×
×

Search in Mata Mata Musik

Album ‘Zooropa’, 27 Tahun Silam Hampir Menghancurkan Karier U2

Posted on: 07/21/20 at 10:30 am

Album ‘Zooropa’, 27 Tahun Silam Hampir Menghancurkan Karier U2
U2 di era album Zooropa. (Foto: Getty Images).

Sebagian dari kita mungkin masih ingat, dan terutama penggemar berat U2 pasti ingat ketika sang vokalis karismatik Bono menjadi cover story majalah Time bulan Februari 2002 dengan berita utama berjudul “Bisakah Bono menyelamatkan dunia?” (Ngomong-ngomong, ini bukan pertanyaan yang sarkastik ya, ini pasca tragedi 9/11, atau biasa disebut pasca-ironi).

Baca juga: Tur ‘Joshua Tree’ Milik U2 Secara Total Meraup Keuntungan Sebesar Rp. 5,3 Trilyun

Dengan hal tersebut, comeback band rock legendaris ini pada 2002 lalu yang mengejutkan menjadi komplit. Pertama, album All That You Can’t Leave Behind dari tahun 2000 yang merupakan kesuksesan besar yang back-to-basic. Kedua, tur berisi 100 jadwal konser lebih yang penuh kemenangan dan puncaknya pada saat konser paruh waktu Super Bowl 2002 mereka, di mana mereka tidak takut untuk menyinggung tragedi 9/11 dengan latar belakang panggung bertuliskan nama-nama korban dan kemunculan Bono yang menggunakan jaket bendera Amerika Serikat (AS), suatu puncak karier yang benar-benar menyentuh dan katarsis. Jaket bendera AS itu lah yang membuat Time membuat judul berita tersebut. Kalimat pembuka artikel itu: “Bono adalah seorang egomaniak”. Kutipan klimaksnya: “(Kami) akan melamar kembali untuk pekerjaan itu. Pekerjaan apa? Pekerjaan sebagai band terbaik di dunia”.

Bono (U2) Time Magazine cover, 4 Maret 2002.

Tetapi untuk melakukan comeback yang se-epik itu, lo sebelumnya harus jatuh dulu. Yang menggiring kita ke Zooropa, (kalau sekarang mah tepatnya 27 tahun silam).

Album kedelapan U2, Zooropa dirilis pada 5 Juli 1993. Di situlah kita mulai memasuki sebuah era yang aneh, ironis, canggung, gelap, dan/atau penuh sial jika lo mengandalkan kuartet rocker ini hanya untuk mendengar permainan gitar yang payah. Zooropa awalnya dimaksudkan sebagai sebuah proyek EP sementara di antara aktifitas tur Zoo TV, tetapi seperti banyak hal lainnya di dunia U2, album itu terus berkembang. Namun Zooropa bukan album mereka yang paling dibenci (itu yang pasti adalah album Pop dari tahun 1997 yang luar biasa menyolok) tetapi tidak diragukan lagi Zooropa adalah album mereka yang paling aneh. Bagaimana banyak dari lagu-lagu di album itu terdengar benar-benar normal di zaman sekarang yang menunjukkan bagaimana anehnya dan futuristiknya album itu pada zamannya. Seperti yang akan kita lihat, salah satu lagu rock terbaik di tahun 2012 menyontek habis-habisan single pertama dari album Zooropa, ‘Numb’. Tapi entah bagaimana, itu hanya membuat album ini terasa semakin aneh.

Baca juga: U2 Beri Penghormatan pada Tokoh Wanita dalam Konser di Mumbai

Kita harus membuang lagu ‘Lemon’, ‘kan? OK. Banyak orang membenci ‘Lemon’. Mungkin lo juga akan membencinya. Mungkin lo sedang menyanyikan lirik “SHE WO-AH LEMMMON” dalam suara falsetto yang kocak pada saat ini. Atau mungkin lo ingat tur PopMart U2 yang penuh bencana, titik terendah selama era ini, suatu “komersialisme yang dengan sengaja mewujudkan” kegagalan di mana alat properti panggung U2 mencakup sebuah bola kaca lemon setinggi 40 kaki (12 m) yang bisa mereka tunggangi, kecuali kadang-kadang bolanya macet, menjebak mereka di dalam, yang pada dasarnya sangat ironis dan setara dengan situasi mereka saat itu dan hampir terlalu jelas merupakan metafora yang menjadi kenyataan. Jika lo mengingat satu hal tentang Zooropa, lagu ini adalah satu hal itu, dan jika itu adalah satu-satunya hal yang lo ingat, maka kemungkinan besar itu adalah kenangan yang tidak menyenangkan.

‘Lemon’ memang agak masuk akal sih, meskipun sekarang, setiap band rock yang serius dipaksa untuk memilih musik dance atau dikalahkan oleh dominasi musik itu. Itu memang sama sekali tidak menarik tapi dengan cara yang sangat berani. Sedangkan lagu ‘Numb’ terasa lebih menarik dengan cara yang sangat berani, dan telah menua jauh lebih baik: single pertama itulah yang “dinyanyikan” oleh sang gitaris U2, The Edge dalam nada monoton yang dipengaruhi narkotika, dengan video yang jauh lebih dapat ditoleransi dan dengan baik menyindir semua omong kosong yang harus dilalui The Edge selama puluhan tahun, berbagi bus touring (dan/atau segelas lemon) dengan Bono, seorang pria gagah yang tidak perlu diragukan, yang oleh majalah Time suatu hari dianggap bisa menyelamatkan dunia.

Zooropa memiliki satu lagu klasik U2 yang legit dan cukup konvensional: ‘Stay (Faraway, So Close!)’, sebuah lagu balada yang bergerak perlahan-lahan, memancarkan kesedihan dalam nada lagu ‘One’ atau ‘With or Without You’ yang ikonik, tergantung pada tingkat alkohol dalam darah lo, lo bahkan dapat meyakinkan diri lo sendiri bahwa lagu itu termasuk dalam level kualitas sebesar itu. Babak kedua album itu agak menyeret, tapi eh, begitu juga dengan album The Joshua Tree, relatif ya. Para haters profesional Bono harus langsung lanjut ke lagu ‘Some Days Are Better Than Others’, yang seperti semacam tumpukan lirik yang kocak dan terkesan bercanda: “Some days are sleepy / Some days are sloppy / Some days you can’t stand the sight of a puppy“. Dan oh ya nih: Seluruh keanehan itu diakhiri oleh Johnny Cash yang menyanyikan lagu balada elektro-schmaltz yang berjudul ‘The Wanderer’, yang secara monumental tidak sesuai dan bersikap sedikit sensitif mengenai pemisahan gereja dan negara bagian, tapi hei, setidaknya itu mengalahkan lagu ‘Discothèque’ dari album Pop.

Ya, 27 tahun kemudian, Zooropa adalah sebuah percikan api aneh yang paling baik dipahami sebagai pertanda dari ledakan yang mengikutinya, sebuah band raksasa menyelupkan jempol kaki mereka ke dalam perairan art-rock yang keruh sebelum perutnya beterbangan sepenuhnya dengan album Pop dan sederet omong kosong berikutnya yang mahal dan menurunkan kualitas diskografi mereka.

Comeback U2 yang menaklukkan majalah Time kemudian segera menyusul. Tetapi sulit untuk tidak meratapi era ini, karena sekarang mereka telah menetap di fase “merilis album hanya untuk menjustifikasi tur mewah berikutnya”, sebuah fase yang mungkin tidak akan pernah benar-benar berakhir, tidak menyinggung atau khususnya menghibur siapa pun. Ingat ya dengan album Zooropa ini, kemudian, sebagai perayaan saat U2 masih berani bermusik; setidaknya berikan kredit untuk lagu ‘Lemon’ karena telah berhasil mengelabui kita. Itu adalah sound yang menjengkelkan, membingungkan, keliru, yang kadang-kadang terinspirasi dari orang-orang yang sangat terkenal dan sangat sulit saat mereka memaksakan sesuatu yang nggak pas.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Arfa

Arfa Patahkan Stereotip Via 'Holy', Single Tentang Jenis Cinta Yang Le...

Arfa. Setelah sukses merilis single debutnya, 'Next Flight', Arfa kembali hadir dengan single berjudul 'Holy' pada hari Jum'at, 16 Oktober. Terinspirasi dar

on Oct 19, 2020
Space Comma Space

Space Comma Space Rilis Double Single Melankolis 'Pale in Time/Loveles...

Space Comma Space. Setelah enam tahun lalu terbentuk dan hanya pentas di acara-acara sekolah, kolektif musik asal Jakarta, Space Comma Space merilis materi

on Oct 18, 2020
Lana Del Rey

Lana Del Rey Rilis ‘Let Me Love You Like a Woman’, Single Dari Alb...

Lana Del Rey. (Foto: via Instagram Lana Del Rey). Penyanyi cantik bersuara sensual dan stoner, Lana Del Rey telah merilis lagu terbarunya yang berjudul ‘L

on Oct 17, 2020
Paruhwaktu

Trio Pop Paruhwaktu Ungkap Perasaan Yang Sulit Diungkap Via MV 'Alexit...

Paruhwaktu. Seringkali kita merasa sulit untuk sekedar menggerakkan bibir, padahal otak kita sedang liar-liarnya dalam menciptakan skenario tentang kalimat

on Oct 16, 2020