×
×

Search in Mata Mata Musik

Berkat ‘LATHI’, Weird Genius Jadi Artis Indonesia Fenomena Global Pertama

Posted on: 07/16/20 at 11:00 am

Weird Genius Terbang Bersama Roket Bernama 'LATHI' Mengentak Dunia
Weird Genius. (Foto: Secret Signals).

Trio EDM fenomenal Weird Genius memang salah satu topik hangat di kancah musik Tanah Air setelah muncul nama dan wajah mereka di Times Square New York, Amerika Serikat (AS). Awalnya grup yang dihuni Gerald Liu, Eka Gustiwana dan Reza ‘Arap’ Oktovian ini mengunggah sebuah video ke akun Instagram mereka, @weird.genius. Video itu memperlihatkan papan iklan bergambar Weird Genius terpampang di salah satu gedung perniagaan beken di AS, Time Square New York.

Baca juga: Setelah ‘LATHI’, Weird Genius Rilis Single Kolab Dengan Tuan Tigabelas dan Realme

Mereka mengaku senang sekaligus terkejut begitu mendengar kabar yang baru dia ketahui melalui pemberitaan itu.

Gerald dan kawan-kawan semakin mendunia berkat lagu ‘Lathi’ yang telah didengar oleh banyak pencinta musik di mancanegara. “Jadi itu ‘kan karena WG sudah melewati 100 juta stream untuk ‘Lathi’. Pas kemarin malamnya kami semua posting langsung heboh. Ya kami senang sih para fans juga ikut bangga,” kata Gerald. Sebagai anak baru di Weird Genius, Gerald mengaku tak menyangka karya mereka bisa mendapat perhatian sebesar seperti saat ini. “Kalau dari gue sebagai member paling baru, awalnya gue benar-benar nggak memperkirakan seberapa besar impact dari lagunya Weird Genius, Arap awalnya bilang ‘Gerald sama Eka siap siap ya lagu ini bakal jadi hits‘,” ucap Gerald.

Baca juga: Lewat Single ‘LATHI’, Weird Genius Sukses Menggebrak Platform Digital

Gerald menyebut, dalam kurung waktu dua bulan setelah dirilis, lagu ‘Lathi’ berhasil menarik perhatian 50 juta penonton YouTube. Lagu itu juga duduk di posisi teratas tangga musik di semua platform digital. “Kami number one di semua platform musik digital, bahkan ada yang sampai enam minggu, jadi itu benar-benar di luar perkiraan,” ujar Gerald.

Selain itu, Weird Genius juga dilirik oleh DJ internasional. Bahkan, hubungan itu berlanjut hingga Weird Genius siap melepas lagu kolaborasi mereka dengan duo DJ asal Belanda, Yellow Claw. “Sampai sekarang kami tuh jadi dilirik oleh DJ-DJ luar juga. Kami ada berita minggu depan, cuma belum bisa dikasih tahu, next collab kami sama Yellow Claw itu kami sudah publish dari kemarin,” kata Gerald.

Selain itu, Gerald juga menyebut dalam waktu ke depan lagu ‘Lathi’ akan di-remix oleh DJ lain. Menurut Gerald, paduan unsur musik tradisional dan EDM menjadi daya tarik yang kuat bagi lagu ‘Lathi’. Rupanya, paduan musik itu sudah mereka suguhkan sejak Weird Genius merilis lagu pertama mereka, ‘DPS’. “Daya tariknya mungkin ada sesuatu yang baru juga dari Weird Genius. Mungkin ada yang menganggap WG mencampurkan musik tradisional, ada gamelan, sinden sama EDM, tapi itu sudah kami lakukan di zamannya lagu WG yang pertama,” ucap Gerald Liu.

Gerald Liu juga membantah anggapan yang menyebut popularitas Weird Genius didongkrak buzzer. Gerald mengungkapkan strategi yang dia, Reza Arap dan Eka Gustiwana lakukan ketika mengenalkan lagu ‘Lathi’ kepada para pendengar. “Banyak yang mikir WG punya buzzer ini itu. Nggak, kami benar-benar semua terjadi secara organik,” kata Gerald. “Strategi kami dari kemarin cuma upload lagu bikin video klip di-upload ke YouTube udah gitu doang. Nggak muluk-muluk,” lanjutnya.

Sejak awal Weird Genius memang sudah menargetkan karier musik mereka menyentuh pasar dunia. “Sebenarnya Reza Arap lebih paham. Tapi, Go International sudah menjadi mindset-nya WG (Weird Genius) dari awal,” kata Gerald.

Pernyataan Gerald tersebut pun didukung dengan Weird Genius yang selalu menggunakan bahasa Inggris pada setiap lirik lagu mereka. Menurut Gerald, unsur musik elektronik yang mereka usung memang lebih mengarah kepada pendengar musik internasional.

“Jadi musik elektronik memang akarnya dari luar pasti pasarnya lebih besar di luar, karena di Indonesia mungkin baru mengadopsi ini sekitar tahun 2013 baru naik,” ucap Gerald. “Jadi dari awal menurut kami lebih make sense kalau kami cari audience yang internasional,” sambungnya. Gerald juga menyebut rekannya, Reza Arap berharap mereka bisa tampil di festival-festival musik luar negeri. Yoi, kalau nggak ada pandemi kopad kopid, mungkin Weird Genius sudah diundang main di festival musik elektronik terbesar di dunia, Tomorrowland!

Sejauh ini, karya anak bangsa yang ter-gokil memang ‘Lathi’ sih… semoga semakin banyak karya gokil lainnya!

Sumber: Kompas
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Richart Volx

Richart Volx Remake Lagu Media Distorsi 'Confession Part 2' Fitur Lyta...

Richart Volx. Selepas dirilis ulang secara digital album Media Distorsi, The Beginning Chapter 01, Juni lalu, nggak sedikit yang mengamini pentingnya band y

on Oct 28, 2020
Major Lazer 2020

Album Major Lazer "Music Is The Weapon" Bak Parade Kolab Artis Top Dun...

Major Lazer. Album keempat Major Lazer yang telah lama ditunggu-tunggu, Music Is The Weapon, telah dirilis sejak 23 Oktober 2020. Menampilkan kolaborasi den

on Oct 26, 2020
DJ Yasmin

DJ Yasmin NNTYSX & Zhela Kembali Getarkan Lantai Dansa Via 'Love Like ...

Zhela, NNTYSX, DJ Yasmin. Salah satu DJ beken Indonesia, Fahria Yasmin atau lebih dikenal sebagai DJ Yasmin adalah DJ berprestasi yang terkenal dengan pena

on Oct 3, 2020
AKHDA

DJ AKHDA Dedikasikan 'Senoparty' Untuk Seluruh DJ Indonesia Terdampak ...

AKHDA. Salah satu DJ meranglap Produser andal Indonesia, AKHDA baru saja merilis single terbarunya berjudul 'SENOPARTY' yang didedikasikan untuk kondisi pan

on Sep 27, 2020