×
×

Search in Mata Mata Musik

Babak Ketiga: Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

Posted on: 03/26/21 at 12:00 pm

Babak Ketiga: Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

Tabik HEAVY Militia!

Selamat datang di Babak Ketiga Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional. Beberapa hari lalu, kita telah memainkan Babak Kedua sarat tensi raungan yang ekstrim dari Thrash Metal.

Baca juga: Babak Kedua: Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

Kelahiran Thrash

Thrash metal lahir pada awal dekade 1980-an melalui peleburan antara teknikalitas heavy metal klasik awal seperti Black Sabbath hingga NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal) seperti Judas Priest, Iron Maiden, Motorhead, Raven, Venom dan agresi bertempo cepat hardcore punk seperti Discharge, Black Flag, Dead Kennedys. Motorhead dan Venom dianggap sebagai pionir gabungan dua gaya genre tersebut yang menjadi pengaruh terbesar bagi pembentukan thrash metal yang berawal di kancah musik underground wilayah suburban California, Amerika Serikat (AS) dan kemudian menyebar ke beberapa titik “ground zero” ledakannya.

Bay Area (San Fransisco) menjadi sarang bertelurnya deretan legenda masa depan berikut ini: Metallica, Exodus, Testament, Death Angel, Vio-lence, Forbidden, Heathen, dan lain-lain. East Coast yang berpusat di New York City menjadi rahim kelahiran Anthrax, Overkill, Nuclear Assault, Toxik, dan lain-lain. Kanada punya Annihilator, Voivod. Sedangkan benua di luar Amerika juga enggak kalah menggeliat. Eropa terutama Jerman melahirkan Kreator, Sodom, Destruction, Paradox yang dikenal dengan julukan Teutonic Thrash. Sejak Venom sebagai proto-thrash, Inggris lantas punya Xentrix, Hellbastard, Onslaught, Sabbat. Denmark punya Artillery. Brazil mengorbitkan Sepultura. Australia punya Mortal Sin. Dan virus thrash terus menjalar bagaikan epidemik ke seluruh dunia.

Puncak Kejayaan Thrash

Dari sudut pandang kreatif, tahun 1986 sering kali diakui sebagai fase puncak dari thrash metal, karena dirilisnya sejumlah album yang menentukan masa depan genre dengan pengakuan secara lebih luas. Debut Metallica di bawah naungan major label, Master of Puppets, dirilis pada bulan Maret, menjadi album thrash pertama yang disertifikasi platinum, enggak tanggung-tanggung, sebanyak 6 kali platinum disertifikasi oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA). Kreator merilis Pleasure to Kill pada bulan April, yang nantinya menjadi pengaruh besar di kancah death metal. Megadeth merilis Peace Sells… But Who’s Buying? pada bulan September, sebuah album yang terbukti menjadi terobosan secara komersial. Slayer, yang dianggap sebagai salah satu band thrash metal paling “ngeri” di awal 1980-an, merilis Reign in Blood pada bulan Oktober, mahakarya yang kerap dianggap sebagai inspirasi kelahiran genre death metal. Juga di bulan Oktober, Nuclear Assault merilis album debut mereka, Game Over.

Di tahun berikutnya, Anthrax merilis Among the Living yang meraih sertifikasi gold dari RIAA.

Dengan begitu, panggung thrash naik kelas, dari klub kecil pindah ke arena besar. Meski tetap menjadi “anak tiri” di industri musik mapan selama dekade 1980/90-an, Metallica, Megadeth, Slayer, Anthrax adalah empat jawara thrash yang paling sukses di antara semua band seangkatannya, bahkan hingga hari ini. Maka julukan “Big Four” disematkan ke mereka karena telah berjasa mengangkat thrash ke level yang lebih tinggi. Dengan eksposur di berbagai media arus utama seperti MTV hingga masuk nominasi Grammy Awards.

Thrash Vs Glam

Era kejayaan thrash bersamaan dengan glam rock atau hair metal, yaitu hard rock dan heavy metal dengan sensibilitas pop dan berdandan glamor yang mencerminkan gaya hidupnya. Thrash sendiri berawal sebagai antitesis dari band-band glam seperti Motley Crue, Ratt, Poison yang lebih dahulu merajai pasar. Meski tetap ugal-ugalan, para thrasher lebih serius dan cerdas dalam menentukan subyek lirik yang sering membahas kritikan terhadap kemapanan yang mengontrol hidup masyarakat secara dominan, bahkan cenderung politis dan kepedulian terhadap kerusakan lingkungan, dan kadang-kadang menghujat dogma agama yang di kemudian hari dikembangkan oleh penganut black metal. Gaya bahasanya pun lugas dan blak-blakan hasil studi materi dari rekaman-rekaman hardcore punk.

Kematian Thrash

Namun, industri menganggap thrash hanya sebagai trend yang sifatnya sementara. Trend baru muncul, yang lama pasti dibuang. Itulah yang terjadi. Tur festival Clash of the Titans menjadi penanda momentum keruntuhan thrash dan kebangkitan alternative rock dan grunge. Clash of the Titans tercatat sebagai salah satu tur konser paling sukses dalam sejarah heavy metal. Tur pertama digelar di Eropa selama September-Oktober 1990 dengan headliner Megadeth dan Slayer dengan dukungan Testament dan Suicidal Tendencies. Tur kedua digelar di AS selama Mei-Juli 1991 dengan headliner tambahan Anthrax dan dukungan Alice in Chains, band grunge yang menggantikan Death Angel karena mendadak batal setelah dramernya mengalami kecelakaan. Alice in Chains seperti menjadi suatu nubuat tentang masa depan.

Tahun 1991, Nirvana Nevermind, Pearl Jam Ten, Soundgarden Badmotorfinger, dan Alice in Chains Facelift dirilis. Album debut major label bandnya si Kurt Cobain itulah yang paling memiliki hulu ledak paling dahsyat sehingga semua manusia di planet Bumi seolah-olah tertuju kepadanya. Heavy metal secara umum terpaksa lengser dan menyerahkan singgasananya ke gerombolan asal Seattle tersebut. Di tahun yang sama, Metallica merilis The Black Album yang jika enggak kompromis dengan pasar, mereka enggak akan survive. Metallica terbukti berhasil dan tetap menjadi raja dengan pendekatan musikal yang lebih komersial alias easy listening. Major label dan media arus utama lantas menutup pintu rapat ke pengusung thrash kecuali “Big Four” yang telah memiliki basis fans besar. Anthrax pun kompromis sejak Sound of White Noise dan lumayan menyintas, tetapi gagal di dua album berikutnya.

New Wave Thrash

Dan di tengah fenomena grunge, Pantera, Machine Head, Prong, White Zombie, Fear Factory muncul sebagai penyintas dengan ramuan thrash yang segar, berkurang secara teknis tetapi lebih menonjolkan sound, alur dan melodi. Media menyebutnya sebagai groove metal. Bahkan Sepultura mengubah direksi musikalnya sedemikian rupa sejak album Chaos A.D. (1993) dan terutama Roots (1996). Inilah akar dari trend berikutnya, nu-metal: Korn, Limp Bizkit, Slipknot, Mudvayne, System of a Down.

Yang pasti, thrash metal dianggap sebagai “roots of all evil” dari semua subgenre heavy metal yang “extreme” seperti death metal, grindcore, black metal, dan lain-lain, termasuk thrash metal itu sendiri, sehingga dikelompokkan dalam sebuah label atau sebutan bernama extreme metal. Karena sebagai simbol kelahiran itulah, kami mengusung thrash sebagai pengiring kelahiran HEAVY.

HEAVY

Dalam kesempatan ini, kami juga ingin memberikan bocoran rencana ke depan MMM dengan memperkenalkan segmen situs web baru bernama HEAVY. Heavy dalam konteks di sini adalah musik cadas. Yup, HEAVY akan menampilkan secara spesial semua konten tentang genre bertegangan tinggi. Dari punk rock, hard rock, heavy metal, hardcore, thrash metal, death metal, grindcore, black metal, dan sub-subgenre lainnya. Enggak peduli band raksasa yang disegani di kancah arus utama ataupun band “unknown” yang hidup sebagai makhluk klandestin di bawah tanah.

Sebenarnya, konten demikian bukanlah sesuatu yang baru di MMM selama ini. Di situs web ini lo bisa menemukan band rock/metal kelas gorong-gorong hingga hotel bintang lima. Tiada sekat yang enggak perlu karena hanya musikalitas yang penting bagi kami walau algoritma enggak peduli atau enggak mengenal mana yang berkualitas tinggi dan yang abal-abal. Semua setara di mata Tuhan Google.

Tujuan dari dibentuknya HEAVY adalah untuk memisahkan antara konten genre cadas dan non-cadas. Kami sengaja menarik keluar genre cadas dari sarang dan memasukkannya ke sarang baru di mana para penggemarnya bisa headbanging dan moshing sepuasnya tanpa ada yang terganggu ataupun mengganggu mereka. Jadi, sudah enggak “gado-gado” lagi yang rasanya enggak karuan, men.

Sebagai “Mosh Pit” MMM

HEAVY adalah sebuah “mosh pit” aksara dan audio-visual pelepas dahaga informasi dan hiburan dengan bobot dan eksposur yang lebih besar. Yoi, lo bakal mendapatkan lebih banyak artikel artis atau band “hard n’ heavy” favorit lo di sini, dari news, features, interview, review album hingga konser. Khusus yang terakhir, itu akan ada jika konser offline sudah kembali normal, bukan online atau virtual.

Harapan kami, HEAVY bisa diterima dengan baik oleh pendengar volume maksimum di seluruh Nusantara. Serta HEAVY bisa menjadi episentrum kaum rock oktan tinggi yang ingin membangun komunitas melalui kanal media sosialnya: Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube.

Untuk menyambut peluncuran HEAVY sebagai menu spesial mendatang di situs web MMM, mari kita mainkan Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional!

Diagram Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

Pola Permainan Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional:

Ibarat kaset pita, turnamen ini kami bagi menjadi 2 grup, yakni Side A dan Side B yang masing-masing memiliki 16 lagu yang saling beradu (battle): Lagu Versus Lagu. Lihat diagram di atas.

Dan turnamen ini berjalan selama 4 babak dan final.

  • Babak 1, tanggal 17-21 Maret, terdapat 8 battle dari Side A dan 8 battle dari Side B untuk mencari 8 pemenang dari Side A dan 8 pemenang dari Side B dalam babak ini.
  • Babak 2, tanggal 22-25 Maret, terdapat 4 battle dari Side A dan 4 battle dari Side B untuk mencari 4 pemenang dari Side A dan 4 pemenang dari Side B dalam babak ini.
  • Babak 3, tanggal 26-28 Maret, terdapat 2 battle dari Side A dan 2 battle dari Side B untuk mencari 2 pemenang dari Side A dan 2 pemenang dari Side B dalam babak ini.
  • Babak 4, tanggal 29-31 Maret, terdapat 1 battle dari Side A dan 1 battle dari Side B untuk mencari 1 pemenang dari Side A dan 1 pemenang dari Side B dalam babak ini.
  • Babak Final, tanggal 1 Aprilpemenang dari Side A dan pemenang dari Side B akan battle di babak ini. Kami akan umumkan Sang Juara Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional pada 4 April.

Inilah daftar 4 battle dari total Side A dan Side B babak ketiga hasil voting dari babak kedua. Klik link tiap battle untuk membuka halaman battle-nya di mana lo bisa vote lagu jagoan lo di kolom komentar. Bagaimana cara vote-nya? Ikuti saja petunjuknya di sana.

SIDE A

MEGADETH ‘Holy Wars…The Punishment Due’
Vs
ANTHRAX ‘Indians’

SLAYER ‘Angel Of Death’
Vs
KREATOR ‘Extreme Aggression’

SIDE B

METALLICA ‘Creeping Death’
Vs
SUICIDAL TENDENCIES ‘You Can’t Bring Me Down’

SEPULTURA ‘Dead Embryonic Cells’
Vs
OVERKILL ‘Elimination’

Ok selamat vote, guys! In Thrash We Trust! \m/

Kurator, Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Kerry King

    Kerry King Mengaku Menyesal Bilang Slayer "Pensiun Terlalu Dini"

    Foto: Johnny Perilla. Kerry King, gitaris Slayer bertampang sangar baru-baru ini mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan. Slayer merayakan perpisahannya d

    on Oct 13, 2021
    Mantic Ritual

    Mantic Ritual Bangkit Dari Kubur, Kembali Nge-Thrash Via 'Crusader'

    Foto: via Facebook Mantic Ritual. Mantic Ritual telah reuni dan meluncurkan single baru mereka, 'Crusader'. Lagu baru pertama dalam 12 tahun sejak kuartet t

    on Oct 9, 2021
    Trivium

    Trivium 'In The Court Of The Dragon': Salah Satu Lagu Metal Terepik 20...

    'In The Court Of The Dragon' menjadi pembuka jalan menuju album full length terbaru TRIVIUM yang diberi judul sama di tahun 2021. Kuartet metal garda terde

    on Sep 29, 2021