×
×

Search in Mata Mata Musik

Brian May (Queen) Salahkan Budaya Memakan Daging Atas Penyebaran Covid-19

Posted on: 04/17/20 at 10:30 am

Brian May.
Brian May. (Foto: David Brendan Hall).

Pada hari Selasa (14 April) lalu, legenda The Beatles, Paul McCartney, menyarankan penutupan pasar basah di Cina, karena dugaan hubungan mereka dengan penyebaran Covid-19 atau virus Corona. Penyanyi itu juga membahas budaya memakan kelelawar, yang dibeli dan dijual di pasar-pasar tersebut, sebagai sebuah praktik “abad pertengahan”. Dan sekarang, gitaris band legendaris Queen, Brian May, telah melangkah lebih jauh dengan menyalahkan penyebaran Covid-19 kepada budaya memakan daging secara keseluruhan.

Baca juga: Brian May (Queen) Ajak Inggris Untuk Isolasi Selama Krisis Virus Corona

“Pandemi ini tampaknya berasal dari orang yang memakan hewan dan kini sudah menjadi lebih terkenal bahwa memakan hewan bukanlah hal terbaik bagi kesehatan kita,” jelas Brian May kepada NME (melalui The Guardian). “Kami telah melihat lebih banyak efek dari bagaimana memakan hewan telah membuat kami rugi sebagai spesies, aku pikir sudah waktunya untuk memeriksa kembali dunia kita dengan cara yang tidak menyalahgunakan spesies lain”.

Komentar Brian May datang hanya beberapa bulan setelah keputusannya untuk menjadi seorang vegan. Veteran Rock and Roll berusia 72 tahun itu berencana untuk “sedikit lebih menceramah” tentang perubahan gaya hidupnya yang baru ditemukan “karena bagi aku itu adalah jalan yang baik ke depannya”.

Meskipun tentu saja ada manfaat kesehatan dari membuang diet karnivora kalian, asal-usul virus laknat ini secara jelasnya masih belum diketahui hingga saat ini. Salah satu teori yang paling dikenal adalah bahwa virus itu ditularkan ke manusia melalui kelelawar atau trenggiling (atau kombinasi dari kedua binatang itu) melalui pasar basah di Wuhan, Cina. Tetapi para ilmuwan dan peneliti tidak percaya bahwa itu “meyakinkan dengan cara apa pun”. Bagi mereka yang menyalahkan Cina atas penyebaran virus Corona, penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa gelombang infeksi paling awal yang terjadi di pusat kota New York, Amerika Serikat (AS) sebenarnya berasal dari Eropa.

Baca juga: Queen Raih Penghargaan Spesial Berupa Koin Resmi Mereka Sendiri Di Inggris

Selain gaya hidup vegannya, Brian May juga telah menghabiskan waktunya selama masa karantina dengan sesekali membawakan konser virtual live di media sosialnya dan berusaha menjaga semangatnya tentang masa depan. “Aku harus percaya bahwa beberapa hal baik akan keluar dari semua ini,” ujar Brian May di Instagram. Salah satu hal yang baik untuk dinantikan adalah “Rhapsody Tour” dari Queen + Adam Lambert, yang telah dijadwalkan kembali ke tahun 2021.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Queen

    Queen: 15 Urutan Peringkat Album Dari Terendah Hingga Tertinggi

    Queen. Salah satu ikon rock yang menjadi penanda kedigdayaan musik Inggris selama dekade 1970-an dan 1980-an. Melanjutkan warisan gegar 'British Invasion'

    on Apr 21, 2021
    Queen + Adam Lambert

    Queen + Adam Lambert Bikin Album Baru? Brian May Telah Konfirmasi!

    Foto (ki-ka): Brian May, Adam Lambert dan Roger Taylor. (Getty Images). Queen, ikon rock legendaris Inggris ini telah bermain dengan vokalis baru Adam Lambe

    on Apr 12, 2021
    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021