×
×

Search in Mata Mata Musik

Big Hit (BTS, TXT) Raup Keuntungan Rp 3,6 Triliun Lebih di Paruh Pertama 2020

Posted on: 08/21/20 at 6:30 am

Big Hit (BTS, TXT) Raup Keuntungan Rp 3,6 Triliun Lebih di Paruh Pertama 2020
BTS saat di iHeartRadio Jingle Bell Ball, Los Angeles, 6 Desember 2019 (Fot: Silvia Elizabeth Pangaro/Shutterstock).

Tiga perusahaan rekaman terbesar di dunia yang mendapat julukan ‘The Big Three’ (Universal, Sony, dan Warner) hanya mengalami pertumbuhan pendapatan yang biasa-biasa saja dalam enam bulan hingga akhir bulan Juni di tahun 2020, karena hampir seluruh lini dari industri musik telah mengalami kerugian ekonomi yang luar biasa signifikan selama pandemi virus Corona.

Baca juga: Big Hit Entertainment Telah Mengumumkan Perilisan Album Baru BTS!

Tapi lain ceritanya bagi perusahaan Big Hit Entertainment yang bermarkas di Korea Selatan ini, rumah bernaungnya berbagai superstar K-pop seperti BTS, TXT (Tomorrow X Together), dan artis Korea lainnya.

Big Hit, yang dipimpin oleh CEO Bang Si-Hyuk, telah mengungkapkan hasil finansialnya dari periode paruh pertama tahun 2020, di mana mereka menghasilkan pendapatan sebesar 294 miliar won Korea (sekitar Rp 3,65 triliun dengan nilai tukar saat ini). Itu meningkat secara signifikan dari periode yang sama tahun lalu (paruh pertama tahun 2019), ketika Big Hit mencatat pendapatan dari paruh pertama tahun 2019 yang sebesar 200,1 miliar won (sekitar Rp 2,48 triliun).

Perbandingan YoY (Year-Over-Year) yang serupa di sini diperumit oleh Big Hit yang menggunakan standar akuntansi yang berbeda di setiap periodenya, tetapi jika dihitung menggunakan istilah aslinya, itu berarti pendapatan setengah tahun perusahaan yang berbasis di Seoul itu tumbuh senilai 47% YoY selama paruh pertama tahun 2020.

Sementara itu, laba operasi Big Hit pada paruh pertama tahun 2020 mencapai 49,7 miliar won (sekitar Rp 617 miliar); pada periode yang sama tahun 2019, Big Hit mencatatkan jumlah keuntungan yang setara dengan 39,1 miliar won (sekitar Rp 486 miliar).

Angka terbarunya juga terungkap selama rapat Big Hit Corporate pada hari Rabu (12 Agustus) lalu, kurang dari sepekan setelah perusahaan itu diberikan persetujuan awal untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) oleh The Korea Exchange.

Jadi… bagaimana cara ekonomi Big Hit bisa tetap sukses dan stabil di tengah krisis kesehatan global? Yang pastinya kalian perlu tahu, metode konser livestream memainkan peran yang sangat penting.

Saat berbicara saat pidato pembukaannya di acara Corporate Briefing perusahaannya, CEO Big Hit, Bang Si-Hyuk mengatakan bahwa perusahaannya “menghadapi kekacauan yang sama sekali tidak terduga” akibat pandemi di paruh pertama tahun 2020, di mana “setiap momen dapat (menciptakan) ancaman dan krisis”.

Pernyataan itu secara khusus sangat tepat jika kita membahas tur dunia BTS, yang dijadwalkan dimulai di Seoul, Korea Selatan pada bulan April, diikuti oleh 16 konser di Amerika Serikat dan tujuh konser lainnya di benua Eropa.

Meskipun tur dan acara BTS lainnya telah ditunda, Big Hit mengatakan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat penundaan tur dan acara pada paruh pertama tahun 2020 totalnya lebih besar bahkan jika diimbangi oleh kombinasi pendapatan dari hasil keuntungan album yang laku keras, merchandise, dan hasil keuntungan tiket dari berbagai “konser virtual”.

Konser virtual yang barusan disebut termasuk acara BANG BANG CON The Live milik BTS yang berlangsung pada tanggal 14 Juni lalu, yang telah menghasilkan keuntungan sekitar US$ 20 juta (Rp 295 miliar) hanya dari hasil penjualannya saja. BANG BANG CON The Live juga memecahkan rekor dunia sebagai konser virtual dengan audiens terbesar yang pernah ada, yang jumlah penontonnya pada saat itu setara dengan 15 konser live di stadion berkapasitas 50.000 orang, menurut catatan dari Big Hit.

Lenzo Yoon, CEO Bisnis Global dari Big Hit menyatakan hal berikut selama rapat perusahaan minggu lalu: “Big Hit merespons dengan baik saat menghadapi krisis global yang tidak terduga ini”.

Bang Si-Hyuk menambahkan saat rapat perusahaannya itu: “Saya dengan yakin dapat mengatakan bahwa Big Hit adalah sebuah ‘pembangkit tenaga konten’, dan fokus kami adalah untuk selalu membuat konten yang bagus”.

Di bagian lain acara tersebut, Big Hit mengungkapkan bahwa BTS akan merilis album terbaru mereka pada kuartal keempat tahun 2020, dan sebelum itu akan melakukan “konser online dan offline” pada 10 dan 11 Oktober yang bertajuk BTS Map of the Soul ON:E.

Baca juga: Unyu Alert! Big Hit Luncurkan TinyTAN Karakter Animasi Baru Personil BTS

Pada 18 Agustus lalu, Big Hit memposting video teaser untuk single terbaru BTS, ‘Dynamite’, yang sepenuhnya akan dinyanyikan dalam bahasa Inggris dan dirilis pada hari ini, Jum’at (21 Agustus). Dalam waktu kurang dari 24 jam, teaser tersebut telah ditonton lebih dari 30 juta kali di YouTube.

Big Hit belum lama ini diterima untuk dicatat dalam Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), dengan pencatatan itu diharapkan berlangsung akhir tahun ini.

Big Hit Entertainment baru-baru ini mengakuisisi saham label musik K-Pop yang berbasis di Seoul, Pledis Entertainment dan sekarang menjadi pemegang saham terbesar perusahaan itu. Akuisisi saham perusahaan itu – yang merupakan rumah bagi grup K-Pop seperti NU’EST dan SEVENTEEN – terjadi kurang dari setahun setelah Big Hit mengakuisisi Source Music dan Superb, perusahaan game musik yang berbasis di Seoul.

Pada tahun 2019, pendapatan tahunan Big Hit berlipat ganda dari tahun sebelumnya menjadi US$ 494,6 juta (Rp 7,3 triliun), dengan laba operasional tahunan sebesar US$ 82 juta (Rp 1,2 triliun). Menurut Bang Si-Hyuk, BTS menjual 6,21 juta kopi album fisik pada tahun 2019, sementara SEVENTEEN menjual 1,45 juta kopi. Sadis!

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Asisten Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Video Musik K-Pop

15 Urutan Peringkat Video Musik K-Pop Dengan Views Paling Banyak Saat ...

Video musik K-pop sering kali mendapatkan views paling banyak pada saat baru dirilis, tetapi beberapa video terus mendapatkan jutaan views bahkan berbulan-

on Oct 25, 2020
Irene Red Velvet

Irene (Red Velvet) Minta Maaf Setelah Ketahuan Pernah Caci Maki Seoran...

Irene (Red Velvet). (Foto: via Soompi). Irene Red Velvet telah menulis surat permintaan maaf setelah doi baru-baru ini dituduh telah mengamuk dan mencaci-ma

on Oct 24, 2020
Girlband K-Pop Underrated

5 Girlband K-Pop 'Underrated' Yang Lo Mungkin Belum Pernah Dengar

Ada sangat banyak grup K-pop baru belakangan ini yang mana hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar menjadi terkenal dan sukses, dan itu sangat di

on Oct 23, 2020
Reputasi Anggota Boyband

Inilah Urutan Peringkat Reputasi Brand Anggota Boyband K-Pop Bulan Okt...

Urutan peringkat reputasi brand anggota boyband K-pop bulan Oktober 2020. The Korean Business Research Institute telah mengungkapkan peringkat reputasi bran

on Oct 22, 2020