×
×

Search in Mata Mata Musik

Bagaimana Paket Bantuan Virus Corona Dapat Membantu Tenaga Kerja Industri Musik

Posted on: 03/27/20 at 6:15 am

Venue konser musik yang kosong selama 2020.

Paket stimulus ekonomi virus Corona senilai US$ 2 triliun (Rp 31,000 triliun) yang telah disahkan oleh Dewan Pimpinan Republik Amerika Serikat (AS) pada Rabu (25 Maret) malam lalu mencakup beberapa kabar baik bagi tenaga kerja wiraswasta industri musik. Para penulis lagu, musisi, kru touring, teknisi suara dan cahaya, produser dan banyak kontraktor independen industri musik lainnya akan dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dana dari porsi modal sebesar US$ 300 juta (Rp 4,7 triliun) yang akan dialokasikan untuk bisnis kecil.

Baca juga: Bandcamp Sampingkan Penghasilan Saham Untuk Dukung Musisi Selama Wabah COVID-19

UU itu masih harus melewati Dewan Pimpinan Demokrat dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump sebelum bisa menjadi undang-undang tetap, tetapi ketika itu terjadi, segmen sumber daya finansial bisnis kecil akan mulai diawasi oleh lembaga US Small Business Administration.

Menurut direktur eksekutif Nashville Songwriters Association International (NSAI) Bart Herbison, berbagai kelompok perdagangan industri musik seperti Songwriters of North America (SONA), National Music Publishers Association dan entitas industri lainnya telah bersatu dan bekerja sama dengan para pemimpin Kongres untuk memastikan bahwa tata bahasa dalam UU yang berjudul Paycheck Protection Program dan Emergency Economic Industry Disaster Loan Grants akan dapat berlaku untuk para penulis lagu, musisi, pekerja teknologi audio, dan pekerja bidang musik lainnya yang independen atau kontraktor.

Upaya para kelompok perdagangan musik dan legislator telah memperluas terminologi dalam UU itu untuk menyertakan istilah “kontraktor independen” dan “pemilik tunggal” sehingga dana tersebut dapat berlaku untuk para wiraswasta profesional industri musik yang dimaksud sebelumnya.

Para anggota Songwriters of North America (SONA).

SONA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tata bahasa yang tertulis dalam UU ini akan sangat penting untuk kelangsungan hidup komunitas musik. “Kami berterima kasih kepada anggota Kongres karena memahami bahwa penulis lagu, komposer, dan banyak lainnya yang mencari nafkah di industri musik dapat dianggap sebagai pemilik bisnis kecil,” kata sang pendiri SONA, Michelle Lewis dalam sebuah pernyataan. “Ini akan membuat dana bantuan yang sangat dibutuhkan dalam bentuk pinjaman bisnis kecil dapat tersedia bagi semua yang membutuhkannya…. Penulis lagu kami adalah pemilik bisnis kecil yang penting dan membutuhkan bantuan ini sekarang”.

SONA mencatat bahwa pandemi virus Corona telah melumpuhkan setiap aspek ekonomi dan bahwa penulis lagu juga perlu dukungan terus menerus untuk melewati krisis ini.

“Banyak profesional industri musik yang syaratnya tidak lolos atas tunjangan pengangguran tradisional karena mereka seorang wiraswasta,” kata Herbison dari NSAI. “Karena itu, ini sangat penting bahwa paket stimulus federal dapat memuat bahasa yang membuat mereka memenuhi syarat untuk bantuan ini. Sekarang mereka akan dapat mengajukan permohonan bantuan keuangan segera untuk setiap kehilangan pendapatan yang mereka alami selama beberapa minggu terakhir dan yang akan mereka alami sepanjang sisa tahun ini”.

Baca juga: Recording Academy dan MusiCares Siapkan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Industri Musik

Untuk memenuhi syarat, lembaga Small Business Administration akan menyusun pedoman mereka sebagai aturan dalam bagaimana pekerjaan itu akan didefinisikan secara longgar dalam UU, menurut Herbison. Tetapi struktur kerjanya adalah siapa pun yang berpenghasilan di bawah US$ 100,000 (Rp 1,5 miliar) dan menunjukkan kehilangan pendapatan mereka dapat mengajukan diri untuk dana tersebut. NSAI, yang mengatakan akan membantu secara sukarela dengan bertindak sebagai pusat informasi – dan kelompok perdagangan industri musik lainnya kemungkinan akan membantu juga – tentang cara mengajukan pinjaman federal, dengan menambahkan bahwa ada ketentuan penting lainnya dalam UU yang juga akan membantu industri musik.

“Kami akan menyediakan perincian selama beberapa hari ke depan mengenai spesifikasi berbagai program yang akan terkandung dalam undang-undang itu,” tambah Herbison. “NSAI akan membantu mengarahkan mereka yang memenuhi syarat ke sumber daya yang sesuai untuk bantuan tersebut. Dalam beberapa keadaan, dana bantuannya tidak harus dilunasi”.

Butuh beberapa saat untuk mengumumkan semua regulasi, peraturan dan prosedurnya, tetapi beberapa eksekutif industri musik telah mengatakan bahwa mereka mengharapkan uang itu dapat mengalir dalam beberapa minggu mendatang.

Bart Herbison, direktur eksekutif Nashville Songwriters Association International (NSAI).

Menurut Herbison, yang mengatakan bahwa dana bantuan bisa mulai dicairkan kepada para penulis lagu paling cepat awal April, berbagai legislator AS seperti Rep. Ted Deutch (R-FL), Senator Marsha Blackburn (R-TN), House Speaker Nancy Pelosi, dan Senator John Kennedy (D-LA) semua telah bertindak untuk membantu perekonomian industri musik.

Menurut NSAI, sang ketua DPR Rep. Deutch memulai pembicaraan dengan NSAI tentang dana bantuan ini minggu lalu. Senator Blackburn akan menulis bahasa esensial dari UU tersebut.

“Itu merupakan kerja sama tim yang baik untuk menyelesaikan ini,” kata CEO dan presiden NMPA David Israelite, yang berterima kasih kepada Senator Blackburn, Hoyer, Deutch, NSAI dan SONA. “Setiap industri berusaha membuat orang-orang mereka terlindungi secara finansial, demikian juga bagi kami, karena sebagai salah satu industri yang lebih kecil untuk mendapatkan sebagian dari bahasa ini dalam UU itu adalah kemenangan yang sangat besar”.

“Saat ini, semua orang dalam industri musik menderita sementara kita semua menemukan cara untuk mengatasi dampak dari pandemi virus Corona,” lanjut Israel. “Kami sangat lega bahwa para penulis lagu, komposer dan musisi di seluruh negeri akan dibantu oleh paket stimulus darurat yang disahkan oleh Senat hari ini. Dari perlindungan gaji dan dana stimulus hingga pinjaman yang akan membantu melunasi pembayaran sewa dan hipotek, undang-undang ini akan membantu komunitas kreatif – khususnya mereka yang memenuhi syarat sebagai kontraktor independen, pemilik tunggal dan wiraswasta – yang telah rugi besar karena pandemi ini”.

Anggota dewan SONA dan pengacara industri musik Dina LaPolt mencatat bahwa Amerika Serikat mewakili 33% dari industri musik global di seluruh dunia. “Kami membutuhkan undang-undang yang melindungi para pencipta kreatif dan memastikan bahwa mereka dilindungi dari kehancuran ekonomi ini,” kata LaPolt dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Bagaimana Virus Corona Merusak “Rezeki” Para Tokoh Di Balik Layar Panggung Musik

“Kami tidak dapat melebih-lebihkan seberapa pentingnya bantuan federal yang sekarang tersedia untuk para profesional industri musik yang telah hancur karena dampak virus Corona,” kata Herbison dalam sebuah pernyataan. Sementara krisis ini dampaknya paling besar terhadap industri musik live, krisis ini juga telah merugikan para musisi studio, produser, dan pekerja musik lainnya yang pendapatannya telah terpengaruh.

Dilansir dari Billboard, Senator Blackburn mencatat dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh NSAI bahwa Nashville “tidak dibangun oleh pengusaha berkekuatan tinggi, tetapi oleh komunitas penyanyi, penulis lagu, dan musisi yang sangat berbakat, yang sekarang berjuang untuk mempertahankan nasib ekonomi mereka. Pada masa yang penuh ketakutan dan ketidakpastian ini, itu sangat penting bagi kami untuk tidak mengabaikan kontribusi mereka. Dan karena itu, saya memimpin tim pendukung bipartisan untuk memastikan bahwa semua profesional industri musik akan mendapat manfaat dari ketentuan paket bantuan penyelamatan ini”.

Rep. Deutch mengatakan dalam sebuah pernyataan, juga melalui NSAI, bahwa dengan upaya Kongres dalam mencari cara untuk membantu orang Amerika berjuang karena pandemi ini, “kita harus menyadari berbagai macam dampak yang akan menimpa warga Amerika. Orang-orang di industri musik mayoritas adalah staf konser, kontraktor independen, pemilik tunggal, atau wiraswasta. Itulah sebabnya saya bekerja dengan rekan-rekan saya dan komunitas kreatif untuk memastikan bahwa kami memasukkan tata bahasa yang tepat dalam paket stimulus ekonomi berikutnya untuk membantu orang-orang ini mengatasi kerugian ini dan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. Banyak dari kita yang telah dibantu oleh Musik dalam mengatasi musibah ini sekarang dan kita perlu membantu orang-orang yang menciptakannya”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

David Guetta

David Guetta Dikecam Atas Remix Pidato Martin Luther King Jr. Yang “...

David Guetta / United at Home - Fundraising Live from NYC. (Foto: YouTube). Sepertinya sekarang kita memiliki soundtrack yang sesuai untuk iklan Pepsi “ng

on Jun 2, 2020
Festival Musik

Kostum APD Covid-19 Baru Didesain Spesifik Untuk Konser dan Festival M...

Micrashell oleh Production Club. Ketika para pejabat pemerintah sedang pusing merencanakan bagaimana cara membuka kembali negara mereka di tengah pandemi Co

on May 27, 2020
Black Francis

Black Francis (Pixies) Habiskan Masa Karantinanya Belajar Membuat Temp...

Black Francis, vokalis/gitaris Pixies. (Foto: Christopher Polk/Shutterstock). "Konser telah dibatalkan; ya kamu tahulah, konser sudah pindah dari event apa

on May 22, 2020
Jungkook BTS

Lagu ‘Euphoria’ Jungkook (BTS) Pecahkan Rekor Chart World Digital ...

Jungkook (BTS). (Foto: YouTube). Di saat sebagian besar dari kita tampak santai-santai saja selama masa karantina pandemi virus Corona, Jungkook dari boyban

on May 22, 2020