×
×

Search in Mata Mata Musik

Anggun C. Sasmi: Profil, Biodata, Biografi, dan Fakta Terkini

Posted on: 01/5/21 at 2:25 pm

Siapakah Anggun C Sasmi itu? Anggun Cipta Sasmi atau yang dikenal sebagai Anggun merupakan seorang penyanyi asal Indonesia yang telah Go International. Dirinya mempunyai pengaruh besar di dunia musik dan profil Anggun, biodata, biografi serta fakta terkini terkait dirinya lumayan banyak dicari di mesin pencari. Bahkan, halaman khusus tentang dirinya dibuat oleh Wikipedia. Melihat ini, Mata Mata Musik merangkum data – data yang diperlukan untuk memberikan informasi seputar Anggun C. Sasmi seperti profil, biodata, biografi, serta fakta terkini terkait dirinya.

Baca juga:Agnes Monica: Profil, Biodata, Biografi, dan Fakta Terkini

BIODATA

Nama Lengkap: Anggun Cipta Sasmi

Panggilan: Anggun, Anggun C. Sasmi

Tempat Lahir: Jakarta

Tanggal Lahir: 29 April 1974 (46 tahun)

Asal: Jakarta

Profesi: Penyanyi, Pencipta Lagu, Artis Rekaman, Produser Rekaman, Panelis, Aktris, Juri Pencari Bakat dan Filantropi

Status: Menikah

Agama: Islam

Suku: Jawa

Instagram (IG): @anggun_cipta

Twitter: @Anggun_Cipta

Facebook (FB): @anggun.official

Web: anggun.com

BIOGRAFI

Nama Anggun C Sasmi tentu saja tidak asing lagi bagi kalian yang aktif di dunia musik. Dirinya berhasil menjadi penyanyi pertama asal Indonesia yang Go International. Selain itu, dirinya juga diabadikan dalam patung lilin oleh Museum Madame Tussauds di Bangkok, Thailand. Anggun juga pernah dinobatkan sebagai duta global PBB untuk program Mikrokredit tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009. Dibalik kesuksesannya, ternyata Anggun telah bercerai sebanyak tiga kali. Ia menikah dengan Michel Georgea pada tahun 1992, dan bercerai pada tahun 1999. Lima tahun kemudian, Anggun kembali menikah dengan Olivier Maury, tetapi hubungan mereka hanya bertahan selama 2 tahun, dan bercerai pada tahun 2006. Pada tahun 2010, Anggun menikah lagi dengan Cyril Montana dan bercerai pada tahun 2015. Tiga tahun berselang, Anggun menikah lagi dengan Christian Kretschmar, hubungan mereka masih bertahan hingga saat ini.

KEHIDUPAN AWAL

Anggun C. Sasmi merupakan putri pertama dari pasangan Dartio Singo dan Dien Herdina. Ayahnya merupakan seorang penulis asal Kroya, Jawa Tengah dan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga yang masih keturunan keraton Yogyakarta. Meskipun Anggun adalah seorang Muslim, tetapi ia menempuh pendidikan di sekolah Katolik di Jakarta.

Anggun telah diajari dunia seni musik sejak dini, dan karirnya pun dimulai sejak kecil. Meski demikian, Anggun masih tetap melanjutkan pendidikannya dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ternyata, Anggun tidak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dikarenakan ia lebih memilih untuk berkarir dari pada menempuh pendidikan.

KARIR PENYANYI

Sejak menginjak usia 7 tahun, Anggun C. Sasmi telah berlatih vokal dengan ayahnya. Dengan dimanajeri oleh ibunya, Anggun mulai tampil di atas panggung. Dua tahun kemudian, Anggun C. Sasmi memulai menciptakan lagunya sendiri dan mulai merekam album lagu anak – anak.

Ketika berusias 12 tahun, Anggun C. Sasmi meluncurkan album rock pertamanya dengan judul ‘Dunia Punya Aku (1986)’. Akan tetapi, album tersebut masih belum berhasil mengangkat namanya. Pada akhir tahun 1989, nama Anggun meroket di blantika music setelah merilis single ‘Mimpi’. Single tersebut merupakan salah satu dari ‘150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa’.

Baca juga:Ariel NOAH: Profil, Biodata, Biografi, dan Fakta Terkini

Pada tahun 1990, nama Anggun terus melejit dengan dirilisnya sederet single seperti ‘Tua Tua Keladi’ dan ‘Takut’. Oleh sebab itu, Anggun berhasil meraih penghargaan sebagai ‘Artis Indonesia Terpopuler 1990 – 1991’. Tak berhenti di situ, Anggun C. Sasmi kemudian merilis album studio yang berjudul ‘Anak Putih Abu Abu (1991)’ dan disusul dengan ‘Nocturno (1992)’. Di usianya yang masih remaja, Anggun telah berhasil menjadi salah satu penyanyi rock tersukses di awal tahun 1990-an dan single – singlenya merajai tangga lagu Indonesia serta albumnya terjual laris.

KARIR INTERNATIONAL

Pada tahun 1992, Anggun untuk pertama kalinya bertemu dengan Michael Georgea di Banjarmasin. Saat itu, Michael Georgea merupakan seorang insinyur berkebangsaan Prancis. Kemudian, mereka menikah pada tahun 1992. Di usia 19 tahun, Anggun C. Sasmi telah berhasil menjadi penyanyi termuda yang memiliki perusahaan rekaman sendiri, Bali Cipta Records. Selain itu, ia juga langsung terjun sebagai produser rekaman, sehingga ia bebas untuk menggarap albumnya sendiri. Pada tahun 1993, Anggun merilis album studio terakhirnya di Indonesia yang berjudul ‘Anggun C. Sasmi… Lah!!!’ dengan single pertama ‘Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)’. Video dari single tersebut sempat menembus MTV Hong Kong.

Seakan merasa tak puas dengan hal tersebut, Anggun C. Sasmi menjual perusahaan rekamannya tersebut untuk hijrah ke Eropa. Hal tersebut dilakukannya untuk mewujudkan impiannya sebagai penyanyi internasional. Bersama suaminya, Anggun menetap di London, Inggris. Di sana, ia terus berusaha mengirimkan demo rekaman ke berbagai studio di Inggris dan pergi ke club – club untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Namun, demo rekaman Anggun tidak mendapat respon positif, sehingga ia memutuskan untuk pindah ke Prancis.

Di Prancis, Anggun berhasil bertemu dengan Erick Benzi, produser asal Prancis yang menggarap album penyanyi ternama seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman dan Johnny Hallyday. Benzi tertarik dengan kemampuan vokal Anggun C. Sasmi dan menawarkannya untuk rekaman album. Setelah itu, Anggun di rekrut oleh Columbia Records di Prancis dan mendapat kontrak label induk Sony Music International.

Pada 24 Juni 1997, Anggun C. Sasmi merilis album berbahasa Prancis dengan judul ‘Au nom de la lune’. Dalam album tersebut, jalur musik Anggun berubah dari rock ke pop dengan sentuhan instrumen tradisional Indonesia. Single pertama Anggun yang berjudul ‘La neige au Sahara’ langsung menjadi hit dan tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio – radio Prancis di tahun 1997. Selain itu, album tersebut terjual lebih dari 150.000 copy di Prancis dan Belgia. Akibat kepopuleran album dan singlenya tersebut, Anggun berhasil menjadi nominator untuk ‘Pendatang Baru Terbaik’ di Victories de la Musique, penghargaan tertinggi industri musik di Prancis.

Setelah itu, Anggun C. Sasmi mulai menggebrak pasar musik internasional di 33 negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat dengan meluncurkan versi bahasa Inggris dari album pertamanya, ‘Snow on the Sahara’. Selain itu, Anggun juga mendaur ulang lagu penyanyi David Bowie yang berjudul ‘Life On Mars?’. Untuk Asia Tenggara, Anggun menyertakan lagu berbasaha Indonesia dengan judul ‘Kembali’.

Single pertama Anggun C. Sasmi, Snow on the Sahara, berhasil menempati peringkat pertama di Prancis, Italia, Spanyol, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Selain itu, single tersebut juga menduduki posisi lima besar di UK Club Chart dan Tokyo Hot 100. Single tersebut juga digunakan sebagai lagu promosi jam tangan mewah, Swatch, serta terjual lebih dari 1,5 juta keping di seluruh dunia. Akibat kesuksesannya tersebut, single tersebut meraih penghargaan Diamond Export Award dan tercatat sebagai album penyanyi Asia dengan penjualan tertinggi di luar Asia saat itu.

Snow on the Sahara dirilis pada Mei 1998 oleh Epic Records di Amerika Serikat. Untuk mempromosikan albumnya, Anggun C. Sasmi melakukan tur selama 9 bulan di Amerika. Ketika itu, Anggun diundang oleh penyanyi asal Kanada, Sarah McLachlan, untuk tampil di Lilith Fair, sebuah festival musik wanita berkeliling Amerika. Bahkan, Anggun C. Sasmi muncul di media cetak besar, seperti majalah Billboard dan Rolling Stone. Anggun beberapa kali tampil di televisi Amerika, seperti acara The Roise O’Donnell Show, New York Sessions at West 54th, dan wawancara eksklusif dalam program World Beat.

Pada tahun 1999, Anggun bercerai dengan Michael Georgea. Di tahun berikutnya, Anggun C. Sasmi memutuskan untuk memperoleh kewarganegaraan Prancis akibat birokrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang menyulitkan dirinya selama mempromosikan album internasional pertamanya. Selain itu, paspor Indonesia juga membatasi karir internasional Anggun C. Sasmi, karena sejumlah negara tidak bekerjasama dengan Indonesia. Meski demikian, dalam wawancara bersama Kick Andy (2006), Anggun mengaku bahwa dirinya tetaplah berdarah Indonesia. Selain itu, Anggun memperkenalkan dirinya sebagai orang Indonesia di setiap penampilan internasionalnya.

Pada tahun 2000, Anggun meluncurkan album berbahasa Prancis keduanya yang berjudul Désirs contraires dengan single andalannya yang berjudul Un geste d’amour. Album ini diproduseri oleh Erick Benzi dan memuat jenis musik pop elektronik dengan elemen embient serta R&B. Akan tetapi, album ini tidak sesukses album pertamanya dan hanya terjual 30.000 copy di Prancis. Sementara untuk versi internasionalnya, album ini diberi judul Chrysalis. Single pertama dari album keduanya versi bahasa Inggris, ‘Still Reminds Me’, menjadi hit di berbagai radio Eropa dan Asia. Single tersebut berhasil menduduki peringkat ketiga di Italia, masuk sepuluh besar di Jepang, dan menduduki posisi lima besar di The Music & Media Europe Border Breakers Chart. Untuk Asia Tenggara, Anggun menyelipkan lagu berbahasa Indonesia yang berjudul “Yang ‘Ku Tunggu.” Album kedua Anggun C. Sasmi versi bahasa Inggris ini berhasil menjadi album multi-platinum dan meraih penghargaan gold di Italia dalam waktu sepekan.

Di akhir 2000, Anggun diundang untuk tampil bersama Bryan Adams pada konser natal di Vatikan. Pada awal tahun 2001, Anggun C. Sasmi menggelar tur pertamanya keliling Eropa dan Asia. Setelah selesai turnya, Anggun pun mulai terlibat ke berbagai proyek kolaborasi. Proyek duetnya bersama Piero Pelù menghasilkan single ‘Amore Immaginato’ dan single tersebut berhasil memuncaki Italian Airplay Chart selama dua bulan.

Sementara itu, Anggun juga terlibat di dalam proyek besar dua film Skandinavia, Anja & Viktor (2001) dan Open Hearts (2002). Untuk Anja & Viktor, Anggun C. Sasmi merilis single ‘Rain (Here Without You)’ dan merilis album soundtrack untuk Open Hearts. Di album soundtrack tersebut, Anggun kerja sama dengan musisi asal Denmark, Jesper Winge Leisner dan Niels Brinck. Salah satu single dari album tersebut, Open Your Heart, meraih penghargaan ‘Lagu Terbaik’ pada Robert Awards 2003, yang merupakan anugerah tertinggi industry perfilman Denmark.

Pada tahun 2000, Anggun C. Sasmi dianugerahi penghargaan “The Cosmopolitan Asia Women Award” serta “The Women Inspire Award” pada tahun 2002, sebagai penyanyi yang memberi inspirasi kepada seluruh wanita Asia atas kariernya sebagai penyanyi solo Asia yang sukses di dunia internasional. Pada awal tahun 2003, Anggun hadir di MIDEM Awards untuk menerima penghargaan prestisius, Diamond Award, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis. Penghargaan tersebut mengukuhkannya menjadi salah satu penyanyi berbahasa Prancis tersukses di luar Prancis.

Ditengah karirnya yang sedang menanjak tersebut, Anggun memutuskan untuk menghentikan kerja samanya dengan Sony Music akibat berubahnya struktur perusahaan itu setelah bermerger dengan BMG Music. Ia memutuskan pindah ke Montreal, Kanada. Di sana Anggun kemudian bertemu dengan Olivier Maury, seorang sarjana politik Kanada dan mereka menikah pada tahun 2004.

Setelah menikah dengan Olivier Maury, Anggun kembali ke Paris untuk menandatangani kontrak dengan Heben Music, label independen Prancis. Setahun kemudian, Anggun C. Sasmi meluncurkan album internasionalnya yang ketiga, Luminescene. Album ini diproduseri oleh Jean-Pierre Taieb, Lionel Florence, Evelyn Kraal, dan Jean Faque. Pada album ini, Anggun mengusung genre pop dan rock.

Single pertama di album ini, “Être une femme” ‘In Your Mind’, dinobatkan sebagai ‘Lagu Paling Populer Tahun 2004’ oleh Radio France International, studio radio taraf internasional di Prancis. Sementara itu, single ‘Saviour’ dipilih menjadi soundtrack film ‘Transporter 2’ dan single ‘Undress Me’ berhasil menduduki peringkat pertama tangga lagu Turki dan Lebanon. Album ini juga melebarkan popularitas Anggun hingga ke Timur Tengah dan Eropa Timur. Pada tahun 2006, album Luminescene dirilis ulang dengan tambahan tiga lagu.

Kemudian, Anggun C. Sasmi menerima sebuah penghargaan prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Prancis atas prestasi karier dan kontribusinya pada budaya Prancis di seluruh dunia. Selain itu, Anggun juga ditunjuk sebagai juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Skim Mikrokredit dan terpilih menjadi ambassador bagi Audemars Piguet, sebuah perusahaan jam tangan mewah dunia asal Swiss.

Pada 25 Mei 2006, Anggun C. Sasmi menggelar konser terbesarnya di Indonesia dengan tajuk “Konser Untuk Negeri” di Jakarta Convention Center. Dalam konser tersebut, sebanyak 5.000 lembar tiket habis terjual dan konser berjalan dengan sukses. Kemudian, Anggun menerima penghargaan khusus dari Anugerah Musik Indonesia sebagai “Artis Internasional Terbaik”. Anugerah khas itu diberikan atas keberhasilannya mengukir nama di luar negeri dan menaikan nama industri musik Indonesia di mata internasional.

Anggun menutup tahun 2006 dengan merilis sebuah album kompilasi terbaik, Best Of, di Indonesia dan Malaysia. Album ini menampilkan hits Anggun selama karier internasionalnya, ditambah tiga lagu lawas Anggun, yakni Mimpi, Bayang-Bayang Ilusi, dan Takut. Ketiga lagu tersebut dinyanyikan ulang dengan aransemen musik Andy Ayunir dan Orkestra Saunine. Selain itu, Best-Of juga dirilis untuk pasaran Italia dengan daftar lagu berbeda dan lagu “I’ll Be Alright” sebagai singel andalannya. Akan tetapi, hubungan pernikahan Anggun dengan Olivier Maruy kandas di tahun 2006 juga.

Setelah itu, Anggun kembali menikah dengan penulis Prancis, Cyril Montana. Dalam pernikahannya, mereka dikaruniai seorang putri yang bernama Kirana Cipta Montana Sasmi pada tahun 2007. Di awal tahun 2007, Anggun merilis dua lagu untuk Julian Cely, penggemarnya di Prancis yang merilis album pertamanya di Indonesia. Selain itu, Anggun C. Sasmi menjadi narator dan merilis single soundtrack di film Un jour sur terre atau Earth. Kemudian, Anggun didaulat sebagai duta lingkungan hidup oleh National Geographic Channel dan Kementerian Ekologi dan Pembangunan Berkelanjutan Prancis. Di akhir tahun 2007, Anggun kembali diundang untuk tampi di Vatikan bersama Michael Bolton.

Di awal tahun 2008, Anggun C. Sasmi tampil di Wolrd Music Awards dengan membawakan lagu ‘No Stress’ bersama DJ Laurent Wolf. Di akhir tahun 2008, Anggun merilis album internasional ke empatnya, Elevation, dengan genre musik hip – hop dan urban. Dalam album tersebut, Anggun menggandeng duo produser hip – hop, Tefa dan Masta. Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan Pras Michel, Sinik dan Big Ali, serta DJ Laurent Wolf dan DJ Tomer G. Album ini berhasil mendapatkan penghargaan double platinum, sehingga menjadikannya sebagai album dengan penjualan tercepat sepanjang karir Anggun di Indonesia. Namun, album ini menjadi album studio dengan penjualan terendah sepanjang karir internasional Anggun.

Di tahun 2009, Anggun C. Sasmi ditunjuk sebagai duta sampo Pantene dan susu Anlene. Sementara di akhir tahun 2009, Anggun kembali ditunjuk PBB sebagai duta organisasi pangan internasional Food and Agriculture Organization (FAO) dalam misi pengentasan kelaparan di seluruh dunia. Selain itu, Anggun juga didaulat oleh mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sebagai juru bicara Healthy Water Fundraising Program, dan Anggun diangkat sebagai salah satu juri dalam kontes kecantikan Miss France 2009.

Pada awal tahun 2010, penyanyi populer Portugal Mickael Carreira mengajak Anggun untuk berduet dalam lagu “Chama por me (Call My Name)” dan tampil dalam konser tunggalnya di Lisboa, Portugal pada 26 Februari 2010. Anggun juga berkolaborasi dengan musisi Jerman Schiller dalam lagu “Always You” dan “Blind” untuk album Schiller berjudul Atemlos. Anggun bersama Schiller juga menggelar tur konser keliling Jerman selama bulan Maret 2010.

Setahun kemudian, Anggun C. Sasmi kembali menggarap album internasional kelimanya bersama Gioacchino, Pierre Jaconelli, Jean Pierre Pilot dan William Rousseau. Album tersebut berjudul ‘Echoes’ dan dirilis ke dalam versi bahasa Inggris, dan ‘Echos’ yang dirilis ke dalam bahasa Prancis. Album ini diproduseri oleh Anggun dan digarap oleh perusahaan rekaman miliknya, April Earth. Album Echoes menyajikan jenis musik pop organik yang menceritakan tentang kehidupan.

Album Echoes tersebut juga dirilis di Indonesia pada Mei 2011 dengan single andalan ‘Hanyalah Cinta’. Pada pekan pertama perilisannya di Indonesia, album ini berhasil meraih sertifikasi platinum. Tujuh bulan kemudian, album ini berhasil meraih empat platinum dan memegang rekor sebagai album terlaris di toko kaset Indonesia untuk tahun 2011. Dalam rangka mempromosikan album ini, Anggun C. Sasmi menggelar konser tunggal di Jakarta Convention Center dengan tajuk ‘Konser Kilau Anggun’.

Di akhir tahun 2011, Anggun kembali diundang untuk tampil di Vatikan bersama Ronan Keating. Di tahun 2012, Anggun C. Sasmi ditunjuk sebagai wakil Prancis untuk ‘Kontes Lagu Eurovision 2012’, kompetisi musik terbesar di Eropa yang diikuti lebih dari 40 negara sejak 1956. Kemudian, Anggun menulis lagu ‘Echo (You and I)’ untuk kontes tersebut. Lagu ini direkam dalam empat versi berbeda bersama penyanyi dari berbagai negara, yaitu bersama Claudia Faniello untuk pasaran Malta, bersama Niels Brinck untuk Denmark, bersama Viktor Varga untuk Hungaria, serta bersama Keo untuk Rumania.

Untuk mempromosikan single tersebut, Anggun menggelar tur di 15 negara di Eropa. Anggun menyanyikan lagu tersebut pada grand final Eurovision 2012 di Baku, Azerbaijan. Namun, lagu tersebut menempati peringkat 22. Pada Maret 2012, Anggun kembali merilis album Echoes untuk pasaran internasional dengan “Echo (You and I)” sebagai singel andalan. Album ini kembali diluncurkan di Prancis dalam edisi khusus dengan tiga lagu tambahan.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Eurovision, Anggun melanjutkan promosi album ini dengan menggelar tur konser di beberapa kota di Prancis, Swiss, dan Kaledonia Baru, termasuk di antaranya konser tunggal Anggun di gedung Le Trianon, Paris. Pada akhir tahun 2012, Anggun juga kembali diajak oleh Schiller dalam tur konser di 10 kota di Jerman.

Pada tahun 2013, Anggun C. Sasmi di pilih sebagai juri internasional ‘X Factor Indonesia’ untuk musim perdana. Keterlibatan Anggun dalam ajang pencarian bakat tersebut dipuji oleh publik dan kritikus, dengan Bintang Indonesia memuji dia dengan “menetapkan standar yang tinggi sebagai juri di ajang ini.

Akibat keberhasilannya di ‘X Factor Indonesia’, Anggun C. Sasmi kembali direkrut sebagai juri di Indonesia’s Got Talent oleh Simon Cowell pada tahun 2014. Untuk mempersiapkan program ini, ia diundang oleh Simon Cowell untuk melihatnya dalam menilai kontestan Britain’s Got Talent. Selain itu, Anggun juga sedang mengerjakan album studio internasional keenam, yang dipersiapkan untuk rilis pada tahun 2015. Penyanyi yang telah dikonfirmasi untuk berkolaborasi dengan Anggun dalam menggarap album ini adalah penulis lagu Inggris, Paul Barry dan Deep Forest.

Pada Mei 2014, Anggun dipilih sebagai penyanyi yang mewakili Indonesia untuk bernyanyi pada ajang World Music Awards 2014 di Monte Carlo, Monaco. Dalam ajang tersebut, Anggun C. Sasmi berhasil memenangkan penghargaan untuk kategori Best Selling Indonesian Artist. Anggun berhasil meraih penghargaan tersebut setelah total penjualan album dan singlenya mencapai 12.890.898 copy. Dalam kesempatan tersebut, Anggun juga tampil bersama Mariah Carey, Miley Cyrus, Leona Lewis, Sean Paul, dan Ricky Martin.

Di tahun yang sama, Anggun juga ditunjuk sebagai juri pada ajang ‘X-Factor Around The World’ bersama Paula Abdul, Daniel Bedingfield, Louis Walsh dan Ahmad Dhani. Pada Januari 2015, Anggun terkonfirmasi menjadi juri ajang pencarian bakat tingkat Asia yaitu Asia’s Got Talent bersama David Foster, Melanie Chisholm, dan Vanness Wu. Sementara itu, Anggun juga bakal tampil dalam acara final Asia’s Got Talent 2019. Namun, Anggun C. Sasmi duet secara virtual dengan mendiang Luciano Pavarotti.

FAKTA TERKINI ANGGUN C. SASMI (2021)

Sejak dini, Anggun C. Sasmi telah terkenal akan kepiawaiannya dalam bernyanyi. Bahkan, Anggun sering dijuluki sebagai “Diva Indonesia” oleh media dalam dan luar negeri. Selain itu, Anggun C. Sasmi dikenal sebagai penyanyi yang memiliki jenis suara kontralto yang tebal serta teknik improvisasi vokal yang unik. Pada saat merilis album Snow on the Sahara, banyak pengamat musik internasional yang memuji suara Anggun dan sering menyebutnya sebagai “Annie Lennox dari Asia”.

Baca juga:Raffi Ahmad: Profil, Biodata, Biografi, dan Fakta Terkini

MENETAP DI PRANCIS

Meskipun berdarah Indonesia dan lahir di Indonesia, tetapi Anggun C. Sasmi memilih menetap di Prancis bersama suami dan anaknya. Akan tetapi, meskipun telah memperoleh harta sekitar Rp 226 miliar, tetapi Anggun tinggal di sebuah rumah sederhana yang terletak di pedesaan dengan halaman yang luas. Akan tetapi, Anggun C. Sasmi tetap bergaya sederhana dan tidak memamerkan hartanya.

MENJADI JURI DI THE MASKED SINGER

Pada tahun 2020 lalu, Anggun terpilih menjadi juri di ‘The Masked Singer’ Prancis bersama Alessandra Sublet, Kev Adams, dan Jarry. Hal itu tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi Anggun C. Sasmi, mengingat program tersebut sempat memecahkan rekor rating acara televisi di Prancis. Dalam acara tersebut, Anggun berharap ada penyanyi Indonesia yang memperlihatkan bakat bermusiknya.

CINTA INDONESIA

Meskipun telah sukses Go International dan karir internasionalnya di mulai dari Prancis, serta memperoleh kewarganegaraan Prancis, tetapi Anggun C. Sasmi tetap memperkenalkan dirinya berasal dari Indonesia. Selain itu, Anggun juga memperkenalkan musik Indonesia melalui arnasemen musik tradisional Indonesia yang dimasukkan ke dalam beberapa singlenya.

Penulis: Leonardo Forestin

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Anggun

    Anggun Akan Gelar Konser Tunggal Pada 5 Juli Mendatang

    Menggandeng beberapa nama seperti Rossa, Maudy Ayunda, Yura Yunita, hingga Iwa K Baca Juga: SM Entertainment Umumkan Kolaborasi Super Junior dengan Rossa

    on May 28, 2019