×
×

Search in Mata Mata Musik

Avey Tare Kupas Cows on Hourglass Pond

Posted on: 03/24/19 at 1:00 pm

Album solo terbaru dari personil Animal Collective ini juga menjadi salah satu karya terbaiknya.

Oleh: Ben Kaye. (Consequence of Sound)

 Cows on Hourglass Pond adalah lanjutan dari LP Tare di 2017, Eucalyptus, serta album AnCo di 2018, Tangerine Reef. LP-nya diproduseri sendiri di-mixing bersama Adam McDaniel di Laughing Case, Asheville, Carolina Utara. Sesi-sesi ini direkam menggunakan mesin kaset reel-to-reel Tascam 48 ½”.

Artwork album Avey Tare, Cows on Hourglass Pond, rilis 22 Maret 2019

Dalam ulasan Cows on Hourglass Pond, Tyler Clark dari Consequence of Sound menulis tentang album ini,

Baca Juga: Foster The People Kembali Dengan “Style”

“Pencarian akan keintiman dan hubungan menggerakkan karya terbaik di katalog Portner (di antaranya ‘Grass’ yang penuh kerinduan, ‘Peacebone’ yang cemas, dan ‘Bluish’ yang digandrungi cinta), dan di Cows on Hourglass Pond, pencarian itu kembali ke permukaan setelah setengah dekade melalui pengembaraan sonik. Di album ini, Portner secara produktif asyik dengan kontur penuaan; apakah dia menonjolkan hal yang positif (‘What’s the Goodside?’ yang meluap-luap) atau menyelidiki keterikatan manusia pada hal-hal yang tak terjangkau (‘Taken Boy’), liriknya memancarkan kombinasi yang pas dari optimisme yang was-was dan rasa pahit manis yang wajar tanpa pernah terjerumus ke ranah klise yang halus.”

Album ini didahului oleh single “Taken Boy” dan “Saturdays (Again)”. Streaming album lengkapnya di bawah ini. Dapatkan juga katalog Avey Tare lainnya dalam bentuk vinyl di sini, dan temukan tiket untuk tur mendatangnya di sini.

Avey Tare juga mengupas tuntas setiap lagu di albumnya. “Saya biasanya lebih suka dengan pendekatan ‘pilih sendiri petualanganmu’ untuk lagu-lagu saya,” katanya pada CoS. “Terlepas dari itu, saya senang bisa beropini dalam sesuatu yang saya rilis ke luar sana. Baik atau buruknya, saya harap ini sedikit menjelaskan album ini.”

“What’s the Good Side”
Di lagu pembuka album, Tare menyadari seluruh umat manusia semakin menua dan seolah terombang-ambing tanpa tujuan dalam ruang hitam yang tak ada batasnya. Apakah ada saat di mana kita pernah lebih baik dari sekarang, atau apakah kita selalu seperti ini? Di zaman yang ‘kelam’ ini, dia menekankan pentingnya memastikan orang-orang di sekitar atau orang terdekat kita baik-baik saja.

Baca Juga: Lamb Of God Akan Kerjakan Album Baru Musim Semi Ini

“Eyes on Eyes”
Tare menganggap, tatapan mata yang lama dan mendalam adalah cara bagaimana seseorang bisa memasuki ruang di dalam diri orang yang ditatapnya, di mana orang itu kemudian memutuskan untuk bertahan di dalamnya.

“Saturdays (Again)”
Kata “Again” ditambahkan untuk membedakan lagunya dari lagu-lagu “Saturdays” lain yang sudah ada sebelumnya. Lagunya sendiri berkisah tentang harapan banyak orang terhadap hari-hari yang dianggap istimewa, dan bagaimana ritual menciptakan perasaan.

“Nostalgia in Lemonade”:
Di lagu yang ditujukan untuk para pelancong, Tare menyelipkan nostalgia yang dipercaya memainkan peran besar dalam banyak lagu-lagu hebat. Unsur kebahagiaan, masalah, kekacauan dan kejelasan yang diciptakan oleh jarak, semuanya ada di lagu ini.

“K.C. Yours”
Dengan banyaknya robot yang hadir di tengah-tengah kehidupan kita, akankah ada robot penyelamat? Atau mungkin, robot penyelamat itu akan menciptakan dirinya sendiri.

“Our Little Chapter”
Baris-baris di lagu ini adalah potongan-potongan perasaan atau momen dari masa yang ditarik dari sejarah beberapa hubungan lama yang pernah/sedang terjalin Tare.

“Taken Boy”
Lagu ini bercerita tentang hal-hal yang seringkali tidak bisa kita capai. Seperti menginginkan seseorang, kesempurnaan, bencana, pengalaman yang kita sendiri tidak tahu baik/buruknya, dan memiliki perasaan yang berdasar pada imaginasi atau mungkin sesuatu yang melayang di udara.

“Remember Mayan”
Lagu ini mengibaratkan berada di puncak dunia dan tiba-tiba berada di tempat yang sama sekali berbeda seperti peradaban suku Maya yang hilang begitu saja.

“HORS_”:
“HORS_” adalah contoh bagaimana bahasa telah memutarbalikkan, mengubah, dan memperbesar sesuatu dengan maknanya. Intinya, lagu ini adalah sebuah ode untuk kuda.

Keterangan Foto Utama: David Michael Portner, juga dikenal dengan nama Avey Tare, musisi dan penulis lagu yang ikut mendirikan band pop eksperimental Amerika, Animal Collective. (Foto: via Irascible Music)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Sepultura

Sepultura Tampil Brutal di Single Baru ‘Last Time’

Hampir 35 tahun setelah merilis album pertama mereka, evolusi band thrash metal fenomenal asal Brasil, Sepultura, terus berjalan sebagaimana dibuktikan dalam s

on Dec 23, 2019
Lana Del Rey

Lana Del Rey Akan Isi Album Baru dengan Puisi Bebas

Lana Del Rey baru saja mengumumkan album barunya melalui postingan di Instagram. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album yang akan mendarat pada 4 Januari

on Dec 20, 2019
Ozuna

Ozuna Ceritakan Evolusi Albumnya, Dari Odisea Hingga Nibiru

Ozuna lagi-lagi membuktikan kalau dirinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Selama tiga tahun berturut-turut, dia debut di posisi No. 1 Top Latin Albums Billb

on Dec 20, 2019
Rihanna

Akankah Rihanna Tepati Janji Rilis Album Tahun Ini?

2019 tinggal menyisakan 11 hari. Namun, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dan mungkin, satu pertanyaan yang paling mendesak khususnya bagi pecin

on Dec 20, 2019