×
×

Search in Mata Mata Musik

Best Kids – Best Coast

Posted on: 06/28/18 at 8:00 am

Bethany Cosentino dan Bobb Bruno menangkap kembali kegembiraan yang memusingkan yang menarik para pendengarnya ke single-single awal mereka—kecuali menukar ganja dengan es krim—di percobaan pertama mereka dalam musik anak-anak.

Oleh: Marc Hogan. (Pitchfork)

Baru-baru ini, terjadi perdebatan di dunia maya terkait apakah orang tua boleh membawa anak-anaknya ke acara live music, tetapi anak-anaknya lah yang bersuara. Sama seperti waktu para remaja yang punya uang dan waktu luang memunculkan budaya anak muda baru di tahun ’50-an dan ’60-an, streaming dan smartphone berarti bahwa anak-anak, bahkan sekecil balita pun, kini dapat memengaruhi tangga lagu tanpa menghabiskan satu sen pun. Distopia musik yang digerakkan oleh anak kecil, yang diramalkan dalam novel Jennifer Egan A Visit From the Goon Squad di tahun 2010 yang memenangkan penghargaan Pulitzer, sudah ada di hadapan kita saat sepasang orang bijak dari Norwegia menanyakan, “What does the fox say?”

Sebagai tanda lainnya dari apokalips anak-anak, saya baru-baru ini mendengar seorang produser dengan besar menyombongkan bahwa lagu barunya akan dinyanyikan anak-anak berusia dua tahun di seluruh dunia. Meski begitu, untuk mencapai hal tersebut, dia lebih baik mengamankan tempat di rangkaian kompilasi tanpa akhir Kidz Bop yang telah memaksa lagu hit dari Lukas Graham dan Magic! ke dalam kategori yang sebaliknya dianggap baik secara musik. Sebagai orang tua yang lelah dari anak berusia 6 tahun, dengan satu bayi lagi yang masih dalam kandungan, saya menemukan penghiburan dalam lagu-lagu yang saya dan anak saya sama-sama suka—sebuah daftar yang telah menyusut menjadi A Charlie Brown Christmas dan kompilasi brilian This Record Belongs To dari tahun 2015. Terkadang, pasca-Lego Batman, daftar itu cukup untuk menyelesaikan streaming kesejuta kalinya dari lagu Michael Jackson “Man in the Mirror.”

Best Coast dengan berani melakukan percobaan pertama mereka ke medan yang penuh dengan potensi ini dengan album eksklusif Amazon Best Kids. Album ini sebagian berhasil karena Bethany Cosentino dan Bobb Bruno mengenali apa yang mereka selalu lakukan dengan baik—lirik sederhana dan nada yang menarik, yang disampaikan dari sudut pandang emosional yang kuat dan dengan energi pesta pantai bernuansa punk—bisa diterjemahkan ke dalam musik anak-anak dengan hanya sedikit perubahan dari segi tema. Tidak seperti kelas indie-pop beberapa tahun sebelum Best Coast muncul, lagu-lagu Cosentino tentang ganja dan patah hati biasanya tidak akan dikira sebagai lagu anak-anak. Tetapi kumpulan cerdas lagu-lagu orisinal dan cover ini menerapkan keterusterangan band ini ke subjek yang lebih polos. Best Kids mengisi ruang kosong di diagram Venn selera antara orang tua yang cenderung menyukai Best Coast dan turunannya yang rewel dan suka mengulang-ulang Captain Underpants.

Setelah ketidakpuasan yang suram di album California Nights di 2015, sangat menyenangkan mendengarkan lagu orisinal Best Kids menangkap kembali kegembiraan yang memusingkan yang menarik para pendengarnya ke lagu-lagu awal seperti “When I’m With You.” Yang menonjol adalah lagu “Ice Cream Mountain,” yang memiliki sampul judul yang cocok untuk membuat anak-anak maupun stoner ramah dengan kucing bernama Snack mengiler, ditambah dengan iringan kicauan synth yang tak terduga untuk melengkapi ‘surf-wax Americana’-nya yang familier. Best Coast tampaknya berbahagia di taruhan terendahnya di album ini, “Cats & Dogs,” sebuah lelucon konyol yang dengan halus mengingatkan anak-anak bahwa “semua orang bisa mencintai siapa pun yang mereka inginkan.” Kejelasan visi yang menjadikan The Only Place dari 2012 sangat cocok untuk iklan perjalanan menyajikan akhir yang lebih hangat dan lebih nyaman di sini.

Pendekatan itu pun berlanjut dengan bersih di lagu cover. Lagu-lagu khas anak-anak seperti “When You Wish Upon a Star,” “Twinkle, Twinkle,” dan “Rock-a-Bye Baby” mendapat sentuhan musik ekstra pada aransemennya, tetapi lagu-lagu itu tetap ditampilkan sebagai lagu fuzz-rock yang up-tempo. Bunyinya tidak jauh dari semangat album debut Best Coast, Crazy for You di 2010, yang produsernya, Lewis Pesacov, kembali hadir di Best Kids. “Sunshine, Lollipops and Rainbows,” yang paling terkenal dibawakan oleh penyanyi lagu “You Don’t Own Me”, Lesley Gore, bukan lagu anak-anak yang biasanya, tetapi versi Best Coast dengan cekatan membelah perbedaan antara “Ice Cream Mountain” dan kerinduan grup cewek yang menggerakkan lagu-lagu terbaik duo ini.

Lagu terakhir Best Kids, remake lagu “When I’m With You” yang ‘dibersihkan’ merangkum banyak pesona dan sedikit kekurangan dari proyek ini. Sebuah paduan suara bersemangat dari cewek-cewek yang membawakan lagu itu di atas panggung dengan Best Coast dalam acara festival Girlschool L.A. unggul setelah verse pertama, yang membantu mengubah lagu indie ini menjadi lagu keluarga. Namun perubahan lirik dari “sleeping alone,” di versi aslinya, menjadi “watching TV alone” dan “playing alone” agak sedikit janggal. Seperti yang ditekankan dengan penyertaan cover lagu Kermit “Rainbow Connection”—salah satu lagu anak-anak terbaik yang pernah ada—kenyataannya adalah anak-anak dapat menikmati musik yang memadukan perasaan yang lebih dalam dengan luaran yang tampak sederhana. Tetapi Best Coast mampu mengatasi hal itu kalau mereka bisa sampai ke Best Kids 2. Saat band ini mampir lagi ke kota, setidaknya, tidak akan ada pertengkaran tentang apakah boleh membawa anak-anak atau tidak.

Sumber: https://pitchfork.com/reviews/albums/best-coast-best-kids/
Posted on June 27, 2018


Mata Mata Musik's Newsletter