melakukan beberapa tur di luar kota kelahirannya, Jimbaran, Bali. Salah satunya tampil di Surakarta Death Fest dan nggak lama setelah itu mereka sempat mengalami masa vakum dan kembali lagi di tahun 2017 dengan kehadiran dua personil baru dan mengeluarkan promo single yang bertajuk The Devil Orientation dan sempat melakukan mini tur di beberapa kota, yakni Tangerang, Bogor dan Bandung.

Artwork sampul album The Doctrination of Atisamdha oleh Kaligula.
Artwork sampul album The Doctrination of Atisamdha oleh Kaligula.

Proses rekaman album Doctrination of Atisamdha ini sempat mengalami penundaan karena kendala waktu akibat dari kesibukan masing-masing personilnya, sementara Kaligula juga memiliki jadwal konser yang lumayan padat. Selain itu, kolaborasi mereka bersama seniman musik tradisional Bali, Kalingga Art juga tertunda. Mereka harus memutar otak dalam proyek ini, karena menurut mereka memadukan beberapa instrumen budaya Bali, dalam hal ini seni Karawitan dirasa cukup sulit dalam sinkronisasi warna nada kedua genre musik yang berbeda dan riff gitar yang harus selaras dengan seni Karawitan tersebut.

Dan untuk single pertama dari album tersebut, ‘Warfare’, mereka mencoba untuk memasukan pattern grindcore dengan merangkul Aswin vokalis band grindcore Bali Bersimbah Darah. Dan inilah hasilnya:

Baca juga: Disavowed “Revocation Of The Fallen”: Tiga Belas Tahun Konsisten Tech-Brut

Untuk mendengarkan seluruh lagu di album Doctrination of Atisamdha, lo bisa ke kanal YouTube atau Bandcamp-nya Brutal Mind. Dan lebih keren lagi sih lo beli CD dan merchandise Kaligula melalui www.brutal-mind.com!

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Cradle of Filth 2017

    Cradle Of Filth Ungkap Detail Album Baru & Rilis MV Single Berbahaya!

    Cradle of Filth tahun 2017 (Foto: Artūrs Bērziņš). Cradle of Filth (COF) telah mengungkapkan detail album ke-13 mereka, Existence Is Futile, yang akan d

    on Jul 31, 2021
    Ed Sheeran bad habbits

    Ed Sheeran Enggak Nolak Bikin Album Death Metal, Suka Cradle Of Filth

    Ed Sheeran di dalam video klip 'Bad Habits' (Foto: via YouTube). Ed Sheeran, sang bintang pop beken kebangsaan Inggris yang mengcover lagu metal terdengar s

    on Jul 15, 2021
    Obscura 2021

    Obscura Bakar Semangat Fans Via 'Solaris' Untuk Album "A Valediction"

    Obscura (Foto: Vincent Grundke). Obscura meluncurkan konsep trilogi di album barunya yang memukau, A Valediction. Album studio keenam sekaligus yang pertama

    on Jul 3, 2021
    Obvurt

    Obvurt, Band Death Metal Kanada Konser Edukasi Pada Anak-Anak SD

    Obvurt saat konser di depan anak-anak SD (Foto: via YouTube). Obvurt, band death metal kelahiran Quebec, Kanada, membuat gebrakan yang tidak umum. Pasalnya,

    on Jul 2, 2021