×
×

Search in Mata Mata Musik

Burgerkill Telah Sah Menjadi Kultus Metal Internasional Menurut Metal Hammer

Posted on: 03/23/20 at 6:00 am

Vicky dan Ebenz dari Burgerkill ketika mereka hadir untuk menerima penghargaan Golden Globe dari majalah Metal Hammer kategori "Metal As Fuck" pada 2013 (Foto: Future).
Vicky dan Ebenz dari Burgerkill ketika mereka hadir untuk menerima penghargaan Golden Globe dari majalah Metal Hammer kategori “Metal As Fuck” pada 2013 (Foto: Future).

Tiga hari yang lalu, Jum’at (20/3) majalah Metal Hammer mempublikasikan artikel “The 50 Best Metal Bands of All Time” alias “50 Band Metal Terbaik Sepanjang Masa” di situs webnya, www.loudersound.com/metal-hammer.

Artikel tersebut berisi daftar panjang band-band pengusung musik cadas dari seluruh dunia yang secara tidak sembarang telah disusun secara sistematis oleh majalah rock dan heavy metal terkemuka asal Inggris Metal Hammer, tak lain adalah dari hasil jajak pendapat para pembacanya.

Baca Juga: Burgerkill Akan Kembali Kibarkan Merah Putih di Wacken Open Air 2020!

Lebih dari 110.000 dari pembaca Metal Hammer memilih dalam jajak pendapat alias polling terbesar yang mereka pernah buat untuk secara resmi memahkotai 50 band metal terbesar sepanjang masa. Mereka meraih lebih dari 110.000 pendapat yang tulus, bahkan kontroversial. Daftar tersebut ditulis mundur dari peringkat 50 ke 1 berdasarkan jumlah polling tiap bandnya.

Etos di balik jajak pendapat itu cukup sederhana: tidak ada band yang dikecualikan. Tidak ada aturan kecuali memang band terbaik yang menang. Setelah semuanya selesai, mereka mengumpulkan data, memasukkannya ke dalam spreadsheet yang sangat besar, dan melakukan beberapa perhitungan yang rumit. Sekarang, hasilnya, seperti yang mereka katakan, sangat berpengaruh.

Metal Hammer menuliskan bahwa beberapa dari band-band yang ada dalam daftar ini akan mengejutkan Anda. Beberapanya bahkan mungkin mengagetkan Anda. Namun, pada akhirnya, 50 band dalam daftar ini membuktikan satu hal di atas segalanya: bahwa metal tetap menjadi salah satu genre terluas dan paling menarik yang pernah ada di dunia.

Burgerkill

Burgerkill.
Burgerkill, ki-ka: Agung, Putra, Ramdan, Vicky, Ebenz (Foto: Anggra Bagja).

Dan salah satu band yang paling mengejutkan tentu saja ada band metal Indonesia dalam daftar tersebut. Yup, Burgerkill secara terhormat masuk dalam peringkat no. 14 mengungguli band-band metal besar internasional seperti Lamb of God, Sepultura, Dream Theater, System of a Down, Motorhead dan Death. Sehari setelah dipublikasikannya artikel tersebut, Burgerkill pun turut memposting di kanal media sosialnya berita gembira ini kepada para followers-nya.

“Kami sangat terkejut, ini sulit dipercaya! Terima kasih majalah Metal Hammer telah memilih kami dalam daftar 50 band metal terbaik sepanjang masa. Ini adalah kehormatan besar bagi kita semua di Indonesia, sangat bangga bisa menjadi bagian dari peta heavy metal dunia. Semoga yang terbaik untuk kita semua, hail Adamantine!”.

Metal Hammer juga menyimpulkan penyebab atau alasan pencapaian Burgerkill dalam artikelnya.

Sangat mungkin menempatkan Burgerkill yang mengesankan di daftar ini akan mengejutkan bagi sebagian dari Anda, tetapi seharusnya tidak. Sejak gerombolan metal Indonesia ini terbentuk di pinggiran Ujung Berung yang mayoritas beragama konservatif di Bandung 25 tahun yang lalu, band ini telah mengembangkan banyak penggemar loyal dalam negerinya.

Yang kemudian menjadi global ketika band ini mengambil penghargaan Golden Globe kategori “Metal As Fuck” pada 2013 dari majalah Metal Hammer dan album terakhirnya, Adamantine masuk ke dalam daftar ‘Best 50 Metal Albums of 2018’ versi majalah rock dan metal paling populer dari Inggris tersebut serta mulai menerima tawaran manggung dari berbagai festival di seluruh Eropa pada tahun 2015 seperti Wacken Open Air (Jerman), Bloodstock Open Air (Inggris) dan berikutnya tur ke beberapa negara. Sejak itu, mereka telah menjadi sorot perhatian sebagai kultus metal internasional yang sah.

Mereka adalah para veteran dari sebuah komunitas yang selamat dari berbagai rintangan selama perjalanan kariernya yang tidak sebentar, Burgerkill telah menjadi maskot tidak hanya untuk Indonesia, tetapi seluruh scene musik heavy metal di dunia, mewakili kerja keras yang dibutuhkan untuk menyebarkan berita kepada skala global. Band ini berangkat dari ide Ebenz, gitaris dan pendirinya, yang telah memimpin band ini melalui dua dekade dan seterusnya di tengah-tengah keadaan sosial yang terombang-ambing dan pasang-surut.

Dari kematian vokalis pertamanya, Ivan Scumbag pada 2006 – beberapa hari setelah perilisan album ketiga mereka, Beyond Coma and Despair – hingga berurusan dengan pertunjukan yang dibatalkan dan ancaman sensor oleh kelompok Islam radikal dan pasukan polisi yang sering tidak simpatik, band ini hampir tidak memiliki jalan yang mudah. Tapi jangan pernah meremehkan kekuatan inspirasional dari musik cadas: jika Anda sudah mengacuhkan band ini, saatnya untuk sadar dan memperhatikan.

Selamat Burgerkill, kalian memang layak, lanjutkan brads \m/

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nattmaran

    Nattmaran, Band NWOBHM Lintas Indonesia-Swedia-Jepang Rilis Album

    Formasi Nattmaran, gabungan personil antar 3 negara Berterimakasihlah kepada kemudahan yang dipersembahkan oleh teknologi kepada seluruh umat manusia. Setid

    on Sep 16, 2021
    Mike Patton

    Mike Patton Batalkan Tur Faith No More Karena Isu Kesehatan Mental

    Foto: dok. Mike Patton. Mike Patton baru-baru ini mengumumkan pembatalan sebagian tanggal turnya yang akan datang dengan Faith No More dan Mr. Bungle. Sang

    on Sep 15, 2021
    Khemmis

    Khemmis Kembali Via MV 'Living Pyre' Dari "Deceiver", Album Mendatang

    Khemmis 2021 (Foto: dok. Nuclear Blast). Khemmis, pengibar doom metal kelahiran Denver, Colorado, Amerika Serikat ini mempersiapkan comeback mereka yang tel

    on Sep 12, 2021
    Mastodon

    Mastodon Umumkan Album Baru "Hushed And Grim" Seraya Lepas Single

    Mastodon (Foto: Clay McBride). Mastodon, dedengkot metal kelahiran Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan album full-length pertama mereka

    on Sep 11, 2021