×
×

Search in Mata Mata Musik

Bantu Bisnis Toko Indie, Taylor Swift Sebarkan CD ‘Folklore’ Bertanda Tangan

Posted on: 08/22/20 at 6:30 am

Bantu Bisnis Toko Indie, Taylor Swift Sebarkan CD 'Folklore' Bertanda Tangan
Taylor Swift dalam sesi foto album Folklore. (Foto: Beth Garrabrant).

Taylor Swift memang harus diakui memiliki kepekaan atau berjiwa sosial tinggi. Belakangan ini, doi menunjukkan rasa empatinya yang besar terhadap pasar musik indie alias independen yang turut mengalami kemerosotan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Selain peluncuran album terbarunya, Folklore dijalani dengan metode yang non-tradisional, kali ini ratu pop itu mengesampingkan jaringan toko ritel major Target atau Walmart yang biasa menjadi jalur distribusinya untuk mendukung bisnis-bisnis kecil.

Baca juga: 40 Lagu Hits Terbesar Taylor Swift Dalam Chart Billboard Hot 100

Pada hari Kamis lalu, banyak toko musik indie di seluruh Amerika Serikat (AS) yang muncul ke media sosial untuk mengumumkan bahwa CD album terbarunya, Folklore bertanda tangan Taylor Swift “baru saja muncul” di depan pintu toko, seperti yang ditulis oleh Reckless Records, toko musik indie dari Chicago, AS.

Di Reckless Records, para fans Taylor Swift diberikan instruksi bahwa stok CD Folklore dibatasi satu kopi per pelanggan dan yang pertama datang adalah yang pertama dilayani. Pemesanan lewat telepon nggak diperbolehkan. Menurut seorang perwakilan dari Newbury Comics, seorang perwakilan Universal Music Group telah menghubungi toko tersebut tentang rencana mereka pada awal pekan ini. “Reaksi fans benar-benar heboh,” kata perwakilan Newbury Comics itu kepada Rolling Stone. Dan itu bukan reaksi yang dilebih-lebihkan, mengingat bahwa banyak toko musik yang stok CD Folklore-nya sudah terjual habis dalam seketika.

Seorang perwakilan dari Bull Moose, yang memiliki cabang tokonya di Maine dan New Hampshire, mengatakan kepada Rolling Stone bahwa salah satu perwakilan sektor penjualan Universal Music Group menawarkan kepada timnya kemampuan untuk ikut serta dalam “penjualan promosi untuk CD yang ditandatangani oleh seorang artis besar” pada hari Selasa malam lalu. “Saya bilang, ‘Ok, itu kedengarannya seru. Siapa artisnya?’ dan dia menjawab Taylor Swift,” ujar perwakilan dari Bull Moose itu. “Dan saya cukup kaget. Idenya, seperti yang saya pahami, adalah untuk bermitra dengan Record Store Day dengan memberikan sesuatu yang sangat keren untuk dijual oleh toko musik indie demi mendorong penjualan di toko sehingga dapat membantu mereka yang terkena (dampak ekonomi) pandemi”.

Kabar dadakan tersebut memicu beberapa “pengacakan, pengiriman dalam semalam, dan banyak komunikasi online,” menurut perwakilan dari Zia Records, yang memiliki cabang toko di Arizona dan Nevada. “Tapi Folklore adalah salah satu judul yang terasa sangat menarik bagi basis fans “hardcore” Taylor Swift dan berbagai antusias dari komunitas musik indie melalui sangkut pautnya Bon Iver dan The National,” tuturnya. “Kami tahu (rencana) ini akan sepadan”.

Rencana didistribusikannya album Folklore ini nggak hanya menyatukan fans musik pop, country, dan indie, tetapi juga mendorong anak-anak muda ke dunia musik fisik. “(Semua anggota yang terlibat di Alliance of Independent Media Stores) membuat toko kami penuh dengan anak-anak muda ketika kami buka, kebanyakan dari mereka belum pernah ke sini sebelumnya, menyadari betapa kerennya tempat ini, dan terlihat sangat senang untuk mendapatkan CD bertanda tangan (Taylor Swift),” kata seorang perwakilan dari toko musik Grimey’s asal Nashville, yang merupakan anggota pendiri Alliance of Independent Media Stores (AIMS). “Ini adalah promosi yang luar biasa dan cara yang benar untuk melakukannya!”.

Baca juga: Album Baru Taylor Swift ‘Folklore’ Laku 1,3 Juta Kopi Dalam 24 Jam

Taylor Swift sebelumnya membantu toko musik Grimey’s di awal pandemi dengan membayar gaji karyawan mereka selama tiga bulan dan menyediakan mereka dengan asuransi kesehatan.

“Pada akhirnya, kami menerima sekian kopi CD di 9 dari 12 cabang toko kami,” ujar perwakilan dari Bull Moose. “Dan hanya butuh waktu sekitar dua jam setelah saya men-tweet pada pukul 11:10 pagi ini untuk menjual sepenuhnya. Telepon berdering di setiap toko. Orang-orang berkendara naik mobil untuk mencoba mendapatkannya. Itu sensasi yang besar! Sejujurnya, saya berekspektasi bahwa ini akan sukses besar, tapi ini lebih besar dari yang saya ekspektasikan!”.

“Tingkat kegembiraan (fans) jelas cukup tinggi,” kata perwakilan dari Reckless Records. “Kami memposting kami memiliki CD (Folklore) di Instagram kami dan mereka laku total dalam waktu sekitar satu jam. Dua dari cabang toko kami menerima sekian kopi CD itu. Semua orang sangat tertarik dengan hal itu, dan jujur saja, itu rasanya sangat menyenangkan untuk melihat orang-orang bersemangat tentang hal apa pun (di era seperti) sekarang”.

Ketika Rolling Stone bertanya kepada Reckless Records tentang pembagian keuntungannya, dan apakah toko tersebut harus membeli CD itu atau nggak, atau apakah Taylor Swift mengirimkannya sebagai hadiah, perwakilan dari toko itu menjawab dengan sederhana: “Kami menjualnya seperti CD biasa, jadi kami bisa menghasilkan uang”.

Kegembiraan macam apa pun pastinya sangat spesial selama masa karantina yang monoton ini, dan beberapa orang khawatir terhadap risiko penyebaran Covid-19. “Itu jelas menjadi perhatian kami, tetapi semua orang muncul secara bergantian,” ujar perwakilan Reckless Records itu. “Tidak pernah ada antrian atau apa pun. Kerumunan terbanyak yang berada di sini adalah keluarga beranggotakan empat orang”. Perwakilan Grimey’s juga mengonfirmasi bahwa toko mereka yang berkapasitas 20 orang situasinya nggak pernah terlalu padat. Ada antrian, tetapi para pekerja toko mengatakan bahwa mereka nggak perlu menertibkannya, berkat pedoman social distancing dan penggunaan masker.

Beberapa toko indie penerima CD lainnya termasuk Music Millennium di Portland, Shake It Records di Cincinnati, Mills Records di Kansas City, CD Central di Lexington, Rough Trade di Brooklyn, Looney Tunes di Long Island, Omega Music di Dayton, Vintage Vinyl di St. Louis, dan Zia Records di Arizona.

Sekitar sebulan yang lalu, Taylor Swift membatalkan metode peluncuran album yang normal untuk album terbarunya. Dengan Folklore, nggak ada single atau video musik pendahulu, promosi radio, atau iklan fisik. Doi merilis album full-length itu, penuh dengan prosa puitis dan produksi musik yang lembut nan halus, secara lengkap dan juga secara mengejutkan.

Sebelumnya, Taylor Swift biasa bermitra dengan berbagai jaringan toko ritel besar seperti Target atau Walmart, memberikan mereka versi deluxe yang menampilkan berbagai artwork dalam upaya mendorong fans untuk mengoleksi semuanya. Tapi kali ini, pihak artis ini mengumumkan bahwa semua produk fisik dan merchandise tersedia secara eksklusif di situs webnya sendiri sampai sekarang.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Asisten Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Maltha

    Maltha, Mantan Dramer Metal Lepas Single Ballad Solonya, 'But Why'

    Perkenalkan penyanyi pendatang baru dari kota Jember, Jawa Timur. Nama Maltha Hilda atau cukup dipanggil Maltha saja. Belum lama ini, doi merilis single te

    on Apr 9, 2021
    Taylor Swift

    Taylor Swift Lepas 6 Lagu Era "Fearless" Yang Belum Pernah Dirilis

    Taylor Swift era album Fearless, 2008. (Foto: Scott Gries/Getty Images). Taylor Swift telah menemukan dan melepas 'Mr. Perfectly Fine', salah satu lagu yang

    on Apr 7, 2021
    Sindy Amani

    Sindy Amani Rilis EP "Never Good Enough" Setelah Sukses Di Spotify

    Setelah single 'Is It Wrong to Loving You' yang baru-baru ini meraih 1 juta streams di Spotify, Sindy Amani akhirnya melepas mini album alias EP perdananya

    on Apr 3, 2021
    Rio Febrian

    Rio Febrian Lepas Single 'Sudah Happy' Tentang "CLBK" Tak Terduga

    Rio Febrian adalah seorang penyanyi kebanggaan Indonesia yang sudah dikenal dengan lagu-lagu bertemakan romantisme. Di balik lirik yang menawan serta aluna

    on Mar 31, 2021