×
×

Search in Mata Mata Musik

Beetleflux “Moonstruck”: Melayang Dengan Alunan Shoegazing Nan Melodius

Posted on: 01/21/20 at 10:00 am

Beetleflux - Moonstruck.
Cover mini album ‘Moonstruck’ oleh Beetleflux. (Gambar: Beetleflux).

BEETLEFLUX
Moonstruck
(2020, Beetleflux)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Terbentuk pada 2012, band dream pop asal Medan ini sempat mengalami resesi sejak 2017 karena adanya pergantian personil. Kini, dengan peralihan direksi musik dan pergantian personil baru, Beetleflux akhirnya merilis EP baru, Moonstruck. Moonstruck yang berarti “unable to think or act normally, mentally unbalanced, dan lost in fantasy” menjadi tema sentral di dalam EP ini.

Dalam proses pengerjaan EP ini, Aulia Nasution, vokal/gitar sekaligus penulis lirik, banyak terinspirasi dari film Spirited Away, One Flew Over The Cuckoo’s Nest serta album Deerhunter Microcastle dan The Walkmen Everyone Who Pretended to Like Me Is Gone.

Kelebihan: EP ini dibuka oleh ‘Calme Céleste’, single utama yang kembali hadir sebagai mood booster di kala murung dengan memotivasi untuk berdansa melalui hentakan enerjik bernuansa riang dan melodius. Begitu juga dengan lagu-lagu berikutnya dengan isian dram yang selalu sibuk dan riffing sederhana gitar non distorsi hanya clean dengan efek reverb yang menonjol, mungkin dengan tambahan chorus-delay, yakni ‘Glitch’, ‘Hwyl’, ‘Glimmer Lights Inside The Cuckoo’s Head’, dan ‘Somber’.

Bersama Aulia Nasution, Dara Delila dari band indie pop Moongazing & Her, turut mengisi vokal bergaya lemas dan santai khasnya Aulia di lagu ‘Glitch’ dan ‘Glimmer Lights Inside The Cuckoo’s Head’ yang memberikan warna cerah komposisi musiknya.

Lima lagu tersebut mencoba bercerita tentang sesuatu atau seseorang yang mengalami gangguan akibat tekanan dari lingkungan sekitarnya atau pikirannya sendiri, dan berusaha menjaga kewarasannya di dunia yang tidak lagi menuntut kewarasan. Terasa pas banget diiringi oleh perpaduan dream pop yang shoegazing, melayang-layang mengikuti alunan nada dan soundnya.

Kekurangan: Kalau tidak didengar secara seksama, lagu satu dengan lainnya hampir terdengar sama walau sebenarnya Beetleflux telah memiliki corak musik yang eklektik.

Kesimpulan: Ketimbang EP Trailee (2015) dan LP Smeard (2016), EP Moonstruck lebih berkembang di aransemen vokalnya. Sejauh ini Beetleflux lebih mengedepankan melodi musik yang memang cukup ear-catching.

Verdict: 7,5/10

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Milledenials

    Lewat 'Deny, Denial', Unit Noise Emo Milledenials Beri Output Buat Nan...

    Milledenials. (Foto: dok. Milledenials). Secara klise sering kali disebut pengusung gaya musik Midwest Noise Emo, Milledenials terbentuk dari hubungan asmar

    on Jan 30, 2021
    Cattleya

    Cattleya Kejar Impiannya Via Single Debut 'Drink Or Two' Bernuansa Dre...

    Cattleya. 'Dring or Two' adalah single debut dari musisi pendatang baru, Cattleya. Mengawali karier sebagai penyiar radio di salah satu radio di Jakarta, da

    on Dec 13, 2020
    Son and the little flower

    Son and The Little Flower, Duo Dream Pop Kota Solo, Merilis EP “Wait...

    Chelvin dan Ketri (Son and The Little Flower). Son and The Little Flower (SATLF), grup duo dream pop asal kota Solo, mengumumkan perilisan mini album alias

    on Nov 30, 2020
    Spacerider

    Usung Dream Pop, Spacerider Ungkap Kebingungan Anomali Kehidupan Lewat...

    Rainer Bari. Spacerider, sebuah proyek solo Rainer Bari, seorang multi-instrumentalist asal Semarang, yang mendarat kembali, setelah bulan Juli lalu doi ber

    on Nov 29, 2020