×
×

Search in Mata Mata Musik

Bagian Dari Sejarah Musik Metal, Gitar Flying V Akan Dirilis Film Dokumenternya

Posted on: 08/26/20 at 6:00 am

Bagian Dari Sejarah Musik Metal, Gitar Flying V Akan Dirilis Film Dokumenternya

Gitar Flying V adalah salah satu instrumen paling ikonik dan telah menjadi bagian dalam sejarah musik rock dan heavy metal. Dengan bentuk huruf V yang memiliki dua ujung yang lancip seperti tanduk memberikan kesan cadas sehingga bayangan siluetnya saja sudah cukup untuk menghangatkan darah para headbangers. Dan nggak heran, gitar Flying V sampai dibuat film dokumenternya, judulnya The Flying V! Stories Told In Black & White, dan akan dirilis dalam format DVD pada 11 September mendatang.

Baca juga: Gitar Awal Dekade 1960 Jimi Hendrix Laku Rp 3 Miliar Lebih Saat Dilelang

Film berdurasi 67 menit ini disutradarai oleh Peter Hansen dan menampilkan wawancara dengan sebagian besar artis metal top dunia yang mempopulerkan Flying V selama bertahun-tahun, termasuk para personilnya Scorpions, Metallica, Judas Priest, Slayer, Megadeth, dan banyak lagi.

Seperti yang ditunjukkan oleh para artis yang ada dalam film dokumenter, gitar Flying V ini pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan merek gitar Gibson pada tahun 1958, menjadi senjata pembunuh massal yang menciptakan raungan bising nan galak thrash metal pada awal tahun 1980-an. Gitaris Slayer, Kerry King sangat mengandalkan gitar ini, pentolan Megadeth, Dave Mustaine pun sama-sama menjadikan gitar pilihan tetapnya, dan komandan Metallica, James Hetfield yang fotonya berada di depan dan tengah tepat di poster film ini, doi bilang doi menggunakan Flying V sejak awal main band. Pokoknya semua cerita yang penuh nilai historis hadir di bagian wawancara dengan gitaris-gitaris hebat dalam film ini.

Sebelum menjadi bagian dari heavy metal, Flying V adalah bentuk model yang dianggap aneh di dunia gitar. Sudut-sudutnya mengingatkan estetika papan selancar yang lazim pada saat dibayangkan, begitu juga dengan desain segitiga pada mobil Chevrolet Corvette keluaran tahun 1950-an.

Selama tahun-tahun awal eksistensinya, musisi rock and roll seperti Dave Davies dan Marc Bolan dari T. Rex mulai dengan bangga memainkan gitar Flying V. Sering kali dilengkapi dengan pickup humbucker yang dobel, Flying V bisa mengeluarkan corak suara nada yang kuat, Dave Davies dan Marc Bolan pun termasuk yang pertama memainkan kord-kord yang cadas sebagai petunjuk direksi musik di masa mendatang.

Sifat ekstrim dari gitar dan bentuk Flying V ini mungkin nggak membuat orang-orang yang puritan tertarik, tetapi ekstrimitas itulah yang menarik band pionir heavy metal seperti Judas Priest menggunakannya untuk kebutuhan performa konser sebagai bagian dari artistik panggungnya. Pada gilirannya, band-band thrash metal seperti Metallica, Slayer, Megadeth kemudian mengadopsi Flying V yang terus mempertahankan statusnya sebagai gitar metal.

Para metalhead yang mungkin sudah nonton film dokumenter thrash metal terbaru, Murder in the Front Row, atau bagi yang belum, dalam film tersebut menampilkan wawancara dengan banyak musisi yang sama seperti di film dokumenter Flying V, dan banyak penampilan mereka yang terkenal menggunakan Flying V.

Baca juga: 10 Riff Gitar Terbaik Sepanjang Masa Versi Slash (Guns N’ Roses)

Nih bray, lo lihat video trailer dan poster film dokumenternya di bawah ini, dan kalau lo mau pre-order DVD-nya bisa melalui MVD Entertainment.

Poster film dokumenter gitar Flying V.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021