×
×

Search in Mata Mata Musik

Bryan Adams Minta Maaf Atas Ucapan Rasisnya Tentang Biang Kerok Covid-19

Posted on: 05/14/20 at 6:30 am

Bryan Adams.
Bryan Adams. (Foto: DS).

Penyanyi kebangsaan Kanada Bryan Adams meminta maaf pada hari Selasa (12 Mei) lalu setelah dikritik habis-habisan oleh netizen dengan tuduhan bernada rasis anti-Cina buntut dari sesi ngamuk online-nya Bryan Adams mengenai pandemi yang memaksa pembatalan konsernya di London, Inggris. Pelantun lagu ‘Please Forgive Me’ itu mengeluarkan pernyataan yang menawarkan “permintaan maaf kepada siapa pun dan semua yang tersinggung oleh postinganku kemarin”, lalu menambahkan: “Aku memiliki cinta terhadap semua orang”.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan yang blak-blakan di Twitter dan Instagram, Bryan Adams mengatakan bahwa konsernya di Royal Albert Hall telah digagalkan berkat “kegiatan memakan kelelawar, penjualan hewan di pasar basah, para pembuat virus yang bajingan dan serakah”. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “seluruh dunia sekarang tertahan, belum lagi ribuan yang telah menderita atau meninggal karena virus ini”, serta memperingatkan orang-orang Cina untuk “menjadi vegan”.

Sementara berbagai kelompok hak asasi hewan memuji seruannya yang mengajak orang-orang berhenti makan daging, banyak orang lainnya yang menafsirkan komentar kasar Bryan Adams sebagai anti-Cina. “Ini sangat tidak bertanggung jawab dan sangat rasis,” ujar Amy Go dari Chinese Canadian National Council for Social Justice kepada AFP.

Baca juga: Bon Jovi Batalkan Tur 2020 Dengan Bryan Adams Demi Fans Di Tengah Krisis Covid-19

“Dia adalah seorang idola warga Kanada dan dia memprovokasi rasisme anti-Cina, dan berkontribusi pada peningkatan ejekan penuh kebencian dan serangan (bernada fisik) terang-terangan terhadap orang-orang Cina dan Asia di Kanada dan di seluruh dunia,” tambah Amy Go.

Pasar basah biasa menjual makanan yang masih sangat segar, termasuk hewan ternak dan marga satwa. Salah satu pasar basah di Wuhan, Cina diidentifikasi pekan lalu oleh WHO sebagai sumber berpotensial atau “lingkungan yang menguatkan” dari wabah Covid-19.

Dalam permintaan maafnya, Bryan Adams menjelaskan: “Tidak ada alasan bagiku, aku hanya ingin mengoceh tentang kekejaman terhadap hewan yang mengerikan di pasar basah ini yang mungkin menjadi sumber virus, dan mempromosikan veganisme”.

Sejak itu Bryan Adams telah menghapus tweet kontroversialnya. Di dalam tweet-nya itu dia juga sempat mengatakan bahwa dia merindukan band-nya atau “keluarga lainnya” selama masa isolasi diri dengan istri dan anak-anaknya.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Rock

    Rock Sudah Mati? Kecuali BTS, 10 Best Selling Album 2021 Adalah Rock!

    Lunchbox Records di Charlotte, North Carolina, AS, 29 Juli 2018 (Foto: Luke Taylor/MPR). Rock is dead? Rock sudah mati? Jadi ingat pernyataan Gene Simmons t

    on Jul 28, 2021
    Eric Clapton

    Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

    Eric Clapton mengumumkan pada hari Rabu, 21 Juli lalu bahwa doi enggak akan tampil konser di semua venue yang memerlukan bukti vaksinasi Covid-19 supaya pe

    on Jul 22, 2021
    Lollapalooza

    Lollapalooza Festival Sediakan 1.200 Tiket Gratis Bagi Yang Mau Divaks...

    Crowdsurfing di Lollapalooza 2019 (Foto: Erika Goldring/FilmMagic). Lollapalooza, salah satu festival musik dan seni terbesar di Amerika Serikat (AS) sedang

    on Jun 12, 2021
    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021