×
×

Search in Mata Mata Musik

Aurelie, Dipha Barus, Kunto Aji, Rayi Putra, Rossa Ungkap Makna HUT RI

Posted on: 08/15/21 at 12:00 pm

Apa Kata 5 Musisi Tentang Hari Kemerdekaan RI
Ki-ka: Aurelie, Kunto Aji (bawah), Rayi Putra (atas), Rossa (atas), Dipha Barus (bawah).

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), lima musisi berikut membuat sesuatu. Adalah Aurelie, Dipha Barus, Kunto Aji, Rayi Putra, dan Rossa yang berkolaborasi dalam program Ressonited besutan Resso, platform musik digital. Mereka meng-cover dan merilis ulang lagu lawas ‘Zamrud Khatulistiwa’. Lagu yang telah diaransir ulang oleh Dipha Barus dan dinyanyikan bersama oleh Rossa, Kunto Aji, Rayi Putra dan Aurelie. Dan saat ini lagu tersebut hanya dapat diakses di aplikasi Resso.

Baca juga: Ressonited Hadirkan 5 Musisi Rilis Ulang Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’

Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye dinilai sangat mewakili visi dan semangat HUT RI atau hari kemerdekaan. Khususnya HUT RI tahun ini. Simak kata-kata dari lima musisi tersebut yang memaknai perayaan HUT RI. Khususnya yang berkaitan dengan situasi pandemi dan industri musik Indonesia berikut.

Apa makna HUT RI atau hari kemerdekaan untuk Anda, khususnya di tahun ini?

Aurelie: Makna kemerdekaan di tahun ini bagiku adalah tetap bersatu untuk melewati masa pandemi ini. Sudah dua tahun kita merayakan Dirgahayu Republik Indonesia dengan virus Covid-19. Khususnya di tahun ini yang semakin serius, aku berharap masyarakat Indonesia mengambil momentum hari kemerdekaan untuk tetap taat menjalani proteksi dan khususnya melakukan vaksinasi, sehingga nanti di tahun mendatang kita bisa merayakan hari kemerdekaan dengan lebih meriah lagi.

Dipha Barus: Makna kemerdekaan buat gue di tahun ini adalah ujian bagi manusia Indonesia untuk rela berkorban membatasi aktifitas sehari-hari dari biasanya, membantu sesama manusia Indonesia.

Kunto Aji: Makna hari kemerdekaan di tahun ini…. Ini tahun yang sulit buat semua orang, buat seluruh dunia. Semua negara mengalami musibah yang tidak kita sangka-sangka. Mungkin di hari kemerdekaan ini kita bisa mengingat bahwa kita di sini bersama-sama, kita tidak sendiri. Kita adalah bangsa yang punya gotong royong yang tinggi, toleransi yang tinggi, yang bahu membahu. Jadi semoga hari kemerdekaan ini bisa mengingatkan kita bahwa kita bisa merdeka dari penjajah ketika kita bersatu. Dan kita bisa melewati masa sulit ini ketika kita juga bersatu.

Rayi Putra: Untuk bisa berada dalam kondisi sehat adalah kemerdekaan bagi saya di saat ini. Merdeka dari penyakit, sehingga kita bisa bebas berkarya dan melakukan hal yang kita cintai bersama orang-orang tercinta juga.

Rossa: Makna hari kemerdekaan tahun ini cukup berbeda buat aku. Kalau biasanya kita merayakannya dengan penuh …rame-rame, tapi tahun ini, sama seperti tahun lalu, kita merayakan dengan hal yang berbeda. Mungkin menghindari yang sifatnya karnaval atau festive. Menurut aku, kali ini perjuangannya, dan aku ingin mendedikasikan ini, kepada mereka yang bekerja sebagai garis depan di tenaga kesehatan, dokter, perawat, bahkan menurut aku, yang bekerja di pemakaman amat sangat perlu diapresiasi perjuangannya; lebih dari itu banyak sekali orang-orang yang berjasa buat kita, misalnya mereka yang mengantarkan makanan ketika kita sedang karantina di rumah. Buat aku sih perjuangannya lebih ke arah sana.

Setelah merdeka selama 76 tahun bagaimana menurut Anda progres dan pencapaian atau prestasi musik Indonesia?

Aurelie: Sudah di titik yang sangat baik sih. Apalagi di era digital stream seperti sekarang, di mana musisi bisa lebih berekspresi dan bebas berkarya dengan idealisme masing-masing. Ini menjadikan musisi di Indonesia semakin kreatif dalam menciptakan musik yang bisa dinikmati di seluruh dunia tanpa ada batasan.

Dipha Barus: Progres musik Indonesia sangat maju, dan membanggakan karena Indonesia punya musik yang beragam dan sangat diapresiasi oleh pendengarnya, menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Kunto Aji: Selama 76 tahun merdeka, menurut saya progres musik Indonesia semakin ke arah yang lebih baik walaupun pergerakannya masih pelan, mungkin masih ketinggalan beberapa puluh tahun dibandingkan dengan negara-negara yang sudah ideal, tapi menurut saya arahnya sudah benar baik dari segi kesejahteraan, regulasi, kualitas musiknya, keberagaman genrenya, kesempatan untuk siapa saja bisa berkarya, itu semakin baik dan semakin luas. Dan menurut saya itu adalah hal yang sangat positif.

Rayi Putra: Umur 76 tahun adalah umur yang relatif muda untuk suatu negara. Oleh karena itu kita sebagai bangsa juga menurut saya masih berkembang dan masih terus belajar utk menjadi bangsa yang lebih bijak, toleran dan demokratis.

Rossa: Progres pencapaian atau prestasi musik Indonesia menurut aku luar biasa. Sejak sebelum ‘Bengawan Solo’ dan lain-lainnya, Indonesia sudah dikenal di internasional dengan lagu-lagunya yang indah, dengan keroncong. Seiring waktu, sekarang sepertinya dunia modern juga sudah menerima musik moderennya Indonesia seperti pop-nya Indonesia, lagu-lagu Indonesia dikenal di belahan dunia bahkan, meskipun mungkin baru dipopulerkan oleh orang Indonesia sendiri. Tapi buat aku pribadi misalnya, rework dari group Super Junior mau meng-cover lagu aku, itu adalah bagian apresiasi dari teman-teman musisi belahan dunia lain untuk Indonesia, untuk aku.

Bagaimana Anda menginterpretasikan lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ dan apa makna lirik lagu tersebut untuk Anda?

Aurelie: Aku rasa lagu ini pas banget untuk mewakili spirit hari raya kemerdekaan Indonesia. Karena di lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ menjelaskan bahwa hidup di negeri kita itu sangat indah dan makna liriknya juga kerasa positif banget. Aku bisa relate juga karena kebetulan aku suka travelling dan merasakan banget keindahan Indonesia.

Dipha Barus: Interpretasi saya terhadap lagu ini, lagu ini sangat berwarna layaknya alam dan tradisi di Indonesia.

Kunto Aji: Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ menurut saya adalah lagu tentang mensyukuri di mana kita berada sekarang, mensyukuri tentang kita lahir di Indonesia, kita lahir di negeri yang sangat subur sangat makmur. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kita bisa mensyukuri apa yang ada di sekitar kita.

Rayi Putra: Lagu itu untuk saya adalah suatu pengingat bagi kita, orang Indonesia, untuk bersyukur atas keberagaman dan segala kekayaan alam dan budaya yang kita miliki. Saya sebagai generasi muda juga menjadi termotivasi untuk berusaha menjaga dan ikut melestarikannya.

Rossa: Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ buat aku selalu mengingatkan bahwa Indonesia ini kaya banget, tercermin dengan kata-kata zamrud khatulistiwa. Zamrud itu kan hijau, zamrud itu adalah batu yang amat sangat berharga, mulia, indah, dan kalau aku mengingat zamrud khatulistiwa, selalu mengingat rangkaian pulau-pulau yang ada di Indonesia, yang demikian indahnya. Dan itu mengingatkan kita juga buat kita selalu harus menjaga alam yang kita miliki, menghindarkan atau mengurangi polusi dan juga memelihara atau melestarikan alam yang indah ini.

Baca juga: Tradeto & Hindia Duet Di Single ‘Tentang Masa Depan/Satu Dua Langkah’

Apa kegiatan bermusik Anda selama pandemi?

Aurelie: Aku sih paling nyanyi-nyanyi sama main ukulele iseng-iseng aja sih, kalau sedang di rumah. Kebetulan di masa pandemi, panggilan untuk nyanyi live lumayan berkurang.

Dipha Barus: Kegiatan saya lebih fokus di produksi karena enggak bisa manggung.

Kunto Aji: Sebagai musisi, sekarang kita tidak bisa manggung, tidak bisa melakukan pertunjukan secara off air, sehingga yang bisa kita lakukan adalah kita menyebarkan musik-musik terbaru kita.

Rayi Putra: Sebagai musisi, sulit bagi kami untuk melakukan pertunjukan selama pandemi. Oleh karena itu saya lebih banyak fokus membuat karya lagu.

Rossa: Selama pandemi, aku malahan cukup produktif, dengan selama kurang lebih 1,5 tahun aku sudah mengeluarkan 3 single baru dan, Insya Allah, bakal ada lagi single-single berikutnya sampai ke akhir tahun. Aku belajar banyak hal misalnya konser secara streaming, menghibur orang juga secara streaming dan juga berkomunikasi secara streaming. Jadi kali ini aku belajar banyak bagaimana mempergunakan sosial media untuk berkomunikasi instead of ketemu dengan banyak orang seperti dulu. Kangen sih pengen konser yang ketemu dengan ribuan penonton, tapi kali ini kita harus puas dengan konsep streaming.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    TikTok #HouseParty

    Dipha Barus, Weird Genius & DJ Top Dunia Ramaikan TikTok #HouseParty

    Pamflet acara TikTok Live Music Night. Pergelaran musik livestream menjadi alternatif utama dalam meramaikan panggung hiburan saat ini. Salah satunya adalah

    on Sep 14, 2021
    Ressonited

    Ressonited Hadirkan 5 Musisi Rilis Ulang Lagu 'Zamrud Khatulistiwa'

    Ressonited merupakan program spesial Resso, aplikasi streaming musik sosial. Sengaja diciptakan dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan RI yang ke-76 di te

    on Aug 14, 2021
    Alan Walker

    Alan Walker 'Believers' Di-Cover-Remix Dipha Barus & Anneth Di JOOX

    Seperti kata pepatah, musik merupakan bahasa universal. JOOX, merupakan salah satu platform streaming musik dan hiburan paling berdedikasi di Asia. Kini JO

    on Jun 3, 2021
    Matter Halo

    Matter Halo Gandeng 7 Artis Di Versi Akustik Lagu ‘Million’ Buat K...

    Matter Halo, band pengusung indie rock asal Jakarta, yang beranggotakan Ibnu Dian dan Ganidra Rai, baru saja merilis sebuah versi akustik dan kolaboratif d

    on Dec 10, 2020