×
×

Search in Mata Mata Musik

Album Tribute Untuk Para Legenda Jazz Persembahan Kandace Springs

Posted on: 04/7/20 at 8:00 am

Kandace Springs.
Kandace Springs. (Foto: kandacesprings.com).

Album ketiga dari penyanyi jazz asal Amerika Serikat (AS), Kandace Springs, adalah proyek yang penuh rasa nostalgia dalam masa-masa yang sulit ini. Berjudul The Women Who Raised Me, album ini penuh dengan lagu-lagu yang mudah dicintai dan dikenali yang dikaitkan dengan berbagai artis jazz hebat yang telah menginspirasi Kandace Springs sebagai seorang artis, yakni: Nina Simone, Billie Holiday, Lauryn Hill, dan Norah Jones, di antara banyak lainnya. Tapi album ini bukan hanya sebuah tribute untuk beberapa legenda tersebut, album ini juga merupakan ajang pengunjukkan bakat bagi Kandace Springs, yang telah menafsirkan ulang dan secara mudah memadukan genre saat bermusik.

Lulu Garcia-Navarro dari NPR berbicara kepada Kandace Springs tentang topik yang telah lama ingin dibahas, betapa pentingnya lagu ‘Strange Fruit’ karya Billie Holiday, dan momen bertemu dengan Norah Jones di kamar mandi bandara Nashville. Simak hasil wawancara Kandace Springs dengan NPR di bawah ini.

Tentang keinginan lama Kandace Springs untuk merekam karya tribut kepada para idolanya:

“Ayah saya memainkan lagu Nina Simone kepada saya sejak saya berusia delapan tahun, dan kemudian dia memberi unjuk saya album Norah Jones, dan kemudian dia memberi saya album Roberta Flack dan saya mengambil beberapa kelas musik melalui masa remaja saya, dan sekarang, saya sudah 31 tahun. Seiring waktu saya tumbuh besar mendengarkan artis-artis ini dan mempelajari nada dan tekstur mereka serta cara mereka menginterpretasikan lagu. Saya suka cara mereka menulis lagu dan bernyanyi; hal itu telah membuat saya merasa tersentuh selama bertahun-tahun. Kebanyakan dari mereka bermain instrumen dan benar-benar memiliki karakter yang sangat kuat juga, jadi saya belajar banyak dari mereka. Ini adalah album tribut untuk mengembalikan apa yang telah menginspirasi saya sebagai seorang artis”.

Tentang bagaimana pertemuan secara kebetulan Kandace Springs dengan Norah Jones mengarah kepada kolaborasi untuk menghormati Ella Fitzgerald:

“Sungguh keren bisa bertemu dengan Norah Jones. Saya bertemu dengannya di kamar kecil, dari semua kemungkinan, di bandara Nashville. Dia habis melakukan sesuatu yang lain, dan saya kembali setelah tampil di Winter Jazz Fest di New York, dan kami tiba-tiba saja bertemu di sana saat keluar dari kamar kecil. Kami bertukar nomor HP, dan saya mengirim sms kepadanya beberapa saat kemudian dan dia berkata, ‘Tentu saja, saya ingin sekali tampil di album Anda’. Sekarang kami sudah saling mengenal selama enam, tujuh tahun terakhir sejak saya menandatangani kontrak dengan Blue Note, tetapi tidak pernah benar-benar dekat seperti itu, jadi itu sangat bagus. Dan dia mengundang saya ke apartemennya dan kami duduk di piano kecilnya dan memilih berbagai lagu. Kami memainkan semuanya mulai dari ‘Lush Life’ dan ‘Sophisticated Lady’ dan semua lagu luar biasa yang Ella pernah lakukan dan kami mengakhirinya dengan ‘Angel Eyes’”.

“Itu adalah salah satu momen paling bahagia dalam hidup saya. Saya ingat saya suka mendengarkan Norah Jones ketika saya berusia 12 atau 13 tahun dan mendengarnya di radio, dan ayah saya selalu bercanda, ‘Gadis itu mencuri kesempatan konser Anda,’ karena dia bermain piano dan bernyanyi. Saya benar-benar memandangnya sebagai panutan, dan untuk benar-benar bisa duduk sangat dekat darinya – dia waktu itu sedang menggunakan piano Steinway yang indah dan saya duduk di piano Wurlitzer vintage kecil, model 140B. Dan kami berdua bermain dan bergiliran menampilkan verse dan mulai menyelaraskannya di akhir. Itu hanya momen sesaat yang saya tidak akan pernah lupa. Dan keahliannya sangat sempurna”.

Mengenai pengalaman Kandace Springs saat dibimbing oleh Prince:

“Saya baru saja memposting sebuah video, ini pada tahun 2014, saat saya melakukan cover dari lagu ‘Stay With Me’ milik Sam Smith. Anda tahu, lagu itu sangat nge-hit pada waktu itu. Dan saya menaruhnya di YouTube dan kemudian perusahaan blog lain me-retweet untuk kami, hanya untuk membantu. Dan ternyata Prince melihatnya dan dia ikut me-retweet dan lalu menghubungi label rekaman saya. Sebelum saya menyadarinya, benar-benar empat hari kemudian, saya berada di Paisley Park dengan Prince di sana, dengan New Power Generation Quartet dan Third Eye Girl semuanya berada dalam ruangan yang sama. Sungguh menakjubkan, itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Hal yang selalu dia katakan adalah untuk tidak menutupi suara saya terlalu banyak dan tetap menggunakan instrumen live dan produksi seperti itu. Dan saya setuju dengannya. Ayah saya selalu mengatakan hal yang sama juga, jadi saya sangat menghargainya”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jimmy Cobb

Jimmy Cobb, Dramer Jazz di Album ‘Kind of Blue’ Miles Davis, Tutup...

Jimmy Cobb saat tampil bersama Miles Davis Quintet circa 1960. (Foto: Popperfoto/Getty Images). Jimmy Cobb, seorang dramer jazz yang kemampuan bermain simba

on May 28, 2020
Jorja Smith

Jorja Smith Rilis Lagu Baru ‘Kiss Me in the Morning’ Dengan Sentuh...

Jorja Smith. (Foto: Julia Drummond). Jorja Smith secara fleksibel kerap bermesraan dengan berbagai genre di luar R&B selama bertahun-tahun, termasuk mus

on May 5, 2020
Badi Akmal.

Badi Akmal Tampil Menawan Lewat Single Perdana 'I Can't Live Without Y...

Badi Akmal. (Foto: dok. Badi Akmal). Dari tahun ke tahun bermunculan banyak para penyanyi pendatang baru di industri hiburan Indonesia. Mereka hadir dengan

on Apr 19, 2020
Ginger Baker Cream

Ginger Baker dari Cream Wafat di Usia 80 Tahun

Drummer ikonik, Ginger Baker, yang pernah berkolaborasi dengan Eric Clapton dan Fela Kuti ini dikabarkan sempat “sakit parah” dalam beberapa bulan terakhir

on Oct 7, 2019