×
×

Search in Mata Mata Musik

Billboard Mengubah Cara Menghitung Chart Album

Posted on: 01/3/20 at 4:43 pm

Taylor Swift saat menerima penghargaan Artist of the Decade di American Music Awards 2019 (Foto: GettyImages)

Analis chart (peringkat) Billboard, Chris Molanphy mengutip Taylor Swift sebagai artis yang secara efektif membedakan setiap album dengan bantuan estetika video musiknya.

Baca juga: 25 Lagu K-Pop Terbaik 2019 Versi Billboard

Pertanyaan tentang bagaimana Billboard menentukan musik yang paling populer dalam sebuah negara telah menjadi jauh lebih sulit pada era digital ini. Dulu caranya lebih sederhana dengan hanya perlu bertanya album mana yang paling banyak terjual kopian rekaman fisiknya, tetapi sekarang Billboard perlu mempertimbangkan hal-hal seperti streaming Spotify dan download mp3 dari iTunes atau Bandcamp. Mulai 3 Januari 2020, Billboard juga mencakup streaming dari YouTube.

Ailsa Chang dari NPR (National Public Radio) berbicara dengan Chris Molanphy, seorang analis chart dan kritikus pop di Slate, tentang pentingnya perubahan ini. Simak petikan wawancara singkatnya yang dilansir dari situs NPR berikut ini.

Mengapa Billboard membuat perubahan ini?

Itu adalah bagian dari evolusi jangka panjang peringkat album dari penjualan murni ke model konsumsi. Sekarang, daripada melacak momen dimana anda sedang membeli album, mereka melacak seberapa banyak anda mengonsumsi album tersebut dalam minggu-minggu yang mendatang.

Baca juga: Lagu Natal Mariah Carey Akhirnya Jadi Lagu No. 1 Billboard

Seberapa besar pengaruh YouTube dalam industri musik?

Bergantung pada audiensnya, ini bisa mencapai setengah dari konsumsi genre apa pun…. hip-hop sangat kuat di YouTube, musik Latin juga sangat kuat di YouTube. Jika anda ingin mendapatkan representasi lengkap dan akurat tentang cara musik digunakan (tidak hanya pada tingkat lagu, tetapi pada tingkat artis sepenuhnya, data sesungguhnya yang ingin diukur oleh peringkat album), anda pada akhirnya perlu untuk menyertakan YouTube ke dalam peringkat album.

Jika YouTube akan menjadi komponen yang sangat penting untuk mengukur di mana anda akan mendarat pada tangga lagu Billboard, bagaimana hal tersebut dapat membentuk kembali cara musik dipasarkan?

Saya dapat melihat sebuah skenario di mana seorang artis mungkin ingin melakukan berbagai macam versi resmi dari sebuah video: tepat ketika sebuah album mulai menurun pada peringkatnya, anda mengeluarkan versi baru dari sebuah video dan itu akan memberikannya sebuah dorongan kehidupan yang baru.

Album bukan lagi sebuah obyek yang simbolik, mereka seperti kampanye pemasaran. Ketika seorang artis berpindah dari satu periode ke periode lain dalam karier mereka, mereka berpindah dari – katakanlah, jika Anda adalah Taylor Swift, dari periode Reputation ke periode Lover – Anda mencoba untuk mengumpulkan sebanyak mungkin perhatian untuk proyek tersebut selagi itu adalah proyek album Anda saat ini.

Aturan YouTube ini hanya akan mengumpulkan data streaming untuk ditambahkan ke Spotify, untuk ditambahkan ke Apple Music, untuk ditambahkan ke berbagai download yang memberi tahu orang-orang bahwa “Album ini sedang dikonsumsi dan menguasai kultur saat ini”.

Baca juga: Taylor Swift Jadi Peraih Pertama Piala Woman Of The Decade Billboard

Jadi sepertinya, dalam banyak hal, perubahan peraturan Billboard ini hanyalah cerminan dari betapa berbedanya cara orang mengkonsumsi musik belakangan ini.

Kebanyakan orang tidak lagi berjalan ke toko rekaman fisik, banyak orang bahkan sudah tidak men-download dengan cara iTunes lagi. Streaming adalah masa depan – itu sudah menjadi masa depan untuk waktu yang lama. YouTube merupakan komponen penting dari itu dan ini hanyalah Billboard melakukan apa yang selalu dilakukannya: mencerminkan cara orang-orang benar-benar mengonsumsi musik, terhitung sejak era piringan hitam 45 rpm hingga saat ini.

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter