×
×

Search in Mata Mata Musik

Black Francis (Pixies) Habiskan Masa Karantinanya Belajar Membuat Tempe

Posted on: 05/22/20 at 9:30 am

Black Francis Pixies.
Black Francis, vokalis/gitaris Pixies. (Foto: Christopher Polk/Shutterstock).

“Konser telah dibatalkan; ya kamu tahulah, konser sudah pindah dari event apa pun yang telah berlangsung selama ini,” ujar sang pentolan band alternative rock Pixies, Black Francis ketika ditanya tentang keadaan industri musik saat ini. “Semuanya telah dibatalkan. Maksudku, Natal sudah pasti dibatalkan”.

Belum ada kabar resmi tentang status konser musim panas Pixies yang sebelumnya dijadwalkan, tetapi sementara itu, penyanyi-penulis lagu kawakan ini baru saja merilis lagu kritik terhadap Presiden Donald Trump dengan The Residents.

Kabar terakhir Francis muncul saat dia berbicara kepada Rolling Stones untuk menjelaskan apa yang dia sedang sibuk lakukan selama masa karantina pandemi virus abal-abal Corona, termasuk alasan kenapa dia belum termotivasi untuk memulai proses kreatif untuk proyek musiknya, dan apa yang ada di playlist musiknya selama lockdown.

Apa yang kamu lakukan dengan waktu yang tidak terduga ini di rumah?

“Aku tidak pernah menganggap diriku sebagai bagian dari rat race (istilah untuk bekerja tanpa henti tapi tanpa hasil -Ed.) atau bekerja untuk the man (istilah kekuasaan pemerintah) atau semacamnya. Aku selalu menganggap diriku sebagai seorang seniman independen. Aku rasa, jika memang ada, aku telah diberi perspektif bahwa mungkin aku sempat agak terjebak dalam rat race“.

“Jadi, aku baru saja mencoba untuk belajar cara menumbuhkan sesuatu, bagaimana membangun sesuatu. Aku membangun kandang ayam dan mengambil beberapa ayam. Mengolah halamanku dan menanam jagung dan kacang-kacangan. Aku merasa berhutang pada diriku sendiri untuk mencari tahu makna kemandirian. Aku tahu itu terdengar seperti pernyataan yang benar-benar sangat naif yang datang dari seseorang yang, seperti banyak orang, dunianya sepenuhnya terlalu ketergantungan dalam setiap cara yang memungkinkan, antara telepon seluler dan pinjaman bank dan perdagangan”.

“Aku rasa seperti banyak orang, terutama, kamu mulai bertambah tua, kamu merasa seperti, ‘Oh, astaga, aku akan mulai mengurus kebun beberapa tahun lagi’. Dan tiba-tiba kamu berusia 50 tahun. Itu seperti, ‘Oh, sial, aku belum benar-benar menyadari itu’. Sekarang, aku mulai seperti, ‘Oke, ini dia; hei pemimpi, inilah kesempatanmu’. Jadi aku sudah belajar bagaimana melakukan sesuatu. Belajar cara membuat tempe”.

“Aku tidak mengatakan bahwa aku sudah tidak ketergantungan. Tentu saja masih. Tapi aku kira aku semacam mengajukan pertanyaan, ‘Bagaimana jika aku memang harus? Bagaimana jika mereka mencabut nyawaku besok?’. Aku bukan tipe yang mau bunuh diri, jadi apa yang akan aku lakukan? Aku tidak akan menjadi perampok. Beberapa orang, mereka menempelkan benih di tanah dan melihat apa yang muncul. Mereka memelihara ayam dan memasak sendiri telur dadar mereka”.

“Aku benar-benar tidak tertarik bermain musik atau melukis atau semua hal kreatif yang biasa aku lakukan. Aku yakin waktunya akan tiba ketika aku akan kembali ke hal-hal itu dan aku ingin melakukan hal-hal itu lagi. Saat ini, aku merasa sangat tertarik untuk belajar bagaimana melakukan sesuatu”.

Musik apa yang kamu putar di saat krisis ini untuk hiburan dan kenyamanan, dan kenapa?

“Aku mungkin akan mendengarkan Bob Dylan setiap hari. Akhir-akhir ini, untuk beberapa alasan, aku sedang sering mendengarkan album Rolling Stones, Let It Bleed. Aku mendengarkan banyak musik klasikal pergantian abad, seperti Chopin dan Debussy. Banyak juga soundtrack Alfred Hitchcock. Banyak musik klasik, beberapa musik rock tahun 1960-an, beberapa musik jazz. Banyak sekali musiknya Bernard Herrmann”.

Ada lagi yang ingin kamu katakan kepada para penggemarmu sekarang?

“Aku tidak tahu.… ‘Kamu butuh minyak zaitun? kamu butuh sesuatu?’ Dapur rumahku terlihat seperti bodega (toko kelontong kecil -Ed.) ala Pakistan”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Eric Clapton ogah tampil konser kalau penonton wajib divaksin

    Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

    Eric Clapton mengumumkan pada hari Rabu, 21 Juli lalu bahwa doi enggak akan tampil konser di semua venue yang memerlukan bukti vaksinasi Covid-19 supaya pe

    on Jul 22, 2021
    Coheed and Cambria

    Coheed and Cambria Beri Gambaran Album Baru Via Single 'Shoulders'

    Coheed and Cambria (Foto: Jimmy Fontaine). Coheed dan Cambria kembali dengan single baru yang berjudul 'Shoulders'. Musik baru pertama mereka sejak lagu kej

    on Jul 22, 2021
    Kuburan Band

    Kuburan Digamit BNN Karena Lagu 'Jauhi Narkoba Utamakan Keluarga'

    Kyubyuran band (Foto: dok. band). Kuburan kembali pasca kolaborasi Rocket Rockers X Kuburan dengan single 'KRNY' pada awal 2021 lalu. Masih di momentum dua

    on Jul 12, 2021
    Poppy

    Poppy Kembali Via Single Baru 'Her' Dengan Gaya Post-Grunge Ciamik

    Poppy (Foto: Jenn Five). Poppy is back! Penyanyi cantik dan eksentrik pengusung genre "crossover" ini kembali dengan single barunya, 'Her'. Lagu yang diprod

    on Jul 1, 2021