×
×

Search in Mata Mata Musik

Beginilah Suasana Konser Social Distancing Pertama Thrashers Jerman Destruction

Posted on: 07/6/20 at 9:00 am

Beginilah Suasana Konser Social Distancing Pertama DESTRUCTION
Destruction akhirnya menggebrak panggung setelah 3 bulan nganggur.

Thrashers asal Jerman Destruction memainkan konser pertama mereka setelah lockdown pandemi virus Corona pada hari Sabtu (4 Juli) di Pratteln, Swiss. Dalam respons terhadap pembatasan virus Corona, hanya 300 tiket yang tersedia di klub Z7 yang berkapasitas 1.600 orang, dan itu “tidak terjual habis,” menurut pengguna YouTube Heike M.666, yang menghadiri konser dan mengunggah video dari performa konser Destruction (bisa lo tonton di ujung artikel ini).

Baca Juga: 10 Riff Gitar Terbaik Sepanjang Masa Versi Slash (Guns N’ Roses)

Beberapa minggu sebelum konser di Z7 itu, pentolan band thrash metal legendaris ini, Schmier berbicara dengan Anne Erickson dari Audio Ink Radio tentang prospek bermain konser di tengah pandemi. Dia mengatakan: “Rasanya sedikit surealis. Tidak ada yang mengharapkan ini kembali begitu cepat, tetapi kita berada dalam posisi beruntung untuk hidup di perbatasan Swiss, dan Swiss jauh di depan semua negara lain… Dan ada hanya sedikit kasus virus Corona, jadi itu akan menjadi pengalaman yang menarik… Ini akan terasa aneh untuk memainkan konser lagi, karena ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun di mana kami tidak memainkan konser dalam tiga bulan. Ini adalah waktu terlama yang pernah terjadi. Ini sangat mengasyikkan, tentu saja. Kami berharap dapat bermain lagi, tetapi tentu saja ini akan terasa agak aneh”.

Schmier juga menyatakan optimismenya terhadap berbagai acara musik live tambahan dalam beberapa minggu mendatang.

“Apa yang kami alami sekarang adalah percobaan pertama konser, dan Swiss, juga, (perkembangannya) jauh di depan, sehingga seluruh dunia akan menonton negara ini dan melihat perkembangannya. Jadi, itu akan terasa menarik, dan mudah-mudahan kita tidak akan kena musibah lagi, tetapi dengan bagaimana segala hal berjalan saat ini, kelihatannya akan bagus-bagus saja. Swiss sudah kembali aktif selama beberapa minggu. Di Jerman, kami masih mengenakan masker ketika kami pergi berbelanja bahan makanan dan barang-barang, tetapi di Swiss, tidak ada masker yang dibutuhkan lagi”.

Dalam sebuah wawancara terpisah dengan The Metal Voice, Schmier mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk melakukan konser drive-in selama pandemi. “Gue nggak main musik untuk mobil,” tuturnya. “Itu salah – itu hanya salah. Jika ini adalah langkah terakhir yang harus dilakukan – untuk memainkan konser live di depan mobil – gue mungkin akan berpikir dua kali. Tetapi pada saat ini, tidak mungkin – itu tidak cocok untuk metal. Para metalhead harus bergerak, dan kami ingin merasakan bass-nya. Konser auto semacam ini, musiknya ada di radio lo, di stereo lo di mobil lo. Nggak ada sistem P.A. (mikrofon, amplifier, loudspealer, dll). Ini bukan kesan yang live, beneran deh. Lo cuma duduk di mobil lo doang”.

“Gue mengerti bahwa orang-orang melakukan hal ini sekarang, karena orang-orang putus asa,” tambah Schmier. “Tapi (ini) bukan untuk Destruction. Sebenarnya kami dapat tawaran untuk melakukan ini, tapi gue nggak ingin mengecewakan fans gue dengan omong kosong seperti ini. Maaf-maaf aje yee”.

Ketika virus Corona terus menyebar, penyelenggara acara live telah membatalkan atau menunda segala macam pertemuan besar, termasuk konser dan festival.

Para artis penghibur, kru dan pekerja lain di industri musik live telah kehilangan miliaran dolar alias triliunan rupiah sebagai dampak dari pembatalan acara gara-gara wabah virus Corona, hanya mewakili sebagian kecil dari kehancuran finansial yang akan dialami oleh pekerja di sektor ini karena pembatalan yang terus bergulir.

Pada awal bulan April, Dr. Yehezkiel “Zeke” Emanuel, salah satu arsitek utama dari UU Affordable Care Act dan penasihat khusus untuk direktur jenderal World Health Organization (WHO), mengatakan kepada The New York Times bahwa dia tidak mengantisipasi semuanya bisa aman untuk kembali ke konser, acara olahraga, dan pertemuan publik massa lainnya hingga musim gugur 2021.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, acara besar dan pertemuan massal dapat berkontribusi pada penyebaran virus Corona di Amerika Serikat (AS) melalui pelancong yang menghadiri acara ini dan memperkenalkan virus ke komunitas baru. Ah bokis lo, hehe.

Dua bulan lalu, Destruction memberikan suguhan kepada penggemar yang terjebak di rumah dan tidak dapat menghadiri konser live, yaitu Born To Thrash – Live In Germany, album live pertama band dengan line-up terkini, sudah dirilis sekarang secara digital di semua platform streaming.

Album terbaru Destruction, Born To Perish, dirilis pada Agustus 2019 lalu melalui Nuclear Blast Records.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Alex Skolnick

WTF! Alex Skolnick (Testament) Ternyata Bisa Nge-Rap Dan Sudah Merilis...

Alex Skolnick (Testament). (Foto: Kid Logic Media). Gitaris virtuoso Testament, Alex Skolnick sejak lama dianggap sebagai salah satu gitaris thrash metal te

on Oct 14, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020
Riley Gale

Nama Riley Gale (Power Trip) Dipakai Oleh Perpustakaan dan Restoran Bu...

Riley Gale saat Power Trip tampil di festival akbar di Jerman, Rock am Ring, 2019. (Foto: Andreas Lawen/Wikimedia Commons). Meninggalnya pentolan dan vokali

on Oct 3, 2020
Cliff Burton

Legenda Cliff Burton Akan Terus Hidup Di Hati Fans Metallica Selamanya

Foto yang menjadi cover depan buku otobiografi "To Live Is to Die: The Life and Death of Metallica's Cliff Burton" oleh penulis Joel McIver dan dipublikasikan

on Sep 28, 2020