×
×

Search in Mata Mata Musik

Boyz II Men: Industri Musik Sekarang Lebih Pentingkan ‘Image’

Posted on: 12/3/19 at 4:51 pm

Musik adalah cerminan dari masyarakat. Begitu kata pendiri band vokal R&B legendaris Boyz II Men, Nathan Morris. Pria yang akrab disapa Nate itu juga mengatakan, sama seperti dunia saat ini, standar apresiasi untuk musik yang sesungguhnya jauh lebih rendah.

Dalam jumpa pers usai konser di Malaysia, Nate, Wanya Morris dan Shawn Stockton berbincang tentang kondisi industri musik saat ini, yang menurut mereka lebih digerakkan oleh image atau citra berkat teknologi.

Baca juga: Boyz II Men Bakal Perdana Manggung di Dubai Bulan Ini!

“Saya selalu mengatakan musik, musik adalah cerminan dari masyarakat dan sayangnya, dari tempat kami berasal—dengan Donald Trump sebagai presiden kami—standar yang diterima orang sekarang lebih rendah,” ujar Nate.

“Dan dari segi musik, standar orang sekarang lebih rendah, jadi banyak orang menjadi lebih sukses karena itu standarnya.”

Boyz II Men
Boyz II Men bagi-bagi bunga mawar saat menyanyikan “I’ll Make Love to You” di Negeri Jiran. (Foto: Shiraz Projects)

Hal ini jelas jauh berbeda dengan waktu Boyz II Men pertama kali meledak di industri musik 29 tahun lalu, memperkenalkan suara manis dari Philadelphia ke dunia.

“Pada saat kami keluar, hanya ada sekelompok kecil orang (artis), karena kami, sebagai masyarakat, menuntut lebih banyak dari artis-artis kreatif dalam urusan menjadi kreatif.

“Kami menuntut bakat, kami menuntut hal-hal tertentu,” ucapnya.

“Sekarang kita tidak punya standar yang tinggi. Kita sering kali hanya menerima apa yang disajikan ke kita dan itulah musik sebagai cerminan kehidupan.”

Sementara ada beberapa perubahan positif, dengan teknologi yang meratakan persaingan dan memungkinkan orang kreatif untuk melewati ‘penjaga gerbang’ industri, Shawn mengatakan teknologi juga seperti pedang bermata dua dan, dalam hal tertentu, kutukan bagi orang-orang di industri musik saat ini.

Boyz II Men
Boyz II Men bawakan penampilan yang syahdu. (Foto: Shiraz Projects)

“Sekarang semuanya lebih tentang citra ketimbang musik.

“Dulu, selalu ada pasang surut dan keseimbangan [antara musik dan citra]. Kita punya artis-artis seperti Prince dan Michael Jackson yang memiliki citra, tapi musiknya pun berimbang.”

Tidak bermaksud merendahkan artis-artis baru, Shawn mengatakan dia sebenarnya kasihan dengan generasi baru pembuat musik. 

“Menyedihkan melihat begitu banyak orang berbakat yang mungkin jadi tenggelam, atau hal tertentu mungkin mengesampingkan bakat mereka yang sebenarnya karena semua orang tidak lagi cinta dengan musik.

“Industri ini banyak berubah ke arah yang lebih baik, dan beberapa tidak terlalu baik. Sangat bagus artis-artis sekarang bisa melewati penjaga gerbang industri musik yang dulu memegang kunci untuk berada dalam industri ini.”

Boyz II Men
Boyz II Men saat manggung di Kuala Lumpur. (Foto: Shiraz Projects)

Dengan media sosial, banyak yang mampu melewati elemen penting yang harus dihadapi banyak orang di masa lalu—termasuk harus melalui audisi dengan eksekutif label untuk mendapatkan kontrak rekaman.

“Di sisi lain, ada lebih banyak kritikus sekarang daripada waktu kami keluar, dan kebanyakan mereka ada di media sosial.

“Saya kasihan dengan artis-artis saat ini karena mereka harus melalui begitu banyak pengawasan publik dari fans, penonton, kritikus online dan orang-orang yang suka blak-blakan memberi opini yang dapat berpotensi menodai karier mereka sampai mereka tidak ingin berkarier lagi,” jelas Shawn. Dia juga menambahkan, dia secara pribadi tahu beberapa artis yang menyerah karena itu.

Baca juga: Intip Ramalan Setlist Konser Boyz II Men di Jakarta!

“Artis harus bisa menjadi artis dan mengekspresikan diri mereka dan tidak harus melalui tekanan karena harus memikirkan hal-hal untuk dikatakan ke orang asing yang ada di media sosial.”

Nate mengatakan, industri yang digerakkan citra ini pernah memengaruhi grup vokal khususnya—yang hampir musnah dari kancah musik saat ini.

“Kita hidup di zaman YouTube di mana sayangnya banyak artis musik menjadi begitu egois sehingga mereka bahkan tidak ingin berbagi panggung dengan musisi lainnya.

“Ada lebih banyak grup di sini [Asia], seperti Korea Selatan dan Jepang yang masih mempersatukan grup dan menampilkan karya mereka dibandingkan di Amerika di mana suasana musiknya egois.”

Dalam kabar lain, Boyz II Men akan kembali manggung besok, 4 Desember 2019 di Tennis Indoor Senayan Jakarta.

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Sara Fajira

    Sara Fajira Awali 2021 Dengan Single R&B/Hip Hop 'Julite' Yang Spektak...

    Sara Fajira. (Foto: Kaio Entertainment). Nama Sara Fajira memang makin melejit setelah kesuksesan viral lagu 'Lathi' milik Weird Genius yang dinyanyikannya.

    on Feb 12, 2021
    Dycall wtih chicks

    Rapper Muda Dycal Lepas Single 'Gue Udah Muak' Setelah Muak Diselingku...

    Dycal Siahaan atau yang akrab disapa Dycal, dikenal sebagai seorang Rapper sekaligus YouTuber yang sedang digandrungi anak muda ja

    on Dec 24, 2020
    Grace Sahertian

    Berkolaborasi Dengan 60 Netizen, Grace Sahertian Rilis MV Single 'Hone...

    Grace Sahertian. Setelah merilis single ketiganya yang berjudul 'Honestunes' pada tanggal 10 Juli 2020 lalu, pada tanggal 18 Desember 2020 ini Grace Sa

    on Dec 21, 2020
    Whitney Houston

    Naomi Ackie Perani Whitney Houston Di Film Biopik "I Wanna Dance With ...

    Naomi Ackie (kiri) dan Whitney Houston (kanan). (Foto: Getty Images). Film biopik Whitney Houston produksi Sony/TriStar yang akan datang, I Wanna Dance with

    on Dec 16, 2020