×
×

Search in Mata Mata Musik

Antartick & 17 Musisi Bogor Serukan Bangkit Dari Pandemi Lewat ‘Indonesia Kita’

Posted on: 06/25/20 at 7:30 am

Antartick & Bogorian Voices 'Indonesia Kita'.
Antartick & Bogorian Voices ‘Indonesia Kita’.

Perubahan kini terjadi di segala penjuru. Alih-alih mengeluh dan berhenti berkarya bukankah sebaiknya kita ikut menyesuaikan keadaan dan mencari celah positif? Itulah yang dilakukan Antartick dan para musisi asal kota Hujan, Bogor yang dinamai Bogorian Voice lewat single teranyar mereka, ‘Indonesia Kita’.

Lagu ini menitikberatkan pada poin “Selalu ada hikmah di balik musibah”. Sebuah kata penyemangat yang sudah kita dengar sejak lahir bukan? Itulah yang menjadi dasar Antartick berkolaborasi dengan 17 vokalis dari Bogor. Kenapa memilih Bogor, karena kota ini merupakan tempat lahir band yang mempopulerkan lagu ‘Kebas’ tersebut. Jika tidak bisa melihat sekitar kita, bagaimana bisa dilihat dunia?

Lagu ‘Indonesia Kita’ diciptakan sang gitaris Anang. Lagu ini berkisah tentang hal-hal yang terjadi yang ia lihat, dengar dan rasakan dalam masa pandemi virus Corona saat ini.

Bukan sekadar lagu, ‘Indonesia Kita’ menjadi sebuah pergerakan kecil yang digagas Antartick dan Bogorian Voice untuk menyuarakan kebersamaan dan bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan wabah Covid-19.

Baca juga: Single Baru Antartick, ‘Biru Kelabu’ Tampilkan Sang Bassis Sebagai Vokalis Utama

“Saatnya bangkit, kembali berkarya dan menggulirkan roda kehidupan. Karena hidup tidak bisa terus-menerus hanya dengan di rumah saja. Tentunya keselamatan dan kesehatan adalah faktor yang harus diprioritaskan,” tutur Anang.

Lewat single ini, Antartick pun ingin menyampaikan sebuah manifestasi konsep kebhinekaan. Karena ke-17 vokalis atau penyanyi yang bergabung dalam lagu ini berlatarbelakang musik berbeda. Mulai dari pop, rock, folk bahkan punk dan metal. Di antara para penyanyi mereka adalah Rudi “Blues’ Ariyanto (The B*k*ng), Ipey & Komo (19 Dua Puluh), Rila Utomo (Ambarila), Dewo (Saptarasa), Fiany (Mariposa), Rinjani Reza, Borie (Kraken), Mang Toke (As Known As), Ncung Suryana (The Partikelir), Mang Coim (Oncom Hideung), Deden (Peramu), Ahong (Mery Celeste), Si Koran (Jeans Roek), Nova (HLMN), Robby (My Beloved Enemy) dan Cinya (Airtunes).

“Proyek ini adalah proyek yang paling bikin gue baper. Nggak nyangka kalau temen-teman yang kita ajak kolaborasi, mau dan seantusias ini dan enjoy dalam melewati proses produksinya, meski harus mematuhi aturan PSBB. Karakter setiap vokalis memberi energi positif tersendiri pada keseluruhan lagu. Semoga energinya bisa sampai ke semua orang yang mendengar lagu ini,” tutur Helvi (bassis) yang juga turut bernyanyi dalam lagu ini.

Perbedaan tidak akan pernah menjadi penghalang untuk membangun bangsa. Bahkan merupakan sebuah keunikan dan kebersamaan yang hangat. Semoga lagu ini bisa menjadi penyemangat bagi siapapun di luar sana.

Yuk mari kita dengarkan sama-sama lagu ‘Indonesia Kita’.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Saska Diandra

Solois Saska Diandra Visualkan Amarah & Anxiety Lewat MV ‘Doa Dicuku...

Saskia Diandra. Nggak butuh waktu lama bagi Saska Diandra untuk kembali merilis MV (Music Video) untuk lagunya yang berjudul ‘Doa Dicukupkan’. Hanya sel

on Dec 3, 2020
Extreme Moshpit Awards

Daftar Pemenang Penghargaan Spesial Musik Cadas: Extreme Moshpit Award...

Extreme Moshpit adalah media musik cadas Indonesia yang bergerak sejak 2007. Selain mewujudkan gerakan baru tradisi fanzine dan media di ranah musik ekstri

on Dec 3, 2020
Orkes Kedai Sarinah

Orkes Kedai Sarinah, Unit Pop Era Indonesia Lawas Lepas Single Anyar '...

Orkes Kedai Sarinah. Orkes Kedai Sarinah adalah grup musik dengan konsep retrospektif dari Bekasi yang membawakan nuansa pop era 1950-an dan 1960-an dengan

on Dec 2, 2020
Mahen

Bintang Muda Mahen Kembali Ber-Pop Mellow Dengan Single Baru 'Cinta Se...

Mahen. (Foto: Indo Semar Sakti). Penyanyi muda dan salah satu best new comer, Mahen, belakangan memang menjadi perbincangan para penikmat musik Indones

on Dec 1, 2020