×
×

Search in Mata Mata Musik

CEO Live Nation Tetap Yakin Konser Musik Live Akan Kembali Pada 2021

Posted on: 08/10/20 at 7:00 am

CEO Live Nation Tetap Yakin Konser Musik Live Akan Kembali Pada 2021

Meskipun eksekutif industri musik lainnya merasa sebaliknya, CEO Live Nation, Michael Rapino tetap yakin konser musik live dapat kembali digelar di Amerika Serikat (AS) pada musim panas 2021. Dalam memo yang dikeluarkan untuk investor minggu ini, Rapino mengatakan bahwa dia mengharapkan acara live untuk “kembali ke skala” pada saat yang tepat untuk musim konser selama musim panas 2021.

Baca Juga: Blink-182 Sindir Penyangkal Pandemi Virus Corona di ‘Quarantine’, Lagu Barunya

Masa depan musik live bergantung terutama pada kemampuan negara untuk menangani pandemi virus Corona, namun Michael Rapino mengatakan ada permintaan yang terpendam untuk konser. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Live Nation menunjukkan bahwa “konser tetap menjadi acara sosial dengan prioritas tertinggi bagi penggemar jika sudah aman untuk berkumpul, dengan hampir 90% penggemar di seluruh dunia berencana untuk menghadiri konser lagi,” ungkap Rapino.

Dengan demikian, 86% pemegang tiket memilih untuk mempertahankan tiket mereka yang sudah ada daripada meminta pengembalian uang alias refund. Selain itu, perusahaan telah menjual 19 juta tiket baru ke lebih dari empat ribu konser yang dijadwalkan pada tahun 2021, “menciptakan beban permintaan yang kuat yang berjalan jauh melebihi titik yang sama tahun lalu”.

Namun, tidak semua orang setuju dengan penilaian Rapino. Marc Geiger, mantan global head of music di agensi talent William Morris Entertainment dan salah satu pendiri festival musik Lollapalooza, percaya bahwa pada tahun 2022, musik live baru akan kembali.

Selama wawancara baru-baru ini dengan The Bob Lefsetz Podcast, Rapino menguraikan beberapa tantangan yang harus diatasi industri konser live. “Virus dan penyakit adalah satu, jarak dan kepadatan” adalah yang lainnya, tutur Rapino menjelaskan. Yang ketiga, kata Marc Geiger, adalah asuransi dan pertanggungjawaban. “Dengan (COVID-19), ada tanggung jawab yang tidak terbatas,” katanya, mencatat tantangan yang akan dihadapi venue dan promotor dalam menemukan perusahaan asuransi yang bersedia menanggung risiko acara mereka.

Baik di tahun 2021 atau 2022, lanskap musik live kemungkinan akan terlihat sangat berbeda dari tahun 2019. Lebih dari 90% venue yang dimiliki secara independen menghadapi penutupan permanen kecuali jika mereka menerima bantuan finansial jangka panjang dari pemerintah. Di antara royalti musik yang tidak mencukupi dan ketidakmampuan untuk melakukan tur, banyak musisi profesional juga terbelenggu dalam kesulitan.

Karena itu, bagi yang mampu silakan dukung National Independent Venue Association, yang bekerja untuk mendapatkan bantuan finansial bagi berbagai venue independen. Pertimbangkan juga untuk berdonasi ke organisasi amal seperti MusiCares’ COVID-19 Artist Relief FundSweet Relief, dan Artist Relief Project, yang memberikan bantuan finansial kepada musisi independen.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Eric Clapton

    Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

    Eric Clapton mengumumkan pada hari Rabu, 21 Juli lalu bahwa doi enggak akan tampil konser di semua venue yang memerlukan bukti vaksinasi Covid-19 supaya pe

    on Jul 22, 2021
    Voice Of Baceprot

    Voice Of Baceprot, Dari Garut Melesat Ke Wacken Open Air Jerman 2022!

    Voice of Baceprot yang biasa disingkat VOB telah mengumumkan berita besar. Band metal remaja Indonesia ini telah dikonfirmasi akan tampil di ajang festival

    on Jun 28, 2021
    Hari Musik Sedunia

    Hari Musik Sedunia 2021: Sejarah, Signifikansi dan Kutipan Ikonik

    Perayaan Make Music Day 2019 di hampir seluruh kota AS (Foto: MakeMusicDay.org). Hari Musik Sedunia adalah perayaan musik tahunan yang berlangsung tiap tang

    on Jun 21, 2021
    Lollapalooza

    Lollapalooza Festival Sediakan 1.200 Tiket Gratis Bagi Yang Mau Divaks...

    Crowdsurfing di Lollapalooza 2019 (Foto: Erika Goldring/FilmMagic). Lollapalooza, salah satu festival musik dan seni terbesar di Amerika Serikat (AS) sedang

    on Jun 12, 2021